Prince Of School

Prince Of School
Episode 45


__ADS_3

Setelah sampai di kamar, Bina pun melanjutkan telepon dengan Arka.


"Ka" ucap Bina.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Kangen" ucap Bina.


"Tadi kan baru ketemu, masa kangen lagi" ucap Arka.


"Boleh gak besok aku ke rumah kamu?" tanya Bina.


"Boleh, apa sih yang gak boleh buat kamu" ucap Arka.


"Yaudah, besok aku ke rumah kamu ya habis pulang sekolah" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


"Kamu mau dibawain makanan apa? Nanti aku beliin" tanya Bina.


"Gak usah repot-repot Na, ada kamu aja udah bikin aku senang kok" ucap Arka.


"Masa aku gak bawa apa-apa sih" ucap Bina.


"Iya gak apa-apa kok" ucap Arka.


"Ka, aku telepon kayak gini ganggu gak sih?" tanya Bina.


"Enggak kok Na, kan aku cuma keseleo bukan demam atau semacamnya" ucap Arka.


"Lagian kamu kok khawatir banget sama aku, padahal aku kan cuma keseleo loh bukan sakit parah" ucap Arka lagi.


"Emangnya aku gak boleh khawatir gitu sama kamu" ucap Bina sedikit kecewa.


"Bukannya gitu Na, aku gak mau aja kamu banyak pikiran" ucap Arka.


Bina pun tidak menjawab ucapan Arka.


"Na, kamu marah ya sama aku" ucap Arka.


"Yaudah, aku minta maaf ya. Kamu boleh kok khawatir sama aku, tapi jangan sampai khawatir kamu itu jadi nambah beban pikiran kamu" ucap Arka.


Bina pun terharu dan menangis karena mendengar ucapan Arka yang sangat perhatian kepadanya.


"Kamu nangis, Na?"


"Aku minta maaf ya"


Bukannya berhenti, tangisan Bina pun malah semakin menjadi-jadi.


"Udah dong jangan nangis"


"Sayang, jangan nangis ya"


"Arka" lirih Bina


"Iya sayang" ucap Arka.


"Makasih ya udah perhatian sama Bina" ucap Bina sambil menangis sesenggukan.


"Makasih juga karena selalu ada buat Bina" ucap Bina.


"Dan makasih juga karena selalu buat Bina bahagia" ucap Bina.


Arka pun tersenyum setelah mendengar ucapan Bina.


"Iya sama-sama sayang. Udah ya jangan nangis mulu" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina sambil mengusap air mata.


"Na, kamu lagi PMS ya?" tanya Arka.


"Kok kamu tahu sih" heran Bina.


"Soalnya mood kamu tuh hari ini berubah-ubah mulu" ucap Arka.


"Ka, kamu gak ngantuk?" tanya Bina.


"Enggak" ucap Arka.


"Kamu ngantuk, Na? Kalau ngantuk tidur aja" tanya Arka.


"Enggak kok" ucap Bina.


"Yaudah kamu lebih baik tidur aja, udah malam soalnya kan besok kamu harus sekolah" ucap Arka.


"Enggak mau, aku masih mau denger suara kamu" ucap Bina.


"Mau aku nyanyiin gak? Biar kamu tidur" tanya Arka.


"Boleh" ucap Bina.


Bina pun diam karena ingin mendengarkan nyanyian Arka.

__ADS_1


Kemudian Arka pun menyanyikan lagu Denda yang berjudul terlalu sayang.


"Takkan kubiarkan insan lain mencuri hatimu"


"Terlalu indah dirimu untuk ditinggalkan"


"Ku merasa tenang bila kau tersenyum"


"Tak akan kubiarkan rasa ini menghilang"


"Aku cinta padamu terlalu sayang padamu"


"Takkan habis semua kisah cintaku padamu"


"Aku cinta padamu terlalu merindukanmu"


"Kan ku abadikan cinta kita dalam mata hatimu"


Bina pun tersenyum karena mendengarkan nyanyian Arka.


"Na" ucap Arka.


Bina pun dengan sengaja tidak menjawab ucapan Arka.


"Oh udah tidur ternyata" ucap Arka.


"Selamat malam cantik, semoga mimpi indah" ucap Arka.


Arka pun segera mematikan panggilan teleponnya.


Bina pun berguling-guling diatas kasurnya, karena dia sedang salah tingkah akibat ucapan Arka.


Cklek


( Pintu pun terbuka )


Daniel pun melihat Bina yang sedang berguling-guling diatas kasurnya.


"Mamah, papah, Bina kesurupan!!!" teriak kak Daniel.


Bina pun menoleh kearah kak Daniel.


"Enak aja! Bina gak kesurupan" sahut Bina.


Mamah dan papah pun datang ke kamar Bina.


"Na, sadar!!!" ucap papah sambil menghampiri Bina.


"Bina udah sadar pah, Bina gak kesurupan kok" ucap Bina.


"Maaf pah, kirain Daniel dia kesurupan. Soalnya tadi dia guling-guling diatas kasurnya" ucap Daniel.


"Yaudah, lebih baik kita tidur. Udah malam soalnya" ucap mamah.


Papah dan mamah pun segera meninggalkan kami berdua.


"Luh kenapa tadi guling-guling segala? Gue kira luh kesurupan" ucap kak Daniel.


"Gak apa-apa" ucap Bina.


"Oh iya, tadi mau apa kesini?" tanya Bina.


"Mau pinjam bolpoin" ucap kak Daniel.


"Itu ambil aja di meja" ucap Bina.


Daniel pun segera mengambil bolpoin dan setelah itu dia pun pergi ke kamarnya.


Setelah kak Daniel pergi, Bina pun segera mematikan lampu dan ia pun tidur.


...****...


* Pagi hari


Bina pun segera pergi ke ruang makan untuk sarapan.


"Dek, luh kenapa senyum-senyum kayak gitu? Gila luh" ucap kak Daniel.


"Daniel, kamu kok ngomong gitu ke adik kamu" ucap papah dengan nada marah.


"Maaf pah, habisnya dia senyum-senyum sendiri" ucap Daniel.


"Na, kamu kenapa?" tanya mamah


"Gak apa-apa mah" ucap Bina.


"Pasti gara-gara Arka, kamu senyum-senyum kayak gitu" ucap mamah.


"Kok mamah tahu sih" ucap Bina.


"Iya lah, kan mamah juga pernah ngerasain jatuh cinta" ucap mamah.


"Mah, pah boleh gak nanti pulang sekolah aku ke rumah Arka?" tanya Bina kepada mamah dan papah.

__ADS_1


"Iya boleh" ucap papah dan mamah.


"Sekalian aja jangan pulang" ucap kak Daniel.


"Ih apaan sih kak" ucap Bina.


Setelah sarapan, Bina pun segera pergi ke sekolah diantar oleh kak Daniel.


* Sekolah


Setelah sampai di sekolah, Bina pun segera turun dari mobil kak Daniel.


Lalu Bina pun segera menuju ke kelasnya.


"Na" sapa kak Fauzi dan kak Chandra.


"Kenapa kak?" tanya Bina.


"Katanya Arka keseleo ya kakinya" ucap kak Fauzi.


"Iya kak" ucap Bina.


"Terus gimana sekarang keadaannya?" tanya kak Chandra.


"Masih sakit sedikit katanya" ucap Bina.


"Oh iya pulang sekolah, geng Stray Squad mau ngejenguk Arka. Kamu mau ikut gak Na?" tanya kak Fauzi.


"Bina juga mau jenguk kok" ucap Bina.


"Bareng aja sama kita berangkatnya" ucap kak Chandra.


"Yaudah iya" ucap Bina.


"Tapi nanti Bina naik motor siapa?" tanya Bina.


"Terserah kamu" ucap kak Chandra.


"Bina ikut motor Ardan aja kak" ucap Bina.


"Oke" ucap kak Chandra dan kak Fauzi.


"Kak, aku ke kelas dulu ya" ucap Bina kepada kak Fauzi dan kak Chandra.


"Iya" ucap mereka bersamaan.


* Kelas


"Pagi guys" teriak Bina.


"Luh kenapa Na? Kok kayak bahagia gitu" ucap Ririn.


"Pacarnya lagi sakit, kok kelihatannya bahagia sih" ucap Ardan.


"Luh kenapa? Cerita dong" ucap Ririn penasaran.


"Yaudah gue ceritain" ucap Bina.


Fanny dan Rizky pun menoleh ke Bina karena penasaran dengan ceritanya.


"Semalam" ucap Bina namun terpotong karena tiba-tiba Ardan menghampirinya.


"Luh kenapa kesini?" tanya Bina.


"Gue juga pingin tahu lah" ucap Ardan.


"Jadi waktu malam, Arka nyanyiin lagu buat gue" ucap Bina.


"Ya ampun gue kira apaan" ucap Ardan lalu ia pun segera pergi meninggalkan kami berempat.


"Gue baper karena lagu yang dia nyanyikan itu liriknya sweet banget" ucap Bina.


"Emang dia nyanyi lagu apa?" tanya Fanny.


"Nina Bobo, Fan" ucap Rizky.


"Hahaha lucu" ucap Fanny dengan nada datar.


"Nyanyi lagu Denda yang judulnya terlalu sayang" ucap Bina.


"So sweet banget sih Arka, kapan coba gue punya cowok yang kayak gitu"


ucap Fanny.


"Nanti juga luh pasti punya kok cowok yang memperlakukan luh seperti ratu" ucap Bina.


"Kapan Na? Cowok yang gue suka aja suka sama orang lain" ucap Fanny.


"Maksud luh Julian?" tanya Bina.


Fanny pun hanya mengangguk.


"Julian bilang dia suka sama cewek lain" ucap Fanny.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Bina.


"Temen SD nya" ucap Fanny.


__ADS_2