Prince Of School

Prince Of School
Episode 64


__ADS_3

"Na, gue pulang dulu ya" ucap Ririn.


"Luh gak nginep disini?" tanya Bina.


"Enggak" ucap Ririn.


"Gue kira luh mau nginep" ucap Bina.


"Gue takut kalau nginep di rumah sakit" ucap Ririn.


"Kenapa takut?" tanya Bina.


"Luh masa gak tahu, rumah sakit kan tempat angker. Banyak orang yang meninggal disini" ucap Ririn.


"Terus ya banyak banget pasien yang sering lihat hantu bahkan sampe dijahilin sama hantu" ucap Ririn.


"Jangan nakut-nakutin gue, Rin" ucap Bina.


"Kan emang bener apa yang diomongin gue" kata Ririn.


"Luh nginep aja ya, Rin" pinta Bina.


"Emangnya gak ada yang nemenin luh?" tanya Ririn.


"Tadinya sih mamah mau nginep, tapi gak jadi karena ada Arka yang mau nemenin gue. Jadi mamah pulang deh ke rumah" jelas Bina.


"Telepon lagi aja" ucap Ririn.


"Enggak ah! kasian mamah gue, nanti cape lagi kalau bolak-balik" kata Bina.


"Yaudah telepon lagi aja si Arka" ucap Ririn.


"Luh kan tahu kalau dia lagi ngambek sama gue" ucap Bina.


"Temenin ya" pinta Bina.


"Enggak, gue mau pulang" ucap Ririn.


"Luh hati-hati ya disini, kalau ada apa-apa teriak aja. Nanti juga pasti dokter datang kesini" ucap Ririn.


Ririn pun segera pergi.


Bina pun melihat ke sekeliling nya karena merasa takut.


Akhirnya Bina pun menarik selimut sampai ke kepala nya agar ia tidak melihat apapun.


Cklek


Pintu pun terbuka.


Suara langkah kaki pun terdengar di telinga Bina, lalu suara langkah kaki itu pun semakin mendekat kearah Bina.


Bina pun menelan saliva nya, karena merasa gugup.


"Na" panggil Arka.


Bina pun menurunkan selimut nya sedikit untuk memastikan bahwa itu Arka.


"Arka" ucap Bina.


Bina pun langsung duduk.


"Kamu kenapa?" tanya Arka.


Bina pun hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak kenapa-napa.


"Kamu kok kesini? bukannya tadi bilang mau pulang" tanya Bina.


"Sebenernya tadi aku cuma mau ngerjain kamu aja" ucap Arka.


"Terus kenapa lama banget datang kesininya?" tanya Bina.


"Aku tuh pergi karena aku lupa beliin kamu martabak, kan tadi sore kamu bilang pingin martabak" ucap Arka.


"Oh gitu, kirain kamu beneran marah sama aku" ucap Bina.


"Enggak lah, aku kan gak pernah marah sama kamu" ujar Arka.


"Bohong banget! waktu itu kan kamu marah sama aku gara-gara aku dianterin Rino pulang ke rumah" ucap Bina.


"Itu kan dulu, Na" ucap Arka.

__ADS_1


"Kamu mau nginep disini gak?" tanya Bina.


"Kalau aku gimana kamu aja, kalau kamu suruh aku nginep ya aku nginep tapi kalau enggak berarti aku gak bakal nginep" ucap Arka.


"Hmm...kamu nginep aja disini" ucap Bina.


"Yaudah" ucap Arka.


"Oh iya, ini martabak keju nya " ucap Arka lagi.


"Aku aja yang suapin kamu" ucap Arka.


"Biar aku aja, nanti tangan kamu kotor" ucap Bina.


"Gak apa-apa, kan kalau kotor tinggal dicuci" ucap Arka


"Yaudah deh terserah kamu" ucap Bina.


Arka pun menyuapi martabak kepada Bina. Lalu Bina pun mengunyah martabak tersebut.


"Enak gak?" tanya Arka.


"Enak" ucap Bina.


"Kamu kenapa gak makan?" tanya Bina.


"Aku gak suka keju" kata Arka.


"Oh iya aku lupa, kan kamu sukanya kue buatan aku" ucap Bina sambil tertawa kecil.


Arka pun hanya tersenyum mendengar ucapan Bina.


Setelah menyuapi Bina, Arka pun segera mencuci tangannya.


Setelah itu Arka pun kembali menghampiri Bina.


"Arka" panggil Bina.


"Apa sayang?" tanya Arka.


"Nih" ucap Bina sambil memberikan selimut kepada Arka.


"Buat apa?" tanya Arka.


"Enggak, kamu aja yang pakai" tolak Arka.


"Aku gak suka pakai selimut" ucap Bina berbohong.


"Yaudah" ucap Arka sambil mengambil selimut tersebut.


Arka pun menaruh selimut tersebut di sofa, setelah itu ia pun kembali menghampiri Bina dan langsung duduk dikursi.


"Kamu gak tidur?" tanya Bina.


"Nanti aku tidur kok, kalau kamu udah tidur" ucap Arka.


"Kamu sendiri kenapa belum tidur?" tanya Arka balik.


"Enggak kenapa-napa, aku cuma belum ngantuk aja" ucap Bina.


"Ka" ucap Bina lagi.


"Apa?" ucap Arka.


"Emang rumah sakit itu angker ya?" tanya Bina.


Arka pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Bina.


"Kamu takut?" tanya Arka.


Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.


"Gak usah takut, kan ada aku" ucap Arka.


"Sekarang lebih baik kamu tidur aja" ucap Arka sambil menidurkan Bina.


"Tapi aku gak bisa tidur gara-gara Ririn tadi ceritain kejadian horor" ucap Bina.


"Udah jangan dipikirin, lebih baik kamu tidur" ucap Arka sambil mengelus rambut Bina.


Bina pun menutup matanya agar ia dapat tidur.

__ADS_1


Lalu Bina pun membuka matanya kembali sebab ia terbayang sosok hantu.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Aku ngebayangin sosok hantu" ucap Bina.


"Mau aku nyanyiin gak? biar kamu tidur" tanya Arka.


Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.


Arka pun langsung menyanyikan lagu Afgan yang berjudul wajahmu mengalihkan duniaku.


"Ketika kau lewat dibumi tempat ku berdiri"


"Kedua mata ini tak berkedip menatapi"


"Pesona indah wajahmu, mampu mengalihkan duniaku"


"Tak henti membayangkanmu, terganggu oleh cantikmu"


"Tujuh hari dalam seminggu, hidup penuh warna"


"Ku selalu mendekatimu, memberi tanda cinta"


"Engkau wanita tercantikku yang pernah kutemukan"


"Wajahmu mengalihkan duniaku"


Bukannya tertidur, Bina malah baper sendiri mendengar nyanyian Arka.


"Bukannya tidur ini malah senyum-senyum kayak gitu" ucap Arka.


"Yaudah iya, aku tidur" ucap Bina sambil menutup matanya.


Arka pun mengelus-elus rambut Bina agar Bina tertidur.


5 menit kemudian.


"Kayaknya Bina udah tidur" batin Arka.


Arka segera mengambil selimut yang berada di sofa, lalu Arka pun memakaikan selimut itu pada tubuh Bina agar tidak kedinginan.


"Good night, princess" gumam Arka.


Arka pun mencium kening Bina, setelah itu ia pun langsung pergi ke sofa.


Trining...trining


Ponsel Arka pun berdering.


Lalu Arka pun segera mengangkat panggilan teleponnya.


Arka pun berusaha berbicara pelan agar tidak membangunkan Bina.


"Kenapa, kak?" tanya Arka.


"Luh dimana? cepet pulang!" perintah kak Putra.


"Gue mau nginep, kak" ucap Arka.


"Nginep bareng Robi?" tanya kak Putra.


"Bukan" ucap Arka.


"Terus bareng sama siapa?" tanya Putra.


"Bareng Bina" ucap Arka.


"Luh gila ya!" kaget kak Putra.


"Gue gak gila! gue masih sehat" ucap Arka.


"Luh cuma berdua sama Bina?" tanya kak Putra.


"Iya" ucap Arka.


"Astaghfirullah Arka! luh bener-bener ya" ucap kak Putra.


"Apaan sih kak?" tanya Arka bingung.


"Awas aja ya kalau luh berbuat yang enggak-enggak" ucap kak Putra.

__ADS_1


"Apaan sih! lagian gue tidur di sofa bukan dikasur bareng Bina" ucap Arka sambil mematikan panggilan teleponnya.


Setelah mematikan panggilan telepon dari kakaknya, Arka pun segera tidur karena ia sangat mengantuk.


__ADS_2