Prince Of School

Prince Of School
Episode 241


__ADS_3

"Dan, bangun!!" teriak Arka.


"Ka, udah Ka" ucap Bina sambil memeluk Arka dari belakang.


"Na, ini mimpi kan?" tanya Arka.


Bina hanya menggelengkan kepalanya.


"Dan" panggil Ririn yang baru datang.


"Guys Ardan mana?" tanya Ririn.


Semua orang yang berada didalam ruangan tersebut hanya bisa terdiam.


"Na, itu siapa?" tanya Ririn.


Bina segera menghampiri Ririn.


"Rin, yang sabar ya" ucap Bina sambil memeluk Ririn.


"Itu siapa, Na?" tanya Ririn dengan mata yang berkaca-kaca.


"Itu Ardan, Rin" ucap Bina sambil menangis.


"Gak mungkin! Ardan gak mungkin meninggal" ucap Ririn.


"Yang sabar ya, Rin" ucap Bina.


Ririn segera melepaskan pelukan Bina.


"Dan, bangun Dan" lirih Ririn.


"Ardan, bangun!" ucap Ririn sambil menangis.


"Rin, luh yang sabar ya" ucap Kevin.


"Hiks...hiks" tangis Ririn sambil sesenggukan.


Arka langsung pergi keluar dari ruangan tersebut.


"Ka" panggil Bina sambil menyusul Arka.


"Na, tolong bangunin aku! aku gak mau lama-lama ada di mimpi buruk ini" lirih Arka.


Bina langsung memeluk Arka dengan erat.


"Na" panggil Fanny yang baru datang.


Bina segera melepaskan pelukannya dari Arka.


"Ardan meninggal ya, Na?" tanya Fanny dengan mata yang berkaca-kaca.


Bina hanya mengangguk.


"Yang lainnya ada dimana?" tanya Fanny.


"Di ruangan itu" tunjuk Bina.


Kemudian Raihan dan Kevin keluar sambil menggendong Ririn yang pingsan.


"Ririn kenapa?" tanya Fanny.


"Dia pingsan" ucap Raihan.


"Na, ayo ikutin mereka" ucap Fanny.


Raihan dan Kevin segera membawa Ririn ke suatu ruangan.


"Luh berdua jagain Ririn dulu ya disini" perintah Kevin kepada Bina dan Fanny.


"Iya" ucap Bina dan Fanny bersamaan.


Kemudian Raihan dan Kevin segera pergi.


"Fan" panggil Bina.


"Kenapa, Na?" tanya Fanny.


"Ardan kenapa bisa meninggal?" tanya Bina.


"Tadi pas Robi telpon sih katanya Ardan sakit jantung" ucap Fanny.


"Mendadak banget ya, padahal baru aja kemarin kita ke waterpark bareng Ardan" ucap Bina sambil meneteskan air matanya.


"Iya bener" ucap Fanny sambil meneteskan air matanya.


"Umur emang gak ada yang tahu ya" ucap Fanny lagi.


"Gue jadi takut deh, Fan. Gue takut nanti orang-orang terdekat gue meninggal lagi" lirih. Bina sambil menangis.


...****...


Skip


Pagi hari

__ADS_1


Pemakaman Ardan


Setelah jenazah Ardan dikuburkan, semua orang langsung berdoa untuk Ardan.


Setelah selesai berdoa bersama, beberapa orang segera pergi dari tempat pemakaman tersebut.


"Na" lirih Ririn.


"Iya kenapa, Rin?" tanya Bina.


"Gue merasa bersalah banget sama Ardan" lirih Ririn.


"Gue kemarin marah-marah ke dia karena dia gak ngabarin gue dan sekarang gue baru tahu bahwa ternyata Ardan gak ngabarin gue karena dia lagi sakit" ucap Ririn sambil menangis sesenggukan.


"Gue nyesel banget udah marahin dia, Na" ucap Ririn.


"Rin, udah jangan nangis. Nanti Ardan sedih kalau lihat luh nangis" ucap kak Chandra.


"Iya luh jangan nangis terus, nanti Ardan pasti sedih kalau luh nangis" ucap kak Fauzi.


"Dek" panggil kak Daniel sambil menghampiri Bina.


Bina langsung melihat kearah kakaknya.


"Mau pulang kapan?" tanya kak Daniel.


"Bina pulangnya nanti aja, kak" ucap Bina.


"Nanti Bina pulangnya sama Arka aja, kak" ucap Arka.


"Oh ya udah, kalau gitu kakak pulang duluan ya" ucap kak Daniel.


Bina hanya mengangguk mengiyakan ucapan kak Daniel.


Lalu kak Daniel segera pergi.


"Vin" panggil Arka.


Sontak Kevin langsung melihat kearah Arka.


"Luh nanti anterin Ririn pulang ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Kevin.


"Rin, luh mau pulang kapan?" tanya Kevin.


"Sekarang aja, soalnya gue gak kuat lihat makamnya Ardan" ucap Ririn.


"Ya udah ayo pulang" ucap Kevin dengan mata yang berkaca-kaca.


...****...


(Di perjalanan)


"Ka" panggil Bina.


"Kenapa, Na?" tanya Arka.


"Aku pingin ke rumah Ririn" ucap Bina.


"Ya udah, kita kesana ya" ucap Arka sambil memutar arah.


Skip


Sesampainya di rumah Ririn, Bina dan Arka segera turun dari motor.


Tin...tin


Sontak Bina dan Arka langsung melihat orang yang membunyikan klakson.


"Robi, Fanny, kalian kesini juga" ucap Bina.


"Iya, soalnya gue kasihan sama Ririn" ucap Fanny.


"Ya udah ayo masuk guys" ucap Arka.


Lalu Arka langsung menekan bel rumah Ririn.


Tidak lama kemudian, mamah Ririn segera membukakan pagar rumahnya.


"Tante, kita mau ketemu Ririn" ucap Bina.


"Ya udah ayo masuk" ucap mamah Ririn.


Akhirnya mereka berempat segera masuk kedalam rumah Ririn.


...****...


* Kamar Ririn


Ririn segera membaca surat dari Ardan yang tadi diberikan oleh Kevin kepadanya.


To : Ririn


From : Ardan

__ADS_1


Hallo cantik, maaf ya udah buat kamu marah.


Maaf juga karena aku gak ngabarin kamu, soalnya aku lagi sakit.


Oh iya, sebenernya waktu pulang dari waterpark, aku tuh langsung pergi ke rumah sakit karena jantung aku tiba-tiba sakit waktu itu. Makanya saat aku di rumah sakit, aku gak ngabarin kamu.


Tadinya aku mau ngabarin kamu tentang aku yang dirawat di rumah sakit, tapi aku memutuskan untuk enggak ngasih tahu kamu karena aku gak mau kamu tahu tentang penyakit aku.


Tok...tok...tok


Pintu kamar Ririn diketuk oleh seseorang


"Rin" panggil Bina.


"Masuk aja, Na" ucap Ririn.


Bina segera membuka pintu kamar Ririn.


Kemudian Bina, Fanny, Arka dan Robi segera masuk ke kamar Ririn.


"Itu surat apa, Rin?" tanya Fanny sambil duduk dipinggir kasur Ririn.


"Ini surat dari Ardan, Fan" ucap Ririn.


"Gue boleh baca suratnya gak, Rin?" tanya Arka.


Lalu Ririn segera memberikan surat tersebut kepada Arka.


Arka langsung mengambil dan membaca isi surat tersebut.


"Ardan kenapa sih gak ngasih tahu gue tentang penyakitnya" ucap Arka dengan mata yang berkaca-kaca.


"Katanya kita sahabat, tapi kok dia nyembunyiin rahasia tentang penyakitnya sama gue dan anak-anak Stray Squad yang lain" ucap Arka.


"Ka, udah" ucap Robi sambil menepuk-nepuk pundak Arka.


"Gue merasa gagal banget jadi sahabatnya, padahal kan gue yang lebih lama kenal sama dia. Tapi gue sama sekali gak tahu kalau dia punya penyakit" ucap Arka.


"Ka, udah jangan nangis" ucap Bina sambil menatap Arka.


"Guys" panggil Ririn.


Bina, Arka, Fanny dan Robi langsung melihat kearah Ririn.


"Kenapa, Rin?" tanya Fanny.


"Bisa gak kalian semua tinggalin gue, soalnya gue lagi pingin sendiri dulu" ucap Ririn.


"Luh gak apa-apa kalau kita tinggal?" tanya Fanny.


"Iya gak apa-apa, soalnya gue pingin sendiri dulu" ucap Ririn.


"Ya udah kalau gitu kita berempat pulang dulu ya, Rin" ucap Robi.


"Iya" ucap Ririn.


"Ayo guys" ucap Robi.


"Rin, kita pulang dulu ya" ucap Bina sambil memeluk Ririn sebentar.


"Iya" ucap Ririn.


"Ini, Rin" ucap Arka sambil memberikan surat.


Ririn segera mengambil surat dari.


"Kita pulang dulu ya, Rin" ucap Arka.


"Iya" kata Ririn.


Mereka berempat segera keluar dari kamar Ririn.


"Bina" panggil mamah Ririn.


"Iya, tante" ucap Bina.


"Ardan emang sakit apa, Na?" tanya mamah Ririn.


"Ardan sakit jantung, tante" ucap Bina.


"Kasihan banget dia" ucap mamah Ririn dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tante, kita pamit dulu ya" ucap Bina.


"Iya, hati-hati ya" ucap mamah Ririn.


"Iya" ucap Bina.


Mereka berempat segera pergi keluar.


Sesampainya di luar, mereka segera menaiki motor.


"Ka, Na! gue sama Fanny duluan ya" ucap Robi.


"Iya" ucap Bina dan Arka bersamaan.

__ADS_1


Lalu Robi segera melajukan motornya.


__ADS_2