Prince Of School

Prince Of School
Episode 188


__ADS_3

Keesokan harinya.


"Rin, bangun!" ucap Bina.


"Gue masih ngantuk, Na" ucap Ririn.


"Cepet bangun! gue udah buatin makanan buat luh" ucap Bina.


"Lima menit lagi gue bangun" ucap Ririn.


"Ya udah deh terserah luh aja" ucap Bina.


Lalu Bina segera membersihkan kamarnya.


Setelah selesai membersihkan kamarnya, Bina segera pergi ke ruang tamu.


"Ririn belum bangun, dek?" tanya kak Daniel.


"Belum, kak" ucap Bina.


"Selamat pagi semuanya" ucap Ririn.


"Udah siang kali" ucap Bina.


"Hah? serius?" ucap Ririn.


"Lihat tuh" tunjuk Bina pada jam dinding.


"Rin, makan dulu sana" ucap kak Daniel.


"Gak apa-apa numpang makan?" tanya Ririn.


"Ya gak apa-apa lah, kan biasanya juga luh suka makan disini" ucap kak Daniel.


"Rin, nasi gorengnya ada di meja makan" ucap Bina.


"Oh iya" ucap Ririn.


Lalu Ririn segera pergi untuk mengambil nasi goreng dan air mineral. Setelah mengambil nasi goreng dan air mineral, ia segera pergi menuju ruang tamu.


Kemudian Ririn segera duduk, lalu ia langsung memakan nasi goreng tersebut.


"Kak Daniel" panggil Ririn.


"Apa" ucap kak Daniel.


"Nanti kado yang kak Daniel titipin aja ke Ririn, soalnya kan nanti Bina nya mau jalan-jalan sama Arka" ucap Ririn.


"Oh ya udah" ucap kak Daniel.


Ting


Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Arka.


Arka :


Jangan lupa ya sore


Lalu Bina segera membalas pesan dari Arka.


^^^Bina :^^^


^^^Iya^^^


Arka :


Kamu gak mau ngomongin sesuatu gitu ke aku?


^^^Bina :^^^


^^^Enggak^^^


"Pesan dari Arka bukan?" tanya Ririn.


"Iya" ucap Bina.


"Awas loh jangan ngucapin selamat ulang tahun dulu" ucap Ririn.


"Iya gak bakal" ucap Bina.


Setelah selesai makan, Ririn segera pergi mencuci piring dan gelas yang telah ia gunakan. Kemudian setelah itu, ia kembali lagi ke ruang tamu.


"Na, kado luh mana? soalnya gue mau pulang nih" ucap Ririn.


"Bentar, gue ambil dulu" ucap Bina.


"Na, sekalian ambilin tas gue ya" ucap Ririn.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Bina segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil kado dan tas milik Ririn.

__ADS_1


"Kak Daniel kadonya mana?" tanya Ririn.


"Bentar, gue ambil dulu" ucap kak Daniel.


Lalu kak Daniel segera pergi menuju kamarnya.


Setelah mengambil kado, Bina dan Daniel segera menghampiri Ririn.


"Nih" ucap Bina.


"Siniin dek kadonya" suruh kak Daniel.


Lalu Bina segera memberika kado tersebut kepada kakaknya.


Kemudian kak Daniel segera memasukan kado tersebut kedalam kantong kresek.


"Nih, Rin" ucap kak Daniel sambil memberikan kantong kresek yang berisi kadonya dan juga kado Bina.


"Ya uda kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Ririn.


"Iya" ucap Bina.


"Kak, Ririn pulang dulu" ucap Ririn.


"Iya" ucap kak Daniel.


"Rin, nih tas luh" ucap Bina sambil memberikan tas milik Ririn.


"Oh iya, gue lupa" ucap Ririn sambil mengambil tas miliknya.


Lalu Ririn segera pergi.


...****...


Skip


Sore hari


"Dek, ada Arka tuh di ruang tamu" ucap kak Daniel.


Lalu Bina segera pergi menuju ruang tamu untuk menemui Arka.


"Ayo, Ka" ucap Bina.


Lalu mereka segera pergi keluar dan mereka berdua langsung masuk kedalam mobil.


"Mau kemana?" tanya Bina.


Bina langsung terdiam karena mendengar ucapan Arka.


Kemudian Bina teringat bahwa waktu itu Bina pernah bilang bahwa dia mau ke makam mamah nya Arka.


"Kamu gak masalah kan kalau kita kesana?" tanya Arka memastikan.


"Enggak kok, lagian waktu itu aku pernah bilang mau kesana bareng kamu" ucap Bina.


"Na" panggil Arka.


"Apa?" tanya Bina.


"Kemarin kamu jalan bareng sama anak SMA Doa Bangsa itu ya?" tanya Arka.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Bina.


"Tahu dari Bella" ucap Arka.


"Kamu jadian ya sama dia?" tanya Arka.


"Enggak kok" ucap Bina.


"Kalau jadian bilang aja" ucap Arka.


"Enggak, Ka! dia kemarin cuma nganter aku doang" ucap Bina.


"Kenapa gak bareng kak Daniel?" tanya Arka.


"Soalnya kak Daniel kan baru pulang, masa iya aku harus nyuruh kak Daniel anter aku" ucap Bina.


"Kata Bella katanya kamu beli sepatu cowok ya?" tanya Arka memastikan.


Bina langsung terdiam.


"Sepatu buat siapa?" tanya Arka.


"Buat kak Daniel" bohong Bina.


"Oh gitu" ucap Arka.


Satu jam kemudian, akhirnya mereka berdua sampai di tempat pemakaman.


Lalu mereka berdua segera turun dari mobil.

__ADS_1


"Ya udah ayo" ucap Arka.


Kemudian Bina segera mengikuti Arka.


Setelah sampai di makam mamah nya, Arka langsung duduk sambil melihat kearah makam mamah nya. Lalu Bina juga langsung duduk disebelah Arka.


Kemudian Arka langsung meletakan buket bunga di atas makam mamahnya. Lalu mereka berdua langsung berdoa di dalam hati untuk mamahnya Arka.


"Mah, kenalin dia namanya Bina. Dia cewek yang Arka sayang setelah mamah" ucap Arka sambil menatap makam mamahnya.


Tanpa sadar, Bina langsung meneteskan air matanya.


"Oh iya, mah! hari ini Arka ulang tahun. Dan Arka seneng banget karena di ulang tahun Arka kali ini, Arka bisa mempertemukan mamah sama Bina" ucap Arka sambil tersenyum.


"Hiks...hiks" tangis Bina.


Sontak Arka langsung melihat kearah Bina.


"Kenapa nangis, Na?" tanya Arka.


Bukannya berhenti menangis, Bina malah semakin menangis karena di tanya oleh Arka.


Kemudian Arka langsung memeluk Bina.


"Jangan nangis" ucap Arka.


"Kok jadi nangis sih, harusnya kan aku yang nangis bukan kamu" ucap Arka sambil melepaskan pelukannya.


"Gak boleh nangis kalau di kuburan. Nanti kalau nangis bakal ada yang ngikutin nangis juga loh" ucap Arka berbohong.


Lalu Bina langsung mengusap air matanya.


"Ya udah ayo pulang" ucap Arka.


Lalu mereka berdua langsung pergi menghampiri mobil Arka. Setelah itu, mereka berdua segera masuk kedalam mobil. Kemudian Arka segera melajukan mobilnya.


(Di perjalanan)


"Kamu gak mau ngucapin selamat ulang tahun gitu ke aku?" tanya Arka.


"Selamat ulang tahun" ucap Bina.


"Makasih" ucap Arka.


"Ka, jangan dulu pulang" ucap Bina.


"Kenapa jangan dulu pulang?" tanya Arka.


"Aku mau jalan-jalan" ucap Bina.


Lalu Arka langsung tersenyum setelah mendengar ucapan Bina.


"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Arka.


"Hmm...kemana aja deh terserah kamu" ucap Bina.


"Ke hati aku mau gak?" tanya Arka.


"Enggak mau" ucap Bina.


Lalu Arka langsung tertawa kecil karena mendengar ucapan Bina.


"Na, aku boleh pacaran sama cewek lain gak?" canda Arka.


"Terserah" ucap Bina tanpa melihat kearah Arka.


"Oh iya, saudara aku yang kemarin makan di rumah makan kak Fauzi pingin ngenalin temennya ke aku" ucap Arka.


"Iya, terus kenapa?" tanya Bina.


"Gak apa-apa kan kalau aku kenalan sama temennya saudara aku?" tanya Arka.


"Ya gak apa-apa, lagian kamu ngapain nanya ke aku soal yang ginian? kan aku udah bukan siapa-siapa kamu lagi" ucap Bina.


"Kan aku harus bilang dulu ke kamu, takutnya kamu cemburu kalau aku deket sama cewek lain" ucap Arka.


"Siapa juga yang cemburu" ucap Bina.


"Ya siapa tahu kan kamu cemburu" ucap Arka.


"Kamu beneran udah move on ya sama aku?" tanya Arka.


"Udah" bohong Bina.


"Beneran udah move on?" tanya Arka memastikan.


"Iya udah" bohong Bina lagi.


"Ajarin caranya move on dong" canda Arka.


"Cari aja di google, banyak kok tips buat move on" ucap Bina.

__ADS_1


__ADS_2