Prince Of School

Prince Of School
Episode 161


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit, Arka pun segera menuju ruangan papah nya.


Setelah sampai, Arka pun segera masuk kedalam ruangan tersebut.


"Papah" ucap Arka sambil tersenyum.


Papah Arka pun hanya tersenyum karena melihat Arka.


"Arka, gimana kabar kamu?" tanya papah lemas.


"Arka baik kok, pah" ucap Arka sambil menahan tangisnya.


"Papah jangan khawatir sama Arka, lagian dia udah gede jadi papah gak usah khawatir sama dia" ucap kak Putra.


"Kondisi orang yang tabrakan sama papah gimana?" tanya papah Arka.


Arka dan kak Putra pun langsung terdiam.


"Mereka baik-baik aja kan?" tanya papah.


"Mereka udah meninggal, pah" ucap kak Putra.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" ucap papah.


"Pah, Arka keluar dulu ya" ucap Arka.


Lalu Arka pun segera keluar dari ruangan papahnya.


...****...


* Cafe


"Rin, pulang nya mau bareng gak?" tanya Ardan.


Lalu Ririn pun langsung melihat kearah Bina dan Fanny.


"Silahkan aja kalau mau pulang bareng Ardan" ucap Fanny.


"Beneran gak apa-apa?" tanya Ririn.


"Iya beneran" ucap Fanny.


"Na, gak apa-apa kan?" tanya Ririn.


"Iya gak apa-apa" ucap Ririn.


"Fan, anterin Bina sampai rumah ya" ucap Ririn.


"Iya siap" ucap Fanny.


"Ya udah kita pergi dulu ya" ucap Ririn sambil menaiki motor Ardan.


"Iya" ucap Bina dan Fanny.


Lalu Ririn dan Ardan pun segera pergi.


"Na, ayo" ucap Fanny.


Lalu Bina pun segera masuk kedalam mobil milik Fanny.


Kemudian Fanny pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Bina.


...****...


"Tadi Arka kenapa pulang duluan?" tanya Ririn.


"Aku juga gak tahu, tapi yang pasti dia tadi teleponan sama kakaknya" ucap Ardan.


"Apa jangan-jangan dia ke rumah sakit ya?" ucap Ririn.


"Bisa jadi sih" ucap Ardan.


"Dan, gimana kalau kita ke rumah sakit dulu" ucap Ririn.


"Ya udah ayo" ucap Ardan.


Lalu Ardan pun segera melajukan motornya menuju rumah sakit.


Setelah sampai, Ardan dan Ririn pun segera turun dari motor.


"Dan, kamu tahu gak ruangannya?" tanya Ririn.

__ADS_1


"Tahu" ucap Ardan.


Lalu mereka berdua pun segera menuju ruangan papahnya Arka.


Saat sampai di ruangan tersebut, Ardan dan Ririn pun melihat Arka yang sedang duduk diluar ruangan tersebut.


Lalu mereka berdua pun segera menghampiri Arka.


"Luh berdua ngapain disini?" tanya Arka.


"Kita cuma mau mastiin luh ada disini atau enggak" ucap Ardan.


"Ka, kondisi papah luh gimana sekarang?". tanya Ririn.


"Alhamdulillah papah gue udah siuman" ucap Arka.


"Alhamdulillah syukur deh kalau gitu" ucap Ririn.


"Oh iya, Bina pulang sama siapa?" tanya Arka.


"Sama Fanny" ucap Ririn.


"Oh syukur deh kalau sama Fanny" ucap Arka.


"Ka" ucap Ririn.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Tadi waktu di sekolah banyak banget yang ngegosipin Bina" ucap Ririn.


"Iya, gue juga tahu" ucap Arka.


"Terus luh diem aja gitu kalau Bina digosipin kayak gitu?" tanya Ririn.


"Gue tadi udah negur orang-orang yang ngegosipin Bina kok" ucap Arka.


"Oh iya, tadi juga Bella nuduh Bina selingkuh dari luh" ucap Ririn.


"Iya, gue juga udah tahu" ucap Arka.


"Ka, sebenernya Bella tuh masih suka sama luh. Bahkan Bina sendiri yang lihat kalau di dompet Bella masih ada foto Bella sama luh" jelas Ririn.


"Iya, waktu itu Bina lihat di dompet Bella ada foto Bella sama luh" ucap Ririn.


"Dari pada bahas Bella, lebih baik kita masuk ke dalam yuk" ucap Ardan.


Lalu Arka, Ardan dan Ririn pun segera masuk kedalam untuk menemui papahnya Arka.


...****...


Setelah sampai di rumah, Bina pun segera turun dari mobil.


"Makasih ya, Fan" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap Fanny.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Fanny.


"Iya" ucap Bina.


"Hati-hati ya bawa mobilnya" ucap Bina.


"Iya" ucap Fanny.


Lalu setelah itu, Fanny pun segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Setelah Fanny pergi, Bina pun segera masuk kedalam.


"Dek" panggil kak Daniel.


"Iya kenapa, kak?" tanya Bina.


"Tadi kakak beliin sate buat kamu. Nanti kamu makan ya" ucap kak Daniel.


"Iya, kak" ucap Bina.


"Jangan lupa pake nasi" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Bina.


"Ya udah kalau gitu Bina ke kamar dulu ya, kak" ucap Bina.

__ADS_1


"Iya" ucap kak Daniel.


Lalu Bina pun segera pergi menuju kamarnya. Lalu ia pun segera menaruh tas, setelah itu ia pun segera mengambil baju dan celana yang berada di lemari. Kemudian ia pun segera pergi menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Bina pun segera pergi menuju ruang makan. Lalu ia pun segera makan.


Setelah makan, Bina pun langsung mencuci piring dan gelas yang telah ia gunakan.


Sesudah mencuci piring dan gelas, kemudian ia pun segera pergi menuju ruang tamu.


Lalu Bina pun segera duduk disamping kak Daniel.


"Kak" panggil Bina.


"Kenapa?" tanya kak Daniel.


"Belajar motor lagi yuk" ucap Bina.


"Gue lagi capek, dek! kan luh tahu sendiri kalau gue tadi habis beres-beres cafe" ucap kak Daniel.


"Oh ya udah deh" ucap Bina.


"Gimana kalau luh belajar sama Julian aja" saran kak Daniel.


"Julian?" ucap Bina.


"Iya" ucap kak Daniel.


"Dia pasti mau kok ajarin luh motor" ucap kak Daniel.


"Enggak mau ah! nanti ngerepotin dia" ucap Bina.


"Gue telepon aja ya Julian nya" ucap kak Daniel.


"Gak usah, kak" ucap Bina.


Lalu kak Daniel pun segera menelepon Julian.


"Hallo, Jul" ucap kak Daniel.


"Iya kenapa, kak?" tanya Julian.


"Luh lagi sibuk gak?" tanya kak Daniel.


"Enggak kok, kak. Emangnya kenapa kak?" tanya Julian.


"Luh mau gak ajarin Bina belajar motor?" tanya kak Daniel.


"Bina mau belajar motor?" tanya Julian memastikan.


"Iya" ucap kak Daniel.


"Oh ya udah kalau gitu Julian sekarang ke rumah kakak ya" ucap kak Daniel.


"Oke" ucap kak Daniel.


"Maaf ya ngerepotin luh" ucap kak Daniel.


"Enggak kok, lagian cuma belajar motor ini" ucap Julian.


"Ya udah gue tutup ya teleponnya" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Julian.


Lalu kak Daniel pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Katanya Julian mau ngajarin kamu" ucap kak Daniel.


"Ih kakak! bikin orang repot aja" ucap Bina.


"Dia bilang gak repot kok" ucap kak Daniel.


"Oh iya, bentar! kakak mau ambil kunci motor dulu" ucap kak Daniel.


Lalu kak Daniel pun segera pergi menuju kamarnya untuk menyimpan kunci motor.


Setelah itu ia pun segera kembali menghampiri Bina untuk memberikan kunci motornya.


"Ini" ucap kak Daniel sambil memberikan kunci motornya kepada Bina.


Lalu Bina pun segera mengambil kunci motor tersebut.

__ADS_1


__ADS_2