Prince Of School

Prince Of School
Episode 85


__ADS_3

Lalu rintik hujan pun mulai jatuh ke tanah, hingga membuat Arka menghentikan perjalanannya.


"Na, ayo neduh dulu" ucap Arka.


Lalu mereka berdua pun segera turun dari motor dan langsung meneduh di luar gubuk yang tidak ditempati oleh orang. Dan mereka berdua pun langsung duduk agar kaki mereka tidak pegal.


"Ka, sekarang jam berapa?" tanya Bina.


"Jam 18.00 wib" jawab Arka.


"Gimana dong, masih jauh pulangnya" ucap Bina.


"Nanti juga reda kok hujan nya" ucap Arka.


Duarrr


Petir pun berbunyi sangat keras sehingga membuat Bina dan Arka terkejut.


"Ka, aku takut" ucap Bina.


"Gak usah takut, kan ada aku" ucap Arka sambil merangkul Bina.


Lalu Arka pun membuka jaketnya dan segera memakaikannya pada tubuh Bina agar Bina tidak kedinginan.


"Pake aja sama kamu, nanti kamu kedinginan" ucap Bina sambil berniat memberikan jaketnya ke Arka lagi namun dicegah oleh Arka.


"Udah pake aja sama kamu" ucap Arka.


"Ka, gimana kalau hujan nya gak berhenti?" tanya Bina.


"Ya kita nginep aja disini" ucap Arka.


"Gak mau, nanti kamu macem-macem sama aku" ucap Bina.


"Macem-macem kayak gimana maksudnya?" tanya Arka sambil menyeringai.


"Ih Arka jangan gitu!" ucap Bina karena takut melihat ekspresi wajah Arka.


"Lagian kamu main nuduh aku sih, giliran aku kerjain malah takut" ucap Arka.


"Ini rumah beneran kosong?" tanya Bina memastikan.


"Iya lah, kan ini dideket hutan" ucap Arka.


"Siapa tahu kan ada orangnya" ucap Bina.


"Coba aja kamu lihat kedalam" ucap Arka.


"Enggak mau, takut" ucap Bina.


"Kayaknya ada penunggunya deh" ucap Arka.


"Arka!!" teriak Bina sambil memukul Arka.


"Kalau dihutan jangan ngomong kayak gitu, nanti beneran ada" ucap Bina.


"Ya maaf" ucap Arka.


"Kamu ngantuk ya, Ka?" tanya Bina karena melihat Arka yang sedang menguap.


"Iya" ucap Arka.


"Yaudah tidur aja dulu, nanti aku bangunin kalau hujan nya udah reda. Takutnya kalau kamu ngantuk nanti waktu nyetir motornya kamu malah nabrak" ucap Bina.


"Yaudah aku tidur bentar ya" ucap Arka.


"Iya" kata Bina.


Arka pun langsung menyenderkan kepalanya pada pundak Bina, dan ia pun segera tidur.


15 menit kemudian.


"Ka, bangun" panggil Bina sambil menepuk pelan pipi Arka.

__ADS_1


"Kok kamu panas banget, Ka" ucap Bina sambil memegang kening Arka.


Arka pun langsung terbangun dari tidurnya.


"Ayo pulang" ajak Arka.


"Ka, kamu sakit?" tanya Bina.


"Enggak" ucap Arka.


"Tapi kok kening kamu panas sih" ucap Bina.


"Tangan kamu kali yang dingin, jadi pas megang kening aku jadinya panas" ucap Arka.


"Emang iya?" heran Bina.


"Iya" ucap Arka meyakinkan.


"Yaudah ayo pulang" ucap Arka.


Akhirnya mereka berdua pun segera menaiki motor, kemudian Arka pun segera melajukan motornya.


"Na" panggil Arka.


"Kenapa?" tanya Bina.


"Peluk dong! aku kedinginan" ucap Arka.


Akhirnya Bina pun segera memeluk pinggang Arka.


Skip


Akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah Bina.


"Ka, masuk dulu yuk!" ajak Bina.


"Aku mau langsung pulang aja" ucap Arka.


Lalu mereka berdua pun segera masuk kedalam rumah Bina.


"Eh, Arka" ucap papah yang sedang menonton televisi.


Arka pun segera bersalaman dengan papahnya Bina.


"Kalian berdua habis dari mana?" tanya papah.


"Habis jalan-jalan om" ucap Arka.


"Arka, ayo ikut aku" ajak Bina.


Arka pun segera mengikuti Bina menuju kamarnya kak Daniel.


"Mau ngapain, Na?" tanya Arka.


Bina pun segera membuka kamar kak Daniel.


"Anjir kaget gue!" ucap kak Daniel.


"Luh mau ngapain?" tanya kak Daniel.


"Pinjem baju" ucap Bina.


"Ngapain pinjem baju gue" ucap kak Daniel.


"Pinjem buat Arka, kasihan dia kedinginan" ucap Bina.


"Yaudah tuh ambil aja di lemari" ucap kak Daniel.


Bina pun segera mengambil sweater dan celana panjang milik kakaknya. Lalu ia pun segera memberikannya kepada Arka.


"Kak, pinjem ya" ucap Arka kepada kak Daniel.


"Iya" ucap kak Daniel.

__ADS_1


"Ganti dulu sana" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka sambil pergi ke kamar mandi yang berada dikamar kak Daniel.


"Kalian berdua habis jalan-jalan kemana?" tanya kak Daniel.


"Kita habis dari Bukit Senyum" ucap Bina.


"Gila, jauh amat! pantes aja luh pulang malem" ucap kak Daniel.


"Tadi soalnya kita neduh dulu, soalnya hujan nya besar banget. Makanya pulangnya jam segini" jelas Bina.


"Luh nangis gara-gara Arka ya?" tanya kak Daniel.


"Enggak" ucap Bina berbohong.


"Serius?" tanya kak Daniel memastikan.


"Iya, bukan karena Arka kok" bohong Bina agar kak Daniel tidak marah kepada Arka.


"Tapi Arka bilang katanya dia kesini karena mau minta maaf sama luh" ucap kak Daniel.


"Iya, emang dia kesini mau minta maaf sama Bina soal Julian, tapi Bina nangis bukan karena Arka kok" ucap Bina sedikit berbohong.


"Terus karena siapa?" tanya kak Daniel.


"Bina itu nangis gara-gara ngedengerin curhatan Ririn sama Fanny waktu dipantai" ucap Bina berbohong.


"Oh gitu, padahal tadi gue marahin Arka loh waktu dia kesini" ucap kak Daniel.


"Kakak marahin Arka?" tanya Bina memastikan.


"Iya, soalnya gue kira luh nangis karena Arka" ucap kak Daniel.


"Iya, emang gue yang bikin Bina nangis" ucap Arka yang baru selesai berganti baju dan celana.


Bina pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Arka.


"Jadi ini mana yang bener?" tanya kak Daniel.


"Ka, lebih baik kamu pulang deh! nanti kemaleman" ucap Bina sambil menarik tangan Arka keluar.


"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Arka.


"Iya" kata Bina.


"Hati-hati ya" kata Bina lagi.


"Iya" ucap Arka.


Lalu Arka pun segera menaiki motornya dan langsung melajukan motornya itu.


Kemudian Bina pun segera masuk kedalam rumahnya. Dan ia pun segera pergi menuju kamarnya untuk mandi dan berganti baju.


Setelah itu ia pun segera memainkan ponselnya, lalu Bina pun mem-video call Ririn dan Fanny.


"Kenapa, Na? tumben luh video call gue" ucap Fanny.


"Soalnya gue lagi gabut nih, Fan" ucap Bina.


"Hallo guys!" ucap Ririn yang baru bergabung di video call.


"Na, luh ngapain video call kita? apa luh masih sedih ya soal Arka?" tanya Ririn memastikan.


"Enggak kok! gue udah baikan sama dia. Tadi dia ke rumah gue, terus dia minta maaf sama gue" ucap Bina.


"Luh gampang luluh banget sih, Na! masa cuma gara-gara Arka minta maaf, luh nya jadi langsung maafin dia sih" ucap Fanny greget.


"Ya habisnya gimana lagi, gue udah terlanjur sayang sama dia" ucap Bina.


"Na, katanya luh berantem sama Arka gara-gara kejadian dilapangan basket ya?" tanya Ririn.


"Iya, tapi sebenarnya itu salah gue sih" ucap Bina.

__ADS_1


__ADS_2