Prince Of School

Prince Of School
Episode 278


__ADS_3

* Ruang makan


"Sayang" panggil Arka.


"Iya, kenapa?" tanya Bina.


"Besok aku mau kerja di kantor papah" ucap Arka.


"Iya terus kenapa?" tanya Bina.


"Gak kenapa-napa, cuma mau ngasih tahu aja" ucap Arka.


"Oh iya, tadi aku udah nyuruh orang buat bawa barang-barang kamu kesini. Mungkin nanti agak siangan dia ke rumahnya" ucap Arka.


"Ka, nanti bilangin ya suruh bawa kimchi juga" ucap Bina.


"Udah aku bilangin kok" ucap Arka.


"Oh iya, Na! kado-kado yang lain kenapa belum dibuka?" tanya Arka.


"Soalnya aku males bukanya" ucap Bina.


"Kado dari Fanny isinya apa sih?" tanya Arka.


"Hmm...itu" ucap Bina terhenti.


"Apa?" tanya Arka sambil menahan senyumnya.


"Baju" ucap Bina.


"Baju tidur ya?" tanya Arka.


"Kok kamu tahu sih" heran Bina.


"Aku cuma nebak aja" ujar Arka padahal sebenarnya waktu Bina sedang tidur, Arka membuka koper Bina karena ia penasaran sebab Bina langsung memasukkan kado Fanny kedalam koper.


"Nanti malem baju tidurnya pake ya" suruh Arka.


"Uhuk...uhuk" Bina tersedak saat mendengar perkataan Arka.


"Nih minum dulu" ucap Arka sambil memberikan air minum kepada Bina.


Bina langsung meminum air yang diberikan Arka.


"Oh iya, pakaian-pakaian kamu masukin aja dulu ke lemari aku. Nanti kalau lemari kamu udah sampai baru pindahin lagi" ucap Arka.


"Nanti aja deh pindahinnya" ucap Bina.


"Oh iya, mamah sama papah masih di rumah kak Putra?" tanya Bina.


"Iya, mereka masih di rumah kak Putra" ucap Arka.


"Mereka bakal kesini gak?" tanya Bina.


"Aku gak tahu" ucap Arka.


Trining...trining


Bina melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Ririn.


Lalu Bina langsung menolak panggilan nya karena ia tahu pasti Ririn akan menanyakan tentang malam pertama.


"Kenapa gak diangkat, Na?" tanya Arka.


"Gak kenapa-napa" ucap Bina.


"Emang siapa sih yang nelpon?" tanya Arka.


"Ririn" jawab Bina.


"Kok gak diangkat sih" heran Arka.

__ADS_1


"Soalnya dia pasti nanya yang aneh-aneh" ucap Bina.


"Aneh gimana maksudnya?" tanya Arka.


"Gak tahu ah!" ucap Bina.


"Na, kayaknya seru ya kalau ada anak kecil di rumah ini" ucap Arka tiba-tiba.


Bina hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.


"Ka, kamu pingin cepet-cepet punya anak ya?" tanya Bina sedikit gugup.


"Iya" ucap Arka.


"Soalnya aku pingin ngerasain gimana jadi seorang ayah" sambung Arka.


"Tapi kalau kamu belum siap gak apa-apa kok" ucap Arka.


Sesudah makan, Bina segera mencuci piring dan gelas yang telah digunakan dirinya dan juga Arka.


Tiba-tiba Arka memeluk Bina dari belakang sambil menelusupkan wajahnya di ceruk leher Bina.


"Ka, geli!" ucap Bina sambil menjambak rambut Arka.


"Aww sakit, Na" kata Arka.


"Habisnya kamu ngapain coba deketin kepala kamu dileher aku. Udah tahu aku geli-an orangnya" ucap Bina.


"Na, nanti malam ya" ujar Arka.


"Nanti malam? maksudnya?" bingung Bina.


"Itu loh" ucap Arka.


Bina yang mengerti maksud ucapan Arka hanya bisa terdiam.


"Kalau nolak ajakan suami dosa loh" ancam Arka.


Arka langsung tersenyum saat mendengar ucapan Bina.


"Nanti pake baju pemberian dari Fanny ya" bisik Arka sambil tersenyum.


Setelah itu Arka segera pergi ke kamarnya.


"Kayaknya Arka udah lihat baju ya deh" batin Bina.


Setelah mencuci piring dan gelas, Bina segera menghampiri Arka yang berada di kamar.


* Kamar


"Sini sayang" ucap Arka.


Bina segera naik keatas kasur.


"Ka, kita gak samperin orang tua kamu dulu gitu?" tanya Bina.


"Orang tua aku udah pulang barusan" ucap Arka.


"Tahu dari mana?" tanya Bina.


"Soalnya tadi papah aku nelpon ke aku" ucap Arka.


"Kenapa gak mampir dulu kesini?" tanya Bina.


"Soalnya papah gak mau ganggu kita" ucap Arka.


"Padahal gak ganggu kok" ucap Bina.


"Oh iya, pakaian-pakaian kamu udah aku masukin ke lemari" ucap Arka.


"Udah aku bilang kan jangan dimasukin dulu" ucap Bina.

__ADS_1


"Kamu malu ya karena aku lihat underwear kamu?" tanya Arka.


"Arka kenapa sih frontal banget kalau ngomong" batin Bina.


"Jangan malu! lagian kan kita udah jadi suami istri" ucap Arka.


"Oh iya, Ka! baju kotor kamu mana? aku mau nyuci soalnya" ucap Bina mengalihkan pembicaraan.


"Ada di kamar mandi" ucap Arka.


Saat Bina mau bangun, tiba-tiba Arka memegang pergelangan tangannya.


"Nanti aja beres-beres nya, soalnya kan kamu pasti capek" ucap Arka.


"Enggak capek kok" bohong Bina.


"Udah istirahat aja, besok lagi aja beres-beres nya" ucap Arka.


Akhirnya Bina kembali duduk disebelah Arka.


"Na, kamu dulu kan pernah ngomong kalau kamu pingin dipanggil mamah sama suami kamu. Terus sekarang kamu mau dipanggil mamah gak sama aku?" tanya Arka.


"Ya terserah kamu" ucap Bina.


"Mamah" panggil Arka sambil tersenyum.


"Kok geli ya, Ka" ucap Bina sambil tertawa kecil.


"Geli kenapa?" tanya Arka.


"Jadinya kamu kayak anak aku" ucap Bina.


"Ya udah kalau gitu panggil sayang aja ya" ucap Arka.


Bina hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.


"Oh iya, Ka! kamu mau vakum dari dunia hiburan?" tanya Bina.


"Iya, soalnya kan aku mau kerja di perusahaan papah" ucap Arka.


"Lagian kalau aku masih di dunia hiburan, nanti yang ada aku jarang ngehabisin waktu bareng kamu. Sedangkan kalau kerja di kantor pasti aku sempet ngeluangin waktu, terus pekerjaannya kan bisa dibawa ke rumah" jelas Arka.


"Ka, anterin aku belanja ke supermarket yuk!" ajak Bina.


"Emang kamu mau beli apa?" tanya Arka.


"Beli buat belanja bulanan" jawab Bina.


"Ya udah ayo" ucap Arka sambil mengambil kunci mobilnya.


"Sebentar, aku mau list dulu daftarnya supaya nanti disana kita jadi gak bingung mau beli apanya" ucap Bina.


"Oh iya, aku pinjem kertas sama balpoin dong" ucap Bina.


Arka segera mengambil kertas dan bolpoin. Lalu ia segera memberikan kertas dan bolpoin tersebut kepada istrinya.


Setelah itu, Bina segera menuliskan list belanjaan.


Sesudah menulis daftar belanjaan, mereka berdua segera pergi menuju supermarket dengan mengendarai mobil.


* Supermarket


Setelah sampai, mereka berdua segera turun dari mobil. Kemudian mereka segera masuk kedalam supermarket.


Setelah itu, Bina dan Arka segera membeli sesuai dengan daftar belanjaan yang Bina tulis tadi saat di rumah.


Selanjutnya, mereka berdua segera membayar belanjaan tersebut di kasir.


"Sini biar aku aja yang bawa" ucap Arka.


"Gak apa-apa, biar aku aja. Lagian kamu juga kan itu bawa satu kantong belanjaan" ucap Bina.

__ADS_1


"Gak apa-apa, biar aku aja yang bawa" ucap Arka sambil mengambil kantong plastik yang dibawa oleh Bina.


__ADS_2