Prince Of School

Prince Of School
Episode 180


__ADS_3

Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Bina.


"Bina" panggil orang itu.


Bina yang sedang belajar pun langsung mengalihkan pandangannya menuju orang itu.


"Bina kan?" tanya orang itu.


Sontak Bina pun langsung terdiam.


"Luh Bina kan?" tanya cewek itu sambil duduk didepan Bina.


Bina pun hanya mengangguk.


Kemudian Bina pun langsung menunduk karena ia mengingat kejadian waktu dulu.


"Luh masih inget gue gak?" tanya cewek itu.


"Enggak" ucap Bina tanpa melihat kearah cewek tersebut.


Lalu Arka pun datang menghampiri Bina.


"Na" panggil Arka.


Sontak Bina pun langsung melihat kearah Arka.


"Siapa, Na?" tanya Arka.


"Gue temen SD nya Bina" ucap cewek tersebut.


"Temen kamu, Na?" tanya Arka memastikan.


"Aku gak inget" bohong Bina.


"Gue Rani, masa luh gak inget sih" ucap Rani.


"Enggak, gue gak inget" ucap Bina sambil menunduk.


"Hmm...maaf ya, luh boleh pergi gak soalnya gue sama Bina mau belajar" ucap Arka.


"Oh ya udah" ucap Rani.


Lalu Rani pun segera duduk di tempat lain.


Kemudian Arka pun segera duduk didepan Bina dan ia pun melihat tangan Bina yang gemetar.


"Na, kamu gak apa-apa kan?" tanya Arka.


"Gak apa-apa" bohong Bina.


Lalu Arka pun segera memegang tangan Bina.


Sontak Bina pun langsung melihat kearah Arka.


"Kamu takut sama orang tadi?" tanya Arka.


"Enggak" bohong Bina.


"Terus kenapa tangan kamu gemeter? kayak lagi ketakutan" ucap Lino.


"Aku gak takut kok" ucap Bina sambil melepaskan tangan Arka.


"Aku cuma kedinginan, soalnya AC nya dingin banget" bohong Bina.


"Emang dingin?" tanya Arka.


"Iya" bohong Bina.


Lalu kak Indy pun segera menghampiri Bina dan Arka.


"Hayo loh, katanya bareng temen" ucap kak Indy.


"Emang temen kok, kak" ucap Bina.


"Oh iya, kak! Bina mau cheese cake sama vanilla latte ya" ucap Bina.


"Oke" ucap kak Indy.


"Kalau pacar kamu mau apa?" tanya kak Indy.


"Dia temen aku, bukan pacar" ucap Bina.


"Ka, kamu mau pesen apa?" tanya Bina.


"Aku pesen matcha latte sama cheese cake" ucap Arka.


"Oke, tunggu ya" ucap kak Indy.


Lalu kak Indy pun segera pergi.


"Bukannya kamu gak suka cheese cake ya?" tanya Bina.


"Iya dulu sih gak suka, tapi sekarang suka" ucap Arka.


"Oh iya, mau belajar apa dulu nih?" tanya Bina.


"Sejarah aja, biar mengingat masa lalu" ucap Arka sambil tersenyum.


"Hmm...kayaknya kalau sejarah lebih baik baca sendiri-sendiri aja soalnya kalau dijelasin sama orang bakal gak ngerti" ucap Bina.


"Oh ya udah" ucap Arka.


Lalu mereka berdua pun segera membaca buku sejarah.


Disisi lain


"Ran, luh kenal sama orang itu?" tanya temen Rani.


"Iya, itu temen SD gue" ucap Rani.


"Sombong banget dia, mentang-mentang udah jadi selebgram" ucap Rani.


"Emang dia sombong?" tanya temannya.


"Iya, dia tadi gak ngenalin gue. Padahal kan kita sekelas waktu SD" ucap Rani.


"Udah lupa kali dia" ucap temannya.


"Mana ada lupa sama temen sekelasnya" ucap Rani.


...****...


Lalu kak Indy pun segera menghampiri Bina dan Arka.


"Ini" ucap kak Indy sambil meletakkan makanan dan minuman diatas meja.


"Makasih" ucap Arka dan Bina bersamaan.


"Iya sama-sama" ucap kak Indy.


Lalu kak Indy pun segera pergi.


"Ini biasanya yang buat kue-kue nya siapa, Na?" tanya Arka sambil memakan cheese cake.


"Tante Indah sama tante Bunga" ucap Bina.


"Tante kamu?" tanya Arka.


"Bukan, mereka temennya mamah" ucap Bina.


"Na, aku boleh lihat catatan sejarah kamu gak?" tanya Arka.


"Boleh, nih" ucap Bina sambil memberikan buku catatannya kepada Arka.


Lalu Arka pun segera mengambil buku tersebut.


"Kok catatan sejarah kamu banyak banget sih" heran Arka.


"Kan aku suka nulis setiap materi yang disampaikan pak Agus" ucap Bina.


"Aku juga suka nulis, tapi kok gak sebanyak kamu sih" ucap Arka.


"Ya mana aku tahu" ucap Bina.


"Na" teriak Fanny.


Lalu Fanny pun segera menghampiri Bina dan Arka.


"Luh berdua jadian lagi?" tanya Fanny.


"Enggak" ucap Bina.


"Terus kenapa berduaan?" tanya Fanny.


"Kita mau belajar bareng" ucap Bina.


"Oh gitu" ucap Fanny.


"Luh sendirian kesininya?" tanya Arka.


"Enggak, gue bareng Rizky" ucap Fanny.


"Rizky nya mana?" tanya Arka.


"Lagi pesen makanan sama minuman" ucap Fanny.


"Oh gitu" ucap Arka.


"Ya udah gue kesana dulu nya, soalnya takut ganggu luh berdua" ucap Fanny.


"Ya udah sana" usir Arka.


Lalu Fanny pun segera pergi menghampiri Rizky.


"Na, kalau Pai ngapalin apa aja?" tanya Arka.


"Ngapalin semua yang ada di catatan" ucap Bina.


"Boleh pinjem catatan kamu gak? soalnya aku jarang nyatet" ucap Arka.

__ADS_1


"Boleh" ucap Bina.


"Nih" ucap Bina sambil memberikan buku catatan mata pelajaran PAI.


Lalu Arka pun segera mengambil buka catatan tersebut.


"Rapih banget tulisannya" ucap Arka.


"Tulisan kamu juga rapih kok" ucap Bina.


"Bisa aja ngeledek nya" ucap Arka.


"Ih serius" ucap Bina.


"Na" ucap Arka.


"Kenapa?" tanya Bina.


"Orang itu kenapa sih lihatin kamu mulu?" tanya Arka.


"Gak tahu" ucap Bina.


"Kamu beneran gak kenal sama orang itu?" tanya Arka.


"Enggak" bohong Bina.


Lalu Bina pun langsung melihat kearah buku catatan bahasa Inggris nya.


"Oh iya aku lupa" ucap Arka sambil membuka tas nya.


Sontak Bina pun langsung melihat kearah Arka.


"Nih buat kamu" ucap Arka sambil memberikan coklat kepada Bina.


"Buat aku?" tanya Bina memastikan.


"Iya" ucap Arka.


"Makasih" ucap Bina sambil mengambil coklat tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Arka sambil tersenyum.


"Bina Arka!" panggil Fanny dan Rizky bersamaan.


Sontak Bina dan Arka pun langsung melihat kearah Fanny dan Rizky.


"Kita pulang dulu ya" ucap Fanny.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Fanny dan Rizky pun segera pergi.


"Mereka pacaran?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Terus kenapa bareng mulu?" tanya Arka.


"Kan mereka sahabatan" ucap Bina.


"Kok bisa sih cewek sama cowok sahabatan" heran Arka.


"Ya bisa aja" ucap Bina.


"Kalau kamu punya sahabat cowok gak?" tanya Arka.


"Gak punya" ucap Bina.


"Kalau Julian? bukannya dia sahabat kamu ya?" tanya Arka.


"Dia cuma temen, bukan sahabat. Lagian aku gak mau punya sahabat cowok" ucap Bina.


"Kenapa gak mau?" tanya Arka.


"Takutnya salah satunya ada yang nyimpen perasaan" ucap Bina.


"Aku boleh nanya sesuatu gak?" tanya Arka.


"Nanya apa?" tanya Bina.


"Kalau misalnya Julian nembak kamu, kamu bakal terima gak?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Kenapa enggak?" tanya Arka.


"Kan aku gak mau pacaran dulu" ucap Bina.


"Ka, belajar nya udah dulu ya soalnya udah malem" ucap Bina.


"Oh ya udah" ucap Arka.


Lalu Bina dan Arka pun segera membereskan buku-buku masing-masing.


Setelah itu, Bina pun segera pergi keluar. Sedangkan Arka, ia segera pergi ke kasir untuk membayar makanan dan minuman yang telah ia pesan.


Setelah membayar, Arka pun langsung pergi keluar dan ia pun langsung menghampiri Bina.


"Na" panggil Arka.


"Kenapa?" tanya Bina.


"Tungguin" ucap Arka sambil menaiki motornya.


Lalu Arka pun segera melajukan motornya mendekati Bina.


"Bareng" ucap Arka.


"Tapi kan rumah kita beda arah" ucap Bina.


"Aku mau beli ayam bakar bang Fauzi" ucap Arka.


"Oh gitu, ya udah ayo" ucap Bina.


Lalu mereka berdua pun segera melajukan motornya.


...****...


Sesampainya sampai rumah, Bina pun segera membuka pagarnya. Lalu ia pun segera memasukan motornya kedalam garasi.


Setelah itu, ia pun segera masuk kedalam rumahnya sambil membawa helm.


Saat mau pergi menuju kamarnya, tiba-tiba pintu rumah pun diketuk oleh seseorang.


Lalu Bina pun segera menaruh tas dan helm di sofa, setelah itu ia pun segera membuka pintu rumahnya.


Cklek


"Nyari siapa ya?" tanya Bina.


Greb


Tiba-tiba orang itu pun memegang tangan Bina.


"IH LEPASIN!!!" teriak Bina.


"TOLONG!!!" teriak Bina.


Kemudian Bina pun segera menggigit tangan orang itu, lalu orang itu pun melepaskan pegangannya.


Bina pun langsung berlari menuju kamarnya dan ia pun langsung mengunci kamarnya.


Lalu Bina pun segera menghubungi kak Daniel namun kak Daniel tidak menjawab panggilan teleponnya.


Kemudian Bina pun memutuskan untuk menelepon Arka.


"Hallo, Na" ucap Arka.


"Hiks...hiks" tangis Bina.


"Kenapa, Na?" tanya Arka.


"Ka, tolongin aku" ucap Bina.


"Kamu kenapa?" tanya Arka.


"Ada bapak-bapak yang masuk ke rumah aku, aku takut" ucap Bina sambil menangis.


"Ya udah aku kesana sekarang" ucap Arka.


Lalu Arka pun segera mematikan panggilan.


Tok...tok...tok


"Cepet buka pintunya" ucap orang itu sambil mendobrak-dobrak pintu kamar Bina.


Bina pun hanya bisa berdoa supaya pintunya tidak terbuka.


...****...


"Ka, mau kemana?" tanya Fauzi.


"Ke rumah Bina" ucap Arka.


"Soalnya ada orang asing yang masuk rumahnya" ucap Arka sambil pergi menuju rumah Bina.


"Martin ayo ikut" ucap Fauzi.


"Kemana?" tanya asisten Fauzi.


"Ke rumah Bina, ada maling katanya" ucap Fauzi.


"Bryan, luh layanin pelanggan ya. Gue sama Martin mau ke rumah Bina dulu" ucap Fauzi.


"Siap" ucap asisten Fauzi.


Lalu Fauzi dan Martin pun segera pergi menuju rumah Bina.


...****...

__ADS_1


Setelah sampai, Arka pun buru-buru pergi menuju kamar Bina.


Saat sampai di kamar, Arka pun melihat ada bapak-bapak yang sedang berusaha mendobrak pintu kamar Bina.


Kemudian Arka pun langsung menonjok orang tersebut.


Bughh


"Ngapain luh masuk ke rumah orang" ucap Arka namun tidak dijawab oleh orang tersebut.


Bugh


Bugh


"Arka, udah!" teriak Fauzi dan Martin saat melihat Arka yang sedang menonjok orang tersebut.


"Ka, udah! lebih baik kita bawa dia ke kantor polisi" ucap Fauzi.


"Martin, ayo bawa dia keluar" ucap Fauzi.


Lalu Fauzi dan Martin pun segera membawa orang itu keluar.


Tok...tok...tok


"Na, ini aku" teriak Arka.


"Orang itu udah dibawa ke kantor polisi sama bang Fauzi sama bang Martin" jelas Arka.


Lalu Bina pun segera membuka pintu kamarnya.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Arka.


Kemudian Bina pun langsung memeluk Arka karena ia sangat ketakutan.


"Hiks...hiks" tangis Bina.


"Kamu tenang ya, orang itu udah gak ada kok" ucap Arka sambil membalas pelukan Bina.


"Udah jangan nangis" ucap Arka sambil mengelus rambut Bina.


"Ya udah lebih baik kita ke ruang tamu aja yuk, sambil nunggu kak Daniel pulang" ucap Arka sambil melepaskan pelukannya.


Lalu Bina pun langsung melepaskan pelukannya.


Kemudian mereka berdua pun langsung pergi menuju ruang tamu.


Setelah sampai, Bina pun segera duduk di sofa.


"Kamu tunggu dulu disini ya, aku mau ambil minum buat kamu" ucap Arka namun tangannya dipegang oleh Bina.


"Aku ikut" ucap Bina.


"Ya udah ayo" ucap Arka karena ia tahu bahwa Bina sedang ketakutan.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju dapur.


Setelah sampai di dapur, Arka pun segera mengambil air minum untuk Bina.


"Nih minum dulu" ucap Arka sambil memberikan gelas yang berisi air.


Lalu Bina pun segera mengambil gelas tersebut dan ia pun langsung meminum air putih tersebut.


Setelah air nya habis, Bina pun langsung menaruh gelas tersebut diatas meja.


"Ya udah ayo ke ruang tamu" ucap Arka.


Lalu mereka berdua pun segera kembali menuju ruang tamu.


Setelah sampai, mereka berdua pun langsung duduk di sofa.


Arka pun langsung melihat kearah Bina karena ia tahu bahwa Bina masih ketakutan setelah kejadian tadi.


"Kak Daniel kemana?" tanya Arka.


"Ke rumah sakit, lagi ngejagain kak Sarah" ucap Bina.


"Pulangnya kapan?" tanya Arka.


"Gak tahu" ucap Bina.


"Udah ditelepon belum kak Daniel nya?" tanya Arka.


"Udah, tapi gak diangkat" ucap Bina.


"Kalau kamu mau pulang gak apa-apa kok, nanti aku tinggal kunci aja pagar sama pintunya" ucap Bina.


"Enggak, aku tunggu disini aja sampai kak Daniel pulang" ucap Arka.


"Ka, maaf ya udah ngerepotin" ucap Bina.


"Enggak ngerepotin kok" ucap Arka.


"Maaf juga tadi aku meluk kamu" ucap Bina.


"Gak apa-apa kok" ucap Arka sambil tersenyum.


Trining...trining


Lalu Arka pun segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari bang Fauzi.


"Kenapa, bang?" tanya Arka.


"Bina gak apa-apa kan?" tanya bang Fauzi.


"Gak apa-apa kok" ucap Arka.


"Luh jadi gak beli ayam bakar nya?" tanya bang Fauzi.


"Jadi, tapi nanti ya diambilnya" ucap Arka.


"Nantinya tuh kapan?" tanya bang Fauzi.


"Nanti kalau udah pulang dari rumah Bina" ucap Arka.


"Oh ya udah" ucap bang Fauzi.


"Kak Daniel emangnya kemana sih?" tanya bang Fauzi.


"Lagi jengukin pacarnya di rumah sakit" ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu, luh tungguin Bina ya soalnya pasti dia takut banget karena kejadian tadi" ucap bang Fauzi.


"Iya" ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap bang Fauzi.


"Iya" ucap Arka.


Lalu bang Fauzi pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Kamu ngantuk?" tanya Arka karena melihat mata Bina yang seperti sedang mengantuk.


Bina pun hanya mengangguk.


"Ya udah tidur aja, nanti aku bangunin kalau kak Daniel udah pulang" ucap Arka.


"Enggak ah, nanti aja tidurnya" ucap Bina.


Lalu Bina pun segera menyalakan televisi agar ia tidak mengantuk.


"Whoah" Bina pun menguap.


Sontak Arka pun langsung tersenyum saat melihat Bina menguap.


Kemudian Arka pun segera duduk mendekati Bina.


"Kenapa?" tanya Bina.


Lalu Arka pun segera mengambil buku mata yang jatuh ke pipi Bina.


"Ada bulu mata jatuh" jelas Arka.


"Katanya kalau ada bulu mata jatuh, itu pertanda bahwa ada orang yang kangen sama kamu" ucap Arka.


"Itu kan mitos" ucap Bina.


"Tapi kayaknya emang bener deh ada yang kangen sama kamu" ucap Arka.


"Siapa?" tanya Bina.


"Orang yang disamping kamu" ucap Arka.


Bina pun hanya terdiam karena mendengar ucapan Arka.


Cklek


Pintu pun dibuka oleh kak Daniel.


Kemudian kak Daniel pun segera menghampiri Bina dan Arka.


"Eh ada Arka" ucap kak Daniel.


"Iya kak" ucap Arka sambil tersenyum.


"Ada apa nih kesini?" tanya kak Daniel.


"Tadi kita belajar bareng disini, kak" sahut Bina.


Sontak Arka pun langsung melihat kearah Bina.


"Tapi kok gak ada buku sih" heran kak Daniel.


"Bukunya didalem tote bag" ucap Bina.


"Sebenernya tadi Arka kesini karena ditelepon Bina, terus Bina bilang ada orang yang masuk kesini jadi Arka buru-buru kesini" jelas Arka.


"Siapa?" tanya kak Daniel.


"Gak tahu, pokoknya dia orang jahat" ucap Arka.

__ADS_1


"Luh gak apa-apa kan, dek?" tanya kak Daniel.


"Gak apa-apa kok, cuma tadi Bina sedikit takut aja" ucap Bina.


__ADS_2