
"Rin" panggil kak Daniel.
"Iya, kak" ucap Ririn sambil menghampiri kak Daniel yang berada di luar rumah.
"Ini" ucap kak Daniel sambil memberikan jerigen yang berisi bensin.
"Makasih, kak" ucap Ririn sambil mengambil jerigen tersebut.
"Iya sama-sama" ucap kak Daniel.
Ririn segera memasukan bensin tersebut kedalam tangki.
"Ini, kak! makasih ya" ucap Ririn sambil memberikan jerigen kepada kak Daniel.
"Iya sama-sama" ucap kak Daniel sambil mengambil jerigen.
"Ya udah kalau gitu Ririn pulang dulu ya, kak" ucap Ririn.
"Iya, hati-hati ya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Ririn.
Pada saat Ririn naik ke motor, tiba-tiba ia dan motornya hampir terjatuh. Namun untung saja kak Daniel langsung menahannya agar tidak terjatuh.
"Hati-hati, Rin" ucap kak Daniel.
"Makasih, kak" ucap Ririn.
"Iya" ucap kak Daniel.
"Luh kenapa?" tanya kak Daniel karena melihat wajah Ririn yang sedikit pucat.
"Ririn agak pusing, mungkin kurang minum air putih" ucap Ririn.
"Ya udah gue anter aja ya pulangnya, takutnya luh kenapa-napa dijalan" ucap kak Daniel.
"Gak usah, kak" ucap Ririn.
"Udah, biar gue anter aja" ucap kak Daniel.
"Ya udah cepet geser" perintah kak Daniel.
Ririn segera menggeser posisi duduk nya menjadi dibelakang.
Lalu kak Daniel segera menaiki motor Ririn.
"Ini helmnya, kak" ucap Ririn.
"Gak apa-apa, biar luh aja yang pake" ucap kak Daniel.
Kemudian Kak Daniel segera melajukan motor milik Ririn.
Sesampainya di rumah, Ririn segera turun dari motor dan ia langsung membukakan pagar rumahnya.
"Gue masukin motor nya ke garasi ya" ucap kak Daniel.
"Iya, kak" ucap Ririn.
Daniel segera memasukkan motor Ririn ke garasi.
Setelah itu, Daniel segera menghampiri Ririn.
"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Ririn.
"Eh ada Daniel" ucap mamah Ririn yang baru keluar dari rumah.
"Hallo, tante" ucap Daniel sambil salam kepada mamah Ririn.
"Rin, ajak kedalam dong Daniel nya" ucap mamah Ririn.
"Kak Daniel nya mau pulang, mah" ucap Ririn.
"Kenapa pulang lagi?" tanya mamah Ririn.
"Soalnya Daniel kesini cuma mau anterin Ririn doang, tante" ucap Daniel.
"Kenapa dianterin?" tanya mamah Ririn.
"Soalnya tadi Ririn pusing, makanya Daniel anterin karena Daniel takut dia kenapa-napa pas dijalan" ucap Daniel.
"Alah! itu mah Ririn pura-pura pusing kali, biar dianterin sama kamu" ucap mamah Ririn.
"Apaan sih, mah" kesal Ririn.
"Enggak pura-pura kok, tante. Tadi Ririn emang pusing, soalnya mukanya aja pucet" ucap Daniel.
"Ya udah kalau gitu Daniel pamit dulu ya" ucap Daniel.
"Iya" ucap mamah Ririn.
"Kak, makasih ya udah dianterin" ucap Ririn.
"Iya" ucap Daniel.
"Ya udah gue pulang dulu ya, Rin" ucap Daniel.
"Iya" ucap Ririn.
Daniel segera pergi.
...****...
"Kak Daniel mana sih?" gumam Bina.
Bina segera pergi keluar untuk mencari kak Daniel. Namun pada saat keluar, ia tidak melihat kakaknya.
Karena ia sedang lapar, akhirnya Bina segera pergi ke rumah makan kak Fauzi.
* Rumah makan
"Eh Bina" ucap kak Martin.
"Mau beli ayam, Na?" tanya kak Martin.
"Enggak, kak! Bina mau beli kak Martin" canda Bina.
"Oh ya udah bawa aja kak Martin nya, gratis kok buat Bina mah" ucap kak Martin.
"Oh iya, kak! Bina pesen ayam bakar + nasi ya" ucap Bina.
"Minumnya mau apa?" tanya kak Martin.
"Jus mangga aja" ucap Bina.
"Ya udah tunggu ya" ucap kak Martin.
Kak Martin segera pergi.
"Na" panggil Julian.
Lalu Julian segera menghampiri Bina.
"Ada apa, Jul?" tanya Bina.
"Gak apa-apa, gue cuma manggil aja" ucap Julian.
"Kak Martin" panggil Julian sambil duduk bersama Bina.
"Apa, Jul?" ucap kak Martin yang sedang membuat jus.
"Julian pesen ayam bakar sama nasi ya" ucap Julian.
"Sama minumnya gak?" tanya kak Martin.
"Iya" ucap Julian.
"Minumnya es jeruk ya, kak" ucap Julian.
"Oke" ucap kak Martin.
"Jul" panggil Bina.
"Apa" ucap Julian.
"Luh ada temen gak di kampus?" tanya Bina.
"Ada kok" ucap Julian.
"Syukur deh kalau ada, soalnya gue kasihan kalau luh gak punya temen" ucap Bina.
"Oh iya, pacar luh gimana kabarnya?" tanya Julian.
"Dia baik-baik aja kok" ucap Bina.
"Dia tinggal sendiri di Jakarta nya?" tanya Julian.
"Enggak, dia tinggal bareng Robi" ucap Bina.
"Oh iya, luh sama Ririn satu kampus kan?" tanya Julian.
"Iya" ucap Bina.
"Luh kuliah kelas pagi atau siang?" tanya Julian.
"Kelas pagi" ucap Bina.
Trining... trining
Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan video call dari Arka.
__ADS_1
"Siapa, Na?" tanya Julian.
"Cowok gue" ucap Bina.
Bina segera mengangkat panggilan video call dari Arka.
"Na" ucap Arka.
"Apa" ucap Bina.
"Kangen" ucap Arka.
"Sama aku juga" ucap Bina.
"Itu kamu lagi ada di rumah makan bang Fauzi ya?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Lagi sama kak Daniel?" tanya Arka.
"Enggak" ucap Bina.
"Aku lagi sama Julian" ucap Bina sambil mengarahkan kameranya kearah Julian.
"Ngapain berduaan?" tanya Arka sedikit cemburu.
"Kita gak berduaan kok, tuh lihat banyak orang" ucap Bina sambil mengarahkan kameranya ke sekelilingnya.
"Maksudnya kenapa sama Julian?" tanya Arka.
"Sebenernya tadi aku sendiri, tapi Julian tiba-tiba kesini terus duduk bareng aku" jelas Bina.
"Jul, awas luh kalau godain Bina" ucap Arka.
"Gue godain ah" canda Julian.
"Nanti kalau gue kesana, kita baku hantam yuk!" ucap Arka kepada Julian.
"Arka, gak boleh gitu! lagian Julian gak godain aku kok" ucap Bina.
"Cowok luh posesif banget ya, Na" ucap Julian.
"GUE DENGER WOYYY!!!!" teriak Arka.
"Ka, berisik! jangan teriak-teriak" ucap Bina.
"Iya, maaf" ucap Arka.
"Ini, Na" ucap kak Bryan sambil meletakan pesanan Bina.
"Makasih, Ka" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap kak Bryan.
Lalu kak Bryan segera pergi.
"Ka, aku matiin dulu ya video call nya. Soalnya aku mau makan" ucap Bina.
"Gak usah dimatiin" ucap Arka.
"Tapi aku mau makan" ucap Bina.
"Ya kalau mau makan ya makan aja" ucap Arka.
Akhirnya Bina segera makan sambil video call bersama Arka.
"Makannya yang banyak" ucap Arka.
"Iya, ini juga banyak kok" ucap Bina.
"Jul, maaf ya gue jadi ngacangin luh gara-gara video call sama Arka" ucap Bina.
"Iya, gak apa-apa" ucap Julian.
"Na" panggil Arka.
"Apa?" tanya Bina.
"Aku mau ikut audisi" ucap Arka.
"Audisi nyanyi?" tanya Bina memastikan.
"Iya" ucap Arka.
"Doa-in ya supaya aku lolos" ucap Arka.
"Iya, aku bakalan doa-in kok" ucap Bina.
"Emang audisi nya kapan?" tanya Bina.
"Besok" ucap Arka.
"Emang besok kamu gak kuliah?" tanya Bina.
"Ya udah kalau gitu semangat ya audisinya, semoga kamu lolos" ucap Bina.
"Iya, aku pasti semangat kok. Kan udah disemangati sama kamu" ucap Arka.
"Jul, nih pesanannya" ucap kak Bryan.
"Makasih, kak" ucap Julian.
"Iya" ucap kak Bryan.
"Ya ampun itu siapa? kok kayak kenal" canda kak Bryan.
"Itu Arka, Ka" ucap Bina.
"Iya gue juga tahu" ucap kak Bryan.
"Terus kenapa nanya?" heran Bina.
"Gue cuma bercanda tadi" ucap kak Bryan.
"Ka, apa kabar luh?" tanya kak Bryan.
"Alhamdulillah gue baik kok" ucap Arka.
"Luh betah gak di Jakarta?" tanya kak Bryan.
"Betah kok" ucap Arka.
"Pasti banyak cewek-cewek cantik ya, makanya luh betah" ucap kak Bryan.
"Iya banyak cewek cantik disini" ucap Arka.
"Oh jadi betah nya karena ada cewek cantik?" kesal Bina.
"Enggak kok, Na! aku cuma bercanda" ucap Arka.
"Tahu ah!" kesal Bina.
Lalu Bina langsung mematikan panggilan video call tersebut.
"Ngeselin banget" gumam Bina.
Kak Bryan hanya tersenyum karena melihat Bina yang sedang kesal kepada Arka. Setelah itu, ia segera pergi.
"Arka cuma bercanda kali, lagian dia disana gak mungkin cari cewek" ucap Julian.
...****...
"Luh kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Robi.
"Tadi Bina ngambek ke gue" ucap Arka.
"Dia ngambek kok luh nya senyum" heran Robi.
"Soalnya lucu aja gitu, udah lama gak lihat Bina marah" ucap Arka.
"Oh iya, luh jadi ikut audisi nya?" tanya Robi.
"Iya, jadi" ucap Arka.
"Mau gue temenin gak kesananya?" tanya Robi.
"Boleh" ucap Arka.
Trining...trining
Robi segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Fanny.
Lalu Robi segera mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo, beb" ucap Robi.
"Rob, ketemuan yuk" ucap Fanny.
"Ketemuan dimana?" tanya Robi.
"Di cafe" ucap Fanny.
"Nanti aku share lokasinya" ucap Fanny lagi.
"Mau ketemuan jam berapa?" tanya Robi.
"Jam 7 malam" ucap Fanny.
"Ya udah nanti aku kesana" ucap Robi.
"Jangan ajak Arka ya" ucap Fanny.
__ADS_1
"Siapa juga yang mau ikut" sahut Arka.
"Kok dia bisa denger sih, Rob" ucap Fanny.
"Soalnya aku loud speaker, makanya dia denger" ucap Robi.
"Ka" panggil Fanny.
"Apaan?" sahut Arka.
"Katanya Bina mau ke rumah luh ya nanti kalau libur" ucap Fanny.
"Enggak kok" ucap Arka.
"Tapi tadi pas teleponan sama gue, dia bilang kayak gitu" ucap Fanny.
"Serius luh?" tanya Arka.
"Iya, tadi dia bilang kayak gitu" ucap Fanny.
"Emang dia tahu gitu rumah gue?" tanya Arka.
"Ya kalau dia bilang mau kesana berarti dia tahu lah" ucap Fanny.
"Rob, luh ngasih tahu alamat rumah gue ke Bina ya?" tuduh Arka.
"Enggak kok, gue gak kasih tahu dia" ucap Robi.
"Dikasih tahu sama kakak luh kali" ucap Fanny.
Arka segera pergi menuju kamarnya.
* Kamar
Arka segera menelepon Bina.
Beberapa detik kemudian, Bina langsung mengangkat panggilan telepon dari Arka.
"Apa?" ucap Bina sedikit kesal.
"Udah aku bilang jangan kesini" ucap Arka.
"Kesini kemana?" bingung Bina.
"Kamu mau ke rumah aku kan nanti waktu libur?" tanya Arka.
"Enggak kok, siapa juga yang mau kesana" bohong Bina.
"Udah jangan bohong, aku tahu dari Fanny soalnya" ucap Arka.
"Emang kenapa sih gak boleh?" tanya Ana.
"Kan aku udah jelasin alesannya" ucap Arka.
"Emang kamu gak kangen ya sama aku?" tanya Bina.
"Ya kangen, Na! tapi kan aku udah bilang, biar aku aja yang kesana" ucap Arka.
"Kesininya kapan?" tanya Bina.
"Nanti" ucap Arka.
"Nanti kapan?" tanya Bina.
"Ya nanti kalau pas liburan panjang" ucap Arka.
"Masih lama dong" keluh Bina.
"Udah, gak usah sedih. Lagian kan nanti aku kesana" ucap Arka.
"Ka, kamu disana beneran gak cari cewek baru kan?" tanya Bina memastikan.
"Ya enggak lah, Na" ucap Arka.
"Kamu kenapa sih curigaan mulu" heran Arka.
"Soalnya aku takut aja kalau kamu cari cewek baru" ucap Bina.
"Enggak, aku gak mungkin kayak gitu" ucap Arka.
"Kalau mungkin gimana?" tanya Bina.
"Gak mungkin, lagian kalau aku cari cewek baru bisa-bisa aku dimarahin sama papah" ucap Arka.
"Kenapa dimarahin sama papah kamu?" ucap Bina.
"Kan waktu itu papah bilang ke aku kalau aku selingkuh atau nyakitin kamu, nanti dia bakal marahin aku terus dia bakal potong uang jajan aku" ucap Arka.
"Papah kamu bilang kayak gitu ke kamu?" tanya Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Oh iya, kamu tahu dari mana alamat rumah aku?" tanya Arka.
"Tahu dari kak Putra" ucap Bina.
"Ngeselin banget tuh orang, udah disuruh jangan bilang ke kamu juga" ucap Arka.
"Jangan marah ke kak Putra, lagian kan yang salah aku. Kan aku yang minta alamat rumah kamu ke kak Putra" ucap Bina.
"Jangan marah sama kak Putra ya, please!" mohon Bina.
"Ya udah iya, aku gak bakal marah ke dia kok" ucap Arka.
"Oh iya, kamu masih di rumah makan kak Fauzi ya?" tanya Arka.
"Enggak, aku ini otw mau ke rumah" ucap Bina.
"Oh iya, kak! kamu mau lihat kimchi gak?" tanya Bina.
"Mau, soalnya udah lama aku gak ngelihat anak aku" canda Arka.
"Oh apaan sih pake bilang anak segala" ucap Bina.
"Ya udah, aku alihkan dulu ke video call ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
Beberapa detik kemudian, Bina segera mem-video call Arka.
Arka langsung mengangkat panggilan video call dari Bina.
"Mana kimchi nya?" ucap Arka.
"Ini" ucap Bina sambil mengalihkan kameranya ke kucing miliknya.
"Wah gak kerasa ya, udah gede aja dia" ucap Arka.
"Iya bener banget" ucap Bina.
"Kayak ngebesarin anak sendiri ya" ucap Arka sambil tersenyum.
"Hah?! gimana?" ucap Bina.
"Iya kayak ngebesarin anak sendiri kan?" tanya Arka.
"Enggak ah! soalnya kan gak ada bapaknya. Jadi gak ngerasa kayak ngebesarin anak" ucap Bina.
"Ada kok bapaknya" ucap Arka.
"Enggak ada" ucap Bina.
"Kan ini bapaknya" ucap Arka sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Itu bukan bapaknya" ucap Bina.
"Terus siapa dong?" tanya Arka.
"Itu kakek nya" ucap Bina sambil tertawa.
"Enak aja! masih muda gini masa dipanggil kakek-kakek" ucap Arka.
"Kalau dipanggil bapak-bapak emang mau?" tanya Bina.
"Mau, tapi kalau kita udah nikah" ucap Arka.
"Berarti nanti orang nyebutnya Bapak Arka dong" ucap Bina sambil tertawa.
"Iya lah" ucap Arka.
"Terus nanti kamu dipanggil ibu Bina" ucap Arka lagi.
"Oh iya, Na! kamu nanti mau dipanggil apa sama anak kamu?" tanya Arka.
"Aku pingin dipanggil bunda" ucap Bina.
"Bunda?" ucap Arka.
"Iya, soalnya kayak lucu aja kalau dipanggil bunda" ucap Bina.
"Kalau kamu pingin suami kamu manggil kamu apa?" tanya Arka.
"Mamah" ucap Bina.
"Mamah?" tanya Arka.
"Iya, aku pingin dipanggil mamah sama suami aku nanti" ucap Bina.
"Ya udah nanti aku panggil kamu mamah ya" ucap Arka sambil tersenyum.
__ADS_1
Bina langsung salah tingkah karena mendengar ucapan Arka.