
* Taman
Setelah sampai, Arka dan Bina segera turun dari mobil.
"Aku kira tamannya bakal sepi" ujar Bina.
"Enggak kok, tamannya suka rame kalau sore" ucap Arka.
"Duduk disana yuk!" tunjuk Bina.
"Ayo" ucap Arka.
Mereka berdua segera duduk di kursi taman.
"Ka, lihat deh muka kimchi" ucap Bina.
Arka langsung melihat kearah kucing.
"Emang kenapa mukanya?" tanya Arka.
"Mukanya ganteng banget" ucap Bina.
"Perasaan muka kucing sama aja deh" ucap Arka.
"Enggak, ini beda. Kimchi lebih ganteng dibanding kucing-kucing jantan yang lain" ucap Bina.
"Iya deh terserah kamu aja" pasrah Arka.
"Tapi muka kimchi mirip kamu loh" ucap Bina.
"Enak aja! masa muka aku disamain kayak kucing" ucap Arka.
"Emang mirip matanya" ucap Bina.
"Beda" ucap Arka.
"Mirip kok" ucap Bina.
"Beda, sayang" ucap Arka.
"Ka, lihat!" ucap Bina sambil memperlihatkan dirinya yang sedang mencium kucing.
"Jangan dicium mulu! nanti bulunya masuk ke mulut" ucap Arka.
"Gak apa-apa" ucap Bina.
"Gak apa-apa matamu" ucap Arka.
"Sini...sini" ucap Arka sambil memegang dagu Bina.
"Tuh kan! ada bulu kucing dibibir kamu" ucap Arka sambil mengambil bulu tersebut.
"Itu di celana kamu juga ada" ucap Bina sambil membersihkan bulu di celana Arka.
"Na" ucap Arka.
"Apa sayanggg" ucap Bina.
"Kamu bahagia gak pacaran sama aku?" tanya Arka.
"Bahagianya banget" ucap Bina sambil tersenyum.
"Syukur deh, aku takutnya kamu cuma pura-pura bahagia" ucap Arka.
"Ya enggak lah, ngapain juga aku pura-pura bahagia" ucap Bina.
Tiba-tiba Bina tertawa saat melihat orang yang jatuh akibat terpeleset.
"Kenapa ketawa?" tanya Arka.
"Tadi orang itu jatuh" tunjuk Bina.
"Gak boleh ngetawain orang" ucap Arka.
"Maaf, habisnya tadi lucu" ucap Bina.
"Coba bayangin kalau kamu yang jatuh terus orang-orang ngetawain kamu. Kamu bakal malu gak?" tanya Arka.
"Ya malu lah" ucap Bina.
"Makanya jangan diketawain" ucap Arka.
"Iya, maaf" ucap Bina.
"Yah" keluh Bina.
"Kenapa?" tanya Arka.
"Kimchi nya pipis" ucap Bina.
Arka langsung tertawa karena melihat celana Bina yang basah.
"Malah ketawa lagi" ucap Bina.
"Nih tolong pegang dulu kucingnya" ucap Bina.
"Gak mau" ucap Arka sambil tertawa.
"Ih Arka nyebelin" ucap Bina.
"Ya udah sini" ucap Arka sambil menggendong kucing tersebut.
"Aaa aku kayak yang ngompol" keluh Bina.
"Ya udah pulang aja yuk" ucap Arka.
"Ya udah ayo" ucap Arka.
Mereka segera berjalan menuju kearah mobil.
"Ih kakak nya ngompol" ucap anak kecil.
"Aku gak ngompol, ini pipis kucing" ucap Bina.
"Udah gede juga malah ngompol" ucap anak kecil.
"Ih rese banget, dasar bocil" ucap Bina.
Arka hanya tertawa karena Bina yang diledek anak kecil.
"Kamu malah ketawa lagi" ucap Bina.
Lalu mereka berdua segera masuk kedalam mobil.
"Ini kucingnya" ucap Arka sambil menyimpan kucing itu di paha Bina.
"Ka, ini aku gak apa-apa duduk disini?" tanya Bina.
"Gak apa-apa" ucap Arka.
"Tapi kan celana aku ada bekas pipis kucing" ucap Bina.
"Kan cuma didepan basahnya, bukan dibelakang" ujar Arka.
"Emang gak nembus sampe belakang?" tanya Bina.
"Enggak tuh" ucap Arka.
"Bandel banget sih si kimchi, malah pipis sembarangan" ucap Bina.
"Namanya juga binatang, ya wajar kalau pipis sembarangan" ucap Arka sambil menyetir mobilnya.
"Kalau kamu pernah pipis sembarangan gak?" tanya Bina.
"Pernah, tapi waktu kecil" ucap Arka.
"Pipis dimana?" tanya Bina.
"Pipis dipohon" ucap Arka.
"Pipisnya manjat dulu ke pohon?" tanya Arka.
"Ya enggak lah" ucap Arka sambil tertawa.
"Jadi aku nya berdiri sambil menghadap ke pohon, terus pipis deh" ucap Arka.
"Kenapa gak jongkok?" tanya Bina.
"Tahu ah! aku bingung jelasinnya" ucap Arka.
"Oh iya, kan aku udah dibeliin kucing sama kamu. Terus kalau kamu mau dibeliin apa sama aku?" tanya Bina.
"Aku gak mau dibeliin apa-apa" ucap Arka.
"Kok gitu, jadi gak adil dong buat kamu" ucap Bina.
"Gak apa-apa lah" ucap Arka.
"Kamu mah terlalu baik tahu gak" ucap Bina.
"Na, kalau misalnya nanti aku udah pergi ke Jakarta. Kamu jangan sedih ya" ucap Arka.
"Aku gak bakal sedih kok, cuma paling kangen aja" ucap Bina.
"Tapi kan nanti bisa telepon" ucap Arka.
"Iya sih, tapi janji ya nanti jawab telepon dari aku" ucap Bina.
"Iya, aku bakal jawab kok" ucap Arka.
"Nanti kamu harus jaga kesehatan ya pas disana" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Kamu juga ya" ucap Arka lagi.
"Iya, aku juga bakal jaga kesehatan aku kok" ucap Bina.
"Ka, kamu belajar mobil dari kapan?" tanya Bina tiba-tiba.
"Dari kelas sepuluh" ucap Arka.
"Diajarin siapa?" tanya Bina.
"Diajarin kak Putra" ucap Arka.
Skip
Sesampainya di rumah, Bina segera turun dari mobil.
"Ka, buka dulu pintunya" perintah Bina.
__ADS_1
Arka segera membuka pintu mobil dan ia langsung turun dari mobil.
"Ada apa?" tanya Arka.
"Pegangin dulu si kimchi" ucap Bina sambil memberikan kucing nya kepada Arka.
"Foto dulu, soalnya kita belum foto bertiga" ucap Bina sambil mengambil ponselnya yang berada disaku celananya.
Bina segera memotret dirinya, Arka dan kucing tersebut.
"Ganti gaya dong, Ka" suruh Bina.
Cekrek
"Lucu banget ya" ucap Bina sambil memperlihatkan foto tersebut.
"Iya lucu banget" ucap Arka.
"Nanti aku posting ya di Instagram" ucap Bina.
"Iya, boleh" ucap Arka.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Arka.
"Eh tunggu dulu!" ucap Bina.
"Kenapa?" tanya Arka.
"Katanya si kimchi pingin dipeluk kamu" ucap Bina.
"Kamu kali yang pingin dipeluk” ucap Arka.
"Iya sih sebenernya aku yang pingin dipeluk" ucap Bina.
"Ya udah sini aku peluk" ucap Arka sambil merentangkan tangannya.
Bina segera mendekatkan tubuhnya ke Arka.
Lalu Arka langsung memeluk Bina.
"Ka, udah! kasihan kucingnya kejepit" ucap Bina.
Arka segera melepaskan pelukannya.
"Ka, aku punya sesuatu buat kamu" ucap Bina.
"Apa?" tanya Arka.
"Tutup dulu mata kamu" perintah Bina.
Arka segera menuruti perintah Bina.
Chup
Sontak Arka langsung membuka matanya karena Bina mencium bibir nya sekilas.
"Itu hadiah dari aku karena kamu udah beliin aku kucing" ucap Bina sambil menunduk.
"Makasih hadiahnya" ucap Arka sambil tersenyum.
"Ya udah sana pulang" ucap Bina yang masih menunduk.
"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Arka sambil mengusap rambut Bina sekilas.
"Iya" ucap Bina.
Arka segera masuk kedalam mobil. Kemudian ia segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Setelah Arka pergi, Bina segera masuk kedalam rumahnya.
"Itu kenapa celana luh basah?" tanya kak Daniel.
"Soalnya dipipisin Kimchi" ucap Bina.
"Kimchi siapa?" tanya kak Daniel.
"Kucing Bina" ucap Bina.
"Ya udah, kak! Bina mau ke kamar dulu, soalnya mau ganti celana" ucap Bina sambil pergi.
...****...
Sesampainya di rumah, Arka segera turun dari mobilnya dan ia segera masuk kedalam rumah.
"Udah ngasih kucing nya?" tanya kak Putra.
"Udah" ucap Arka sambil duduk disebelah kakaknya.
"Terus reaksi dia gimana saat luh kasih dia kucing?" tanya kak Putra.
"Dia seneng banget, kak" ucap Arka sambil tersenyum.
"Bina beruntung banget ya kayaknya soalnya luh kelihatan banget sayang nya sama dia" ucap kak Putra.
"Bukan Bina yang beruntung dapetin Arka, tapi Arka yang beruntung karena dapetin Bina" ucap Arka.
"Luh se-sayang itu ya sama Bina?" tanya kak Putra.
Arka hanya mengangguk,
"Bedanya Bina sama cewek lain apa sih? kok luh sampe se-sayang itu sama dia" tanya kak Putra.
"Dia tuh orangnya tulus banget, kak. Dia baik banget sama orang-orang dan dia juga lembut banget hatinya sampe hal kecil aja dia tangisin" ucap Arka.
"Luh juga baik kali, Ka. Bahkan menurut gue, Bina yang beruntung karena bisa dapetin luh" ucap kak Putra.
"Oh iya, kak! Arka ke kamar dulu ya, soalnya mau ganti pakaian" ucap Arka.
"Bukannya luh udah mandi ya? kok ganti pakaian lagi" ucap kak Putra.
"Soalnya kan tadi Arka gendong kucing, jadi takut bulu nya nempel ke pakaian" ucap Arka.
Lalu Arka segera pergi menuju kamarnya.
...****...
"Kak Daniel" panggil Bina.
"Apaan?" ucap kak Daniel.
"Cowok bakal ilfil gak kalau dicium cewek duluan?" tanya Bina.
"Ya tergantung. Kalau cowoknya suka sama tuh cewek, dia gak bakal ilfil lah" ucap kak Daniel.
"Oh gitu ya" ucap Bina.
"Luh nyium Arka ya?" tanya kak Daniel.
"Enggak" bohong Bina.
"Hayo loh" ucap kak Daniel.
"Enggak, kak!" ucap Bina.
"Terus luh kenapa nanya kayak gitu?" tanya kak Daniel.
"Bina cuma nanya aja, soalnya Bina lihat di drama Korea ada cewek yang nyium cowoknya duluan. Makanya Bina pingin nanya ke kak Daniel tentang hal itu" ujar Bina.
"Alah bilang aja luh nyium Arka" ucap kak Daniel.
"Enggak!" ucap Bina.
"Bohong dosa loh" ucap kak Daniel.
Bina langsung terdiam.
"Tuh, kan! udah gue duga" ucap kak Daniel.
"Tapi Bina baru pertama kali kok nyium Arka duluan" ucap Bina terus terang.
"Berarti kalau gitu Arka dong yang sering nyium luh duluan" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina keceplosan.
"Beneran sering?" tanya kak Daniel sedikit terkejut.
"Eh enggak!" sangkal Bina.
"Hayo loh! seberapa sering luh ciuman?" tanya kak Daniel.
"Enggak sering kok, kak" ucap Bina.
"Lagian ciumannya cuma dipipi doang kok" bohong Bina.
"Kalau dipipi tuh namanya kecupan, bukan ciuman" ucap kak Daniel.
"Iya kecupan maksudnya" ucap Bina.
"Udah ah jangan bahas itu" ucap Bina lagi.
Kak Daniel menatap wajah Bina.
"Kenapa lihatin Bina kayak gitu?" tanya Bina.
"Gue gak nyangka aja kalau ternyata luh tidak sepolos yang gue duga" ucap kak Daniel.
"Udah Bina bilang kan kalau Bina cuma nyium dipipi, kak" ucap Bina.
"Loh! kok jadi bahas letak nyium nya sih?" ucap kak Daniel sambil tersenyum.
"Kan siapa tahu kak Daniel mikirnya Bina nyium bibir Arka" ucap Bina.
"Kalau gini sih gue jadi curiga nih" ucap kak Daniel sambil menahan senyumnya.
"Jangan curigaan jadi orang" ucap Bina.
"Oh iya, si kimbab mana?" tanya kak Daniel.
"Kimbab siapa?" bingung Bina.
"Kucing luh" ucap kak Daniel.
"Kimchi bukan kimbab!" ucap Bina.
"Oh iya kimchi maksudnya" ucap kak Daniel.
"Dia lagi bobo" ucap Bina.
"Udah dikasih makan belum?" tanya kak Daniel.
"Udah" ucap Bina.
__ADS_1
"Oh iya, kak! Bina boleh tanya sesuatu gak sama kak Daniel?" tanya Bina.
"Mau nanya apa?" tanya kak Daniel.
"Kak Daniel mau nikah kapan?" tanya Bina.
"Gue mau nikah kalau udah dapet pekerjaan" ucap kak Daniel.
"Nikahnya mau sama kak Sarah?" tanya Bina.
"Ya gak tahu, gimana nanti aja. Lagian kan belum tentu juga jodoh gue Sarah" kata kak Daniel.
"Nanti kalau nikah, kak Daniel mau tinggal disini?" tanya Bina.
"Ya iyalah disini, masa iya gue harus ninggalin luh sendiri" ucap kak Daniel.
"Hmm...kalau istri kak Daniel gak suka kalau ada Bina di rumah gimana?" tanya Bina.
"Ya gue bakal marahin dia lah. Masa iya dia gak suka kalau adik gue tinggal bareng sama gue" ucap kak Daniel.
"Kak Daniel" ucap Bina.
"Apa?" kata kak Daniel.
"Kak Daniel sayang gak sih sama Bina?" tanya Bina.
"Ya sayang lah, dek" ucap kak Daniel.
"Tapi kok kak Daniel gak pernah cium Bina sih, bahkan meluk juga jarang" ucap Bina.
"Kan luh adik gue, masa iya gue harus ciuman sama luh" ucap kak Daniel.
"Ya ciuman nya di pipi lah" ucap Bina.
"Gue kira dibibir" ucap kak Daniel.
"Gila kali! masa ciuman dibibir sama kakak sendiri" ucap Bina.
"Emang luh pingin dicium pipi nya sama gue?" tanya kak Daniel.
"Hmm...enggak juga sih" ucap Bina.
"Terus kenapa luh tadi ngebahas itu?" tanya kak Daniel.
"Ya Bina cuma heran aja, kakak orang lain suka pada nyium sama meluk adiknya sedangkan kak Daniel enggak pernah" ucap Bina.
"Gue pernah kok meluk luh" ucap kak Daniel.
"Iya emang pernah, tapi jarang" ucap Bina.
"Ya udah sini" ucap kak Daniel sambil merentangkan tangannya.
"Ngapain?" tanya Bina.
"Katanya mau dipeluk" ucap kak Daniel.
"Enggak jadi deh" ucap Bina sambil tertawa.
"Bikin emosi aja luh" ucap kak Daniel.
Ting
Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari seseorang.
0856xxxxxxxx :
Selamat malam
0856xxxxxxxx :
Save nomer saya ya
Lalu Bina segera membalas pesan tersebut.
^^^Bina :^^^
^^^Ini siapa ya?^^^
0856xxxxxxxx :
Radit, guru olahraga kamu
Bina langsung melempar ponselnya ke sofa karena ia sangat terkejut.
"Luh kenapa, dek?" tanya kak Daniel.
"Ih serem banget" ucap Bina sambil memandang ponsel.
"Luh kenapa sih?" tanya kak Daniel penasaran.
"Itu ada guru yang minta Bina buat save nomernya" ucap Bina.
"Ya save aja kali, kan itu guru luh" ucap kak Daniel.
"Tapi masalahnya guru nya aneh banget" ucap Bina.
"Aneh kenapa?" tanya kak Daniel.
"Jadi dia tuh nyuruh Bina buat belajar basket bareng dia, karena katanya Bina gak bisa main basket" ucap Bina.
"Guru olahraga?" ucap kak Daniel.
"Iya, dia guru olahraga baru disekolah Bina" ucap Bina.
"Pasti masih muda ya?" tanya kak Daniel.
"Iya, dua puluh lima tahun umurnya" ucap Bina.
"Dia suka kali sama luh" ucap kak Daniel.
"Ih kak! jangan nakutin" ucap Bina.
"Gue bukan nakutin, tapi gue punya firasat aja kalau dia suka sama luh. Secara mana mungkin ada guru yang tiba-tiba ngechat muridnya, mana murid cewek lagi yang di chatnya" ucap kak Daniel.
Bina segera menelepon Arka.
"Nelpon siapa luh?" tanya kak Daniel.
"Nelpon Arka" ucap Bina.
Lalu Arka menjawab panggilan telepon dari Bina.
"Ada apa sayang?" tanya Arka.
"Ka, aku takut" ucap Bina.
"Lebay luh" ucap kak Daniel sambil tertawa.
"Berisik, Ka!" kesal Bina.
"Ada apa sih?" bingung Arka.
"Ka, pak Radit nge-chat aku" ucap Bina.
"Pak Radit yang guru olahraga?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Nge-chat apa dia?" tanya Arka.
"Dia nyuruh aku save nomer dia" ucap Bina.
"Terus kamu save?" tanya Arka.
"Ya enggak lah, ngapain juga aku save nomernya" kata Bina.
"Bagus deh kalau enggak" ucap Arka.
"Dek, gue pingin ngobrol bentar dong sama Arka" ucap kak Daniel.
"Nih" ucap Bina sambil memberikan ponselnya kepada kakaknya.
"Hallo, Ka" ucap kak Daniel.
"Iya kenapa, kak?" tanya Arka.
"Tadi katanya Bina nyium luh ya?" tanya kak Daniel.
"IH KAKAK!!" teriak Bina.
"Bina cerita ke kak Daniel?" tanya Arka.
"Iya dia cerita tadi. Oh iya, katanya luh sering ciuman sama Bina ya?" tanya kak Daniel.
Bina buru-buru mengambil ponselnya dan ia segera pergi menuju kamarnya.
"Hallo, Ka" ucap Bina sambil mengunci kamarnya.
"Na, kamu cerita ke kak Daniel?" tanya Arka.
"Enggak" ucap Bina.
"Tapi kok kak Daniel bisa tahu" ucap Arka.
"Ya mana aku tahu, mungkin kak Daniel punya mata batin kali makanya dia bisa tahu" ucap Bina.
"Terus kak Daniel marah gak ke aku?" tanya Arka.
"Enggak" ucap Bina.
"Kirain dia marah karena udah tahu kalau kita pernah ciuman" ucap Arka.
"Dia gak marah kok" ucap Bina.
"Oh iya, Ka! terus masalah guru itu gimana?" tanya Bina.
"Gimana apanya, Na?" bingung Arka.
"Aku harus gimana? soalnya aku takut banget kalau dia suka sama aku" ucap Bina.
"Pokoknya kamu jangan bales chat dia" ucap Arka.
"Kalau pas disekolah dia nanyain gimana?" tanya Bina.
"Kalau ketemu dia di sekolah, kamu cepet-cepet lari aja" ucap Arka.
"Sopan gak sih kayak gitu ke guru? takutnya nanti aku malah dilaporin ke BK karena udah gak sopan sama guru itu" ucap Bina.
"Kamu dia ngelaporin kamu, kamu bilang aja yang sebenarnya ke guru BK" ucap Arka.
"Bilang apa?" tanya Bina.
__ADS_1
"Bilang kalau kamu risih sama guru itu" kata Arka.