Prince Of School

Prince Of School
Episode 205


__ADS_3

"Aww" ucap Bina.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Bulu mata aku kayaknya masuk ke mata" ucap Bina.


"Mana coba aku lihat" ucap Arka sambil mendekat ke wajah Bina.


"Mata kamu nya buka dikit coba" ucap Arka.


"Kalau dibuka nanti sakit" ucap Bina.


"Coba kamu kedip-kedipin mata kamu tapi sambil tutup mata" ucap Arka.


Lalu Bina segera menuruti perkataan Arka.


Arka segera mengambil bulu mata Bina yang berada disudut mata dekat hidung.


Bina menelan saliva nya karena jarak wajahnya sangat dekat dengan wajah Arka.


Arka langsung menyadari saat Bina yang sedang menelan saliva.


Lalu Arka semakin mendekatkan wajahnya dan ia langsung mencium bibir Bina dengan lembut.


Sontak Bina langsung menutup matanya saat Arka mencium bibirnya dan ia juga membalas ciuman Arka.


Setelah kehabisan nafas, Bina langsung memukul keras tubuh Arka.


"Aww" ringis Arka sambil melepaskan ciumannya.


Kemudian Bina langsung mengatur nafasnya sambil melihat kearah pintu karena ia takut ada kak Putra.


"Ka, aku pulang dulu soalnya udah siang" ucap Bina gugup.


"Oh ya udah" ucap Arka sedikit canggung.


"Hati-hati ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Bina buru-buru pergi keluar dari kamar Arka sebab ia malu karena pasti saat ini pipinya sangat merah.


"Kak Putra, Bina pulang dulu ya" ucap Bina.


"Loh kenapa pulang?" tanya kak Putra.


"Hmm...soalnya Bina ada urusan penting" bohong Bina.


"Ya udah hati-hati ya pulangnya" ucap kak Putra.


"Iya, kak" ucap Bina.


Lalu Bina segera pergi keluar dan ia segera menaiki motornya. Kemudian ia langsung melajukan motornya menuju rumahnya.


...****...


Setelah sampai di rumah, Bina segera turun dari motornya dan ia segera masuk kedalam rumahnya.


"Bodoh banget sih, ngapain coba gue tadi bales ciuman Arka" batin Bina.


"Harusnya kan tadi gue diem aja waktu Arka nyium gue" batin Bina.


"Parah sih, malu banget gue" gumam Bina.


"Malu kenapa, dek" tanya kak Daniel.


Sontak Bina langsung kaget saat melihat kakaknya yang tiba-tiba muncul.


"Ih kakak!" teriak Bina.


"Kenapa?" tanya kak Daniel.


"Kaget tau! main tiba-tiba muncul gitu" ucap Bina.


"Luh malu kenapa, dek?" tanya kak Daniel.


"Hah?" ucap Bina.


"Tadi gue denger luh malu, emang malu kenapa?" tanya kak Daniel.


"Oh itu" ucap Bina.


"Apa?" tanya kak Daniel.


"Itu loh" ucap Bina sambil mikir.


"Apaan sih?" bingung kak Daniel.


"Tadi Bina jatuh di rumah Arka, terus diketawain Arka sama kakaknya" ucap Bina.

__ADS_1


"Kirain kenapa" ucap kak Daniel.


"Ya udah kalah Bina pergi ke kamar dulu ya, kak" ucap Bina.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Bina segera pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai kamarnya, ia langsung memikirkan kejadian ciuman tadi.


"Gimana dong, gue malu banget" gumam Bina.


...****...


"Arka, tadi Bina kenapa? kok tiba-tiba pulang? luh gak berantem kan sama dia?" tanya kak Putra.


"Kita gak berantem kok" ucap Arka.


"Luh kenapa pegang bibir mulu? sariawan luh?" tanya kak Putra.


"Iya, gue sariawan" bohong Arka.


"Ya udah kalau gitu gue beliin obat sariawan dulu" ucap kak Putra.


"Eh, gak usah! bentar lagi juga sembuh kok sariawan nya" ucap Arka.


"Ya udah deh kalau gitu berarti gue gak usah repot-repot keluar" ucap kak Putra.


Lalu kak Putra segera pergi.


...****...


Skip


Sore hari


Tok...tok...tok


"Dek, mau ikut gak?" tanya kak Daniel.


Cklek


Bina segera membuka pintu kamarnya.


"Mau kemana?" tanya Bina.


"Jalan-jalan" ucap kak Daniel.


"Soalnya Sarah yang minta gue buat ajak luh" ucap kak Daniel.


"Oh sama kak Sarah" ucap Bina.


"Iya, luh mau ikut gak?" tanya kak Daniel.


"Enggak ah! Bina mau di rumah aja" ucap Bina.


"Ya udah kalau gitu gue tinggal ya" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Bina.


"Nanti pintu rumah kunci aja, soalnya takut ada yang masuk lagi" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Bina.


Lalu kak Daniel segera pergi.


Setelah kak Daniel pergi, Bina langsung menutup pintu rumahnya.


"Bosen banget sih" gumam Bina.


"Tapi kalau ikut kak Daniel, nanti yang ada jadi nyamuk" batin Bina.


"Gue telepon Ririn aja deh supaya gak bosen" ucap Bina.


Lalu Bina segera menelpon Ririn.


Beberapa detik kemudian, Ririn menjawab panggilan telepon dari Bina.


"Hallo, Rin" ucap Bina.


"Hiks..hiks" tangis Ririn.


"Luh kenapa?" tanya Bina.


"Gue berantem sama Ardan" ucap Ririn.


"Berantem kenapa?" tanya Bina.


"Gue marahin dia gara-gara dia chat sama cewek lain. Tapi dia malah balik marah sama gue, terus dia bilang gue lebay. Padahal kan wajar kalau gue cemburu" ucap Ririn.

__ADS_1


"Ardan kenapa sih! udah tahu punya cewek, masa masih chat cewek lain sih" ucap Bina.


"Sebenernya cewek itu duluan yang chat Ardan, tapi Ardan nya malah ngerespon chat cewek itu" ucap Ririn.


"Nanti gue bakal marahin deh si Ardan, bisa-bisanya dia bikin sahabat gue nangis" ucap Bina.


"Oh iya! luh kenapa nelpon gue, Na?" tanya Ririn.


"Soalnya gue bosen, jadi tadinya sih gue mau nyuruh luh main ke rumah gue" ucap Bina.


"Luh aja deh yang main kesini, lagian gue di rumah juga lagi sendirian" ucap Ririn.


"Emang orang tua luh kemana?" tanya Bina.


"Ke rumah nenek gue" ucap Ririn.


"Ya udah gue kesana deh" ucap Bina.


"Kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.


"Iya" ucap Ririn.


Lalu Bina segera mematikan panggilan teleponnya.


Setelah itu, Bina segera menelpon kak Daniel.


"Kenapa, dek?" ucap kak Daniel.


"Kak, kakak bawa kunci rumah gak? soalnya Bina mau main ke rumah Ririn" ucap Bina.


"Bawa" ucap kak Daniel.


"Oh ya udah kalau gitu Bina tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.


"Iya" ucap kak Daniel.


Lalu Bina segera mematikan panggilan teleponnya.


Setelah itu, Bina segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil kunci motor dan helm. Kemudian ia segera keluar rumah dan tidak lupa mengunci pintu rumahnya.


Lalu ia segera mengeluarkan motornya yang berada di garasi. Setelah itu, ia segera menutup pagar rumahnya.


Kemudian ia langsung menaiki motornya dan melajukannya menuju rumah Ririn.


Skip


Sesampainya di rumah, Bina segera menekan bel rumah Ririn.


Kemudian Ririn segera datang menghampiri Bina dan ia langsung membukakan pagar rumahnya.


"Ayo, masuk" ucap Ririn sambil mengusap air matanya.


"Udah jangan nangis" ucap Bina.


Lalu mereka berdua segera masuk kedalam rumah.


Setelah itu, mereka berdua segera pergi menuju kamar Ririn.


"Emang cewek yang chat Ardan siapa, Rin?" tanya Bina.


"Temennya temen luh" jelas Ririn.


"Siapa?" tanya Bina.


"Itu loh yang pernah jenguk luh ke rumah sakit" ucap Ririn.


"Oh Ana" ucap Bina.


"Bukan! temennya" ucap Ririn.


"Clara?" ucap Bina.


"Iya cewek itu" ucap Ririn.


"Emang Clara chat apa ke Ardan?" tanya Bina.


"Dia nanyain kabar Ardan" ucap Ririn.


"Emang kalau nanyain kabar gak boleh gitu?" tanya Bina.


"Ya gak boleh lah, kan itu cowok gue" ucap Ririn.


"Masa nanyain kabar aja gak boleh sih, Rin" ucap Bina.


"Luh mah sama aja kayak Ardan tahu gak, udah tahu gue cemburu sama cewek itu" ucap Ririn.


"Iya...iya maaf deh" ucap Bina.


"Tapi cuma nanyain kabar doang kan?" tanya Bina.

__ADS_1


"Iya, cuma nanyain kabar doang" ucap Ririn.


__ADS_2