Prince Of School

Prince Of School
Episode 78


__ADS_3

"Bi, tolong bikinin minuman sama cemilan ya buat kita bertiga" ucap Julian kepada pembantunya.


"Baik, den" ucap bibi.


"Oh iya, Jul! luh punya kuas nya?" tanya Bina.


"Punya" ucap Julian.


"Bentar, ya gue ambil dulu" ucap Julian.


Julian pun segera pergi untuk mengambil kuas dan barang yang kemarin telah kita buat.


"Nih non, cemilan sama minum nya" ucap bibi.


"Makasih, bi" ucap Bina dan Ririn bersamaan.


"Iya sama-sama" ucap bibi.


Bina dan Ririn pun segera meminum dan memakan camilan yang telah diberikan oleh pembantu Julian.


"Orang tua Julian kemana?" tanya Ririn.


"Papah nya Julian kerja" ucap Bina.


"Kalau mamahnya?" tanya Ririn.


"Udah meninggal waktu Julian masih kecil" ucap Bina.


Julian pun segera menghampiri Bina dan Ririn.


"Nih" ucap Julian sambil meletakkan kuas, botol plastik, batu berwarna-warni dan bunga yang terbuat dari sedotan plastik itu di meja.


"Niat banget sampe batu-batu nya diwarnai" ucap Ririn.


"Biarin kan biar bagus" ucap Bina.


"Ya udah ayo kita cat" ucap Bina lagi.


"Biar sama gue aja, lagian kuas nya ada satu" ucap Julian.


"Ya udah" ucap Bina.


Julian pun segera mengecat botol plastik yang telah dibelah dua itu.


"Cat nya warna pink?" tanya Ririn sambil menahan tawanya.


"Iya" ucap Julian.


"Pasti disuruh Bina ya, warna nya pink" ucap Ririn.


"Iya" ucap Julian sambil tersenyum.


"Emang kenapa kalau warna pink?" tanya Bina.


"Warna nya terlalu feminim banget" ucap Ririn.


"Terserah gue dong! lagian Julian juga gak apa-apa kok kalau cat nya warna pink" ucap Bina.


Bina dan Ririn pun hanya melihat kearah Julian yang sedang mengecat botol plastik.


"Jangan dilihatin" ucap Julian.


"Emang kenapa kalau dilihatin?" tanya Bina.


"Gue jadi gak fokus ngecat nya" ucap Julian.


"Guys gue pulang dulu ya, lagian gue tadi cuma mau curhat sama Bina doang" ucap Ririn.


"Curhat nya udah?" tanya Julian.


"Udah" ucap Ririn.


"Kapan?" tanya Julian.


"Tadi waktu mau ke rumah luh" ucap Ririn.


"Yaudah gue pulang ya, bye!" ucap Ririn sambil pergi.


"Ririn ada masalah?" tanya Julian.


"Iya, masalah percintaan" ucap Bina.


"Dia putus sama pacarnya?" tanya Julian.


"Enggak, dia gak punya pacar" ucap Bina.


"Terus?" bingung Julian.

__ADS_1


"Jadi dia itu suka sama cowok, tapi cowoknya itu masih belum move on sama mantannya" ucap Bina.


"Cowok nya siapa?" tanya Julian.


"Maaf gue gak bisa bilang, soalnya Ririn ngelarang gue buat kasih tahu ke orang" ucap Bina.


"Pasti dikelas kita ya?" tebak Julian.


"Kok luh tahu sih?" heran Bina.


"Gue cuma nebak aja, lagian circle nya Ririn kan cuma temen sekelas sama temen-temennya pacar luh doang" ucap Julian.


"Pasti diantara temen-temen Arka kan?" tanya Julian.


Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Julian.


"Itu di pipi kanan kamu ada cat nya, Jul" ucap Bina.


Bina pun mendekat kearah wajah Julian sambil membersihkan noda cat di pipinya Julian dengan tisu basah.


...****...


Arka pun segera pergi menuju rumahnya Bina, karena ia ingin mengajaknya Bina jalan-jalan.


Setelah sampai di rumah Bina, Arka pun bertemu dengan kak Daniel yang sedang memberi makan ikan di depan teras rumah.


"Kak, Bina nya ada?" tanya Arka.


"Dia tadi ke rumah Julian" ucap kak Daniel.


"Rumahnya dimana ya, kak?" tanya Arka.


"Luh ke kanan aja terus, kalau luh ketemu rumah warna hijau berarti luh udah sampai" ucap kak Daniel.


"Itu rumahnya?" tanya Arka memastikan.


"Bukan, itu rumah tukang seblak" ucap kak Daniel.


"Kak, yang bener dong" ucap Arka sedikit kesal.


"Maaf..maaf" ucap kak Daniel sambil tertawa.


"Habis dari rumah itu, luh lurus lagi nanti bakal ketemu rumah warna putih" ucap kak Daniel.


"Beneran itu rumahnya?" tanya Arka.


Arka pun segera menaiki motornya lalu ia pun melajukan motornya menuju rumah Julian.


Saat menuju rumah Julian, Arka pun bertemu dengan Ririn.


"Rin, Bina mana?" tanya Arka.


"Di rumah Julian" ucap Ririn.


"Lagi apa?" tanya Arka.


"Lagi kerja kelompok" ucap Ririn.


"Oh iya ya! dia lagi kerja kelompok" batin Arka.


"Luh mau ketemu Bina?" tanya Ririn.


"Iya" ucap Arka.


"Yaudah luh kesana aja" ucap Ririn.


"Rumahnya yang cat putih kan?" tanya Arka memastikan.


"Iya" ucap Ririn.


"Yaudah gue kesana ya" ucap Arka sambil melajukan motornya.


Setelah sampai, Arka pun langsung turun dari motornya.


"Permisi, ini rumah Julian kan?" tanya Arka basa-basi.


"Iya" ucap pembantu Julian.


"Mau ketemu den Julian ya?" tanya pembantu itu.


"Bukan, saya mau ketemu pacar saya" ucap Arka.


"Oh non Bina" ucap pembantu itu.


"Yaudah silahkan masuk" ucap pembantu itu.


Pembantu itu pun mengantar Arka masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Saat masuk kedalam rumah, Arka pun melihat Bina yang sedang memegang pipi Julian.


"Non Bina, ini ada pacarnya" ucap bibi.


Sontak Bina dan Julian pun langsung melihat kearah Arka.


Lalu pembantu Julian pun segera pergi ke dapur.


Bina pun langsung menjatuhkan tisu basah tersebut. Dan ia langsung menghampiri Arka.


"Ka" ucap Bina.


"Ngapain kesini?" tanya Bina.


"Maaf ya aku ganggu kalian" ucap Arka.


"Enggak, kok" ucap Bina.


"Yaudah aku pergi dulu ya" ucap Arka.


"Mau kemana?" tanya Bina.


"Mau pulang" ucap Arka.


"Kok pulang lagi? kan kamu baru juga datang kesini" ucap Bina.


"Aku urusan mendadak" ucap Arka berbohong.


"Urusan apa?" tanya Bina.


"Tadinya aku mau ke rumah bang Fauzi, tapi aku mampir dulu ke rumah kamu eh taunya kamu lagi kerja kelompok disini" ucap Arka.


"Kan kamu tahu, aku bakal kerja kelompok sama Julian" ucap Bina.


"Iya aku tahu kok" ucap Arka.


"Yaudah aku pergi dulu ya" ucap Arka sambil pergi.


"Iya" ucap Bina.


Arka pun segera pergi keluar, lalu ia pun segera melajukan motornya.


Bina pun langsung kembali duduk disamping Julian.


"Kenapa, Na?" tanya Julian.


"Gak apa-apa kok" ucap Bina.


Setelah beberapa menit, akhirnya cat di botol plastik itu pun sudah mengering.


Lalu Bina pun langsung memasukkan batu berwarna-warni itu kedalam botol plastik itu dan setelah itu Bina pun menancapkan bunga yang dibuatnya dari sedotan itu kedalam tumpukan batu.


"Selesai deh" ucap Bina.


"Ini mau disimpan di siapa?" tanya Julian.


"Simpan aja sama luh" ucap Bina.


"Oke" ucap Julian.


"Yaudah gue pulang dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Julian.


Bina pun segera pergi, bukan ke rumahnya melainkan ke rumah kak Fauzi.


Bina pun melihat ke rumah makan kak Fauzi, tetapi rumah makannya sedang tutup. Lalu ia pun menekan bel rumah kak Fauzi.


Beberapa detik kemudian, kak Fauzi pun datang kearah Bina dan ia pun langsung membukakan pagar rumahnya.


"Kenapa, Na?" tanya kak Fauzi.


"Arka mana?" tanya Bina.


"Ya di rumah nya lah" ucap kak Fauzi sambil tertawa.


"Tapi kata Arka dia mau ke rumah kak Fauzi" ucap Bina.


"Arka gak kesini kok" ucap kak Fauzi.


"Oh gitu ya" ucap Bina.


"Yaudah kalau gitu, maaf ya Bina udah ganggu waktu kak Fauzi" ucap Bina lagi.


"Iya gak apa-apa, lagian gue lagi santai kok di rumah" ucap kak Fauzi.


Akhirnya Bina pun segera pulang menuju rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2