
Setelah membeli roti dan susu coklat, Ririn pun segera pergi mencari Bina.
Lalu Ririn pun segera masuk ke ruang BK.
"Siang, Bu" ucap Ririn.
"Iya, ada apa?" tanya guru BK.
"Tadi Bina sama Rino dihukum ya, Bu?" tanya Ririn basa-basi.
"Iya, emang kenapa?" tanya guru BK.
"Sekarang mereka dimana, Bu?" tanya Ririn.
"Di aula atas" ucap guru BK.
"Ya udah kalau gitu saya pamit dulu ya, Bu" ucap Ririn.
"Iya" ucap guru BK.
Lalu Ririn pun segera pergi menuju aula atas.
Setelah sampai di aula atas, Ririn pun langsung menghampiri Bina yang sedang yang mengepel lantai.
"Na, ini buat luh?" ucap Ririn sambil memberikan roti dan susu coklat kepada Bina.
"Ini bukan dari Arka kan?" tanya Bina.
"Bukan kok, ini dari gue. Gue khawatir luh pingsan kan luh belum makan dari pagi, makanya gue beliin ini" bohong Ririn.
"Oh gitu, makasih ya" ucap Bina sambil mengambil roti dan susu coklat tersebut.
"Iya sama-sama" ucap Ririn.
"Ya udah kalau gitu, gue ke kantin dulu ya soalnya gue belum jajan" ucap Ririn.
"Oh ya udah" ucap Bina.
Lalu Ririn pun segera pergi.
"Na" ucap Rino.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Luh belum makan?" tanya Rino.
"Belum" ucap Bina.
"Ya udah luh makan dulu aja, biar gue aja yang ngepel" ucap Rino.
"Tapi kan luh harus ngebersihin kaca" ucap Bina.
"Gak apa-apa, biar gue aja" ucap Rino sambil mengambil alat pel di tangan Bina.
"Makasih ya, No" ucap Bina.
"Iya" ucap Rino.
"Ya udah cepet makan dulu" ucap Rino.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera menyantap makanan dan minuman tersebut. Sedangkan Rino, ia langsung mengepel lantai aula.
****
"Arka sekolah gak?" tanya Ardan.
"Sekolah kok" ucap Robi.
"Kenapa gak ke kantin?" tanya Ardan.
"Gue juga gak tahu" ucap Robi.
"Si Arka waktu itu kenapa gak ke makam orang tuanya Bina?" tanya Raihan.
"Dia ke makam kok, tapi waktu orang-orang udah pulang" jelas Ardan.
"Luh tahu dari mana?" tanya Raihan.
__ADS_1
"Kan gue yang nemenin dia" ucap Ardan.
"Oh gitu" ucap Raihan.
"Guys, gue mau samperin Arka dulu ya" ucap Ardan.
"Gue ikut" ucap Kevin.
"Jangan! Lebih baik luh semua disini aja" kata Ardan.
Lalu Ardan pun segera pergi menuju kelas XI MIPA 3.
Setelah sampai, Ardan pun segera masuk ke dalam kelas 11 MIPA 3.
Lalu ia pun segera menghampiri Arka.
"Ka" panggil Ardan.
Lalu Arka pun segera melihat kearah Ardan.
"Luh kenapa?" tanya Ardan karena melihat Arka meneteskan air matanya.
"Itu surat dari siapa?" tanya Ardan.
"Dari Bina" lirih Arka.
"Coba gue lihat" ucap Ardan sambil mengambil surat tersebut.
Lalu Ardan pun segera membaca surat itu.
To : Arka Aditya Pratama
From : Bina Adara Agatha
Arka, makasih ya atas semuanya. Makasih karena selalu bikin aku bahagia. Maaf kalau selama ini aku suka buat kamu kesel, marah dan suka nyusahin kamu.
Dan aku pikir sebaiknya mulai saat ini kita gak melanjutkan hubungan kita lagi. Aku gak mau melanjutkan hubungan ini bukan karena kecelakaan itu, tapi karena saat ini aku pingin sendiri. Tapi aku harap kita masih bisa berteman walaupun udah gak ada hubungan apa-apa.
Dan juga, aku gak nyalahin papah kamu kok atas kejadian itu, karena aku tahu bahwa itu udah takdir dari Tuhan.
Lalu Ardan pun segera mengembalikan surat tersebut kepada Arka.
"Bina ngasih surat ini langsung ke luh?" tanya Ardan.
****
Setelah selesai, Bina pun segera pergi menuju kelasnya.
Saat mau ke kelasnya, Bina pun berpapasan dengan Arka dan Ardan yang baru saja keluar dari kelas.
"Na" panggil Arka.
Bina pun langsung tersenyum kearah Arka, lalu ia pun segera pergi menuju kelasnya.
Setelah sampai, Bina pun segera masuk dan ia pun langsung duduk sambil menenggelamkan kepalanya diatas meja.
Lalu Bina pun menangis tanpa mengeluarkan suaranya.
****
Lalu Arka pun langsung duduk didepan kelasnya. Kemudian Ardan pun segera duduk disampingnya.
Arka pun menggigit bibir bawahnya agar ia tidak menangis. Sedangkan Ardan hanya bisa diam, karena ia tahu bahwa Arka sangat sedih.
Krining...krining
(Suara bel masuk)
"Ka, gue masuk ke kelas dulu ya" ucap Ardan.
Arka pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ardan.
Lalu Ardan pun segera menuju kelasnya.
Setelah sampai, Ardan pun segera masuk kedalam kelasnya. Lalu ia melihat Bina yang sedang duduk sambil menenggelamkan kepalanya diatas meja.
Kemudian Ardan pun segera menghampiri Bina.
"Na" panggil Ardan sambil menepuk pundak Bina.
__ADS_1
Lalu Bina pun segera mengusap air matanya dan ia pun langsung melihat kearah Ardan.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Gak kenapa-napa, gue cuma mau bangunin luh aja soalnya udah bel" ucap Ardan padahal ia tahu bahwa Bina sedang menangis.
"Ya udah, gua ke tempat duduk gue dulu ya" ucap Ardan.
"Iya, makasih udah dibangunin" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Ardan.
Lalu Ardan pun segera duduk dikursinya.
Kemudian murid yang lain pun segera masuk kedalam kelas.
"Na, ini buat luh" ucap Fanny sambil memberikan 5 coklat kepada Bina.
"Makasih" ucap Bina sambil mengambil coklat tersebut.
"Loh, kok Bina dikasih 5 sih? gak adil banget luh" keluh Ririn.
"Emang luh dikasih berapa sama Fanny?" tanya Bina.
"Dikasih 3" ucap Ririn.
"Ya udah nih, jadi sama-sama dikasih 4" ucap Bina sambil memberikan 1 coklat.
"Eh gak usah deh, lagian kalau kebanyakan makan coklat nanti bisa gendut" ucap Ririn.
****
Kelas XI MIPA 3
"Permisi, pak" ucap Ardi.
"Iya, kenapa?" tanya pak Dedi.
"Saya disuruh pak Vito buat manggil Arka, Kevin sama Raihan" ucap Ardi.
"Oh mau latihan ya?" tanya pak Dedi.
"Iya, pak" ucap Ardi.
"Ya udah Arka, Raihan, Kevin silahkan latihan" ucap pak Dedi.
Lalu Arka, Raihan, Kevin dan Ardi pun segera keluar dari kelas.
"Luh semua ke lapang duluan aja, nanti biar gue yang panggil Ardan" ucap Arka.
"Oh ya udah" ucap mereka bertiga.
Lalu mereka bertiga pun segera pergi menuju lapangan. Sedangkan Arka, ia segera menuju ke kelas Ardan.
Setelah sampai, Arka pun segera masuk kedalam kelas.
"Permisi, pak" ucap Arka sambil mencuri pandang ke Bina.
"Iya kenapa, Arka?" tanya pak Budi.
"Saya disuruh pak Vito buat manggil Bina" ucap Arka.
"Bina?" tanya pak Budi memastikan.
"Eh maksud saya Ardan" ucap Arka.
"Oh silahkan" ucap pak Budi.
Lalu Ardan pun segera menghampiri Arka.
"Ya sudah, pak. Saya sama Ardan pergi dulu ya" ucap Arka.
"Iya" ucap pak Budi.
Lalu Arka dan Ardan pun segera pergi menuju lapangan.
Fanny pun segera melihat kearah belakangnya.
"Si Arka lihatin luh mulu, jadi dia salah ngomong" ucap Fanny sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Fanny, jangan ngobrol terus!" ucap pak Budi.
"Maaf, pak" ucap Fanny sambil melihat kearah pak Budi.