
Skip
Setelah selesai mengumpulkan ulangan, Bina pun segera pergi menuju parkiran.
Saat tiba di parkiran, Bina pun melihat Arka yang sedang duduk di motor.
Lalu Bina pun segera menghampiri motor miliknya.
"Ini gimana cara ngeluarin motornya" batin Bina saat melihat ada motor orang lain yang menghalangi motor miliknya.
"Tunggu dulu aja, nanti juga orang yang punya motornya datang" ucap Arka.
"Kok Arka bisa tahu isi pikiran gue" batin Bina.
"Duduk dulu aja, nanti pegel" ucap Arka.
Lalu Bina pun segera duduk di motornya.
"Mana sih yang punya motor, lama banget" batin Bina.
"Mana sih yang punya motor, lama banget" ucap Arka.
Lalu Bina pun langsung melihat kearah Arka karena ucapan Arka sama persis dengan apa yang diucapkan oleh Bina didalam hati.
"Oh iya, Na! besok UAS apa aja?" tanya Arka.
"Bentar, aku lihat dulu" ucap Bina sambil melihat jadwal UAS di ponselnya.
"Besok mata pelajaran Pai, sejarah sama bahasa Inggris" ucap Bina.
"Aku boleh belajar bareng lagi gak?" tanya Arka pelan.
"Hah?" tanya Bina.
"Aku boleh belajar bareng lagi gak?" ulang Arka.
Bina pun hanya terdiam.
"Kalau gak boleh sih gak apa-apa, lagian aku gak maksa kok" ucap Arka.
"Tapi aku ajak yang lain ya" ucap Bina.
"Iya terserah kamu aja" ucap Arka.
Kemudian Ardan dan Ririn pun tiba di parkiran.
"Rin" panggil Bina.
Lalu Ririn dan Arda pun segera menghampiri Bina dan Arka.
"Kenapa, Na?" tanya Ririn.
"Kita belajar bareng yuk" ucap Bina.
"Gue gak bisa, soalnya gue mau jalan-jalan sama Ardan" ucap Ririn.
"Oh gitu" ucap Bina.
"Luh belajar bareng Arka aja" ucap Ardan.
"Fanny udah selesai belum ngerjain ulangannya?" tanya Bina mengalihkan pembicaraan.
"Belum" ucap Ririn.
"Luh berdua ngapain berduaan diparkiran?" tanya Ardan.
"Kita lagi nunggu orang yang punya motor ini" tunjuk Arka pada motor yang menghalangi motor miliknya dan juga motor milik Bina.
"Ini kan motor si Robi" ucap Ardan.
"Oh ini motor Robi" ucap Arka pura-pura tidak tahu.
"Emang luh gak tahu kalau ini motor Robi?" tanya Ardan.
"Gue gak tahu" bohong Arka.
"Ngapain coba dia parkir disini, padahal kan tempat lain masih luas. Mana parkirnya gak rapih lagi" heran Ardan.
"Mungkin dia buru-buru kali, makanya langsung parkir dideket motor gue sama Bina" ucap Arka.
"Luh pindahin aja motornya, Ka" ucap Ririn.
"Yaelah, padahal gue kan emang sengaja gak pindahin motornya" batin Arka.
Sontak Ardan pun menatap Ririn.
"Kenapa?" tanya Ririn.
"Gak kenapa-napa" ucap Ardan.
"Ya udah kalau gitu kita berdua pulang duluan ya" ucap Ardan.
Lalu Ririn dan Ardan pun segera menaiki motor milik Ardan. Kemudian mereka berdua pun segera pergi.
Kemudian Bina pun segera menghampiri motor milik Robi.
"Mau kemana, Na?" tanya Arka.
"Mau pindahin motor Robi" ucap Bina.
"Biar aku aja yang pindahin" ucap Arka.
Lalu Arka pun segera menghampiri motor Robi dan ia pun segera menaiki motor Robi.
"Woy! ngapain naik motor gue?" tanya Robi yang baru datang.
"Mau pindahin motor luh, soalnya ngehalangin motor gue sama motor Bina" ucap Arka sambil memindahkan motor milik Robi.
"Perasaan gue gak parkir motor disini deh" ucap Robi.
"Udah jelas-jelas motornya ada disini" ucap Arka.
"Tapi beneran loh, gue gak parkir disini. Tadi gue parkir motornya disana" tunjuk Robi.
"Luh pikun banget jadi orang" ucap Arka.
Setelah motor Robi sudah dipindahkan, akhirnya Bina pun segera menaiki motornya dan ia pun segera pergi.
"Ka, kenapa Bina pulangnya gak bareng luh?" tanya Robi.
"Kan kita berdua udah putus b*go" ucap Arka.
"Eh iya, gue lupa" ucap Robi.
"Oh iya! luh kan yang pindahin motor gue?Soalnya tadi gue ngerasa motor gue bukan parkir disini" ucap Robi.
"Kaga" bohong Arka.
"Bener kok, tadi gue parkirnya bukan disini" ucap Robi.
"Tahu ah! gue mau pulang" ucap Arka.
Lalu Arka pun segera menaiki motornya dan ia pun langsung melajukan motornya.
Saat di perjalanan, Arka pun melihat Bina yang sedang berada di pinggir jalan.
Kemudian ia pun segera menghampiri Bina.
"Kenapa, Na?" tanya Arka.
"Bensinnya habis" ucap Bina.
"Ya udah kamu tunggu ya, aku mau beliin bensin dulu" ucap Arka.
"Nih uangnya" ucap Bina.
"Gak usah" ucap Arka.
Lalu Arka pun segera pergi untuk membeli bensin.
Tin..tin
Sontak Bina pun langsung melihat kearah seseorang yang membunyikan klakson motor.
Lalu seseorang itu pun segera memberhentikan motornya didekat motor Bina.
"Ngapain ada dipinggir jalan?" tanya Julian.
"Soalnya bensinnya habis" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu gue beli dulu, luh tunggu disini ya" ucap Julian.
"Gak usah, soalnya tadi Arka lagi beliin bensin" ucap Bina.
"Arka?" tanya Julian.
Bina pun hanya mengangguk.
"Ya udah gue tungguin luh aja ya disini sampai Arka nya datang" ucap Julian.
"Gak usah, lebih baik luh pulang aja. Takutnya nanti luh kelamaan nungguin gue" ucap Bina.
"Gak apa-apa, gue tungguin luh aja" ucap Julian.
"Ya udah deh terserah luh" ucap Bina.
"Oh iya! luh mau ikut belajar bareng gak?" tanya Bina.
__ADS_1
"Belajar sama luh?" tanya Julian.
"Iya, sama Arka juga" ucap Bina.
"Enggak deh, soalnya gue mau belajar sendirian biar gampang masuk ke otaknya" ucap Julian.
"Bareng aja, Jul. Soalnya gue takut canggung kalau belajar berduaan" ucap Bina.
"Kenapa canggung?" tanya Julian.
"Ya kan gue sama Arka udah putus" ucap Bina.
"Ya udah iya gue ikut" ucap Julian.
Beberapa menit kemudian, Arka pun datang dengan membawa jeriken yang berisi bensin.
"Cepet buka" suruh Arka.
Lalu Bina pun segera membuka jok motornya.
Kemudian Arka pun segera mengisikan bensin pada motor Bina.
"Makasih" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Arka sambil tersenyum.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Arka sambil menjinjing jeriken.
"Hmm...Arka" ucap Bina.
"Iya, kenapa?" tanya Arka.
"Jadi gak belajar barengnya?" tanya Bina.
Lalu Arka pun melihat kearah Julian sekilas.
"Hmm...gak jadi deh. Soalnya aku ada urusan" bohong Arka.
"Oh ya udah" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu aku pergi ya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Arka pun segera pergi dengan mengendarai motornya.
"Jul, belajar barengnya gak jadi aja ya" ucap Bina.
"Oh iya" ucap Julian.
"Ya udah ayo pulang" ucap Bina.
Lalu mereka berdua pun segera pulang menuju rumahnya masing-masing.
Setelah sampai, Bina pun segera masuk kedalam rumahnya. Lalu ia pun segera pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian, Bina pun segera memasak makanan untuk kakaknya.
Kemudian setelah memasak, Bina pun segera menuju kamarnya untuk tidur siang.
Saat mau berbaring di kasur, tiba-tiba telepon Bina pun berdering.
Lalu Bina pun segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari kak Daniel. Kemudian ia pun segera menjawab panggilan telepon tersebut.
"Hallo, kak" ucap Bina.
"Dek, nanti kayaknya gue pulangnya bakal malem" ucap kak Daniel.
"Yah padahal Bina udah masak buat kakak" ucap Bina.
"Ya udah gak apa-apa, lagian nanti kakak bakal makan kok masakan kamu" ucap kak Daniel.
"Kenapa pulangnya malem, kak?" tanya Bina.
"Soalnya gue mau ke rumah sakit, mau nemenin Sarah" ucap kak Daniel.
"Oh gitu" ucap Bina.
"Oh iya, kak! kak Sarah dirawat di rumah sakit mana?" ucap Bina.
"Di rumah sakit Pelita" ucap kak Daniel.
"Luh mau kesana?" tanya kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
"Sendirian?" tanya kak Daniel.
"Iya lah" ucap Bina.
"Iya" ucap kak Daniel.
"Hati-hati ya dijalan nya" ucap kak Daniel lagi.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera mematikan panggilan telepon tersebut.
Setelah itu ia pun segera mengambil kunci motornya dan ia pun pergi keluar.
Setelah keluar rumah, Bina pun segera mengunci pintu lalu setelah itu ia pun segera menaiki motornya. Kemudian ia pun segera melajukan motornya menuju toko buah baru habis itu ia pergi ke rumah sakit.
Skip
Setelah sampai di rumah sakit, Bina pun langsung turun dari motornya dan ia pun segera masuk kedalam rumah sakit tersebut.
Lalu Bina pun segera mencari suster untuk mengetahui keberadaan kak Sarah.
Setelah diberitahu oleh suster, akhirnya Bina pun segera pergi menuju ruangan kak Sarah.
*Tok...tok...tok
Cklek
"Kak Sarah" ucap Bina.
"Eh, Na! sini" ucap kak Sarah.
Lalu Bina pun segera menutup pintu ruangan tersebut, kemudian ia pun segera menghampiri kak Sarah.
"Kakak keadaannya gimana sekarang?" tanya Bina.
"Sekarang udah gak terlalu panas kok, tapi cuma pusing dikit" ucap kak Sarah.
"Oh iya, kamu sama siapa kesini?" tanya kak Sarah.
"Sendiri, kak" ucap Bina.
"Gak sama Daniel?" tanya kak Sarah.
"Enggak, soalnya kak Daniel masih kuliah. Tapi nanti habis kuliah, dia bakal kesini kok" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap kak Sarah.
"Oh iya, kak! ini buat kakak" ucap Bina sambil memberikan parsel berisi buah.
"Wah makasih" ucap kak Sarah.
"Iya sama-sama, kak" ucap Bina.
"Aku kupas ya buahnya" ucap Bina sambil membuka parsel tersebut.
"Gak usah, nanti ngerepotin kamu" ucap kak Sarah.
"Gak ngerepotin kok" ucap Bina sambil mengupas kulit jeruk.
"Nih, kak" ucap Bina sambil memberikan jeruk yang sudah dikupas.
"Makasih" ucap kak Sarah sambil mengambil jeruk tersebut.
"Iya sama-sama" ucap Bina.
Lalu kak Sarah pun segera memakan jeruk tersebut.
"Kamu mau gak?" tanya kak Sarah.
"Enggak" ucap Bina.
Trining...trining
Lalu Bina pun melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Arka.
Bina pun hanya diam sambil melihat ke layar ponselnya.
"Siapa yang nelpon?" tanya kak Sarah.
"Arka, kak" ucap Bina.
"Ya udah angkat, siapa tahu penting" ucap kak Sarah.
Lalu Bina pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo" ucap Bina.
"Na, belajar bareng nya jadi aja" ucap Arka.
"Tapi aku lagi gak di rumah" ucap Bina.
__ADS_1
"Emang kamu lagi ada dimana?" tanya Arka.
"Aku ada di rumah sakit" ucap Bina.
"Kamu sakit apa?" tanya Arka.
"Bukan aku yang sakit, tapi kak Sarah" ucap Bina.
"Kak Sarah pacarnya kak Daniel?" tanya Arka memastikan.
"Iya" ucap Bina.
"Kak Sarah sakit apa?" tanya Arka.
"Sakit demam" ucap Bina.
"Oh iya! terus kamu pulangnya kapan?" tanya Arka.
"Gak tahu" ucap Bina.
"Sore ada di rumah gak?" tanya Arka.
"Ya ada lah" ucap Bina.
"Ya udah, aku sore ke rumah kamu ya" ucap Arka.
"Mau ngapain?" tanya Bina.
"Mau belajar bareng" ucap Arka.
"Belajarnya jangan di rumah" ucap Bina.
"Terus dimana?" tanya Arka.
"Di cafe aja" ucap Bina.
"Oh ya udah, nanti sore aku ke cafe kamu" ucap Arka.
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Arka pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Kamu balikan lagi sama Arka?" tanya kak Sarah.
"Enggak, kak" ucap Bina.
"Kirain balikan lagi" ucap kak Sarah.
"Padahal kak Sarah seneng banget kalau kalian balikan lagi" ucap kak Sarah.
Tok...tok...tok
Cklek
Pintu pun dibuka oleh kak Daniel.
Kemudian kak Daniel pun segera menghampiri Bina dan kak Sarah.
"Sekarang gimana keadaannya?" tanya kak Daniel kepada kak Sarah.
"Udah lumayan sih, gak terlalu panas" ucap kak Sarah.
"Oh iya, nih buat kamu" ucap kak Daniel sambil memberikan kue brownies kepada kak Sarah.
"Makasih" ucap kak Sarah.
"Iya sama-sama" ucap kak Daniel.
"Ya udah kalau gitu Bina pulang dulu ya" ucap Bina.
"Loh kenapa pulang?" tanya kak Sarah.
"Soalnya Bina gak mau jadi nyamuk" ucap Bina.
"Ya udah sana pulang" canda kak Daniel.
"Daniel kok kamu gitu sih" ucap kak Sarah.
"Aku cuma bercanda sayang" ucap kak Daniel.
"Udah lah, Bina mau pulang dulu soalnya gak kuat lihat orang bucin" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera pergi keluar.
"Lah! padahal dulu dia juga bucin" ucap kak Daniel.
...****...
Setelah sampai di rumah, Bina pun segera masuk kedalam rumahnya.
Setelah itu, ia pun segera pergi menuju kamarnya dan ia pun langsung tidur siang.
...Skip...
Sore hari
Trining...trining
"Hallo" ucap Bina yang masih menutup matanya.
"Jadi gak, Na?" tanya Arka.
"Hah? maksudnya?" tanya Bina.
"Belajar bareng" ucap Arka.
Lalu Bina pun segera membuka matanya, kemudian ia pun langsung melihat ke layar ponselnya dan ternyata jam menunjukkan pukul 4 sore.
"Jadi gak?" tanya Arka.
"Iya jadi, tapi bentar ya aku mandi dulu soalnya baru bangun tidur" ucap Bina.
"Oh kamu tadi tidur? maaf ya aku ganggu" ucap Arka.
"Enggak apa-apa kok, lagian justru aku harusnya berterimakasih sama kamu karena udah dibangunin" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Nanti kabarin ya kalau mau berangkat" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera mematikan panggilan teleponnya.
Setelah itu, ia pun segera mengambil pakaiannya. Lalu ia pun segera pergi menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Bina pun segera berdandan. Lalu setelah itu ia pun segera mengambil buku-buku, kemudian ia pun segera memasukan buku-buku tersebut kedalam tote bag. Lalu setelah itu ia pun segera pergi keluar.
Lalu Bina pun segera mengunci pintu rumahnya dan ia pun langsung menaiki motornya. Kemudian ia pun segera melajukan motornya menuju cafe.
Sesampainya di cafe, Bina pun langsung turun dari motornya. Lalu ia pun segera mengirim pesan kepada Arka.
^^^Bina :^^^
^^^Aku udah di cafe^^^
Kemudian Arka pun dengan cepat membalas pesan dari Bina.
Arka :
Aku otw kesana
Lalu Bina pun segera masuk kedalam cafe nya.
"Hallo kak" sapa Bina kepada kak Galuh.
"Hallo juga" ucap kak Galuh, kak Indy dan juga kak Ilham.
Lalu Bina pun segera duduk ditempat yang paling pojok.
Tiba-tiba kak Indy pun datang menghampiri Bina.
"Mau dibuatin apa?" tanya kak Indy.
"Nanti aja, kak! soalnya temen Bina nya belum dateng" ucap Bina.
"Temen atau pacar?" tanya kak Indy sambil tersenyum.
"Temen" ucap Bina memperjelas.
"Ya udah kalau gitu kakak kesana dulu ya" ucap kak Indy.
"Iya" ucap Bina.
"Semangat ya kak kerjanya" ucap Bina.
"Iya, pasti semangat dong" ucap kak Indy.
"Ya udah kakak kesana dulu ya" ucap kak Indy lagi.
"Iya" ucap Bina.
Lalu kak Indy pun segera pergi.
__ADS_1