Prince Of School

Prince Of School
Episode 142


__ADS_3

Setelah selesai bersih-bersih, mereka bertiga pun langsung duduk dikursi.


"Dek, warna cat nya mau diganti gak?" tanya kak Daniel.


"Hmm...ganti aja, kak" ucap Bina.


"Mau warna apa?" tanya kak Daniel.


"Pasti warna pink" sahut Ririn.


Bina pun hanya tersenyum mendengar ucapan Ririn.


"Oh ya udah, nanti gue beli cat nya" ucap kak Daniel.


"Oh iya, Na! gimana kalau tokonya dijadiin cafe aja" ucap Ririn.


"Kalau cafe, masa kue nya cuma brownies doang" ucap Bina.


"Tapi lebih baik jangan jualan kue brownies doang deh, dek. Takutnya pembelinya bosen" ucap kak Daniel.


"Oh gitu ya, kak" ucap Bina.


"Ya udah deh, nanti Bina belajar lagi bikin kue yang lain" ucap Bina.


"Luh gak usah khawatir, masalah kue kan bisa dibantu sama karyawan-karyawan mamah" ucap kak Daniel.


"Oh iya! Lebih baik bikin kuenya sama karyawan-karyawan aja, tugas luh tinggal ngelayanin pembeli aja" ucap kak Daniel.


"Gimana? mau gak?" tanya kak Daniel.


"Ya udah deh" ucap Bina.


"Oh iya, nanti kakak beli kursi sama meja buat disini" ucap kak Daniel.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Ririn.


"Iya, Rin. Makasih ya" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap Ririn.


"Hati-hati bawa motornya" ucap kak Daniel.


"Iya, kak" ucap Ririn.


Lalu Ririn pun segera pergi dengan mengendarai motornya.


"Kak" panggil Bina.


"Kenapa, dek?" tanya kak Daniel.


"Bina pingin belajar motor" ucap Bina.


"Jangan" ucap kak Daniel.


"Ih Bina kan pingin belajar, masa Bina terus-terusan diantar sama kakak" ucap Bina.


"Ya udah deh nanti gue ajarin" ucap kak Daniel.


"Tapi yang bener ya ajarin nya" ucap Bina.


"Iya" ucap kak Daniel.


"Ya udah ayo pulang" ucap kak Daniel.


Lalu mereka berdua pun segera keluar dari toko tersebut. Tidak lupa, Bina pun segera mengunci pintu toko tersebut.


Lalu setelah itu, mereka berdua pun segera pulang.


****


Saat tiba di rumah, Ririn pun melihat Arka yang sedang berada didepan rumahnya. Lalu ia pun segera melajukan motornya menuju kearah Arka.


Kemudian Ririn pun segera turun dari motornya.


"Kenapa gak masuk kedalam, Ka?" tanya Ririn.


"Soalnya gue gak kenal sama orang tua luh, jadi nanti kalau masuk kedalam pasti jadi canggung" ucap Arka.


"Oh iya, mau ngapain kesini?" tanya Ririn.


"Ini" ucap Arka sambil memberikan sebuah kotak berwarna pink.


"Gelang buat Bina?" tanya Ririn memastikan.


"Iya" ucap Arka.


Lalu Ririn pun segera mengambil kotak tersebut.


"Nanti suruh Bina buat pake terus gelangnya ya" perintah Arka.


"Iya, udah gue bilangin kok ke Bina" ucap Ririn.

__ADS_1


"Hah? Luh udah bilangin ke Bina? perasaan kan gue baru ngasih gelangnya" heran Arka.


"Gue udah bilang tadi ke dia, bahwa nanti gue bakal beliin dia gelang terus gue nyuruh dia buat terus pake gelangnya" jelas Ririn.


"Oh gitu" ucap Arka.


"Oh iya, Rin! Bina ikut nonton pertandingan basket gak?" tanya Arka.


"Dia gak mau ikut, Ka. Soalnya dia gak mau ketinggalan pelajaran" ucap Ririn.


"Oh iya, Ka! nanti Bina bakal ngelanjutin usaha toko kue orang tuanya" ucap Ririn.


"Oh gitu" kata Arka.


"Oh iya, nanti luh jangan lupa buat promosiin kuenya ya" ucap Ririn.


"Iya, pasti" ucap Arka.


"Kalau gitu gue pergi dulu ya, Rin" ucap Arka.


"Iya" ucap Ririn.


Lalu Arka pun segera pergi dengan mengendarai motor miliknya.


****


Setelah sampai di rumah, Bina pun segera pergi menuju kamarnya. Lalu ia pun segera mengambil pakaiannya, setelah itu ia pun segera pergi menuju kamar mandi untuk mandi sore.


Setelah selesai mandi, Bina pun segera memainkan ponselnya.


Ting


(Suara pesan masuk)


Lalu Bina pun segera membuka pesan tersebut.


0857xxxxxxx :


Hai


Lalu Bina pun segera membalas pesan tersebut.


^^^Bina :^^^


^^^Ini siapa?^^^


0857xxxxxxx :


Coba tebak dong!


^^^Bina :^^^


0857xxxxxxx :


Bukan


^^^Bina :^^^


^^^Terus siapa?^^^


0857xxxxxxx :


Adzril


^^^Bina :^^^


^^^Oh Adzril^^^


0857xxxxxxx :


Kok luh nebaknya Arka sih?


^^^Bina :^^^


^^^Soalnya gue kira luh Arka^^^


0857xxxxxxx :


Emang luh gak tahu nomer Arka?


^^^Bina :^^^


^^^Iya gak tahu^^^


0857xxxxxxx :


Masa gak tahu nomer pacar luh sendiri


^^^Bina :^^^


^^^Gue udah gak pacaran sama Arka^^^

__ADS_1


0857xxxxxxx :


Luh berdua putus?


^^^Bina :^^^


^^^Iya^^^


0857xxxxxxx :


Oh iya, Na! save nomer gue ya


^^^Bina :^^^


^^^Oke^^^


...****...


Setelah sampai di rumah sakit, Arka pun segera menuju ruangan papahnya.


Setelah sampai, ia pun melihat mamah tirinya yang sedang duduk dikursi sebelah ranjang.


"Kak Putra kemana?" tanya Arka.


"Kakak kamu pulang dulu, nanti juga kesini lagi" ucap mamah tiri Arka.


"Arka, mamah mau ngomong sama kamu" ucap mamah tiri Arka.


"Ya udah ngomong aja" ucap Arka.


"Lebih baik kita ngobrolnya diluar aja yuk" ucap mamah tiri Arka.


"Ya udah" ucap Arka.


Lalu mereka pun segera keluar dari ruangan papah, dan mereka berdua pun segera duduk dikursi depan ruangan ICU.


"Ada apa?" tanya Arka.


"Kata Putra katanya yang tabrakan sama papah kamu itu orang tuanya pacar kamu ya?" tanya mamah tiri Arka.


"Iya" ucap Arka.


"Tapi sekarang dia bukan pacar aku lagi" jelas Arka.


"Kalian putus?" tanya mamah tiri Arka.


"Iya" ucap Arka.


"Gara-gara kejadian kecelakaan ya?" tanya mamah tiri Arka.


"Arka gak tahu, tapi yang pasti Bina sekarang pingin sendiri dulu" ucap Arka.


"Tapi kamu sama Bina gak berantem kan?" tanya mamah tiri Arka.


"Kalau berantem sih kayaknya enggak, soalnya Bina bilang dia masih mau berteman sama Arka" ucap Arka.


"Syukur deh kalau dia gak marah sama kamu" ucap mamah tiri Arka.


"Oh iya, kamu beneran mau pindah sekolah?" tanya mamah tiri Arka.


"Iya, mah" ucap Arka.


"Kamu serius?" tanya mamah tiri Arka.


"Iya serius" ucap Arka.


"Alasan kamu pingin pindah kenapa?" tanya mamah tiri Arka.


"Enggak kenapa-napa kok, Arka cuma pingin pindah aja" ucap Arka.


"Bukan karena Bina?" tanya mamah tiri Arka.


"Bukan kok" ucap Arka.


"Terus temen-temen kamu yang lain gimana? mereka pasti sedih kalau kamu pindah" ucap mamah tiri Arka.


"Mereka gak akan sedih kok, lagian kan mereka masih bisa ketemu Arka" ucap Arka.


"Oh iya, Bina tahu gak kalau kamu bakal pindah?" tanya mamah tiri Arka.


"Dia gak tahu" ucap Arka.


"Kalau temen-temen kamu yang lainnya?" tanya mamah tiri Arka.


"Yang tahu cuma Ardan sama Ririn doang" jawab Arka.


"Oh iya, gimana kalau kamu sama Putra pindah aja ke rumah papah" ucap mamah tiri Arka.


"Bukannya waktu dulu mamah ngelarang kita berdua buat tinggal bareng ya" ucap Arka.


Mamah tiri Arka pun langsung terdiam.

__ADS_1


"Maafin sikap mamah waktu itu ya, mamah waktu itu emang salah" ucap mamah tiri Arka.


"Iya, Arka udah maafin kok" ucap Arka.


__ADS_2