
Bina pun segera pergi ke rumahnya dengan menggunakan ojek.
Setelah sampai di rumah, Bina pun segera membayar ongkos kepada tukang ojek itu.
Setelah itu, Bina pun segera masuk kedalam rumahnya. Namun saat mau masuk, ternyata pintu rumahnya terkunci.
"Loh, bukannya kak Daniel udah pulang ya" gumam Bina.
Lalu Bina pun berniat menelepon kakaknya, namun ternyata ponselnya lowbat.
"Ya ampun, pake lowbat segala lagi" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera memeriksa keset depan pintu rumahnya, siapa tahu kuncinya ada disitu. Dan ternyata kunci rumah nya tidak ada.
"Ih, kak Daniel kemana sih! bukannya simpen kuncinya" ucap Bina sedikit kesal.
"Terus gue gimana dong? masa harus nunggu sampai kak Daniel pulang" ucap Bina.
"Gue ikut nge-charge aja deh di rumah nya Julian" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera pergi menuju rumahnya Julian.
Setelah sampai, Bina pun segera menekan bel rumah Julian.
Kemudian Julian pun datang menghampiri Bina.
"Eh, Na! ada apa?" tanya Julian.
"Jul, gue boleh ikut nge-charge gak? soalnya rumah gue dikunci" ucap Bina.
"Boleh kok" ucap Julian.
"Ayo masuk" ajak Julian.
Lalu mereka berdua pun segera masuk kedalam rumah.
"Ya udah mana handphone nya" ucap Julian.
"Nih" ucap Bina sambil memberikan ponsel miliknya.
Lalu Julian pun segera mengambil ponsel tersebut.
"Bi, tolong buatin minum buat Bina" perintah Julian kepada pembantunya.
"Siap den"
"Na, duduk dulu" ucap Julian.
"Iya" ucap Bina sambil duduk disofa.
"Ya udah, gue ke kamar dulu ya. Mau nge-charge ponsel luh" ucap Julian.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Julian pun segera pergi menuju kamarnya.
"Nih non" ucap pembantu Julian sambil menaruh es jeruk diatas meja.
"Makasih bi" ucap Bina.
"Iya sama-sama, non"
Lalu pembantu itu pun segera pergi menuju dapur.
Setelah nge-charge ponsel Bina, Julian pun segera kembali menuju ruang tamu.
"Wah enak kayaknya" ucap Julian saat melihat Bina meminum es jeruk.
Bina pun hanya tersenyum.
"Bi, Julian juga mau es jeruk" ucap Julian.
"Oke, den! bibi bikinin sekarang juga"
Lalu Julian pun segera duduk disofa.
"Emang keluarga kamu pada kemana, Na?" tanya Julian.
__ADS_1
"Mamah sama papah lagi ke rumah sakit, kalau kak Daniel tadi sih ada di rumah tapi pas aku ke rumah, dia nya gak ada" jelas Bina.
"Emang tadi kamu habis dari mana?" tanya Julian.
"Dari rumah Ririn" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap Julian.
Saat mau mengambil gelas, tiba-tiba Bina pun tidak sengaja menjatuhkan gelas es tersebut.
Pranggg
"Jul, maaf" ucap Bina karena ia tidak sengaja menjatuhkan gelasnya.
Lalu Bina pun langsung memungut pecahan beling itu.
"Aww" ringis Bina karena kulitnya tergores pecahan beling.
"Na, gak usah dipungut" ucap Julian.
Lalu Julian pun segera memegang tangan Bina.
"Ayo obatin dulu" ucap Julian.
"Tapi gelasnya" ucap Bina.
"Gak apa-apa, biar bibi aja yang beresin" ucap pembantu Julian yang datang menghampiri ke ruang tamu.
"Ya udah ayo obatin dulu" ucap Julian sambil menarik tangan Bina.
Lalu Bina pun segera mengikuti Julian.
Julian pun segera membasuh luka di jari Bina menggunakan air wastafel.
"Bentar, aku ambilin cairan antiseptik dulu" ucap Julian sambil pergi.
Beberapa detik kemudian, Julian pun segera kembali menghampiri Bina.
Lalu Julian pun segera mengusapkan cairan antiseptik pada jari Bina dengan menggunakan cotton bath.
Setelah itu, Julian pun segera menutup luka dijari Bina dengan menggunakan plester.
"Iya sama-sama" ucap Julian sambil tersenyum.
"Ya udah ayo ke ruang tamu lagi" ucap Julian.
Lalu mereka berdua pun segera menuju ruang tamu.
"Bi, maaf ya. Bina jadi ngerepotin bibi" ucap Bina saat melihat pembatu Julian yang sedang mengepel lantai.
"Gak apa-apa non"
Trining...trining
Julian pun segera mengambil ponselnya yang berada di meja.
"Kak Daniel nelpon, Na" ucap Julian.
Lalu Julian pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, kak" ucap Julian.
"Hiks..Jul, tolong jemput Bina dong di rumah Ririn" ucap kak Daniel.
"Bina ada di rumah Julian, kak" ucap Julian.
"Ada apa ya, kak?" tanya Julian.
"Tolong anterin Bina ke rumah sakit sekarang" ucap kak Daniel.
"Rumah sakit?" tanya Julian memastikan.
"Iya, tolong anterin ke rumah sakit Pelita" ucap kak Daniel.
"Ya udah iya, kak. Sekarang kita kesana" ucap Julian.
Lalu Daniel pun segera mematikan panggilan teleponnya.
__ADS_1
"Kenapa, Jul?" tanya Bina.
"Kak Daniel nyuruh kita ke rumah sakit" ucap Julian.
"Siapa yang sakit?" tanya Bina.
"Gak tahu, ya udah ayo" ucap Julian.
Lalu Julian dan Bina pun segera pergi menuju rumah sakit Pelita dengan menggunakan motornya Julian.
****
Setelah sampai diparkiran rumah sakit, Julian pun segera menelepon kak Daniel namun teleponnya tidak diangkat.
Akhirnya mereka berdua pun segera masuk kedalam rumah sakit.
"Sus, ada pasien yang namanya Daniel gak?" tanya Julian.
"Gak ada" ucap suster tersebut.
"Kak Daniel kemana sih?" cemas Bina.
"Bina" panggil kak Daniel.
Lalu Bina pun segera menghampiri kak Daniel.
"Kak, kakak kenapa?" tanya Bina.
Lalu kak Daniel pun langsung memeluk erat tubuh Bina.
"Hiks...hiks" tangis kak Daniel.
Julian pun segera menghampiri Bina dan kak Daniel.
"Kakak kenapa?" tanya Bina lagi.
"Ikut kakak yuk" ajak kak Daniel sambil menangis.
Lalu kak Daniel pun segera membawa Bina ke UGD.
Kemudian Julian pun segera menyusul mereka dari belakang.
Setelah sampai di UGD, Bina pun melihat dua orang pasien yang ditutupi oleh kain putih.
"Itu siapa, kak?" tanya Bina dengan mata yang berkaca-kaca.
"Mamah sama papah" ucap kak Daniel sambil menangis.
"Gak mungkin" ucap Bina sambil menangis.
Lalu Bina pun segera membuka kain tersebut dan saat dibuka ternyata itu memang benar mamahnya.
"Hiks..hiks mamah, papah" tangis Bina.
Lalu kak Daniel pun langsung keluar dari UGD karena tidak kuat melihat kedua orang tuanya.
Lalu Julian pun segera menghampiri Bina, kemudian ia pun segera memeluk Bina agar menenangkannya.
"Yang sabar, Na" ucap Julian dengan mata yang berkaca-kaca.
"Mamah...papah" tangis Bina.
"Jangan tinggalin Bina" lirih Bina.
"Hikss..hikss" tangis Bina.
"Sabar, Na" ucap Julian sambil memeluk Bina dengan erat.
"Itu bukan mamah sama papah gue kan, Jul?" lirih Bina.
"Kamu yang sabar ya, Na" ucap Julian sambil menepuk-nepuk pelan punggung Bina.
"Mah, pah bangun" lirih Bina.
"Bina gak mau kehilangan papah sama mamah" lirih Bina.
"Mamah sama papah kenapa tinggalin Bina" lirih Bina sambil menangis.
__ADS_1
"Na, udah jangan nangis. Nanti papah sama mamah kamu jadi sedih" ucap Julian.