Prince Of School

Prince Of School
Episode 141


__ADS_3

"Na, luh lagi ngapain sih? kok fokus banget ngelihatin handphone nya" ucap Ririn.


"Gue lagi lihat resep-resep kue" ucap Bina.


"Luh mau ngelanjutin usaha orang tua luh ya?" tanya Ririn.


Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ririn.


"Tapi gue takut gagal bikin kue nya" ucap Bina.


"Ya udah luh coba-coba bikin kue dulu aja di rumah" ucap Ririn.


"Sebenernya gue udah pernah bikin sih, tapi gue cuma bisa bikin kue brownies doang" ucap Bina.


"Ya udah, jualan brownies aja" ucap Ririn.


"Nanti gue promosiin deh toko kue luh" ucap Ririn.


"Ya udah lebih baik kita belanja bahan-bahan buat bikin kue yuk" ucap Ririn.


"Ya udah, tapi tunggu dulu. Gue mau ngambil dompet gue dulu" ucap Bina.


sambil pergi menuju kamarnya.


Setelah mengambil dompetnya, Bina pun segera menghampiri Ririn.


"Ya udah ayo" ucap Bina.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju mini market dengan mengendarai motor Ririn.


"Rin" panggil Bina.


"Kenapa?" tanya Ririn.


"Sejak kapan luh bisa motor?" heran Bina.


"Baru-baru ini sih gue bisanya" ucap Ririn.


"Nanti ajarin gue naik motor ya" ucap Bina.


"Ini kan luh udah naik motor, Na" ucap Ririn.


"Maksudnya gue tuh pingin belajar motor" ucap Bina.


"Kenapa luh gak belajar sama kak Daniel?" tanya Ririn.


"Soalnya kak Daniel suka gak bener ngajarin nya" ucap Bina.


Setelah sampai di mini market, mereka berdua pun segera turun dari motor.


Lalu mereka berdua pun segera masuk kedalam mini market tersebut. Setelah masuk, Bina pun segera memasukan bahan-bahan kue ke keranjang. Sedangkan Ririn, ia sedang belanja snack dan minuman.


Setelah selesai mereka berdua pun segera membayar belanjaan masing-masing.


Setelah itu mereka berdua pun segera pergi menuju rumah Bina. Sesampainya di rumah, Bina dan Ririn pun segera masuk kedalam dan langsung pergi menuju dapur.


"Belanja apaan, dek?" tanya kak Daniel.


"Belanja bahan-bahan buat bikin kue brownies, kak" ucap Bina.


"Lain kali kalau belanja bilang dulu ke kakak, nanti kakak kan bisa kasih uangnya" ucap kak Daniel.


"Oh iya, nih" ucap kak Daniel sambil memberikan uang seratus ribu kepada Bina.


"Gue baru inget kalau gue punya hutang" ucap kak Daniel.

__ADS_1


"Hutang apa?" bingung Bina.


"Hutang keripik singkong sama Thai tea" ucap kak Daniel.


"Gak apa-apa deh jangan dibayar aja" ucap Bina.


"Gak! kan ini hutang, jadi harus dibayar" ucap kak Daniel sambil menyimpan uang itu tepat ditangan Bina.


"Ya udah iya" ucap Bina.


"Oh iya, kembaliannya buat luh aja" ucap kak Daniel sambil pergi menuju kamarnya.


"Seneng deh, lihat kalian berdua akur" ucap Ririn.


Bina pun hanya tersenyum karena mendengar ucapan Ririn.


"Ya udah, ayo bikin kuenya! nanti kalau udah, gue mau cobain terus gue kasih pendapat deh tentang kue yang luh bikin" ucap Ririn.


"Ya udah iya" ucap Bina.


Lalu Bina pun segera membuat kue brownies.


10 menit kemudian...


Kue brownies pun telah jadi.


Lalu Ririn pun segera mencoba kue buatan Bina.


"Gimana? enak gak?" tanya Bina sedikit khawatir.


"Enak banget, Na!" ucap Ririn sambil mengacungkan dua jempolnya.


"Serius gak nih?" tanya Bina.


"Serius!" ucap Ririn.


Bina pun hanya tersenyum karena ia sangat senang mendengar perkataan Ririn.


"Eh! tapi kan luh harus sekolah, Na" ucap Ririn.


"Ya kan bisa pulang sekolah jualannya. Lagian kan gue bisa minta bantuan ke karyawan-karyawan mamah yang waktu itu" ucap Bina.


"Jadi luh mau jualan kue brownies aja nih?" tanya Ririn.


"Iya" ucap Bina.


"Yang lainnya enggak?" tanya Ririn.


"Enggak, gue pingin jualan brownies aja" ucap Bina.


"Gue rasa nanti yang datang ke toko luh kayaknya cowok semua deh" ucap Ririn.


"Emang kalau cowok semua kenapa?" tanya Bina.


"Ya gak kenapa-napa sih, cuma yang pasti diantara cowok-cowok itu pasti ada aja yang modus karena penjualnya kan cantik" ucap Ririn.


"Emangnya bakal banyak yang datang ya?" tanya Bina.


"Ya pasti banyak lah, Na. Kan nanti gue sama Fanny yang akan promosiin toko kue luh" ucap Ririn.


"Makasih banyak ya" ucap Bina terharu.


"Iya sama-sama" ucap Ririn.


"Udah jadi ya kue nya?" ucap kak Daniel yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


"Iya udah, kak" ucap Bina.


"Kakak mau dong" ucap kak Daniel.


"Kalau mau ambil aja" ucap Bina.


Lalu kak Daniel pun segera mengambil kue brownies tersebut lalu memakannya.


"Enak gak, kak?" tanya Bina.


"Enak, kayak kue buatan mamah" ucap kak Daniel.


Bina pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan kak Daniel barusan.


"Kak Daniel, katanya Bina mau ngelanjutin usaha toko kue" ucap Ririn.


"Jangan, kan luh harus sekolah" ucap kak Daniel.


"Kan bisa hari Sabtu atau Minggu" ucap Bina.


"Nanti luh capek, kan pasti luh butuh waktu libur" ucap kak Daniel.


"Enggak kok, kan cuma jaga toko aja" ucap Bina.


"Ya udah nanti gue chat ya karyawan-karyawan mamah yang waktu itu, biar ngebantuin luh bikin kuenya" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Bina.


"Tapi Bina pingin jualan kue brownies doang, kak" ucap Bina.


"Kue yang lainnya enggak?" tanya kak Daniel.


"Enggak" ucap Bina.


"Oh iya, dek! gimana kalau sekarang kita kesana, terus kita bersih-bersih disana" ucap kak Daniel.


"Nanti aja deh, kak. Kan disini ada Ririn, masa Bina suruh dia pulang" ucap Bina.


"Gue ikut aja, lagian gue bosen di rumah" ucap Ririn.


"Luh mau ikut beresin toko?" tanya Bina memastikan.


"Iya" ucap Ririn.


"Jangan deh, nanti luh cape" ucap Bina.


"Gue gak bakal cape kok, lagian cuma bersih-bersih ini" ucap Ririn.


"Ya udah ayo berangkat" ucap kak Daniel.


"Bentar, Bina ambil kunci toko dulu" ucap Bina.


Lalu Bina pun segera pergi menuju kamarnya.


Setelah mengambil kunci, Bina pun segera kembali menghampiri Ririn dan kak Daniel.


Lalu mereka pun segera pergi menuju toko kue dengan menggunakan motor, kak Daniel berboncengan dengan Bina sedangkan Ririn sendirian.


Setelah sampai, Bina pun segera membuka toko kue tersebut.


Lalu mereka bertiga pun segera masuk kedalam toko tersebut.


"Sekarang kita bagi-bagi tugas ya" ucap kak Daniel.


"Oke" ucap Bina dan Ririn.

__ADS_1


"Ririn tugasnya nyapu, Bina tugasnya ngepel, sedangkan gue tugasnya bersihin kaca" ucap kak Daniel.


Lalu Ririn pun segera menyapu lantai toko tersebut, setelah Ririn selesai menyapu, kini giliran Bina yang mengepel. Sedangkan kak Daniel, ia sedang membersihkan kaca.


__ADS_2