Prince Of School

Prince Of School
Episode 94


__ADS_3

"Fan, ayo ikut gue" ajak Ririn.


"Kemana?" tanya Fanny.


"Ke kelas XI MIPA 3" ucap Ririn.


"Mau ngapain?" tanya Fanny.


"Mau marahin si Raihan lah" ucap Ririn.


"Tapi gue gak mau, soalnya gue takut masuk BK lagi" ucap Fanny.


"Luh tunggunya diluar aja" ucap Ririn.


"Yaudah deh" ucap Fanny.


Lalu Ririn dan Fanny pun segera pergi menuju kelas XI MIPA 3.


"Del, ada Raihan gak didalem?" tanya Ririn.


"Ada" ucap Dela.


Lalu Ririn pun segera masuk kedalam, sedangkan Fanny menunggu diluar.


"Heh, Raihan!" ucap Ririn.


"Luh apa-apaan sih bikin Bina nangis kayak gitu" kesal Ririn.


"Udah lah, Rin! lagian itu salah Bina, ngapain coba dia gak ngasih tahu bahwa gelangnya udah ketemu" ucap Raihan.


"Kenapa, nih?" tanya Kevin yang baru datang ke kelas.


"Gue juga gak tahu" jawab Salma.


"Tadinya Bina bakal ngasih tahu kok ke Arka hari ini" ucap Ririn.


"Kenapa gak ngasih tahu waktu gelangnya udah ketemu?" tanya Raihan.


"Ya karena" ucap Ririn terpotong.


Ririn pun tidak melanjutkan pembicaraannya karena kalau ia bilang bahwa Bina disuruh Fanny buat cuek ke Arka, nanti pastinya Raihan bakal bilang kalau Bina kekanak-kanakan banget sampe ngerjain Arka kayak gitu.


"Karena apa?" tanya Raihan.


"Ada apa nih?" tanya Robi yang baru datang bersama Arka.


"Luh berdua kenapa?" tanya Robi.


"Rin, ayo ke kelas! ada Bu Jeni" ucap Fanny sambil menarik tangan Ririn.


Lalu Ririn dan Fanny pun segera pergi menuju kelasnya.


"Luh berantem sama Ririn gara-gara masalah chat yang ketahuan sama mantan terakhir luh?" tanya Robi memastikan.


"Bukan" ucap Raihan.


"Terus gara-gara apa?" tanya Robi.


"Ririn marah gara-gara Raihan marahin Bina tentang masalah gelang itu" sahut Kevin.


"Luh ngapain marahin cewek gue!" bentak Arka kepada Raihan.


Semua orang yang berada dikelas pun langsung terkejut karena baru kali ini mereka mendengar Arka marah kepada sahabatnya.


"Gue kan niatnya belain luh, Ka" jawab Raihan.


"Luh jangan ikut campur deh, ini urusan gue sama Bina" kesal Arka.


Lalu Arka pun segera pergi meninggalkan kelasnya. Dan ia pun segera menuju rooftop karena pasti disana tidak ada orang.


"Aargghh" teriak Arka sambil menendang kaleng yang berada didepannya.

__ADS_1


"Kenapa masalahnya jadi rumit gini sih" kesal Arka.


****


"Bina" panggil Bu Jeni.


"Na, dipanggil tuh" ucap Ririn sambil menepuk paha Bina.


"Kenapa, Rin?" tanya Bina.


"Itu dipanggil Bu Jeni" ucap Ririn.


"Iya, kenapa Bu?" tanya Bina.


"Kamu kenapa gak memperhatikan materi saya?" tanya Bu Jeni.


"Maaf bu, saya agak gak enak badan jadi gak fokus belajar" ucap Bina.


"Yaudah ke UKS sana" suruh Bu Jeni.


Akhirnya Bina pun segera pergi menuju UKS lewat jalan belakang, karena ia tidak mau melewati kelasnya Arka.


Saat melewati jalan belakang, tanpa sengaja Bina pun melihat Arka yang baru turun dari rooftop.


Bina pun segera mempercepat langkahnya agar Arka tidak mengikutinya.


"Na" teriak Arka sambil mengejar Bina.


Saat mau berlari tiba-tiba kepala Bina pun pusing dan matanya pun menjadi buram.


Brug


Bina pun tergeletak di tanah.


Arka pun langsung menghampiri Bina.


"Na" panggil Arka sambil menepuk pelan pipi Bina.


Setelah sampai di UKS, Arka pun segera menidurkan Bina dikasur yang ada di UKS.


Arka pun segera mengambil kayu putih di kotak p3k, dan ia pun langsung mendekatkan kayu putih itu pada lubang hidung Bina agar dia terbangun.


Tanpa sadar, air mata Arka pun menetes saat melihat Bina yang sedang pingsan.


"Maafin aku, Na" lirih Arka sambil menangis.


****


Bel pulang pun berbunyi, Ririn dan Fanny pun buru-buru pergi ke UKS untuk menemui Bina.


Setelah sampai di UKS, mereka berdua pun melihat Arka yang sedang duduk dikursi samping tempat tidur.


"Bina kenapa?" tanya Ririn sambil menjinjing tas milik Bina.


Arka pun langsung mengusap air matanya agar tidak ketahuan bahwa ia sedang menangis.


"Bina tadi pingsan, tapi sampe sekarang belum sadar" jelas Arka.


"Ini semua gara-gara luh, Ka! kalau aja luh jujur sama Bina, mungkin Bina gak bakal marah sama luh" kesal Ririn.


"Luh tahu gak? tadi sahabat luh datang ke kelas sambil marah-marah sama Bina. Maksudnya apa kayak gitu?" ucap Ririn sambil menangis.


"Luh lebih baik pulang sana! Bina gak mau ketemu sama luh" ucap Fanny.


Lalu Arka pun segera pergi.


"Rin, luh kok jadi nangis sih" ucap Fanny.


"Gue kesel aja sama mereka" ucap Ririn sambil menangis.


Beberapa menit kemudian, Bina pun sadar.

__ADS_1


"Na" panggil Ririn.


"Luh kenapa nangis?" tanya Bina lemas.


"Gue tadi kelilipan gajah" ucap Ririn sambil mengusap air matanya.


Bina pun langsung tersenyum karena mendengar ucapan Ririn.


"Na, luh ngapain sih pake acara diet segala jadinya kan luh pingsan, udah tahu luh punya penyakit maag masih aja diet" ucap Ririn menasehati Bina.


"Rin, luh gimana sih! Bina baru aja sadar, luh malah marahin dia" ucap Fanny.


"Gue bukan marahin, tapi gue lagi nasehatin dia" ucap Ririn.


"Na, ayo pulang" ucap Fanny.


"Maaf ya, kalian jadi harus nungguin gue" ucap Bina sambil bangun dari tempat tidur.


"Gak usah minta maaf kali" ucap Fanny.


"Luh mau gue gendong gak?" canda Fanny.


"Luh pikir gue sakit parah gitu sampai harus digendong" ucap Bina.


"Kan siapa tahu luh masih pusing" ucap Fanny.


"Yaudah ayo pulang! ngobrol mulu luh berdua" ucap Ririn.


Lalu mereka bertiga pun segera pergi menuju parkiran, setelah sampai mereka pun langsung masuk kedalam mobil milik Fanny.


Lalu Fanny pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Bina terlebih dahulu.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka pun tiba di rumah Bina.


"Guys, makasih ya" ucap Bina.


"Makasih selalu ada buat gue" sambung Bina sambil menahan tangisnya.


"Iya" ucap Ririn dan Fanny dengan mata berkaca-kaca.


"Luh jangan sedih mulu ya, Na! luh harus jadi cewek yang kuat contohnya kayak gue" ucap Fanny.


"Kuat dari mana, orang cengeng gitu" sahut Ririn.


"Mana ada gue cengeng" ucap Fanny.


"Oh iya, luh itu beneran ketua karate gak sih?" tanya Ririn.


"Ya iyalah" ucap Fanny.


"Kok gue gak yakin sih" kata Ririn.


"Apa mau gue tonjok dulu biar luh percaya" ujar Fanny.


"Ampun bos!" ucap Ririn.


"Ngeri juga gue kalau luh beneran ketuanya" ucap Ririn lagi.


"Guys gue masuk kedalam ya" ucap Bina.


"Oh iya, Na" ucap Fanny.


Lalu Bina pun segera turun dari mobil Fanny.


"Na, kita pulang dulu ya" teriak Fanny dan Ririn.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Fanny pun segera melajukan mobilnya.


Setelah mereka berdua pergi, Bina pun segera masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


Lalu Bina pun langsung pergi menuju kamarnya untuk mandi, setelah mandi ia pun segera berganti baju. Lalu setelah itu Bina pun segera tidur karena ia merasa lelah.


__ADS_2