Prince Of School

Prince Of School
Episode 204


__ADS_3

"Kalau kamu mulai suka sama aku waktu kapan?" tanya Arka.


"Sebenernya waktu kamu nembak aku, aku belum ada perasaan apa-apa ke kamu" ucap Bina.


"Tapi waktu malem nya kan kita ke Timezone. Terus pas udah pulang dari timezone, aku jadi suka sama kamu karena kamu waktu itu cium puncuk kepala aku. Nah saat itu aku mulai baper" ucap Bina terus terang.


"Oh jadi pas aku nembak, kamu belum suka sama aku?" tanya Arka.


"Iya belum, soalnya kamu sih maksa banget pingin pacaran sama aku" ucap Bina.


"Emang waktu itu aku maksa kamu?" tanya Arka.


"Iya, kamu tuh waktu itu ngambek gara-gara ditolak sama aku. Terus aku minta maaf berkali-kali sama kamu, tapi katanya kamu bakal maafin aku kalau aku jadi pacar kamu. Ya udah deh, aku terima aja daripada kamu marah sama aku" ujar Bina.


"Emang iya? kok aku gak inget ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Kamu bosen gak?" tanya Arka.


"Bosen apa?" tanya Bina.


"Bosen gak pacaran sama aku?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Syukur deh kalau gak bosen" ucap Arka.


"Aku takut aja kamu bakal bosen sama aku" ucap Arka.


"Enggak kok" ucap Bina.


"Oh iya, Ka! tadi gelang yang kamu kasih ke aku hampir hilang. Tapi untung aja Rino nemuin gelang aku" ucap Bina.


"Rino mantan kamu?" tanya Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Kamu sering chat sama dia gak?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Kalau kamu? sering chat sama Bella gak?" tanya Bina.


"Enggak, cuma Bella nya aja yang suka chat aku" jelas Arka.


"Dia kayaknya cinta banget sama kamu" ucap Bina.


"Kamu cemburu ya sama Bella?" tanya Arka.


"Iya" ucap Bina terus terang.


"Kamu tenang aja, yang ada di hati aku cuma kamu kok" ucap Arka.


"Mana coba aku lihat hati kamu" canda Bina.


"Nih, belah aja tubuh aku" ucap Arka sambil tertawa.


"Ih serem banget, emangnya aku psikopat" ucap Bina.


"Oh iya, Na! nanti kalau kuliah kamu mau kuliah dimana?" tanya Arka.


"Aku mau kuliah disini aja, soalnya aku gak mau ninggalin kak Daniel" ucap Bina.


"Karena kan sekarang cuma kak Daniel doang yang aku punya" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Bukan kak Daniel doang, tapi kamu juga punya aku. Kan aku pacar kamu" ucap Arka sambil mengelus rambut Bina.


Lalu Bina langsung tersenyum setelah mendengar ucapan Arka.


"Sini peluk" ucap Arka sambil memeluk Bina.


Lalu Bina membalas pelukan Arka.


Tanpa sadar, Bina langsung meneteskan air matanya.


"Kenapa nangis?" tanya Arka.


"Aku terharu aja denger nya" ucap Bina.

__ADS_1


"Cewek cantik gak boleh nangis. Nanti kalau nangis, cantiknya hilang" ucap Arka sambil mengusap air mata Bina.


"Ekhem" ucap kak Putra yang mengintip di dekat pintu.


Sontak Arka dan Bina langsung melepaskan pelukannya.


"Kenapa, kak?" tanya Arka.


"Gak kenapa-napa, tadi gue cuma pingin batuk aja" ucap kak Putra.


Lalu kak Putra segera pergi.


"Ganggu aja" gumam Arka.


"Siapa yang ganggu?" tanya Bina.


"Kak Putra lah, masa kamu" ucap Arka.


"Ka" ucap Bina.


"Apa sayang" ucap Arka sambil menatap Bina.


"Nanti misalnya kak Putra nikah, kamu mau tinggal sama siapa?" tanya Bina.


"Aku tinggal sendiri lah disini, kan pasti nanti kak Putra beli rumah baru" ucap Arka.


"Berarti nanti kalau kak Daniel nikah, aku juga harus tinggal sendiri dong" ucap Bina.


"Kalau itu sih terserah kamu, kalau kamu mau tinggal bareng ya tinggal aja bareng kak Daniel dan istrinya" ucap Arka.


"Masalahnya aku takut nanti mereka berdua gak nyaman kalau ada aku, kan pasti mereka pingin berdua" ucap Bina.


"Kak Daniel pasti ngajak kamu tinggal bareng kok, Na! lagian kan kak Daniel pasti khawatir kalau kamu tinggal sendirian" ucap Arka.


"Ka, kita gak apa-apa nih lama dikamarnya? takutnya kak Putra marah, kalau kita diem di kamar" ucap Bina.


"Gak apa-apa, lagian dia kan tahu kalau aku lagi sakit" ucap Arka.


"Luka kamu masih sakit ya, Ka?" tanya Bina.


"Bukan sakit sih, tapi lebih ke perih" ucap Arka.


"Makanya kalau naik motor jangan ngebut" ucap Bina.


"Awas aja kalau ngebut lagi" ucap Bina.


"Iya, gak bakal ngebut kok" tanya Arka.


"Janji?" ucap Bina sambil mengacungkan jari kelingkingnya.


"Iya janji" ucap Arka sambil mengeratkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Bina.


"Udah lepasin" ucap Bina.


"Susah dilepasin, Na" ucap Arka.


"Gigit nih" ucap Bina.


"Ya udah gigit aja, gak apa-apa kok" ucap Arka.


"Ka, lepasin. Jari aku kram" bohong Bina.


Lalu Arka langsung melepaskan jari kelingkingnya dari jari kelingking Bina.


"Padahal bohong" ucap Bina sambil tertawa kecil.


"Dasar tukang bohong" ucap Arka sambil mencubit pipi Bina.


"Aku kan udah bilang, jangan cubit pipi aku" ucap Bina.


"Emang kenapa sih gak boleh di cubit?" tanya Arka.


"Soalnya nanti pipinya tambah lebar" ucap Bina.


"Ya gak apa-apa, biar tambah lucu" ucap Arka.


"Lucu mata mu" ucap Bina.


"Mata aku emang lucu tahu" ucap Arka.

__ADS_1


"Enggak ah! biasa aja" ucap Bina.


"Coba tatap dulu mata aku, nanti kalau kamu senyum berarti mata aku emang lucu" ucap Arka.


"Enggak mau" ucap Bina.


Lalu Arka menatap wajah Bina sambil tersenyum.


"Apa senyum-senyum?" ucap Bina.


"Aku mau mastiin kalau mata aku lucu atau enggak" ucap Arka.


"Coba cepet tatap aku, satu menit aja" suruh Arka.


"Ya udah iya" ucap Bina.


Lalu Bina langsung menatap wajah Arka.


"Jangan senyum, nanti aku ikut senyum" ucap Bina.


Lalu Arka menatap Bina dengan tatapan yang serius dan tanpa sadar Bina langsung tersenyum karena melihat Arka.


"Tuh kan, kamu senyum! berarti mata aku lucu" ucap Arka.


"Bukan mata kamu yang lucu, tapi ekspresi wajah kamu yang bikin aku senyum" ucap Bina.


"Kamu tadi natap nya terlalu serius, makanya aku pingin ketawa" ucap Bina.


"Kita lomba tatap-tatapan yuk! yang kalah nanti harus nurutin perkataan yang menang" ucap Arka.


"Gak mau, aku takut kalah" ucap Bina.


"Lemah banget, cuma gitu doang kok takut" ucap Arka.


"Ya udah ayo" ucap Bina karena ia tidak ingin dianggap lemah.


"Nanti yang duluan ngedip berarti kalah" ucap Arka.


"Iya tahu" ucap Bina.


"Ya udah ayo mulai" ucap Bina.


"Dalam hitungan ketiga dimulai ya" ucap Arka.


Lalu Arka dan Bina menutup matanya terlebih dahulu.


"Satu"


"Dua"


"Tiga"


Bina dan Arka langsung membuka matanya sambil menatap satu sama lain.


Lalu Arka langsung tertawa karena melihat Bina yang membuka matanya lebar-lebar.


"Arka jangan ketawa" ucap Bina.


"Kalau ketawa gak apa-apa, yang penting jangan ngedip" ucap Arka.


"Perih banget mata aku" ucap Bina.


"Sama aku juga" ucap Arka.


Tanpa sadar, Bina mengedipkan matanya.


"Kamu kalah" ucap Arka.


"Aku gak kedip" ucap Bina.


"Tadi kedip loh" ucap Arka.


"Kapan?" tanya Bina.


"Barusan" ucap Arka.


"Kamu kali yang kedip" ucap Bina.


"Enggak kok, aku dari tadi melotot gini" ucap Arka.

__ADS_1


"Ya udah deh aku ngalah aja" ucap Bina.


"Lah kan tadi emang kamu yang kalah" ucap Arka.


__ADS_2