
"Udah jangan nangis! kalau nangis luh jadi jelek" ucap Ririn dengan mata berkaca-kaca.
Bina langsung menghapus air matanya.
"Luh gak boleh sedih berlarut-larut, nanti kalau luh sedih, orang tua luh juga pasti sedih" ucap Fanny.
"Fan, itu coklat luh nempel di gigi" ucap Ririn sambil tertawa.
Bina langsung tertawa karena melihat coklat di gigi Fanny.
"Luh kok malah ngetawain gue juga sih, Na" ucap Fanny.
"Habisnya lucu" ucap Bina.
"Nah gitu dong ketawa, jangan nangis mulu" ucap Ririn.
Trining...trining
Fanny langsung melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Robi.
"Siapa, Fan?" tanya Ririn.
"Robi" ucap Fanny.
Fanny langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo" ucap Fanny.
"Fan, jalan-jalan yuk" ajak Robi.
"Gue gak bisa, soalnya gue lagi ngejenguk Bina" ucap Fanny.
"Emang Bina sakit?" tanya Robi.
"Iya dia sakit" ucap Fanny.
"Kok sakitnya bisa barengan sama Arka sih" heran Robi.
"Mungkin mereka jodoh kali, makanya sakitnya barengan" ucap Fanny.
"Ya udah kalau gitu mainnya lain kali aja" ucap Robi.
"Kamu gak marah kan?" tanya Fanny memastikan.
"Enggak kok" ucap Robi.
"Ya udah, besok aja ya mainnya" ucap Fanny.
"Iya" ucap Robi.
"Besok aku jemput kamu ya" ucap Robi.
"Iya" ucap Fanny.
"Ya udah kalau gitu aku matiin dulu ya teleponnya" ucap Robi.
"Iya" ucap Fanny.
Lalu Robi langsung mematikan panggilan teleponnya.
"Kenapa, Fan?" tanya Bina.
"Robi ngajak gue main" ucap Fanny.
"Ya udah luh pergi aja" ucap Bina.
"Enggak, mainnya besok aja" ucap Fanny.
"Mau main kemana besok?" tanya Ririn.
"Ya mana gue tahu, kan Robi yang ngajak" ucap Fanny.
"Rob, bucin gak sih orangnya?" tanya Bina.
"Bucin banget gila, setiap detik dia nge-chat gue" ucap Fanny.
"Bagus lah, berarti dia beneran suka sama luh" ucap Ririn.
Tingtong...tingtong
Bel rumah Bina berbunyi.
"Siapa tuh?" tanya Ririn.
"Ya mana gue tahu, kan gue belum lihat orangnya" ucap Bina.
"Ya udah buka sana" ucap Fanny.
"Sama luh berdua aja deh bukanya, gue kan lagi sakit" ucap Bina.
"Ya udah iya, biar gue aja yang buka" ucap Fanny.
Fanny langsung pergi keluar.
Sesampainya diluar, Fanny langsung membuka pagar rumah Bina.
"Dengan mbak Bina kan?" tanya seseorang.
"Bukan, saya temennya" ucap Fanny.
__ADS_1
"Tapi mbak Bina nya ada kan?" tanya orang itu.
"Ada kok" ucap Fanny.
"Ya sudah, ini ada pesanan pizza buat mbak Bina" ucap orang itu sambil memberikan kantong plastik berisi pizza.
"Udah dibayar belum?" tanya Fanny sambil mengambil kantong plastik tersebut.
"Udah dibayar kok sama mas Arka" ucap orang itu.
"Oh dari Arka ya" ucap Fanny.
"Iya" ucap orang itu.
"Ya sudah saya pergi dulu ya" ucap orang itu.
"Iya, makasih ya" ucap Fanny.
"Iya sama-sama" ucap orang itu.
Lalu orang itu langsung pergi dengan mengendarai motornya.
Setelah orang itu pergi, Fanny kembali masuk kedalam rumah dan ia segera pergi menuju kamar Bina.
"Siapa, Fan?" tanya Bina.
"Abang gof**d" ucap Fanny.
"Luh mesen makanan?" tanya Ririn.
"Enggak, ini dari Arka buat Bina" ucap Fanny.
"Nih, Na" ucap Fanny sambill menaruh kantong plastik di meja.
"Dari Arka?" tanya Bina.
"Iya" ucap Fanny.
"Kalian mau gak?" tanya Bina sambil membuka kotak pizza.
"Ya mau lah" ucap Ririn.
"Ya udah ambil" ucap Bina sambil memakan pizza tersebut.
Ririn dan Fanny langsung mengambil dan memakan pizza tersebut.
"Gue telepon Arka dulu ah" gumam Bina.
Bina segera mengambil ponselnya dan ia langsung menelepon Arka.
Tidak menunggu lama, Arka langsung mengangkat panggilan telepon dari Bina.
"Ka, makasih ya pizza nya" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
"Dihabisin ya pizza nya" ucap Arka.
"Iya, siap" ucap Bina.
"Ka" ucap Bina.
"Iya, kenapa?" tanya Arka.
"Kamu lihat postingan Bella gak?" tanya Bina.
"Enggak, emang kenapa?" tanya Arka.
"Bella ngeposting foto dia sama kamu" ucap Bina.
"Ngeposting di Instagram?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Terus kamu mau marah gitu sama aku? gara-gara Bella ngeposting foto dia bareng aku" ucap Arka.
"Ya aku gak marah sama kamu, tapi aku kesel sama Bella" ucap Bina.
"Ya udah nanti aku suruh Bella buat hapus fotonya ya" ucap Arka.
"Tapi jangan dikasih tahu kalau aku yang bilang ke kamu ya" ucap Bina.
"Iya, aku gak akan bilang kok" ucap Arka.
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
...****...
* Kamar Arka
Setelah selesai teleponan dengan Bina, Arka langsung menelepon Bella.
Beberapa detik kemudian, Bella langsung mengangkat panggilan telepon dari Arka.
"Hallo, Ka" ucap Bella.
__ADS_1
"Bel" ucap Arka.
"Iya kenapa, Ka?" tanya Bella.
"Tolong hapus postingan luh dong, gue risih lihatnya" ucap Arka.
"Ya udah, nanti gue hapus" ucap Bella.
"Hapus nya sekarang aja" ucap Arka.
"Ya udah iya" ucap Bella.
"Udah gue hapus, Ka" ucap Bella lagi.
"Bagus deh kalau gitu" ucap Arka.
"Oh iya, Bel! gue mohon sama luh, tolong jangan ngejar-ngejar gue mulu, coba luh cari cowok lain deh. Pasti banyak kok cowok yang suka sama luh" ucap Arka.
"Tapi gue sukanya sama luh, Ka" ucap Bella.
"Luh kan tahu sendiri kalau gue sukanya sama Bina" ucap Arka.
"Iya gue tahu kok. Tapi emang salah ya kalau gue suka sama luh?" ucap Bella gemetar.
"Iya, luh salah! karena gue udah punya cewek, jadi luh jangan ngejar-ngejar gue lagi" tegas Arka.
Setelah berbicara seperti itu, Arka langsung mematikan panggilan teleponnya.
...****...
* Kamar Bina
"Na, gue pulang dulu ya soalnya mamah gue nyuruh gue pulang" ucap Fanny.
"Oh iya, hati-hati ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Fanny.
"Nanti pintu sama pagarnya tolong ditutup ya, Fan" ucap Bina.
"Iya" ucap Fanny.
Lalu Fanny segera pergi.
"Rin, luh gak pulang?" tanya Bina.
"Enggak, gue masih mau main disini" ucap Ririn.
"Na, gue nginep ya disini. Udah lama juga gue gak nginep" ucap Ririn.
"Ya udah boleh, tapi luh harus bilang dulu sama orang tua luh" ucap Bina.
"Iya, nanti gue bakal bilang kok ke mamah" ucap Ririn.
"Sekarang aja bilangnya" ucap Bina.
"Ya udah iya" ucap Ririn.
Ririn segera menelepon mamahnya, namun panggilannya ditolak.
"Loh kok ditolak sih" gumam Ririn.
"Ditolak ya panggilannya?" tanya Bina.
"Iya, ditolak" ucap Ririn.
"Mamah luh lagi sibuk kali, Rin" ucap Bina.
Beberapa menit kemudian...
Trining...trining
Ririn segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan video call dari mamahnya.
Ririn langsung mengangkat panggilan video call tersebut.
"Ada apa, Rin?" tanya mamah Ririn.
"Mamah, tadi kenapa panggilan telepon Ririn ditolak?" tanya Ririn.
"Soalnya tadi mamah lagi di toilet, masa iya lagi berak teleponan" ucap mamah Ririn.
"Oh gitu" ucap Ririn.
"Oh iya, ada apa nelpon mamah?" tanya mamah Ririn.
"Ririn cuma mau bilang kalau Ririn mau nginep di rumah Bina" ucap Ririn.
"Boleh kan, mah?" tanya Ririn.
"Kamu nginep mulu perasaan" ucap mamah Ririn.
"Perasaan Ririn baru nginep lagi deh di rumah Bina" ucap Ririn.
"Ya udah iya boleh deh" ucap mamah.
"Ya udah kalau gitu Ririn matiin ya video call nya" ucap Ririn.
"Iya" ucap mamah Ririn.
__ADS_1
Ririn langsung mematikan video call tersebut.