
Skip
3 tahun kemudian...
"Dek, kakak berangkat kerja dulu ya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
"Oh iya, dek! kalau gue udah pulang, luh anterin gue ya" ucap kak Daniel.
"Ke toko emas" ucap kak Daniel.
"Mau beli cincin?" tanya Bina memastikan.
"Iya" ucap kak Daniel.
"Buat siapa?" tanya Bina.
"Buat cewek gue, gue mau ngelamar dia" ucap kak Daniel.
"Serius nih?" tanya Bina.
"Ya serius lah" ucap kak Daniel.
"Ririn pasti kaget deh dengernya" ucap Bina.
"Luh jangan kasih tahu dia dulu" ucap kak Daniel.
"Iya, Bina gak bakal ngasih tahu dia kok" ucap Bina.
"Ya udah gue berangkat ya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
Kak Daniel segera pergi.
Flashback On
2 tahun yang lalu...
"Na" ucap Ririn.
"Apa" ucap Bina.
"Gue lagi deket sama seseorang" ucap Ririn.
"Siapa?" tanya Bina.
"Kakak luh" ucap Ririn.
"Hah?!" ucap Bina sedikit terkejut.
"Kakak gue ngedeketin luh ya?" tanya Bina.
"Iya, akhir-akhir ini dia sering chat gue. Dia juga sering ngirim makanan ke gue" ucap Ririn terus terang.
"Kok luh baru cerita sama gue sih" ucap Bina.
"Soalnya gue baru berani cerita sama luh" ucap Ririn.
"Oh iya, sebenernya semalem dia nembak gue" ucap Ririn.
"Terus luh jawab apa?" tanya Bina.
"Hmm...gue gantung dulu jawabannya. Soalnya takut luh gak setuju gue pacaran sama kakak luh" ucap Ririn.
"Kalau gue setuju kali, lagian udah lama kak Daniel menjomblo" ucap Bina.
"Beneran setuju?" tanya Ririn memastikan.
"Iya" ucap Bina.
"Oh iya, emang luh suka gitu sama kakak gue?" tanya Bina.
"Sebenernya dulu banget sebelum pacaran sama Ardan, gue sempet suka. Makanya itu gue sering main ke rumah luh" ucap Ririn.
"Oh pantesan aja luh dulu sering nginep di rumah gue" ucap Bina.
"Dulu tuh gue cuma suka aja sih bukan suka yang banget-banget. Karena dulu gue terpesona aja gitu soalnya kakak luh ganteng" ucap Ririn.
"Anjir! ganteng dari mananya coba? gantengan juga pacar gue dari pada kakak gue" ucap Bina.
"Oh iya, ngomong-ngomong Arka gimana kabarnya?" tanya Ririn.
"Dia kurang enak badan, soalnya dia kan manggung terus-menerus" ucap Bina.
"Arka kapan sih kesininya?" ucap Ririn.
"Minggu lalu dia kesini, tapi cuma 3 hari doang" ucap Bina.
"Pasti sibuk banget ya dia" ucap Ririn.
"Iya dia sibuk banget, sampe-sampe jarang ngabarin gue" ucap Bina.
Flashback Off
...****...
Bina merasa bosan dan ia akhirnya menelpon pacarnya.
Tidak menunggu lama Arka langsung mengangkat panggilan telepon dari Bina.
"Hallo, Ka" ucap Bina.
"Ini gue, bukan Arka" ucap Robi.
"Rob, luh kenapa sih angkat teleponnya mulu" keluh Bina.
"Soalnya kan gue manager dia" ucap Robi.
"AAA GUE KANGEN!!!" keluh Bina.
"Luh kangen sama gue?" tanya Robi.
"Ih amit-amit! gue kangen sama Arka lah, bukan sama luh" ucap Bina.
"Arka nya mana sih?" tanya Bina.
"Arka nya lagi manggung, makanya gue yang angkat teleponnya" ucap Robi.
"Selesai manggung nya jam berapa sih" ucap Bina.
"Paling nanti jam 10" ucap Robi.
"Ya ampun pacar gue pasti cape banget" ucap Bina.
"Ya iyalah, tapi ya gimana lagi kan dia kerja kayak gitu demi luh juga. Kan nanti Arka mau nikah sama luh, jadi dia harus menghasilkan banyak uang" ucap Robi.
"Emang kapan dia nikahin gue?" tanya Bina sambil tersenyum.
"Gue gak tahu, mungkin nanti kalau luh udah lulus kuliah" ucap Robi.
"Serius dia bakal nikahin gue?" tanya Bina.
"Gak tahu juga sih gue" ucap Robi.
"Rob, Arka sering masuk kuliah gak?" tanya Bina.
"Sering kok, soalnya kan Arka gak ambil job pas lagi kuliah" ucap Robi.
"Oh iya, Arka kapan kesini?" tanya Bina.
"Nanti paling kalau dia gak sibuk" ujar Robi.
"Oh iya, Na! udah dulu ya teleponnya, soalnya gue kebelet bab nih" ucap Robi.
"Iya" ucap Bina.
__ADS_1
Robi langsung mematikan panggilan teleponnya.
Setelah itu, Bina segera menyalakan televisi nya.
Pada saat dinyalakan, Bina melihat Arka di layar televisi nya.
"Gak nyangka banget, dia sekarang jadi dikenal semua orang" ucap Bina terharu.
Tok...tok...tok
Bina segera membuka pintu rumahnya.
"Kak Daniel mana?" tanya Ririn.
"Ya kerja lah" ucap Bina.
"Kirain libur" ucap Ririn.
Lalu Bina dan Ririn segera duduk di sofa.
"Anjay! ternyata lagi nonton pacarnya nyanyi" ucap Ririn.
"Arka semakin dewasa semakin ganteng ya" ucap Bina.
"Iya, makin ganteng dia sekarang" ucap Ririn.
"Na, katanya Fanny mau kesini ya sekarang?" tanya Ririn.
"Iya" ucap Bina.
"Na, gue minta minum ya" ucap Ririn.
"Iya, ambil aja ke dapur" ucap Bina.
Ririn segera pergi menuju dapur.
Setelah Arka selesai tampil, Bina langsung memindahkan channel tv nya.
Trining...trining
Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan video call dari Arka.
Bina buru-buru mengangkat panggilan video call tersebut.
Saat diangkat ternyata yang mem-video call nya adalah Robi.
"Ih! gue kira Arka yang video call gue" ucap Bina.
"Oh iya, kenapa luh pake handphone Arka buat nelpon gue?" tanya Bina.
"Soalnya gue gak ada kuota, makanya gue pake handphone Arka" ucap Robi.
"Masa manager gak punya kuota" ucap Bina.
"Sebenernya tadi ada, cuma tadi tuh gue nonton Youtube makanya kuotanya langsung habis" jelas Robi.
"Oh iya, Arka nya mana sih? gue pingin video call sama dia" ucap Bina.
"Kalau mau video call sama Arka harus bayar dulu" canda Robi.
"Ya udah nanti gue bayar pake seblak" ucap Bina.
"Lagi video call sama siapa?" tanya Arka.
"Sama fans luh" ucap Robi.
"Dia bilang katanya dia pingin video call sama luh, terus gue bilang kalau mau video call sama luh harus bayar dulu. Terus dia bilang katanya bayarnya mau pake seblak aja" ucap Robi.
Arka hanya tertawa saat mendengarnya.
"ARKA!!!" teriak Bina.
"Apa sayang" ucap Arka namun tidak terlihat di kamera karena Robi yang memegang ponsel Arka.
"Pingin video call" rengek Bina.
"Kata manager aku gak boleh katanya" canda Arka.
"Pingin banget ya?" tanya Robi sambil tertawa kecil.
"Iya" ucap Bina.
"Tapi Arka nya lagi makan, jadi jangan diganggu" ucap Robi.
"Tahu ah!" Bina segera mematikan panggilan video call nya karena ia sangat kesal.
"Kenapa luh?" tanya Ririn sambil duduk disebelah Bina.
"Gue lagi kesel, masa gue gak dibolehin video call sama Robi" ucap Bina.
"Robi lagi bercanda kali" ucap Ririn.
"Pantes aja lama didapur nya, ternyata luh bikin jus" ucap Bina.
"Iya" ucap Ririn.
"Ini buat gue?" tanya Bina.
"Ya iyalah, masa buat kak Daniel" ucap Ririn.
"Makasih" ucap Bina sambil mengambil gelas yang berisi jus mangga.
"Iya sama-sama" ucap Ririn.
Bina segera meminum jus yang dibuat oleh Ririn.
Trining...trining
"Tuh ada video call dari Arka" ucap Ririn saat melihat ke layar ponsel Bina.
"Biarin aja! soalnya itu pasti Robi yang video call" ucap Bina.
"Gue angkat ya, soalnya gue pingin ngobrol sama dia" ucap Ririn.
"Ya udah angkat aja" ucap Bina.
Ririn segera mengangkat panggilan video call tersebut dan pada saat diangkat ternyata yang mem-video call adalah Arka.
"Bina mana?" tanya Arka.
Sontak Bina langsung merebut ponsel miliknya.
"Yeh dasar" ucap Ririn kepada Bina.
"Kenapa, Ka?" tanya Bina.
"Kamu marah ya?" tanya Arka.
"Enggak, aku cuma kesel aja sama Robi" ucap Bina.
"Dia tadi cuma bercanda, Na" ucap Arka.
"Ka, kayaknya kamu harus cari manager baru deh" ucap Bina.
"Kenapa gitu?" tanya Arka.
"Soalnya Robi ngeselin" ucap Bina.
Arka hanya tertawa kecil mendengar ucapan Bina.
"Oh iya, kamu kenapa tadi nelpon aku?" tanya Arka.
"Ya aku kangen lah, makanya aku nelpon kamu" ucap Bina.
"Perasaan baru kemarin deh video call, masa udah kangen lagi" ucap Arka.
"Emang gak boleh ya kalau aku kangen kamu" ucap Bina.
__ADS_1
"Ya boleh dong" ucap Arka.
"Terus kenapa kamu ngomong kayak gitu?" tanya Bina.
"Soalnya aku heran aja, padahal kemarin hampir berjam-jam video call nya" ucap Bina.
"Oh iya, Ka! kamu kapan kesini?" tanya Bina.
"Nanti" ucap Arka.
"Nanti kapan?" tanya Bina.
"Nanti kalau gak sibuk" ucap Arka.
"Gak sibuk nya kapan?" tanya Bina.
"Hmm gak tahu" ucap Arka.
"Ka, ayo!" ucap Robi.
"Na, udah dulu ya! aku mau ke pernikahan orang, soalnya aku diundang sebagai bintang tamu disana" ucap Arka.
"Ya udah deh" ucap Bina.
Arka segera mematikan panggilan teleponnya.
"Sibuk banget ya dia" ucap Ririn.
"Iya" keluh Bina.
Tintong...tingtong
"Rin, bukain sana! gue males keluar" ucap Bina.
Ririn segera pergi keluar untuk menemui orang yang membunyikan bel.
"Aaaaa!!!" teriak Ririn dari arah luar.
Bina buru-buru menghampiri Ririn karena takut terjadi sesuatu kepadanya.
Saat keluar, Bina melihat Ririn yang sedang berpelukan dengan Fanny.
"Yaelah! gue kira luh kenapa-napa" ucap Bina.
"BINA!!!" ucap Fanny sambil menghampiri Bina dan memeluknya.
"Fan, lepasin! gue sesak nih" ucap Bina.
Fanny langsung melepaskan pelukannya.
"Kalian berdua kangen gue gak?" tanya Fanny.
"Kaga!" canda Bina dan Ririn.
"Dasar gak ada akhlak banget jadi sahabat, masa udah lama gak ketemu eh tahu-tahunya gak kangen" ucap Fanny.
"Kita kangen luh kok, tadi kita cuma bercanda kali" ucap Bina.
"Oh iya! luh langsung kesini, Fan?" tanya Ririn.
"Iya" ucap Fanny.
"Gak ke rumah orang tua luh dulu?" tanya Ririn.
"Enggak, soalnya papah sama mamah gue gak ada di rumah" ucap Fanny.
"Emang mereka kemana?" tanya Bina.
"Ke Bali, soalnya ada urusan bisnis" ucap Fanny.
"Ya udah guys, ayo masuk" ucap Bina.
Akhirnya Bina, Ririn dan Fanny segera masuk kedalam.
"Kak Daniel mana?" tanya Fanny.
"Lagi kerja" ucap Ririn.
"Cie dijawab sama pacarnya" ucap Fanny.
"Apaan sih luh" ucap Ririn sambil tersenyum.
"Ini gue gak dikasih minum gitu?" tanya Fanny.
"Ya udah bentar, gue ambilin dulu" ucap Bina.
"Gak usah, Na! biar gue aja yang ambilin" ucap Ririn sambil pergi menuju dapur.
"Cie jadi adik ipar ya sekarang" ucap Fanny kepada Bina.
"Fan, kak Daniel mau ngelamar Ririn" ucap Bina pelan.
"Serius luh?" tanya Fanny.
"Ya serius lah! masa gue bercanda" ucap Bina.
"Ririn nya tahu gak?" tanya Fanny.
"Gak tahu" ucap Bina.
"Ini kayaknya yang bakal nikah duluan Ririn deh" ucap Fanny.
"Iya bener" ucap Bina.
"Oh iya, luh jangan bilang ke Ririn ya. Soalnya kak Daniel mau kasih surprise ke Ririn" ucap Bina.
"Iya, gue gak akan bilang kok" ucap Fanny.
"Jadi ngelamar nya di rumah Ririn?" tanya Fanny.
"Iya" ucap Bina.
"Luh ikut kesananya?" tanya Fanny.
"Ya ikut lah, kan gue adiknya" ucap Bina.
"Gue boleh ikut gak?" tanya Fanny.
"Boleh" ucap Bina.
"Kapan emang ngelamarnya?" tanya Fanny namun tidak sempat dijawab oleh Bina.
"Siapa yang mau dilamar?" tanya Ririn yang tiba-tiba muncul.
"Gue" bohong Bina.
"Dilamar sama Arka?" tanya Ririn sambil meletakkan segelas jus dan cemilan di meja.
"Iya, tapi nanti katanya" ucap Bina.
"Nanti kapan?" tanya Ririn.
"Kalau gue udah lulus kuliah" ucap Bina.
"Kenapa gak sekarang aja?" tanya Ririn.
"Kan gue masih kuliah" ucap Bina.
"Tapi kan cuma lamar doang, jadi gak apa-apa dong kalau sekarang juga" ucap Ririn.
"Rin, gue minum ya jus nya" ucap Fanny.
"Iya" ucap Ririn.
"Rin, kalau kakak gue ngelamar luh. Luh bakal terima gak?" tanya Bina.
"Ya bakal lah" ucap Ririn.
__ADS_1
"Kalau misalnya ngelamarnya hari ini gimana?" tanya Bina.
"Ya gak gimana-gimana" ucap Ririn.