
"Oh iya, guys! ada yang beli petasan gak?" tanya kak Daniel.
"Enggak" ucap semuanya.
"Yah gak rame dong kalau gak ada petasan" ucap kak Daniel.
"Ya udah kita beli aja sekarang, selagi belum jam dua belas malem" ucap kak Sarah.
"Ya udah ayo" ucap kak Daniel.
"Dek, gue beli petasan dulu ya" ucap kak Daniel.
"Iya, kak. Hati-hati ya" ucap Bina.
"Iya" ucap kak Daniel.
"Ayo, Sar" ucap kak Daniel.
Lalu kak Daniel dan kak Sarah segera pergi dengan mengendarai motor.
"Fan, tumben luh gak bareng Rizky" ucap Robi.
"Iya soalnya dia tahun baruan sama keluarganya" ucap Fanny.
"Oh gitu" ucap Robi.
"Eh, kayaknya ke pantai seru ya" ucap Ririn.
"Iya kayaknya seru deh" ucap Bina.
"Ya udah kita ke pantai aja sekarang" ucap Raihan.
"Tapi kak Daniel gimana?" tanya Bina.
"Kan bisa nyusul sama pacarnya, nanti luh tinggal chat aja mereka dan suruh langsung ke pantai" ucap Raihan.
"Terus ini jagung nya gimana? sayang loh masih banyak" ucap Bina.
"Ya bawa aja, sekalian sama alat pemanggang nya" ucap Raihan.
"Dibawa sama siapa?" tanya Ririn.
"Sama Fanny lah, kan dia naik mobil" ucap Raihan.
"Iya biar sama gue aja" ucap Fanny.
"Tapi luh berdua temenin gue ya di mobil" ucap Fanny kepada Bina dan Ririn.
"Gue kan sama Ardan" ucap Ririn.
"Gue juga mau sama Arka naik motor" ucap Bina.
"Terus gue sama siapa dong?" tanya Fanny.
"Sama gue aja, nanti gue tinggalin motor gue disini. Lagian kan kita mau nginep disini" ucap Robi.
"Berdua?" tanya Fanny.
"Iya" ucap Robi.
"Bertiga aja sama gue, soalnya gue males bawa motor" ucap Raihan.
"Ganggu aja nih anak" batin Robi.
"Ya udah ayo bawa jagung sama alat panggang nya ke mobil" ucap Fanny.
Lalu Robi dan Raihan segera membawa jagung dan alat panggang tersebut.
"Na, kak Daniel punya gitar gak?" tanya Ardan.
"Punya" ucap Bina.
"Mau minjem?" tanya Bina.
"Iya, soalnya biar gak bosen disana" ucap Ardan.
"Ya udah kalau gitu gue bawa dulu ya gitarnya" ucap Bina.
"Iya" ucap Ardan.
"Aku ikut, Na" ucap Arka.
"Ya udah ayo" ucap Bina.
Lalu Bina dan Arka segera masuk kedalam rumah dan mereka segera pergi menuju kamar kak Daniel.
Setelah itu, Bina segera mengambil gitar milik kak Daniel.
"Sini biar aku yang bawa" ucap Arka sambil mengambil gitar dari tangan Bina.
"Na, ada tikar gak? soalnya buat nanti duduk disana, biar gak kotor" ucap Arka.
"Ada kok, bentar ya" ucap Bina sambil pergi mengambil tikar.
Setelah mengambil tikar, Bina segera kembali menghampiri Arka.
"Nih" ucap Bina sambil memberikan tikar kepada Arka.
Lalu Arka segera mengambil tikar tersebut.
"Oh iya, kamu pake jaket sana. Soalnya pasti dingin disana" ucap Arka.
"Ya udah kalau gitu aku mau ambil jaket dulu ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Oh iya jangan lupa bawa helm" ucap Arka.
"Oke" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu aku tunggu di luar ya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Bina segera pergi menuju kamarnya, sedangkan Arka pergi keluar untuk menghampiri teman-temannya.
Setelah mengambil jaket, helm dan tas, Bina segera pergi keluar.
"Ka" panggil Bina.
"Apa?" ucap Arka.
Lalu Bina segera memakaikan Arka jaket miliknya.
"Biar nanti gak dingin disananya" ucap Bina.
Lalu Arka langsung tersenyum kepada Bina.
"Aaa so sweet banget" ucap Ririn.
Setelah itu, Bina segera mengunci pintu rumahnya.
"Ya udah ayo berangkat" ucap Bina.
"Kamu udah chat atau telepon kak Daniel belum?" tanya Arka.
"Oh iya belum" ucap Bina.
"Ya udah chat sekarang" ucap Arka.
"Aku telepon aja kali ya, soalnya kalau di chat takut gak kebaca" ucap Bina.
"Ya udah telepon aja" ucap Arka.
Lalu Bina segera menelpon kak Daniel.
Beberapa detik kemudian, kak Daniel langsung menjawab panggilan telepon dari Bina.
"Hallo, dek" ucap kak Daniel.
"Kak, Bina sama yang lainnya mau ke lantai. Nanti kakak sama kak Sarah nyusul aja ya kesana" ucap Bina.
"Pantai mana?" tanya kak Daniel.
"Pantai mana, Ka?" tanya Bina kepada Arka.
"Pantai karang sari" ucap Arka.
"Katanya di pantai karang sari" ucap Bina.
"Ya udah nanti gue kesana" ucap kak Daniel.
"Oh iya, nanti pintu rumah kunci ya" perintah kak Daniel.
"Iya, Bina udah kunci kok" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu Bina tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.
"Iya" ucap kak Daniel.
Lalu Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
"Ya udah ayo berangkat" ucap Bina.
Lalu semua orang segera berangkat menuju pantai karang sari.
(Di perjalanan)
"Na" ucap Arka.
"Apa" ucap Bina.
__ADS_1
"Dingin banget ya, Na" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Kayaknya kalau dipeluk jadi hangat nih" ucap Arka.
Lalu Bina segera memeluk tubuh Arka dari belakang.
Arka langsung tersenyum karena Bina memeluknya.
"Masih dingin gak?" tanya Bina.
"Enggak, udah hangat kok" ucap Arka.
"Ka, Robi beneran suka ya sama Fanny?" tanya Bina.
"Aku gak tahu, tapi kelihatannya sih dia suka sama Fanny" ucap Arka.
Skip
Setelah sampai di pantai, mereka semua segera turun dari kendaraannya masing-masing.
"Kita mau duduk dimana nih?" tanya Arka.
"Disana aja" tunjuk Raihan.
Lalu mereka semua segera duduk ditempat yang ditunjuk Raihan.
"Dan, ayo mainin gitarnya biar gak bosen" ucap Ririn.
"Ya udah, tapi yang nyanyi siapa nih?" tanya Ardan.
"Arka aja" ucap Bina.
"Kok aku sih" ucap Arka.
"Kan kamu bisa nyanyi" ucap Bina.
"Tapi kamu juga kan bisa nyanyi" ucap Arka.
"Udah bareng-bareng aja yang nyanyi" ucap Fanny.
"Mau nyanyi lagu apa?" tanya Ardan.
"Sheila on 7 yang judulnya sahabat sejati" ucap Robi.
Lalu Ardan segera memetik gitarnya, kemudian yang lain segera menyanyikan lagu tersebut.
Setelah menyanyikan lagu tersebut, anak-anak cowok segera membakar jagung. Sedangkan anak-anak cewek sedang asik membuat insta story.
"Guys, kita gak bawa minum nih?" tanya Robi.
"Eh iya, kenapa tadi kita gak beli dulu ya" ucap Ardan.
"Ya udah kalau gitu gue beli minum dulu buat kalian semua" ucap Arka.
Lalu Arka segera pergi membeli minum di warung yang berada di pantai tersebut.
Trining...trining
Lalu Bina segera mengangkat panggilan telepon dari kak Daniel.
"Hallo, kak" ucap Bina.
"Dek, luh dimana? gue udah sampe nih di pantai karang sari" ucap kak Daniel.
"Bina di tempat yang ujung" ucap Bina.
"Dimana sih?" bingung kak Daniel.
"Bentar, Bina loncat-loncat dulu biar kak Daniel tahu Bina dimana" ucap Bina.
Lalu Bina segera melompat-lompat sambil menyalakan senter handphone nya agar kak Daniel melihatnya.
"Kelihatan gak kak? Bina yang lompat-lompat sambil nyalain senter handphone" ucap Bina.
"Oh iya kelihatan" ucap kak Daniel.
"Gue otw kesana" ucap kak Daniel.
Lalu kak Daniel segera mematikan panggilan teleponnya.
"Nih, guys" ucap Arka sambil menaruh kantong plastik berisi air minum.
"Aku minta ya" ucap Bina.
"Iya boleh, kan ini buat semuanya" ucap Arka.
Lalu Bina segera mengambil air mineral tersebut dan ia langsung duduk disebelah Arka.
"Bisa gak bukanya?" tanya Arka karena melihat Bina yang kesusahan membuka tutup botol.
"Sini sama aku bukain" ucap Arka sambil mengambil air mineral punya Bina.
Lalu Arka segera membuka tutup botol air mineral tersebut.
Setelah itu Arka langsung memberikan air mineral tersebut kepada Bina.
"Makasih" ucap Bina sambil mengambil air mineral tersebut.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
"Dan, bukain dong" ucap Ririn.
"Sini" ucap Ardan sambil mengambil air mineral milik Ririn.
Setelah itu Ardan segera membuka tutup botol air mineral tersebut.
"Makasih" ucap Ririn sambil mengambil air minum miliknya.
"Iya" ucap Ardan.
"Luh berdua manja banget sih, cuma buka tutup botol aja gak bisa" ucap Fanny.
"Ya kan emang gak bisa, Fan" ucap Bina dan Fanny bersamaan.
"Fanny ngomong gitu karena dia sirik sama kalian, kan kalian tutup botolnya dibukain sedangkan dia enggak" ucap Raihan.
"Siapa juga yang sirik" ucap Fanny.
"Udah luh jadian aja sama Robi atau Raihan" ucap Arka.
"Ih gue gak mau sama mereka" ucap Fanny.
"Kita juga gak mau sama luh! iya kan, Rob?" tanya Raihan.
"Gue mau kok sama Fanny" ucap Robi.
Sontak semuanya langsung terdiam karena mendengar ucapan Robi.
"Luh suka sama Fanny?" tanya Raihan.
"Kalau iya kenapa?" tanya Robi.
"Emang salah ya suka sama orang?" tanya Robi.
"Ya enggak salah" ucap Raihan.
"Guys, gue ke toilet dulu ya" ucap Fanny.
"Na, ayo anter" ucap Fanny sambil menarik tangan Bina.
"Fan, luh mau kemana? katanya mau ke toilet" ucap Bina.
"Gue malu, Na" ucap Fanny.
"Malu karena Robi?" tanya Bina.
"Ya iyalah, mana dia bilang ke semua orang lagi" ucap Fanny.
"Ya gak apa-apa dong, berarti dia gentleman" ucap Bina.
"Tapi gue malu" ucap Fanny.
"Katanya pingin punya pacar, eh pas ada yang ngungkapin luh nya malah ngerespon kayak gitu" ucap Bina.
"Terus gue harus gimana?" tanya Fanny.
"Gue mau nanya deh sama luh" ucap Bina.
"Luh pingin punya pacar kan?" tanya Bina.
"Ya pingin" ucap Fanny.
"Ya udah jadian aja sama Robi" ucap Bina.
"Enggak mau ah! dia playboy" ucap Fanny.
"Kata siapa?" tanya Bina.
"Kelihatan aja dari tampangnya" ucap Fanny.
"Dia gak playboy kok, Fan" ucap Bina.
"Luh kebiasaan deh kalau lihat orang dari luar nya doang" ucap Bina.
"Beneran gak playboy?" tanya Fanny.
"Enggak, dia gak playboy kok" ucap Bina.
"Terus gue harus gimana dong sekarang? mereka sekarang pasti lagi gosipin gue sama Robi" tanya Fanny.
__ADS_1
"Ya luh harus bersikap seperti biasa aja, lagian gak ada salahnya kan dia suka sama luh" ucap Bina.
"Emang gak ada salahnya sih" ucap Fanny.
"Ya udah ayo kesana" ucap Bina.
Lalu Bina dan Fanny segera kembali menghampiri yang lainnya.
"Kak, udah beli petasan nya?" tanya Bina.
"Udah, ini" ucap kak Daniel sambil menunjukkan petasan kepada Bina.
"Sekarang jam berapa sih?" tanya Bina.
"Jam dua belas kurang dua puluh menit" ucap Arka.
"Ya udah kita kesana dulu yuk, Ka" ucap Bina.
"Kemana?" tanya Arka.
"Kesana, terus nanti balik lagi deh kesini" ucap Bina.
"Udah disini aja nunggunya" ucap Arka.
"Ya udah deh" keluh Bina.
"Nih makan, udah dingin kok" ucap Arka sambil memberikan jagung bakar kepada Bina.
"Enggak mau ah! aku kenyang" ucap Bina.
"Emang kamu tadi habis makan apa?" tanya Arka.
"Jagung" ucap Bina.
"Kan baru satu jagung, masa udah kenyang lagi" ucap Arka.
"Iya, udah kenyang banget" jelas Bina.
"Bener gak mau lagi?" tanya Arka.
"Iya gak mau" ucap Bina.
Lalu Arka segera memberikan jagung tersebut kepada Robi.
"Buat gue?" tanya Robi.
"Iya" ucap Arka.
"Ya udah ayo jalan-jalan kesana" ucap Arka karena ia tahu bahwa Bina sedang pingin jalan-jalan.
"Enggak ah, males" ucap Bina.
"Jangan ngambek gitu dong" ucap Arka.
"Ayo" ucap Arka sambil menarik tangan Bina agar berdiri.
"Ayo kesana" ucap Arka.
Karena Bina hanya diam, akhirnya Arka segera menggendong Bina ala bridal style.
"Ih Arka turunin, malu dilihat orang" ucap Bina.
Lalu Arka segera menurunkan Bina dari pangkuannya.
"Makanya ayo" ucap Arka sambil menggenggam tangan Bina.
Akhirnya mereka berdua segera jalan-jalan disekitar pantai.
"Kamu kenapa diem mulu?" tanya Arka.
"Aku kangen orang tua aku" ucap Bina.
"Biasanya setiap tahun baru, aku suka kesini sama mamah, papah dan kak Daniel" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.
Kemudian Arka langsung memberhentikan jalannya dan ia langsung melihat kearah Bina.
"Aku juga tahu kok kalau kamu kangen banget sama orang tua kamu, tapi kamu jangan terus-terusan sedih soalnya nanti kalau kamu sedih, orang tua kamu pasti lihat kamu sedih" ucap Arka.
"Udah lebih baik sekarang kita seneng-seneng aja disini, jangan sedih-sedih mulu" ucap Arka.
"Ya udah ayo" ucap Arka.
"Ka, kita duduk aja deh disini" ucap Bina.
"Ya udah" ucap Arka.
Lalu Bina dan Arka segera duduk di pasir pantai.
"Sebenernya aku ngajak kamu kesini gara-gara aku gak mau lihat kak Daniel. Soalnya tadi pas aku lihat kak Daniel, tiba-tiba aku jadi pingin nangis gara-gara keinget waktu aku sama kak Daniel dan orang tua aku waktu tahun baruan disini" jelas Bina.
Arka hanya terdiam karena mendengar penjelasan dari Bina.
"Ya udah, Ka! lebih baik kita kesana lagi aja, soalnya tiga menit lagi mau jam dua belas" ucap Bina.
"Ya udah ayo" ucap Arka.
"Kita balapan yuk kesananya" ucap Bina.
"Ayo" ucap Arka.
"Satu...dua...tiga" ucap Bina.
Lalu Arka dan Bina segera berlari.
Kemudian Arka dengan sengaja memperlambat larinya agar Bina duluan sampai.
Setelah sampai Bina segera mengambil air mineral karena ia kelelahan setelah berlari.
"Siapa yang mau kembang api?" tanya kak Daniel.
"Ririn mau, kak" ucap Ririn.
"Ya udah ambil aja" ucap kak Daniel.
Lalu Ririn segera mengambil kembang api tersebut.
"Bina juga mau ah" ucap Bina sambil mengambil kembang api milik kak Daniel.
"Sini biar aku aja yang pegang kembang api nya" ucap Arka.
"Enggak ah! biar aku aja yang pegang" ucap Bina.
"Tapi kamu harus hati-hati ya pegang kembang api nya, jangan sampai kena tangan" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
Tepat pukul dua belas malam, semua orang yang berada di pantai langsung menyalakan kembang api untuk merayakan tahun baru.
Lalu Arka segera memotret Bina yang sedang menyalakan kembang api.
Skip
Setelah selesai, Robi dan Raihan segera membawa tikar dan alat panggang kedalam mobil Fanny dan yang lainnya sedang memunguti sampah-sampah bekas air mineral dan kembang api.
Setelah selesai membuang sampah, mereka semua segera pergi menuju rumah Bina.
Setelah sampai, mereka segera masuk kedalam.
"Na, gue pinjem baju sama celana ya" ucap Ririn dan Fanny bersamaan.
"Iya, ya udah ayo ke kamar" ucap Bina.
"Ayo, kak" ajak Bina kepada kak Sarah.
"Iya, ayo" ucap kak Sarah.
Lalu cewek-cewek segera pergi menuju kamar Bina.
Setelah sampai di kamar, Ririn dan Fanny segera mengambil baju dan celana. Setelah itu mereka berdua segera pergi menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
"Kak Sarah mau pinjem baju sama celana Bina gak?" tanya Bina.
"Hmm...ada yang oversize gak baju sama celana nya?" tanya kak Sarah.
"Ada kok" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu kakak pinjem ya" ucap kak Sarah.
"Iya, boleh" ucap Bina.
Setelah Ririn dan Fanny selesai berganti pakaian, kini giliran kak Sarah yang menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
Setelah kak Sarah selesai berganti pakaian, kemudian giliran Bina yang berganti pakaian.
Setelah selesai berganti pakaian, Bina segera menghampiri Ririn, Fanny dan kak Sarah.
"Na, ada kasur lantai gak?" tanya kak Sarah.
"Ada" ucap Bina.
Lalu Bina segera mengambil kasur lantai, setelah itu ia segera meletakan kasur tersebut di lantai.
"Kak Sarah tidur di kasur aja, nanti kita bertiga tidur di lantai" ucap Bina.
"Kalian aja yang tidur di kasur, biar kakak yang tidur di lantai" ucap kak Sarah.
"Udah lebih baik semuanya tidur di lantai aja" ucap Ririn.
"Iya di lantai aja, soalnya gerah" ucap Fanny.
Akhirnya mereka berempat segera tidur di lantai.
__ADS_1