Prince Of School

Prince Of School
Episode 139


__ADS_3

Krining...krining


Bel pulang sekolah pun berbunyi.


"Na, luh pulang sama siapa?" tanya Ririn.


"Gue pulang naik ojek online" ucap Bina.


"Loh kenapa gak bareng gue aja?" tanya Fanny.


"Enggak, soalnya gue mau ke toko kue dulu" ucap Bina.


"Ya udah, gue anter aja" ucap Fanny.


"Gak usah, Fan" ucap Bina.


"Ya udah deh, kalau gitu gue pulang duluan ya" ucap Fanny.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Fanny pun segera pergi.


"Na, gue pulang bareng Ardan ya" ucap Ririn.


"Iya" ucap Bina.


"Dadah" ucap Ririn sambil melambaikan tangannya.


Lalu Ririn pun segera pergi.


Bina pun hanya tersenyum karena ia merasa senang melihat Ririn yang bahagia bersama Ardan.


Lalu Bina pun segera berjalan menuju gerbang sekolah untuk menunggu ojek online.


Setelah beberapa menit, Abang ojek online pun datang. Lalu Bina pun segera menaiki motor abang ojek online.


Setelah sampai, Bina pun langsung turun dan ia segera membayar ongkos kepada abang ojek online tersebut.


Lalu Abang ojek online itu pun segera pergi.


Setelah itu, Bina pun segera membuka pintu toko kue milik mamahnya dengan kunci yang ia bawa.


Lalu Bina pun segera masuk dan ia pun langsung duduk dikursi.


Lalu ada seorang wanita yang masuk kedalam toko tersebut. Dan ia pun segera duduk disebelah Bina.


"Kamu ngapain disini?" tanya wanita itu.


Lalu Bina pun segera melihat kearah wanita itu.


"Mamah" lirih Bina sambil meneteskan air matanya.


"Mah, Bina kangen sama mamah" lirih Bina.


****


"Dan" panggil Arka.


Lalu Arka pun segera menghampiri Ardan yang sedang mengeluarkan motornya dari parkiran.


"Kenapa?" tanya Ardan.


"Bina udah pulang belum?" tanya Arka.


"Belum, dia masih ada di kelas" ucap Ardan.


"Ardan" panggil Ririn sambil berlari kearah Ardan.


"Rin, Bina masih dikelas?" tanya Arka.


"Iya" ucap Ririn.


"Dia pulang sama siapa?" tanya Arka.

__ADS_1


"Katanya sih naik ojek online" ucap Ririn.


"Oh gitu" ucap Arka.


"Ya udah, Ka. Gue mau nganterin Ririn pulang dulu ya" ucap Ardan.


"Oh iya" ucap Arka.


Lalu Ardan dan Ririn pun segera pergi dengan mengendarai motor milik Ardan.


Lalu Arka pun segera mengeluarkan motornya dari parkiran. Saat mau keluar dari gerbang, Arka pun melihat Bina yang sedang menunggu ojek online.


Kemudian Arka pun menunggu sampai ojek online itu datang. Lalu saat ojek itu datang, Bina pun segera menaiki motor Abang ojek tersebut. Kemudian Arka pun segera mengikuti Bina dari arah belakang namun jarak motornya tidak terlalu dekat dengan ojek online tersebut.


Saat ojek tersebut berhenti, Arka pun ikut menghentikan motornya.


Arka pun melihat Bina yang masuk kedalam toko kue dan Arka merasa bahwa toko itu milik orang tuanya.


Kemudian Arka pun segera melihat toko kue tersebut dari arah luar, ia melihat Bina yang sedang menangis sambil menutup matanya.


Lalu Arka pun segera menelepon Ririn agar Ririn datang ke toko kue tersebut. Namun panggilan teleponnya tidak diangkat oleh Ririn karena mungkin ia sedang berada diperjalanan menuju pulang.


Lalu Arka memutuskan untuk menelepon Julian.


"Hallo" ucap Julian.


"Jul, gue boleh minta tolong gak?" tanya Arka.


"Minta tolong apa?" tanya Julian.


"Tolong datang ke toko kue orang tuanya Bina, soalnya Bina ada disini" ucap Arka.


"Oke" ucap Julian.


"Tapi jangan bilang kalau gue yang nyuruh luh ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Arka.


Tujuh menit kemudian, Julian pun datang ke toko tersebut. Lalu ia pun segera masuk kedalam dan ia langsung menghampiri Bina.


Setelah Arka melihat Julian yang sudah datang, Arka pun memutuskan untuk pergi.


"Na" panggil Julian sambil menepuk pelan pundak Bina.


Lalu Bina pun segera bangun karena ia mendengar suara orang yang membangunkannya.


"Eh, Jul" ucap Bina.


"Luh tidur ya" ucap Julian.


"Iya, gue ketiduran" ucap Bina.


"Luh mau pulang gak?" tanya Julian.


Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Julian.


"Ya udah ayo" ucap Julian.


Lalu Bina dan Julian pun segera keluar dan Bina pun langsung mengunci pintu toko kue tersebut.


Setelah itu, mereka berdua pun segera pulang dengan menggunakan motor Julian.


****


Setelah sampai, Bina pun segera turun dari motor Julian.


"Makasih, Jul" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap Julian.


"Ya udah, gue pulang dulu ya" ucap Julian.


"Iya" ucap Bina.

__ADS_1


Lalu Julian pun segera pergi menuju rumahnya.


Setelah Julian pergi, Bina pun segera masuk kedalam rumahnya.


Saat mau membuka pintu, ternyata pintu rumah Bina terkunci. Akhirnya Bina pun segera menelpon kakaknya.


"Hallo, dek" ucap kak Daniel.


"Kak, kunci rumah ada sama kakak ya?" tanya Bina.


"Enggak dek, kuncinya kakak taruh di dibawah pot bunga mawar" ucap kak Daniel.


"Oh gitu, ya udah Bina tutup ya teleponnya" ucap Bina.


Lalu Bina pun segera mengambil kuncinya. Lalu Bina pun segera membuka pintu rumahnya. Setelah itu, ia pun segera masuk kedalam.


Bina pun segera pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian, lalu setelah itu, ia pun segera menuju dapur untuk memasak makanan untuk kakaknya.


****


Ririn pun segera melihat ke layar ponselnya, dan ternyata ada panggilan tak terjawab dari Arka. Lalu ia pun segera menelepon Arka kembali.


"Hallo" ucap Arka.


"Ada apa, Ka? kok luh telpon gue" ucap Ririn.


"Tadi gue mau minta tolong sama luh, tapi gak jadi" ucap Arka.


"Minta tolong apa?" tanya Ririn.


"Minta tolong temenin Bina, soalnya tadi dia sendirian di toko kue" ucap Arka.


"Dia masih ada disana?" tanya Ririn.


"Enggak, dia udah pulang sama Julian" ucap Arka.


"Kok bisa sama Julian?" tanya Ririn.


"Iya soalnya gue yang nyuruh Julian buat temenin Bina" ucap Arka.


"Oh gitu" ucap Ririn.


"Ka" ucap Ririn.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Tadi Ardan cerita tentang surat yang dikasih Bina" ucap Ririn.


"Iya, terus kenapa Rin?" tanya Arka.


"Gue sedih aja karena luh berdua putus" kata Ririn.


Arka pun hanya terdiam.


"Ka, luh yakin mau pindah?" tanya Ririn.


"Iya yakin" ucap Arka.


"Anak-anak Stray Squad yang lain udah tahu belum kalau luh mau pindah?" tanya Ririn.


"Mereka belum tahu, cuma Ardan aja yang tahu" jelas Arka.


"Oh iya sebelum luh pindah, boleh gak gue minta satu permintaan" pinta Ririn.


"Boleh, mau minta apa?" tanya Arka.


"Gue mau luh kasih kenang-kenangan buat Bina, kayak sesuatu barang couple gitu" ucap Ririn.


"Tapi Bina pasti gak mau nerima barang dari gue" ucap Arka.


"Kan bisa pura-pura bahwa gue yang kasih barangnya. Nanti pasti Bina bakalan terima barangnya kok" ucap Ririn.


"Ya udah deh" ucap Arka.

__ADS_1


__ADS_2