Prince Of School

Prince Of School
Episode 276


__ADS_3

Keesokan harinya...


Jam 06.00


Bina, Ririn dan Daniel sedang sarapan di ruang makan.


Tiba-tiba bel rumah berbunyi.


Tingtong...tingtong


"Siapa tuh pagi-pagi kesini?" tanya Ririn.


"Itu Arka" ucap Bina.


Bina segera berjalan kearah luar untuk menemui Arka.


Setelah diluar, Bina langsung membukakan pagar rumahnya.


"Ayo berangkat sekarang" ucap Arka.


"Aku lagi sarapan, Ka" ucap Bina.


"Oh ya udah sarapan dulu aja" ucap Arka.


"Kamu udah sarapan belum?" tanya Bina.


"Belum sih" ucap Arka.


"Ya udah ayo sarapan bareng" ajak Bina.


Lalu Bina dan Arka segera pergi ke ruang makan.


Sesampainya diruang makan, mereka berdua langsung duduk di kursi.


"Kamu cuci tangan dulu sana!" perintah Bina.


Arka segera menuruti perintah Bina.


Bina segera mengambilkan air minum, nasi dan ayam goreng untuk Arka.


"Mau kemana, dek? kok Arka pagi-pagi ada disini" ucap kak Daniel sambil memakan makanannya.


"Mau ziarah ke makam mamah, papah sama orang tuanya Arka" ucap Bina.


"Oh gitu" ucap kak Daniel.


Arka kembali duduk disebelah Bina.


"Kak Daniel, Ririn selamat ya" kata Arka.


"Selamat apa?" tanya Ririn.


"Luh hamil kan?" tanya Arka.


"Oh selamat karena itu" ucap Ririn.


"Iya gue hamil" sambung Ririn.


"Ka, ayo makan! jangan ngobrol terus" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


Arka segera memakan nasi dan ayam goreng tersebut.


"Oh iya, Na! nanti kalau luh nikah, rumah sepi dong" keluh Ririn.


"Ya gak sepi lah, kan nanti ada anak luh" ucap Bina.


"Ya tetep aja nanti gue bakal bosen soalnya kan gak ada yang bisa diajak ngobrol" ucap Ririn.


"Kan aku ada" ucap Daniel.


"Tapi kan kamu kerja, jadi pasti aku bosen di rumah" ucap Ririn.


"Ya udah kalau luh bosen, nanti gue kesini deh" ucap Bina.


"Emang dibolehin sama Arka?" tanya Ririn.


"Boleh gak, Ka?" tanya Bina.


"Boleh" ucap Arka.


"Tapi main kesininya jangan keseringan juga, soalnya kan luh harus beres-beres rumah" sahut kak Daniel.


"Iya siap" ucap Bina.


"Oh iya, Ka! nanti sekalian kita beli makanan kucing yuk! soalnya makanannya udah mau habis" ucap Bina.

__ADS_1


"Ya udah nanti kita beli" ucap Arka.


"Nanti kimchi mau dibawa ke rumah Arka?" tanya Ririn.


"Ya iyalah, kan itu kucing gue bukan kucing kak Daniel. Jadi ya pasti dibawa" ucap Bina.


...****...


Setelah itu, Bina dan Arka segera pergi ke makam dengan mengendarai mobil.


Setelah sampai di makam orang tuanya Bina, Bina dan Arka segera turun dari mobil. Kemudian mereka segera berjalan menuju kuburan kedua orang tua Bina.


Sesampainya di kuburan, Bina dan Arka berdoa untuk kedua orang tuanya Bina.


Setelah selesai ziarah ke makam orang tua nya Bina, kini mereka berdua segera pergi menuju makam mamahnya Arka.


Sesampainya di kuburan, Bina dan Arka berdoa untuk mamahnya Arka.


...****...


Skip


Sesudah ziarah, mereka berdua segera menuju mini market untuk membeli makanan kucing.


"Na, mau snack gak?" tanya Arka.


"Enggak ah! aku mau beli minuman aja " ucap Bina.


"Ya udah masukin aja ke keranjang" ucap Arka.


Bina segera mengambil kopi kemasan botol.


"Eh! tolong ambilin satu lagi dong buat aku" ujar Arka.


Bina segera mengambil kopi lagi, lalu ia segera mengambil kopi tersebut.


"Mau coklat gak?" tanya Arka.


"Gak mau!" tolak Bina.


"Tumben, biasanya juga mau" ucap Arka.


"Soalnya kalau makan coklat nanti berat badan aku nambah" ucap Bina.


"Terus mau beli apa lagi?" tanya Arka.


Lalu mereka segera menuju kasir untuk membayar belanjaannya.


Sesudah membayar, mereka berdua segera keluar dari mini market tersebut. Setelah itu, mereka segera pergi menuju rumah Bina.


* Rumah Bina


Sesampainya di rumah, Bina dan Arka segera turun dari mobil. Lalu mereka segera masuk kedalam rumah Bina.


"Loh! kok balik lagi" ucap Ririn yang sedang menonton televisi.


"Iya soalnya mau simpen makanan kucing" ucap Bina.


"Ya udah kamu tunggu duku disini ya, Ka" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


Bina segera pergi menuju kamarnya.


"Rin, kak Daniel mana?" tanya Arka.


"Dia lagi mandi" ucap Ririn.


"Oh iya, habis ini luh sama Bina mau kemana?" tanya Ririn.


"Gak kemana-mana. Tapi nanti agak siangan, gue sama Bina mau beli peralatan dapur" ucap Arka.


"Nanti gue boleh ikut gak? soalnya kan nanti Daniel pasti berangkat kerja" ucap Ririn.


"Gak boleh! kan luh lagi hamil. Nanti takutnya luh kenapa-napa" ucap Arka.


"Kenapa, Ka?" tanya Bina.


"Ini Ririn katanya pingin ikut beli peralatan dapur" ucap Arka.


"Jangan! luh istirahat aja di rumah" ucap Bina.


"Ya udah deh, tapi nanti gue nitip makanan dong" ucap Ririn.


"Mau nitip apa?" tanya Bina.


"Batagor" ucap Ririn.

__ADS_1


"Iya nanti gue beliin, tapi kalau ada ya" ucap Bina.


"Pokoknya harus ada" ucap Ririn.


"Lah! kalau gak jualan gimana?" tanya Bina.


"Ya luh berdua harus cari sampe ketemu" ucap Ririn.


"Iya... iya nanti kita cari deh sampe ketemu" ucap Bina.


"Nah gitu dong! baru itu namanya adik ipar yang baik" ucap Ririn.


"Rin, aku berangkat kerja dulu ya" ucap Daniel.


"Iya" ucap Ririn.


Daniel langsung mencium kening Ririn.


"Arka jadi pingin cepet-cepet nikah nih" ucap Arka saat melihat kak Daniel yang mencium Ririn.


"Ya kan bentar lagi luh sama Bina nikah" ucap Daniel.


"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu ya" ucap kak Daniel kepada Bina dan Arka.


"Iya" ucap Bina dan Arka bersamaan.


Lalu Daniel segera pergi.


"Gue pingin kopi dong" ucap Ririn saat melihat Bina yang sedang meminum kopi.


"Jangan! ibu hamil gak boleh minum kopi" ucap Bina.


"Tapi gue pingin" tanya Ririn.


"Pokoknya jangan, nanti kalau luh kenapa-napa gimana coba" ucap Bina.


"Lebih baik luh minum susu aja, Rin" ujar Arka.


"Gue bosen minum susu mulu" ucap Ririn.


Trining...trining


Ponsel Bina dan Ririn berdering bersamaan.


"Siapa?" tanya Arka.


"Fanny" ucap Bina.


"Na, video call nya di handphone luh aja ya" ucap Ririn sambil menolak panggilan video call dari Fanny.


"Iya" ucap Bina.


Bina langsung mengangkat panggilan video call dari Fanny.


"Ada apa, Fan?" tanya Bina.


"Gak ada apa-apa sih, cuma ya gue bosen aja. Jadi gue video call luh" ucap Fanny.


"Oh iya, Fan! gue punya kabar baik loh" ucap Bina.


"Kabar baik tentang apa?" tanya Fanny.


"Tentang kehamilan Ri-" ucap Bina terpotong karena Fanny langsung menyaut begitu saja.


"Astaghfirullah Bina! luh kan belum resmi nikah, masa luh hamil sih" ucap Fanny.


"Bukan gue yang hamil" ucap Bina.


"Jadi siapa yang hamil?" tanya Fanny.


"Ya Ririn lah" ucap Bina.


"Serius Ririn hamil?" tanya Fanny.


"Iya" ucap Bina.


"Ririn ada sama luh gak?" tanya Fanny.


"Ada, ini" ucap Bina sambil mengarahkan kamera ponselnya pada Ririn.


"Ririn selamat ya" ucap Fanny.


"Iya makasih, Fan" ucap Ririn.


"Anaknya cewek atau cowok?" tanya Fanny.


"Ya belum tahu lah, Fan!" ucap Ririn.

__ADS_1


__ADS_2