
Chup
Arka pun mencium kening Bina.
Lalu Arka pun segera berlari agar Bina tidak mengejarnya.
"ARKA!!!" teriak Bina karena kesal sebab ia ditipu oleh Arka.
Bina pun langsung mengejar Arka yang sedang berlari.
Arka pun menoleh kebelakang sambil berlari dan ia pun tersenyum saat Bina mengejar nya.
"Arka!!!" teriak Bina.
Bina pun punya ide untuk mengerjai Arka kembali.
Brag
"Woy! itu ada yang pingsan" teriak seseorang yang berada didepan Arka yang sedang berlari.
Arka pun menoleh kebelakang, dan ternyata ia melihat Bina yang sedang tergeletak di lantai.
Arka pun segera menghampiri Bina.
"Na, bangun!" ucap Arka sambil menepuk-nepuk pelan pipi Bina.
Saat hendak menggendong Bina, Bina pun terbangun dan langsung memegang tangan Arka agar tidak berlari.
"Kamu gak pingsan?" ucap Arka terkejut.
Bina pun langsung mencubit pinggang Arka.
"Aww sakit" ringis Arka.
"Makanya jangan bohong sama aku" kesal Bina.
"Kamu juga bohong sama aku, jadi sini aku cubit" ucap Arka sambil tersenyum.
"Aaaa Arka gak mau" ucap Bina sambil memegang tangan Arka agar tidak mencubitnya.
"Yaudah iya, aku gak bakal cubit kamu kok" ucap Arka.
"Jadi lepasin tangan aku" ucap Arka lagi.
"Janji kan gak bakal nyubit?" tanya Bina.
"Iya, janji" ucap Arka.
Bina pun melepaskan tangan Arka.
"Ka, itu orang-orang kenapa lihat kearah kita?" tanya Bina.
"Kan mereka kira kamu tadi pingsan, eh ternyata cuma pura-pura" ucap Arka.
"Ka, aku malu" ucap Bina.
Arka pun ingin tertawa akibat ucapan Bina.
"Makanya jangan kayak gitu" ucap Arka.
"Habisnya kamu cepet banget larinya, jadi aku pura-pura pingsan biar kamu nyamperin aku" ucap Bina.
"Terus gimana dong cara lewat kesananya, aku malu" ucap Bina.
"Yah tinggal jalan aja" ucap Arka.
"Tapi kan aku malu" ucap Bina.
"Yaudah kamu sekarang tutup mata kamu" ujar Arka.
Bina pun menuruti perkataan Arka.
Lalu Arka pun langsung menggendong Bina.
"Ka, ngapain gendong aku. Aku kan jadi tambah malu" ucap Bina.
"Udah, kamu tutup aja mata kamu terus jangan banyak omong. Pura-pura pingsan aja kayak tadi" kata Arka.
__ADS_1
Arka pun dengan sengaja menggendong Bina pelan-pelan karena ia ingin menggendong Bina lebih lama.
"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Bina sambil menutup mata.
"Kamu maunya kemana?" tanya Arka balik.
"Ke kelas aja deh" ucap Bina masih dengan mata tertutup.
"Kelas kamu atau kelas aku?" tanya Arka.
"Kelas aku lah" ucap Bina.
"Nanti jangan lewat lapangan, soalnya pasti banyak orang disana" ucap Bina.
"Siap bos" ucap Arka.
"Arka, itu siapa yang pingsan" ucap bu Susan.
Deg
Jantung Bina pun berdetak kencang.
"Mampus gue" batin Bina.
"Bina, bu" ucap Arka.
"Yaudah yu bawa ke UKS" perintah Bu Susan.
"Iya, bu" ucap Arka.
"Kenapa bu Susan ikut sih" batin Bina.
Bina, Arka dan Bu Susan pun segera masuk kedalam UKS.
Lalu Arka pun langsung menidurkan Bina di kasur.
Bu susan pun langsung melepaskan sepatu Bina.
"Ka, ambilin minyak kayu putih di lemari" perintah Bu Susan.
Arka pun menuruti perintah bu Susan.
Setelah itu Bu Susan pun menekan kuku jempol tangan Bina agar dia segera sadar.
"Aww gila sakit banget!!!" batin Bina.
"Kenapa diteken kukunya, Bu?" tanya Arka.
"Biar cepet sadar" ucap Bu Susan.
"Tadi Bina pingsan dimana?" tanya bu Susan.
"Di deket kelas XII MIPA 4" ucap Arka berbohong.
"Ngapain dia disana? kan bukannya di lapangan lagi rame ya soalnya ada pengumuman pemenang lomba" ucap Bu Susan.
"Saya juga gak tahu Bu, kenapa dia ada disana" ucap Arka berbohong.
"Terus kamu ngapain disana?" tanya Bu Susan.
"Saya disuruh bang Chandra buat ngambil barangnya yang ketinggalan di kelas" ucap Arka berbohong
"Yaudah, kamu tungguin dia ya sampai sadar. Soalnya ibu mau ke ruang guru" ucap Bu Susan.
"Baik, Bu" ucap Arka.
Bu Susan pun segera pergi meninggalkan Bina dan Arka.
"Bu Susan nya udah pergi, Na" ucap Arka.
Bina pun langsung membuka matanya dan ia pun duduk di kasur UKS.
"Sakit banget kuku aku tadi waktu ditekan bu Susan" ucap Bina.
Arka pun hanya tertawa kecil mendengar ucapan Bina.
"Malah ketawa lagi" kesal Bina.
__ADS_1
"Ke lapangan aja yuk, Ka! bosen kalau disini" ujar Bina.
"Yaudah ayo!" sahut Arka.
Arka dan Bina pun segera pergi ke lapangan.
Lalu mereka berdua pun kembali duduk bersama anak-anak Stray Squad yang lain.
"Dari mana aja kalian? kok lama banget dari kantinnya" ucap Ardan.
"Kita tadi ke kantin terus ke basecamp lalu ke UKS deh" ucap Arka.
"Mau ngapain ke basecamp?" tanya Robi.
"Mau lihat pemandangan aja" ucap Arka.
"Lihat pemandangan atau mau berduaan?" tanya Raihan.
"Dua-duanya" ucap Arka terus terang.
"Eh tadi kita berdua lihat Bella lagi di basecamp kalian" ucap Bina.
"Bella? ngapain dia kesitu?" tanya Ardan.
"Gak tahu, pokoknya tadi dia lagi nangis" ucap Bina lagi.
"Ih ngeri banget, gimana coba kalau dia kesurupan terus bunuh diri" ucap Robi.
Bina pun langsung memukul Robi.
"Kalau ngomong tuh pikir-pikir dulu" ucap Bina.
"Maaf" ucap Robi.
"Dia ada problem kali, makanya nyari tempat yang sepi biar dia nangis sepuasnya" ujar Kevin.
"Bisa jadi sih" ucap Ardan.
"Terus luh berdua ke UKS mau ngapain?" tanya kak Chandra.
"Ya mau berduaan lah, bang" sahut Raihan.
"Sok tahu banget luh" ucap Arka.
"Terus mau ngapain dong di UKS?" tanya Robi.
"Kepo luh" ucap Arka.
"Apa jangan-jangan waktu di UKS luh cium Bina ya" sahut Raihan.
"Enggak!" ucap Bina dan Arka bersamaan.
"Kenapa sih pikiran luh suudzon mulu" ucap Arka.
"Kan gue ngomong kayak gitu karena jaga-jaga aja, kan luh pernah kayak gitu juga" ucap Raihan.
"Sama siapa?" tanya Bina.
"Ya sama luh, kan katanya luh waktu truth or dare bilang kayak gitu" ucap Raihan.
"Hati-hati aja Na, si Arka gitu-gitu juga liar" ucap Robi.
"Iya bener, kelihatannya aja cuek tapi aslinya kan gak gitu aslinya" ucap Ardan sambil tertawa kecil
"Dasar teman-teman laknat" batin Arka.
"Jangan didengerin, Na" ucap Arka sambil menutup telinga Bina.
"Iya, Bina percaya kok Arka gak seperti yang mereka bilang" ucap Bina.
"Percuma jelasin ke Bina, dia cuma percaya nya sama Arka" ucap Kevin sambil tertawa.
"Ya emang gitu, kalau udah percaya sama rayuan buaya" ucap kak Chandra.
"Arka kan bukan buaya" ucap Bina.
Arka pun hanya tersenyum karena Bina membela dirinya.
__ADS_1
"Tapi Arka seekor dugong" ucap Bina lagi.
Semua anak-anak Stray Squad yang lain pun tertawa karena mendengar ucapan Bina. Sedangkan Arka sedikit kesal karena ternyata Bina tidak membelanya.