Prince Of School

Prince Of School
Episode 256


__ADS_3

Setelah selesai acara, semua orang langsung pulang menuju rumahnya masing-masing.


(Diperjalanan)


"Kak Sarah" panggil Bina.


"Iya kenapa?" tanya kak Sarah.


"Makasih ya udah dandanin Bina" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap kak Sarah.


"Makasih juga bunga nya" ucap Bina.


"Iya" ucap kak Sarah.


Setelah sampai, Sarah segera turun dari mobil.


"Hati-hati ya" ucap Sarah.


"Iya" ucap Daniel dan Bina bersamaan.


"Ya udah kita pulang dulu ya" ucap Daniel.


"Iya" kata Sarah.


"Dek, luh pindah ke depan cepet" perintah kak Daniel.


"Ya udah iya" ucap Bina sambil pindah ke kursi depan.


Sesudah itu, kak Daniel segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Skip


Sesampainya di rumah, Bina dan Daniel segera turun dari mobil.


"Kak" panggil Bina.


"Apa" ucap kak Daniel.


"Makasih ya" ucap Bina sambil tersenyum.


"Iya" ucap kak Daniel.


"Sini biar gue aja yang bawa bunga nya" ucap kak Daniel sambil mengambil 4 buket bunga yang dipegang Bina.


Mereka berdua segera masuk dan pergi ke kamar Bina.


"Mau disimpen dimana?" tanya kak Daniel.


"Di meja aja" ucap Bina.


Daniel segera menyimpan empat buket bunga di meja.


"Ya udah gue ke kamar dulu ya" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Bina.


Daniel segera keluar dan ia menutup pintu kamar Bina.


Bina duduk di sofa sambil melamun membayangkan jika orang tua masih hidup mungkin orang tuanya juga akan memberi ia bunga.


Trining...trining


Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Arka.


Bina langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Ka" ucap Bina.


"Na, kamu sibuk gak malem?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Malem kita jalan-jalan yuk" ajak Arka.


"Ayo" ucap Bina.


"Ya udah nanti jam 7 malem aku ke rumah kamu ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


Arka segera mematikan panggilan teleponnya.


...****...


Malam hari


Bina segera merias diri nya karena malam ini ia akan jalan-jalan dengan Arka.


Setelah selesai bersiap-siap, Bina segera turun kebawah untuk menemui kak Daniel.


"Kak Daniel" panggil Bina.


"Hmm" ucap kak Daniel yang sedang menonton televisi.


"Bina mau jalan-jalan sama Arka" ucap Bina.


"Iya terus?" tanya kak Daniel.


"Boleh gak?" ucap Bina.


"Kalau perginya sama Arka ya gue pasti ijinin" ucap kak Daniel.


Trining...trining


Bina segera mengambil ponselnya yang berada didalam tas dan ia segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Arka. Lalu Bina segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Na, aku udah ada didepan rumah kamu" ucap Arka.


"Oh ya udah, aku kesana sekarang" ucap Bina sambil mematikan panggilan teleponnya.


"Kak, Bina berangkat dulu" ucap Bina sambil pergi keluar.


Ketika sampai diluar, Bina segera masuk kedalam mobil Arka.


"Mau kemana?" tanya Bina.


"Mau ke restoran" ucap Arka sambil melajukan mobilnya.


"Kirain mau jalan-jalan ke pantai" ucap Bina.

__ADS_1


"Emang kamu mau kesana?" tanya Arka.


"Enggak sih" ucap Bina.


Skip


* Restoran


Sesampainya di restoran, Arka dan Bina segera turun.


Mereka masuk kedalam restoran tersebut. Lalu mereka segera pergi menuju lantai dua.


Ketika sampai, mereka segera duduk di tempat yang telah disediakan.


Pelayan restoran tersebut menghampiri Arka dan juga Bina.


"Mau pesan apa?" tanya pelayan.


"Na, kamu mau pesan apa?" tanya Arka.


"Samain aja kayak kamu" ucap Bina.


"Kita pesan dua spaghetti, ice lemon tea sama strawberry cake" ucap Arka sambil melihat menu.


Pelayan tersebut segera mencatat pesanan Arka dan Bina.


"Oke tunggu sebentar ya" ucap pelayan tersebut sambil pergi.


"Ka, kamu kenapa ngelamun?" tanya Bina.


"Hmm...gak apa-apa" ucap Arka.


"Kamu ada masalah ya?" tanya Bina memastikan.


"Na" ucap Arka.


"Iya kenapa?" tanya Bina.


"Besok aku mau ke Jakarta" ucap Arka.


Bina terdiam sejenak karena mendengar ucapan Arka.


"Kalau gitu hati-hati ya" ucap Bina sambil tersenyum padahal sebenarnya ia sangat sedih.


"Kalau kamu kangen, telepon aja ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Kamu sedih gak kalau aku pergi?" tanya Arka.


"Sedih sedikit" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Oh iya, kamu mau ambil jurusan apa sih? aku lupa" ucap Arka.


"Tadinya aku mau ambil jurusan manajemen tapi gak jadi" ucap Bina.


"Terus jadinya apa?" tanya Arka.


"Administrasi Publik" ucap Bina.


"Oh iya, Na! kamu tahu gak?" tanya Arka.


"Tahu apa?" tanya Bina.


"Katanya tadi Raihan nembak Ririn" ucap Arka.


"Iya beneran" ucap Arka.


"Terus diterima gak?" tanya Bina.


"Enggak" ucap Arka.


"Ih kasihan Raihan" ucap Bina.


"Mungkin Ririn masih inget Ardan kali, makanya dia nolak Raihan" ucap Arka.


"Oh iya, tapi katanya dia bakal terus deketin Ririn" ucap Arka lagi.


"Raihan kok tiba-tiba suka banget sama Ririn" heran Bina.


"Mungkin karena dulu Ririn suka sama Raihan makanya Raihan mau coba pendekatan sama Ririn" ucap Arka.


"Ka, boleh gak kalau sekarang kita ngehabisin waktu sampai larut malam?" tanya Bina tiba-tiba.


"Larut malam?" ucap Arka.


"Iya, soalnya kan besok kamu mau pergi. Jadi aku pingin ngehabisin waktu lebih lama malam ini" ucap Bina.


"Iya boleh kok, lagian kan ini malam terakhir aku bareng kamu" ucap Arka.


Kemudian pelayan restoran tersebut segera menghampiri Arka dan Bina. Lalu pelayan tersebut segera meletakkan makanan dan minuman pesanan mereka berdua.


"Terimakasih" ucap Bina.


"Iya" ucap pelayan.


Sesudah itu, Pelayan tersebut segera pergi.


Setelah pelayan itu pergi, Arka dan Bina segera menikmati makanan dan minuman.


"Oh iya, aku punya sesuatu buat kamu" ucap Arka.


"Apa?" tanya Bina.


"Pokoknya nanti aku kasih kalau udah selesai makan" ucap Arka.


"Besok kamu berangkat jam berapa?" tanya Bina.


"Mungkin sekitar jam sepuluh" ucap Arka.


"Kesana nya sendirian atau dianterin dulu sama kak Putra?" tanya Bina.


"Dianterin sama kak Putra, soalnya kan sekalian mau bantuin aku beresin barang-barang punya aku" ucap Arka.


"Semoga kamu betah ya disana" ucap Bina.


"Iya, semoga aja" ucap Arka.


"Oh iya, Robi juga mau ikut bareng aku. Tapi nanti dia kesananya naik motor" ucap Arka.


"Robi kuliah di Jakarta juga?" tanya Bina.


"Iya" ucap Arka.


"Nanti dia tinggal bareng aku" ucap Arka lagi.

__ADS_1


"Robi pasti kuliah di Jakarta karena dia gak pingin LDR sama Fanny kan?" tanya Bina.


"Iya kali" ucap Arka.


"Kalau Raihan sama Kevin kuliah dimana?" tanya Bina.


"Kalau Kevin di Bandung, soalnya kan pacarnya di Bandung. Sedangkan Raihan katanya sih mau langsung kerja" ucap Arka.


Skip


Setelah selesai menikmati makanan dan minuman, Arka segera membayar makanan dan minuman tersebut.


Kemudian Arka dan Bina segera pergi menuju parkiran.


Sesampainya di parkiran, mereka berdua segera masuk kedalam mobil.


"Oh iya, tadi kamu mau ngasih apa?" tanya Bina.


"Aku mau kasih ini" ucap Arka sambil memberikan album foto.


"Ini apa?" tanya Bina.


"Ini album foto bikinan aku" ucap Arka.


"Boleh aku lihat sekarang?" tanya Bina memastikan.


"Iya boleh" ucap Arka.


Bina segera melihat album foto tersebut.


Tanpa sadar Bina langsung meneteskan air matanya karena ia terharu sebab di album foto itu ada pesan-pesan dari Arka untuk Bina.


"Hiks...hiks" tangis Bina.


Arka yang tersenyum saat melihat Bina yang sedang menangis.


"Cengeng banget" ucap Arka sambil mengelus rambut Bina.


"Makasih" ucap Bina sambil mengusap air matanya.


"Iya sama-sama" ucap Arka sambil tersenyum.


"Oh iya, sekarang kita mau kemana?" tanya Arka.


"Ke taman" ucap Bina.


"Taman yang dimana?" tanya Arka.


"Taman yang deket sekolah" ucap Bina.


Akhirnya Arka segera melajukan mobilnya menuju taman tersebut.


Sesampainya di taman tersebut, Arka dan Bina segera turun dari mobil dan mereka segera duduk di kursi taman.


"Kok yang nongkrong banyak yang lagi pacaran ya" ucap Bina.


"Iya, mungkin karena malam Minggu kali" ucap Arka.


"Ka, kamu tunggu disini bentar ya" ucap Bina.


"Emang kamu mau kemana?" tanya Arka.


"Aku mau kesana bentar" ucap Bina sambil pergi.


Trining...trining


Arka segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari papahnya.


Lalu Arka segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, pah" ucap Arka.


"Ka, besok kamu berangkat kan?" tanya papah.


"Iya, pah" ucap Arka.


"Berarti besok kamu ke rumah papah dulu ya kan kunci rumah nya ada di papah" ucap papah.


"Iya, pah" ucap Arka.


"Oh iya, kamu udah bilang ke Bina belum kalau kamu mau pergi" ucap papah.


"Arka udah bilang ke Bina kok" ucap Arka.


"Nanti bilangin ke Bina, kalau dia mau ke rumah kamu yang di Jakarta nanti dia bisa pergi bareng papah" ucap papah.


"Bareng papah?" ucap Arka.


"Iya, kalau misalnya dia mau ke kamu nanti bilang aja ke papah. Nanti biar papah anterin" ucap papah.


"Gak usah, pah" ucap Arka.


"Kok gak usah" heran papah.


"Iya gak usah, soalnya Arka gak ijinin dia ke Jakarta" ucap Arka.


"Kenapa gak diijinin?" tanya papah.


"Soalnya kan Bina nanti kuliah" ucap Arka.


"Kan kesananya bisa hari libur" ucap papah.


"Tapi kan walaupun libur pasti tugas kuliah nya banyak" ucap Arka.


"Iya juga sih" ucap papah.


"Ya udah, pah! Arka tutup dulu ya teleponnya soalnya Arka lagi malam mingguan sama Bina" ucap Arka.


"Oh ya udah" ucap papah.


Lalu Arka segera mematikan panggilan teleponnya.


"Teleponan sama siapa, Ka?" tanya Bina.


"Sama papah" ucap Arka.


"Oh iya, nih" ucap Bina sambil memberikan eskrim matcha kepada Arka.


"Makasih" ucap Arka sambil mengambil eskrim tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Bina sambil memakan eskrimnya.


"Ini beli dimana?" tanya Arka sambil memakan eskrim yang diberikan Bina.


"Beli disana" tunjuk Bina.

__ADS_1


"Enak gak, Ka?" tanya Bina.


"Enak kok" ucap Arka.


__ADS_2