Prince Of School

Prince Of School
Episode 82


__ADS_3

Skip


Semua siswa dan siswi SMA Mutiara pun segera meninggalkan kelasnya karena bel pulang telah berbunyi.


"Guys ayok!" ajak Fanny kepada Bina dan Ririn.


Lalu mereka bertiga pun segera pergi menuju parkiran.


Saat diparkiran, Bina pun melihat Arka. Lalu Bina pun segera menghampiri Arka.


"Na, mau kemana?" tanya Ririn dan Fanny namun Bina tidak menjawab ucapan mereka berdua.


"Ka" panggil Bina.


Arka pun tidak menjawab ucapan Bina.


"Maafin aku" ucap Bina namun Arka masih tidak menjawab ucapan Bina.


Arka pun segera menaiki motornya tanpa memperdulikan perkataan Bina.


"Jangan ganggu gue dulu, gue lagi pingin sendiri" ucap Arka sambil melajukan motornya.


Ririn pun segera menghampiri Bina.


"Na, ayok! Fanny udah nunggu dimobil dari tadi" ucap Ririn.


Lalu Bina dan Ririn pun segera pergi menuju mobil Fanny.


Bina pun segera duduk dibelakang, sedangkan Ririn duduk didepan.


Lalu Fanny pun segera melajukan mobilnya.


Skip


Setelah sampai ditempat yang dituju, Fanny pun langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu mereka bertiga pun segera turun dari mobil.


Lalu mereka pun segera membeli makanan dan minuman. Setelah puas membeli makanan dan minuman, mereka pun langsung pergi menuju mobil. Setelah sampai, mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan langsung memakan makanan yang mereka beli.


"Enak gak, Na?" tanya Fanny.


"Enak" ucap Bina sambil meneteskan air matanya.


"Saking enaknya sampe sedih ya, Na" ucap Ririn.


Bina pun hanya tersenyum karena mendengar candaan Ririn.


"Udah jangan dipikirin, Na" ucap Ririn.


"Gue awalnya udah ngerasa sih kalau Bella masih suka sama Arka" ucap Fanny.


"Fan, udah jangan dibahas" ucap Ririn sambil menatap tajam Fanny.


"Maaf, Na" ucap Fanny.


"Guys, kalian tahu gak?" tanya Ririn.


"Ya gak tahu lah, Rin. Orang luh belum cerita" ucap Fanny.


"Iya juga ya" ucap Ririn sambil nyengir.


"Emang apaan sih?" tanya Fanny.


"Raihan jadian tahu sama adik kelas" ucap Ririn.


"Terus luh cemburu, Rin?" tanya Fanny.

__ADS_1


"Ya enggak lah, ngapain juga gue cemburu" ucap Ririn.


"Kalau gak cemburu, kenapa cerita sama kita? kan kita gak ada hubungannya sama mereka" ucap Fanny.


"Gue cuma ngasih tahu aja kok" ucap Ririn.


"Luh tahu dari siapa kalau Raihan jadian sama adik kelas?" tanya Bina.


"Tahu dari Raihan lah, semalam dia telepon gue terus bilang kalau dia jadian sama adik kelas" ucap Ririn terus terang.


"Luh harus hati-hati loh, Rin. Nanti kalau adik kelas itu tahu luh sama Raihan teleponan, bisa-bisa luh dituduh sebagai perusak hubungan orang" ucap Fanny.


"Gue sama Raihan gak ada apa-apa kok, kita cuma sebatas teman" ucap Ririn.


"Tapi setidaknya luh harus jauhin orang yang udah punya pacar" ucap Fanny.


"Iya, nanti gue gak akan angkat lagi telepon dari Raihan kok" kata Ririn.


"Lagian Raihan ngapain coba telepon cewek, udah tahu dia punya pacar" ucap Bina.


"Katanya dia terpaksa terima adik kelas itu" ucap Ririn.


"Rin, luh polos amat sih! mau aja dibohongin sama cowok" ucap Fanny sambil tertawa.


"Dibohongin?" bingung Ririn.


"Ya iyalah, dia ngomong gitu sama luh karena dia mau cari mangsa baru. Nanti dia bakal curhat terus sama luh sampe buat luh nyaman, terus luh dighosting deh" ucap Fanny.


"Luh kok suudzon gitu sih, Fan" ucap Ririn.


"Ya udah kalau gak percaya" ucap Fanny.


"Na, emang Raihan kayak gitu?" tanya Ririn kepada Bina.


"Gue gak tahu, Rin. Tapi lebih baik luh jangan terlalu deket deh sama dia, gue cuma khawatir aja kalau luh dijadiin tempat pelampiasan" ucap Bina.


"Rin, luh ngomongin Raihan bukan karena luh suka lagi sama dia kan?" tanya Bina memastikan.


"Bukan kok" ucap Ririn.


"Eh ini kita gak apa-apa gitu kalau masih pake baju seragam?" tanya Bina karena khawatir bertemu dengan guru.


"Ya gak apa-apa lah" ucap Fanny.


"Kalau ada guru yang ngelihat kita bertiga gimana?" tanya Bina.


"Kita tinggal salam aja sama guru itu" ucap Fanny.


"Kalau ditanya kenapa belum pulang, kita harus jawab apa?" tanya Bina.


"Cukup, Na. Gak bakal ada guru yang ngelihat kita kok" ucap Fanny.


"Guys, kita ke pantai yuk!" ajak Fanny.


"Yuk" ucap Bina dan Ririn bersamaan.


Fanny pun segera menyalakan mesin mobilnya lalu ia pun langsung melajukan mobilnya menuju ke pantai.


Setelah sampai mereka bertiga pun segera turun dari mobil.


Lalu mereka bertiga pun langsung berlari kearah pantai.


Fanny pun melemparkan pasir yang sedikit basah kepada Ririn.


"Fanny!!! nanti gue pake apa ke sekolahnya kalau seragam gue kotor kayak gini" teriak Ririn.

__ADS_1


"Besok kan pake seragam batik, Rin" ucap Fanny.


"Oh iya gue lupa" ucap Ririn sambil nyengir.


Disaat Ririn dan Fanny main air, Bina malah duduk dipasir sambil mengingat kejadian waktu dirinya dan Arka terbawa ombak.


"Fan, gue jadi kasihan sama Bina" ucap Ririn.


"Sama, gue juga jadi kasihan sama dia" ucap Fanny.


Setelah puas bermain air, akhirnya Ririn dan Fanny pun segera menghampiri Bina.


"Na, ayo pulang" ucap Fanny.


Lalu mereka pun segera pergi menuju mobil milik Fanny.


Bina dan Fanny pun langsung masuk kedalam mobil.


"Fan, terus gimana duduknya? pakaian gue kan basah" ucap Ririn yang belum masuk kedalam mobil.


"Gak apa-apa duduk aja" ucap Fanny.


"Serius gak apa-apa?" tanya Ririn.


"Iya gak apa-apa" ucap Fanny.


Akhirnya Ririn pun segera masuk kedalam mobil milik Fanny.


Setelah itu Fanny pun langsung melajukan mobilnya.


Tiga puluh menit kemudian, mobil Fanny pun berhenti di rumah Bina.


"Guys, makasih ya atas waktunya" ucap Bina.


"Iya" ucap Fanny dan Ririn bersamaan.


"Na, luh jangan nangis lagi ya" ucap Fanny.


"Iya gue gak bakal nangis kok" ucap Bina sambil tersenyum.


"Ya udah gue masuk dulu ke rumah ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Ririn dan Fanny.


Bina pun segera turun dari mobil, lalu ia pun segera masuk kedalam rumahnya.


"Fan, ayok cepet anterin gue pulang. Gue kedinginan nih" ucap Ririn.


"Sabar dong! emang nya cuma luh doang yang dingin, gue juga dingin nih" ucap Fanny.


Lalu Fanny pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Ririn.


...****...


Pada saat Bina mau menaiki tangga tiba-tiba tangan Bina ditarik oleh kak Daniel.


"Luh habis nangis, dek?" tanya kak Daniel karena melihat mata Bina yang sembab.


"Enggak" ucap Bina sambil menahan air matanya.


"Luh kenapa?" tanya kak Daniel.


Lalu air mata Bina pun langsung menetes saat kak Daniel berkata seperti itu.


"Loh kok malah nangis" ucap kak Daniel.

__ADS_1


Bina pun langsung memeluk kakaknya itu. Lalu kak Daniel pun membalas pelukan dari adiknya agar adiknya menjadi lebih tenang.


__ADS_2