
Tingtong...tingtong
"Siapa tuh, Rin?" tanya Bina.
"Ardan kali" ucap Ririn.
"Ya udah kalau gitu gue samperin dia dulu ya" ucap Ririn.
"Gue ikut dong, soalnya bosen di kamar" ucap Bina.
"Ya udah ayo" ucap Ririn.
Lalu mereka berdua segera pergi.
"Gue tunggu disini aja ya" ucap Bina sambil duduk di sofa ruang tamu.
"Iya" ucap Ririn.
Lalu Ririn segera pergi menghampiri Ardan.
Setelah itu, Ririn segera membuka pagar rumahnya.
"Nih boba nya" ucap Ardan.
"Makasih" ucap Ririn.
"Iya sama-sama, nanti jangan nangis lagi ya" ucap Ardan.
"Iya" ucap Ririn.
"Ya udah ayo masuk" ucap Ririn.
Lalu Ririn dan Ardan segera masuk kedalam dan mereka berdua segera duduk di sofa ruang tamu.
"Na, nih" ucap Ririn sambil memberikan Boba.
"Buat gue?" tanya Bina.
"Iya, dari Ardan" ucap Ririn.
"Makasih, Dan" ucap Bina sambil mengambil Boba tersebut.
"Iya sama-sama" ucap Ardan.
"Na, luh gak jenguk Arka?" tanya Ardan.
"Udah kok tadi siang" ucap Bina.
"Oh iya, Rin! kamu udah keluarin whatsapp aku kan dilaptop kamu?" tanya Ardan.
"Udah" ucap Ririn.
"Kayaknya kamu takut banget ya kalau aku tahu ada cewek yang chat kamu. Sampe nyuruh cepet-cepet keluarin whatsapp kamu" ucap Ririn.
"Bukan masalah itu, tapi kan itu privasi aku" ucap Ardan.
"Kamu juga pasti gak mau kan kalau aku ngelihat chat-chat di handphone kamu" ucap Ardan.
"Aku gak apa-apa kok kalau kamu mau lihat-lihat chat aku, lagian gak ada apa-apa juga" ucap Ririn.
"Bisa gak sih jangan berantem, nanti gue pulang nih" udah Bina.
"Eh jangan, Na!" ucap Ririn.
"Udah disini aja" ucap Ririn lagi.
"Ya udah tapi luh berdua jangan berantem" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu" ucap Ardan.
"Kok pulang sih" ucap Ririn.
"Kalau lama-lama disini nanti kamu terus-terusan bahas itu" ucap Ardan.
"Jangan puoang dong, baru juga datang masa udah mau pulang aja" ucap Ririn.
"Kalau gitu kamu jangan bahas tentang itu mulu" ucap Ardan.
"Ya udah iya maaf" ucap Ririn.
Lalu Ririn langsung memeluk pinggang Ardan.
__ADS_1
"Bisa gak sih jangan romantis-romantisan. Gue jadi iri" ucap Bina.
"Ngapain luh iri? kan luh sering romantis-romantisan sama Arka" ucap Ririn.
"Bahkan sampai ciuman segala" ucap Ririn.
"Ih apaan sih luh" ucap Bina sedikit kesal.
"Kamu lihat Bina sama Arka ciuman?" tanya Ardan kepada Ririn.
"Enggak sih" ucap Ririn.
"Tapi kok tahu kalau mereka pernah ciuman" ucap Ardan.
"Soalnya aku lihat di galeri ponsel Bina" ucap Ririn.
"Luh buka galeri foto gue?" tanya Bina.
"Enggak, kan gue lihat waktu itu pas kita foto bareng Fanny. Terus gak sengaja lihat foto Arka yang nyium luh waktu di bianglala" ucap Ririn.
"Oh gitu" ucap Bina.
"Pasti luh sering ciuman ya sama Arka?" tanya Ardan sambil menahan senyumnya.
"Enggak" ucap Bina.
"Oh iya, guys! kita berempat jadi gak double date nya?" tanya Bina agar mengalihkan pembicaraan.
"Emang kita mau double date?" tanya Ardan.
"Iya, kan waktu itu aku udah bilang" ucap Ririn.
"Jadinya mau double date kemana?" tanya Bina.
"Gue sih terserah Ardan aja" ucap Ririn.
"Kok terserah aku sih, ya terserah kamu dong. Kan kamu yang mau double date" ucap Ardan.
"Ya udah terserah luh aja deh, Na" ucap Ririn kepada Bina.
"Terserah kalian deh, soalnya gue bingung nentuin tempatnya" ucap Bina.
"Gimana kalau kita liburan ke waterpark aja" saran Ririn.
"Jangan! soalnya kan tangan sama kaki Arka lagi luka" ucap Bina.
"Oh iya gue lupa" ucap Ririn.
"Oh iya, luh tahun baruan mau dimana?" tanya Ririn.
"Di rumah" ucap Bina.
"Ya udah gimana kalau nanti gue sama Ardan ke rumah luh buat tahun baruan. Nanti kita bakar-bakar jagung" ucap Ririn.
"Oh ya udah, tapi nanti gue ajak Fanny juga ya soalnya kasihan kalau dia gak diajak" ucap Bina.
"Ya iyalah ajak, masa sahabat sendiri gak diajak" ucap Ririn.
"Nanti ada Arka gak? soalnya gue gak mau ikut kalau gak ada dia. Nanti yang ada gue cowok nya sendiri lagi" ucap Ardan.
"Hmm...gue gak tahu sih kalau masalah ikut atau enggak nya" ucap Bina.
"Arka pasti ikut lah" sahut Ririn.
"Ya udah cepet telepon Arka, biar mastiin ikut atau enggak nya" ucap Ardan.
"Gue video call aja ya" ucap Bina.
"Iya terserah luh aja" ucap Ardan.
Lalu Bina segera mem-video call Arka.
Kemudian panggilan video call tersebut dijawab oleh Arka.
"Kenapa sayang?" tanya Arka.
"Ardan katanya pingin ngomong sama kamu" ucap Bina.
"Omongin sama luh aja kali" sahut Ardan.
"Sama luh aja, nih" ucap Bina sambil memberikan ponselnya kepada Ardan.
__ADS_1
"Mau ngomong apa, Dan?" tanya Arka.
"Nanti mau ikut tahun baruan gak?" tanya Ardan.
"Tahun baruan dimana?" tanya Arka.
"Di rumah Bina" ucap Ardan.
"Ya ikut lah anjir! masa iya gue gak tahun baruan" ucap Arka.
"Tapi nanti luh bisa gak bawa motornya? kan bukannya tangan luh luka ya" ucap Ardan.
"Ya bisa lah! kan tangan gue cuma luka bukan buntung" ucap Arka.
"Ya udah berarti kalau luh ikut, gue juga bakal ikut" ucap Ardan.
"Ya udah nih, Na!" ucap Ardan sambil memberikan ponsel kepada Bina.
"Video call aku cuma mau nanya tentang itu doang?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Aku kira kamu video call aku karena kamu kangen" ucap Arka.
"Ih percaya diri banget" ucap Bina.
"Terus kenapa gak SMS aja kalau mau nanya gitu doang? kenapa harus video call coba?" ucap Arka.
"Ya kan aku males ngetik" ucap Bina.
"Kan telepon bisa" ucap Arka.
"Ya emang bisa tapi biar jelas aja" ucap Bina.
"Biar kelihatan muka aku nya ya? atau jangan-jangan kamu video call karena pingin ngelihat aku?" tanya Arka.
"Enggak kok" ucap Bina.
"Oh iya, Na! tadi kamu kenapa buru-buru pulang?" tanya Arka dengan ekspresi wajah yang seperti sedang menahan tawa.
"Hmm...soalnya tadi aku...ada urusan" ucap Bina.
"Urusan apa?" tanya Arka.
"Kamu kenapa kepo banget sih" ucap Bina.
"Ya harus kepo lah, kan biar tahu alasannya" ucap Arka.
"Pokoknya urusan penting" ucap Bina.
"Urusan penting atau" ucap Arka.
"Atau apa?" tanya Bina.
"Atau apa ya?" ucap Arka sambil tersenyum.
"Jangan mikir yang enggak-enggak deh" ucap Bina.
"Aku gak mikir yang enggak-enggak kok, kamu kali yang mikir enggak-enggak" ucap Arka.
"Aku gak mikir yang enggak-enggak kok" ucap Bina.
Lalu Arka langsung tersenyum.
"Ngapain senyum?" tanya Bina.
"Lucu aja ngelihat ekspresi kamu" ucap Arka.
"Udah lah, aku mau matiin aja video call nya" ucap Bina.
"Gitu aja marah" ucap Arka.
"Aku gak marah kok" ucap Bina.
"Iya gak marah, tapi salah tingkah kan?" tanya Arka.
"Siapa juga yang salah tingkah" ucap Bina.
"Ya kamu lah, waktu tadi di kamar aku lihat pipi kamu merah merona gitu" ucap Arka sambil tersenyum.
Lalu Bina langsung mematikan panggilan video call tersebut karena ia sangat malu ternyata tadi waktu di kamar, Arka mengetahui bahwa Bina sedang salah tingkah.
__ADS_1