Prince Of School

Prince Of School
Episode 201


__ADS_3

Hari Senin


"Kak, ayo berangkat" ucap Bina.


"Ayo" ucap kak Daniel.


"Pake mobil aja ya" ucap kak Daniel.


"Iya terserah deh" ucap Bina.


"Ya udah gue ambil kunci dulu ya" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Bina.


Lalu kak Daniel segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil.


Setelah mengambil kunci mobil, ia segera kembali menghampiri Bina.


"Ayo, dek" ucap kak Daniel.


Lalu Bina dan kak Daniel segera pergi ke sekolah dengan mengendarai mobil.


Skip


Sesampainya di sekolah, mereka berdua langsung turun dari mobil. Kemudian mereka berdua segera pergi menuju kelas Bina.


Setelah sampai, kak Daniel segera masuk ke kelas Bina. Sedangkan Bina, ia menunggu diluar.


"Na" panggil Ririn.


Lalu Ririn dan orang tua nya langsung menghampiri Bina.


"Hallo, tante" ucap Bina.


"Hallo juga" ucap mamah Ririn.


"Tante, langsung masuk aja ke kelas. Soalnya wali kelas nya udah ada dikelas" ucap Bina.


"Ya udah, mah! cepet masuk! nanti tanyain juga ya rangking nya" ucap Ririn.


"Kamu gak bakal rangking, Rin" ucap mamah Ririn sambil tertawa.


"Ih mamah ngeledek" ucap Ririn.


Bina hanya tersenyum melihat Ririn dan mamahnya.


"Ya udah sana, mah" ucap Ririn.


Lalu mamah Ririn segera masuk kedalam kelas.


"Fanny mana, Na?" tanya Ririn.


"Belum datang" ucap Bina.


"Gue jadi pingin lihat wajah orang tuanya Fanny. Soalnya gue belum pernah ketemu" ucap Ririn.


"Rin, gue pergi ke kantin dulu ya. Soalnya mau beli minum" ucap Bina.


"Gue ikut" ucap Ririn.


"Ya udah ayo" ucap Bina.


Lalu Bina dan Ririn segera pergi menuju kantin.


Setelah sampai di kantin, Bina segera membeli jus mangga dan juga jus strawberry untuk dirinya dan kak Daniel.


"Rin, luh gak beli minuman?" tanya Bina.


"Enggak ah! gue gak haus" ucap Ririn.


"Beli aja, siapa tahu mamah luh haus" ucap Bina.


"Ya udah deh" ucap Ririn.


Lalu Ririn segera membeli jus jeruk untuk mamahnya.


Setelah selesai membeli jus, Bina dan Ririn segera kembali menuju kelasnya.


Setelah sampai di kelas, Bina dan Ririn segera duduk di kursi yang ada didepan kelasnya.


"Tuh, Fanny!" tunjuk Ririn.


"Fan, sini" teriak Ririn.


Lalu Fanny segera menghampiri Bina dan Ririn. Kemudian ia segera duduk disebelah Bina.


"Fan, orang tua luh gak kesini?" tanya Fanny.


"Enggak, soalnya mereka sibuk" ucap Fanny.

__ADS_1


"Terus yang ngambil raport luh siapa? kan harus ada walinya" ucap Ririn.


"Yang ngambil raport gue, mamahnya Rizky" ucap Fanny.


"Fan, luh habis nangis ya?" tanya Bina karena melihat mata Fanny yang bengkak.


"Iya, soalnya semalem gue berantem sama orang tua gue. Terus gue nangis deh" ucap Fanny.


"Emang luh berantem gara-gara apa?" tanya Ririn.


"Gara-gara gue nyuruh mereka buat dateng ke sekolah, tapi mereka gak bisa. Akhirnya gue marah-marah deh sama mereka karena mereka lebih sibuk ngurusin pekerjaannya daripada anaknya. Tapi pas gue marah-marah, mereka malah lebih marah sama gue" jelas Fanny.


"Yang sabar ya, Fan!" ucap Bina.


"Pastinya" ucap Fanny sambil tersenyum.


"Oh iya, menurut kalian yang rangking satu siapa?" tanya Fanny.


"Menurut gue sih Billy" ucap Bina.


"Menurut gue Bina" ucap Ririn.


"Kok gue?" heran Bina.


"Iya lah, orang luh pinter banget" ucap Ririn.


"Lebih pinter Billy lah dari pada gue" ucap Bina.


"Oh iya, kalau menurut luh siapa?" tanya Ririn kepada Fanny.


"Menurut gue sih Bina" ucap Fanny.


"Tuh, kan! feeling kita samaan" ucap Ririn.


Tiba-tiba ada yang menyentuh pundak Bina dari belakang.


Sontak Bina langsung melihat ke belakang.


"Nih gelang luh, tadi jatuh di kantin" ucap Rino sambil memberikan gelang milik Bina.


"Oh iya, makasih" ucap Bina sambil mengambil gelang.


Lalu Bina segera memakai gelang tersebut.


"Tadi gue panggil pas di kantin, tapi luh nya gak denger" ucap Rino.


"Emang iya? tapi kok gue gak denger sih" ucap Bina.


"Luh berdua kan emang agak budeg, jadi gak kedenger" ucap Fanny sambil tertawa.


"Enak aja!" ucap Bina dan Ririn bersamaan.


"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu ya" ucap Rino.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Rino segera pergi.


"Kok luh bisa berhubungan baik sih sama mantan" heran Fanny.


"Ya bisa lah" ucap Bina.


"Luh berdua putus karena apa?" tanya Fanny.


"Karena takdir" jawab Bina.


"Yaelah, gue kan nanya serius" ucap Fanny.


"Gue juga jawab serius" ucap Bina.


"Maksud gue, alasan putusnya karena apa?" tanya Fanny.


"Karena waktu itu dia lebih mentingin futsal daripada gue" jelas Bina.


"Oh iya, Na! Arka gimana keadaannya? lukanya udah sembuh belum?" tanya Ririn.


"Ya belum sembuh lah, Rin! luh gimana sih" ucap Bina.


"Arka ke sekolah gak, Na?" tanya Fanny.


"Enggak" ucap Bina.


"Na, nanti bilangin ya ke Arka, bilang kalau gue minta maaf" ucap Ririn.


"Luh kan waktu itu udah minta maaf, Rin" ucap Bina.


"Tapi gue merasa bersalah banget sama dia. Gara-gara gue nyuruh dia ke pantai, dia jadi celaka" ucap Ririn.


"Bukan salah luh kok, tapi itu semua salah gue" ucap Bina.

__ADS_1


"Kok jadi salah luh" bingung Ririn.


"Iya kan dia kesana karena pingin ketemu gue" ucap Bina.


"Enggak kok! itu salah gue, Na" ucap Ririn.


"Itu salah gue, Rin" ucap Bina.


"STOP!!!" teriak Fanny.


Sontak Bina dan Ririn langsung melihat kearah Fanny.


"Udah ya, itu semua salah gue" ucap Fanny.


"Kok jadi salah luh?" bingung Bina dan Ririn.


"Ya kan biar adil, jadi luh berdua gak usah salah-salahan" ucap Fanny.


"Na" panggil kak Daniel yang datang menghampiri Bina.


"Udah, kak?" tanya Bina.


"Udah" ucap kak Daniel.


"Oh iya, ini kak" ucap Bina sambil memberikan jus strawberry kepada kak Daniel.


"Makasih" ucap kak Daniel sambil mengambil jus strawberry tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Bina.


"Kak Daniel, Bina rangking berapa?" tanya Ririn.


"Dia peringkat nya turun" ucap kak Daniel.


"Na, semester satu luh rangking berapa?" tanya Fanny.


"Rangking dua" ucap Bina.


"Emang Bina sekarang jadi rangking berapa, kak?" tanya Fanny.


"Nih, lihat aja sendiri" ucap kak Daniel sambil memberikan raport kepada Bina.


Bina segera mengambil raport tersebut.


"Nanti belajarnya harus lebih giat lagi" ucap kak Daniel.


Lalu Bina segera membuka raport nya.


Kemudian Bina langsung tersenyum.


"Beneran?" tanya Bina sambil melihat kak Daniel.


"Iya rangking luh turun" ucap kak Daniel sambil tersenyum.


"Rangking berapa, Na?" tanya Ririn.


Lalu Fanny mengintip rangking Bina yang tertera di raport.


"Rangking satu?" tanya Fanny.


"Iya" ucap kak Daniel.


"Tuh, kan! bener apa kata gue" ucap Ririn.


"Gak sia-sia ya luh putus sama Arka, eh jadi rangking satu dong. Nanti putus lagi aja biar rangking satu terus" ucap Fanny.


"Enggak mau ah" ucap Bina.


"Luh gak ada akhlak banget, Fan! masa nyuruh sahabat sendiri putus" ucap Ririn.


"Gue cuma bercanda ya ampun" ucap Fanny.


"Ya udah ayo pulang" ucap kak Daniel.


"Guys, gue sama kak Daniel pulang duluan ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Ririn dan Fanny bersamaan.


"Oh iya, Na! nanti jangan lupa traktiran nya ya" ucap Ririn.


"Traktiran?" bingung Bina.


"Iya, kan luh rangking satu. Jadi luh harus traktir kita" ucap Ririn.


"Iya nanti gue traktir" ucap Bina.


"Ya udah gue pulang dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Ririn dan Fanny bersamaan.

__ADS_1


Lalu Bina dan kak Daniel segera pergi.


__ADS_2