
Olahraga senam pun telah selesai.
Ririn dan Fanny pun segera mengambil makanan dan minuman karena mereka berdua belum sarapan.
Setelah itu mereka pun segera duduk didekat pohon untuk memakan makanan yang telah mereka ambil tadi.
Lalu mereka pun langsung memakan makanan tersebut.
Kemudian Ardan, Robi dan Kevin pun segera menghampiri mereka berdua.
Dan mereka bertiga pun langsung duduk.
"Ngapain kesini?" tanya Fanny.
"Ya kita mau makan lah" ucap Robi sambil duduk.
Lalu Ardan dan Kevin juga segera duduk.
"Kenapa harus makan sama kita? kan tempat yang lain masih banyak" ucap Fanny.
"Biar seru aja kalau makannya bareng-bareng" sahut Kevin.
"Luh berdua lihat Arka gak?" tanya Ardan.
"Enggak" ucap Fanny.
"Kayaknya dia lagi sama Bina deh, soalnya Bina juga gak ada" ucap Ririn.
"Mereka kemana?" tanya Robi.
"Gak tahu, tapi yang pasti mereka lagi pacaran" ucap Ririn.
"Ngomong-ngomong si Raihan kemana? kok gak bareng sama kalian terus" tanya Fanny.
"Dia gak ikut, soalnya dia berantem sama Arka gara-gara kejadian waktu itu" ucap Ardan.
"Eh, Fan! cewek yang nangis dikamar mandi semalam itu siapa?" tanya Robi mengalihkan pembicaraan.
"Hantu" jelas Fanny.
"Serius?" tanya Robi.
"Iya serius" ucap Fanny.
"Soalnya waktu pak Rudi dobrak pintu kamar mandi itu ternyata didalamnya gak ada orang sama sekali" jelas Fanny.
"Creepy banget" ucap Kevin.
"Luh semalam bisa tidur gak?" tanya Robi.
"Ya bisa lah" ucap Fanny.
"Emang luh gak takut?" tanya Robi.
"Enggak dong! mana ada gue takut" ucap Fanny berbohong.
"Kalau si Bina bisa tidur gak semalam?" tanya Robi.
"Kalau Bina sih enggak tidur soalnya dia takut, makanya waktu malam dia telepon sama Arka" ucap Fanny.
"Rin, nih" ucap Ardan sambil memberikan tisu kepada Ririn.
Lalu Ririn pun mengambil tisu itu.
"Buat apa?" tanya Ririn bingung.
"Itu ada sisa makanan di sudut bibir luh" kata Ardan.
Kemudian Ririn pun mengelap sisa makanan tersebut menggunakan tisu yang diberikan oleh Ardan.
"Makasih" ucap Ririn.
"Guys gue ke toilet dulu ya" ucap Robi.
"Rob, gue ikut! gue juga pingin buang air kecil" ucap Kevin.
Lalu mereka berdua pun segera pergi.
"Oh iya gue lupa! gue ke tenda dulu ya Rin, soalnya handphone gue ketinggalan didalem tenda" ucap Fanny sambil pergi.
Lalu Ririn pun langsung gugup karena hanya ada dirinya dan Ardan saja.
__ADS_1
"Udah makannya?" tanya Ardan basa-basi.
"Udah kok" ucap Ririn tanpa melihat kearah Ardan.
"Luh suka sama gue dari kapan?" tanya Ardan tiba-tiba.
Jantung Ririn pun tiba-tiba berdetak lebih cepat dibandingkan dengan sebelumnya.
"Dari dulu" ucap Ririn pelan.
"Bukannya dulu luh suka sama Raihan ya?" tanya Ardan.
"Iya awalnya gue emang suka sama Raihan, tapi lama-lama gue jadi suka sama luh" ucap Ririn sambil menunduk.
"Kenapa luh suka sama gue?" tanya Ardan.
"Gue juga gak tahu kenapa gue bisa suka sama luh" ucap Ririn.
"Ya udah gue pergi dulu ya" ucap Ririn yang berniat berdiri namun tiba-tiba tangan Ririn pun dipegang oleh Ardan.
"Mau kemana? udah disini aja" kata Ardan.
"Gue mau pergi ke tenda" ucap Ririn.
"Mau ngapain?" tanya Ardan.
"Mau nyamperin Fanny" kata Ririn.
"Udah disini aja, lagian nanti Fanny kesini kok" ucap Ardan.
Akhirnya Ririn pun kembali duduk.
Ririn pun menggigit kuku jempolnya karena ia sangat gugup dekat dengan Ardan.
Lalu Ardan pun menjauhkan tangan Ririn supaya Ririn tidak menggigit kuku jempolnya.
"Luh ngapain sih gigitin kuku?" tanya Ardan sambil tertawa kecil.
"Gak apa-apa" ucap Ririn.
"Luh grogi ya deket sama gue?" tanya Ardan.
"Grogi dikit" ucap Ririn terus terang.
"Luh punya pacar gak?" tanya Ardan.
"Enggak, gue jomblo dari lahir" ucap Ririn dengan jujur.
Ardan pun hanya tertawa karena mendengar kejujuran Ririn.
"Kenapa ketawa?" tanya Ririn.
"Enggak kenapa-napa kok" ucap Ardan.
"Rin" panggil Ardan.
"Kenapa?" tanya Ririn.
"Mau gak jadi pacar gue?" tanya Ardan.
"Hah?" tanya Ririn terkejut.
"Luh mau gak jadi pacar gue?" ulang Ardan.
"Luh pasti bercanda kan?" tanya Ririn.
"Gue serius" ucap Ardan sambil menatap Ririn.
Lalu Bina dan Arka pun tiba-tiba datang menghampiri Ardan dan Ririn. Kemudian mereka berdua pun segera duduk.
"Lagi ngapain nih?" tanya Arka.
"Tadi kita lagi makan" ucap Ririn.
"Berdua?" tanya Arka.
"Enggak, tadi ada Fanny, Robi sama Kevin juga" ucap Ardan.
"Terus mereka nya pada kemana sekarang?" tanya Bina.
"Robi sama Kevin lagi ke toilet, kalau Fanny lagi ke tenda soalnya mau ngambil handphone nya. Tapi sampai sekarang mereka belum datang lagi kesini" jelas Ririn.
__ADS_1
"Ka, kita kesana yuk!" ajak Bina.
"Mau kemana?" tanya Arka.
"Kesana, ayo!" ajak Bina dengan nada manja.
"Yaudah ayo" ucap Arka.
Lalu mereka berdua pun segera pergi meninggalkan Ririn dan Ardan.
"Mau kemana sih, Na?" tanya Arka.
"Aku juga gak tahu mau kemana" ucap Bina.
"Kamu aneh banget deh" kata Arka.
"Aku tadi nyuruh pergi itu karena aku pingin Ririn berduaan sama Ardan" kata Bina lagi.
"Oh gitu" ucap Arka.
****
"Rin, jadi jawaban luh apa?" tanya Ardan.
"Maksudnya?" tanya Ririn.
"Jawaban tentang pertanyaan gue yang tadi" ucap Ardan.
"Emangnya luh suka sama gue? gue gak mau kalau luh nembak cuma gara-gara luh tahu bahwa gue suka sama luh" ucap Ririn.
"Gue beneran suka kok sama luh" jelas Ardan.
"Serius?" tanya Ririn memastikan.
"Iya, serius" ucap Ardan.
"Ya udah gue mau" ucap Ririn sambil tersenyum.
"Oh iya, nanti pulangnya kita duduk bareng ya" ucap Ardan.
"Tapi Fanny gimana?" ucap Ririn.
"Kan Fanny bisa sama Bina" ucap Ardan.
"Tapi kan Bina sama Arka" ucap Ririn.
"Iya juga ya" ucap Ardan.
"Hmm...Fanny sama Rizky aja, nanti gue bilang ke Rizky buat temenin Fanny" ucap Ardan lagi.
"Oh ya udah" kata Ririn.
****
"Luh kenapa, Fan?" tanya Kholiana.
"Gue lagi bosen nih" ucap Fanny.
"Kalau bosen, luh keliling tempat camping aja, siapa tahu nanti gak bosen lagi" saran Kholiana.
"Masalahnya gue gak ada temen buat diajak keliling" ucap Fanny.
"Emang Bina sama Ririn kemana?" tanya Kholiana.
"Bina lagi pacaran sama Arka, sedangkan Ririn lagi sama ArdanĀ dilapangan" ucap Fanny.
"Ririn sama Ardan?" ucap Kholiana.
"Iya" ucap Fanny.
"Mereka pacaran?" tanya Kholiana.
"Enggak" ucap Fanny.
"Terus kenapa berduaan?" tanya Kholiana.
"Soalnya tadi gue tinggalin mereka berdua dengan alasan gue mau ngambil handphone gue yang ada didalam tenda" ucap Fanny.
"Oh jadi luh mau comblangin mereka berdua?" tanya Kholiana.
"Iya, soalnya Ririn suka sama Ardan" ucap Fanny.
__ADS_1
"Ririn suka sama Ardan?" ucap Kholiana terkejut.
"Iya" ucap Fanny.