
Setelah mengambil minum, Ririn pun segera kembali menghampiri Bina dan Fanny.
Setelah sampai di kamar Bina, Ririn pun segera menaruh air tersebut di meja samping tempat tidur Bina.
"Na, gue sama Fanny mau nginep disini. Boleh kan?" tanya Ririn.
"Boleh" ucap Bina.
"Na, si Arka mana?" tanya Fanny.
Bina pun hanya terdiam.
"Fan" ucap Ririn sambil menatap tajam kearah Fanny.
"Kenapa, Rin? emang salah ya gue nanyain Arka?" heran Fanny.
"Na, nih minum dulu" ucap Ririn sambil memberikan air minum kepada Bina.
Lalu Bina pun segera meminum air tersebut.
Fanny pun segera menelpon Arka, sebab ia sangat kesal dengan Arka karena Arka sama sekali tidak menemani Bina saat orang tua Bina meninggal.
"Luh nelpon siapa?" tanya Ririn.
"Arka" ucap Fanny.
"Kok gak diangkat sih" ucap Fanny.
keluh
"Dia gak bawa handphone" ucap Ririn.
"Luh tahu dari mana?" tanya Fanny.
"Tadi dia nelpon gue lewat handphone Ardan" jelas Ririn.
"Kenapa dia nelpon luh? kenapa gak nelpon Bina?" tanya Fanny.
"Karena dia merasa bersalah sama Bina" ucap Ririn.
"Maksudnya?" tanya Fanny.
"Gue gak bisa jelasin ke luh" ucap Ririn.
"Na, kita nonton drakor yuk" ucap Ririn agar mengalihkan pembicaraannya.
"Oh iya, gue ada rekomendasi drakor baru loh" sahut Fanny.
"Apa judulnya?" tanya Ririn.
"Happiness" ucap Fanny.
"Pasti romantis ya filmnya?" tanya Ririn.
"Itu film zombie" ucap Fanny.
"Hah? serius luh?" kaget Ririn.
"Iya" ucap Fanny.
"Ya udah ayo nonton" ucap Ririn.
"Laptopnya mana?" tanya Fanny.
"Pake laptop Bina aja" ucap Ririn.
"Boleh kan, Na?" tanya Ririn.
Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ririn.
Lalu mereka bertiga pun segera menonton film tersebut di laptop milik Bina.
****
Tok...tok...tok
Pintu rumah pun diketuk oleh seseorang.
"Biar aku aja yang buka, Niel" ucap Sarah.
Lalu Sarah pun segera membuka pintu tersebut.
__ADS_1
Cklek
"Bina nya ada?" tanya Julian
"Ada dikamar, silahkan masuk" ucap Sarah.
Lalu Julian pun segera masuk kedalam rumah Bina.
"Ada apa, Jul?" tanya kak Daniel.
"Ini handphone Bina waktu kemarin ada di rumah, jadi belum sempet diambil sama dia" jelas Julian.
"Oh gitu. Ya udah luh kasihin aja ke Bina, dia ada dikamar" ucap kak Daniel.
Lalu Julian pun segera menuju kamar Bina.
Saat sampai di kamar Bina, ternyata pintunya terbuka.
"Na" panggil Julian.
Sontak Bina, Ririn dan Fanny pun langsung melihat kearah Julian.
Lalu Julian pun segera menghampiri mereka bertiga.
"Luh mau ngapain kesini?" tanya Ririn.
"Gue mau ngasih handphone Bina, soalnya kemarin ketinggalan di rumah gue" jelas Julian.
"Ini, Na" ucap Julian sambil memberikan ponsel milik Bina.
"Makasih" ucap Bina sambil mengambil ponselnya.
"Ya udah gue balik dulu ya, luh jangan nangis mulu nanti luh sakit" ucap Julian.
Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Julian.
"Ya udah gue pulang ya" ucap Julian sambil pergi.
Ririn pun langsung melihat kearah Fanny, karena ia tahu pasti Fanny sangat cemburu.
"Na, gue ikut ke kamar mandi ya" ucap Fanny sambil pergi menuju kamar mandi yang ada dikamar Bina.
Lalu Ririn pun kembali menonton film tersebut. Sedangkan Bina, ia sedang memainkan ponselnya.
Kemudian ia pun juga membuka instagramnya, lalu segera menghapus foto Arka dari instagramnya.
Lalu Bina pun memblokir whatsapp dan instagramnya Arka.
Setelah selesai dari kamar mandi, Fanny pun kembali menghampiri Bina dan juga Ririn.
"Fan" panggil Bina.
"Kenapa, Na?" tanya Fanny sambil duduk disebelah Bina.
"Luh tadi cemburu ya?" tanya Bina.
"Enggak kok! ngapain juga cemburu, lagian gue udah move on sama Julian" bohong Fanny.
****
"Ka, luh mau sampai kapan disini?" tanya Ardan.
"Gue udah mau pulang nih" ucap Ardan lagi.
"Kalau luh mau pulang, ya pulang aja" ucap Arka.
"Gue bakal pulang, kalau luh juga pulang" ucap Ardan.
"Ka, luh serius mau pindah sekolah?" tanya Ardan.
"Iya" ucap Arka.
"Terus Bina gimana? masa luh gak kasihan sama dia" ucap Ardan.
"Dia kan banyak yang jagain, Dan. Jadi gue gak perlu khawatir sama dia" ucap Arka.
"Terus anak-anak Stray Squad gimana? masa luh mau tinggalin kita sih" ucap Ardan.
"Gue gak tinggalin kalian, lagian kalau luh semua mau main bareng sama gue ya luh semua tinggal ke rumah gue" ucap Arka.
"Emang luh mau pindah kemana?" tanya Ardan.
__ADS_1
"Mungkin SMA Doa Bangsa" ucap Arka.
"Nanti kita bakal jadi musuh dong kalau lomba basket" ucap Ardan
"Hmm" ucap Arka sambil mengangguk.
"Ya udah, lebih baik kita pulang yuk" ajak Ardan.
"Ya udah" ucap Arka.
Lalu mereka pun segera menghampiri motornya masing-masing.
"Ka, gue ke rumah luh ya" ucap Ardan sambil memakai helm.
"Mau ngapain?" tanya Arka sambil menaiki motornya.
"Mau nemenin luh" ucap Ardan.
"Gak usah, lagian gue gak bakal ke rumah" ucap Arka.
"Terus luh mau kemana?" tanya Ardan.
"Gue juga gak tahu" ucap Arka.
"Ya udah, lebih baik luh ke rumah gue aja. Kita main PS bareng, udah lama soalnya kita gak main PS" ucap Ardan.
"Ya udah" ucap Arka.
Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju rumah Ardan.
****
Setelah sampai, Ardan dan Arka pun segera masuk kedalam rumah.
"Siang tante" ucap Arka.
"Eh, Arka. Kamu kemana aja, kok baru main kesini lagi" ucap mamah Ardan.
"Arka lagi sibuk, mah" ucap Ardan.
"Mamah gak nanya ke kamu" ucap mamah Ardan.
"Ka, ayo cepet kita main PS" ucap Ardan sambil menarik tangan Arka.
Lalu mereka berdua pun segera menuju kamar Ardan.
Kemudian mereka pun segera main PS.
Lalu mamah Ardan pun segera menghampiri Ardan dan Arka.
"Ini dimakan ya" ucap mamah Ardan sambil memberikan air putih dan cemilan kepada Arka.
"Makasih tante" ucap Arka.
"Iya sama-sama" ucap mamah Ardan.
"Minum buat Ardan mana, mah?" tanya Ardan.
"Ya ambil sendiri lah" ucap mamah.
"Arka, tante pergi dulu ya. Jangan lupa cemilannya dihabisin" ucap mamah Ardan.
"Siap, tante" ucap Arka.
Lalu mamah Ardan pun segera pergi.
"Sok baik banget mamah gue" ucap Ardan.
Arka pun hanya tersenyum karena mendengar ucapan Ardan.
"Dan" panggil Arka.
"Apa?" tanya Ardan.
"Tolong jagain Bina ya" ucap Arka.
"Gak mau!" ucap Ardan.
"Kalau gue jagain Bina, nanti Ririn cemburu" ucap Ardan.
"Iya juga sih" ucap Arka.
__ADS_1
"Nanti saat gue pindah, tolong kasih informasi ya ke gue mengenai Bina" mohon Arka.
"Kalau itu sih pasti gue bakal lapor ke luh" kata Ardan.