Prince Of School

Prince Of School
Episode 203


__ADS_3

Setelah selesai membuang sampah, Bina segera kembali menemui Arka.


"Nonton yuk" ucap Arka.


"Kalau nonton film hantu, aku gak mau" ucap Bina.


"Terus mau nya nonton apa?" tanya Arka.


"Nonton drama Korea" ucap Bina.


"Ya udah ayo nonton" ucap Arka.


"Oh iya, Na! tolong ambilin laptop aku dong" ucap Arka.


"Dimana?" tanya Bina.


"Tuh, di meja belajar" tunjuk Arka.


Lalu Bina segera mengambil laptop Arka.


"Nih" ucap Bina sambil memberikan laptop tersebut.


"Ya udah sini duduk" ucap Arka sambil menyuruh Bina duduk dikasur.


Lalu Bina segera duduk disebelah Arka.


"Oh iya, judulnya drama nya apa?" tanya Arka.


"Kamu mau nontonnya drama genre apa?" tanya Bina.


"Hmm...yang romance aja" ucap Arka.


"Kamu udah nonton belum yang judulnya Descendants of the Sun?" tanya Bina.


"Belum, kan aku gak pernah nonton drama Korea" ucap Arka.


"Ya udah nonton itu aja, soalnya dramanya romantis banget" ucap Bina.


"Kok kamu bisa tahu kalau dramanya romantis banget?" heran Arka.


"Kan aku udah nonton" ucap Bina.


"Oh kamu udah nonton" ucap Arka.


"Iya, udah tiga kali nonton" ucap Bina.


"Hah?" ucap Arka sedikit terkejut.


"Kenapa?" tanya Bina.


"Emang gak bosen apa nontonnya?" tanya Arka.


"Enggak kok" ucap Bina.


"Ya udah cepet" suruh Bina.


Lalu Arka segera mencari drama tersebut. Kemudian Arka segera memutarkan dramanya.


Setelah itu, mereka berdua fokus menonton drama tersebut.


"Ganteng banget ya cowoknya" ucap Bina.


"Enggak ah, biasa aja" ucap Arka.


"Idih, ganteng gitu masa dibilang biasa aja" ucap Bina.


"Ceweknya juga cantik ya, Ka" ucap Bina.


"Iya cantik ceweknya" ucap Arka.


"Giliran cewek aja dipuji" sindir Bina.


"Emang cantik loh ceweknya" ucap Arka.


"Iya aku juga tahu" ucap Bina.


"Oh iya, cowok yang ganteng tadi mantan suaminya dia loh" ucap Bina.


"Hah? beneran?" tanya Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Kok mereka mau sih main drama bareng?" heran Arka.


"Soalnya ini tuh dramanya udah lama, jadi ini drama sebelum mereka nikah" ucap Bina.

__ADS_1


"Oh jadi mereka cinlok" ucap Arka.


"Sayang banget ih mereka cerai, padahal aku ngeship mereka banget" ucap Bina.


"Mereka kenapa cerai?" tanya Arka.


"Lah mana aku tahu, emangnya aku keluarganya apa yang bisa tahu kenap mereka cerai" ucap Bina.


"Siapa tahu kan kamu tahu alasan mereka cerai" ucap Arka.


"Emang diberita gak disebutin alasan mereka cerai?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Aku jadi takut deh kalau nanti nikah" ucap Bina tiba-tiba.


"Takut kenapa?" tanya Arka.


"Ya takut soalnya kan sekarang banyak banget yang cerai, entah itu karena perselingkuhan atau karena perbedaan pendapat" ucap Bina.


"Kalau gitu berarti kamu harus cari cowok yang bisa kamu percaya. Contohnya kayak aku" ucap Arka sambil tersenyum.


"Ih apaan sih" ucap Bina sambil menahan senyumnya.


"Nanti kalau aku ngelamar kamu, kamu bakal terima gak?" tanya Arka.


"Udah ah, Ka! jangan bahas itu, lagian kan masih lama" ucap Bina.


"Awas aja ya kalau nanti lamaran aku gak diterima" ucap Arka.


"Ih kok kamu ngatur sih, lagian kan siapa tahu aku nanti milih orang lain" ucap Bina.


"Jadi kamu gak bakal milih aku?" tanya Arka.


"Gak tahu, gimana nanti aja" ucap Bina.


"Pacarannya sama aku, masa nikahnya sama cowok lain" ucap Arka sedikit kesal.


Lalu Bina hanya tertawa mendengar ucapan Arka.


"Malah ketawa lagi" ucap Arka.


"Kan belum tentu kamu jodoh aku" ucap Bina.


"Kalau aku jodoh kamu gimana?" tanya Arka.


"Kok gak gimana-gimana sih?" kesal Arka karena respon Bina yang biasa saja.


"Terus aku harusnya gimana?" tanya Bina.


"Harusnya kamu bilang seneng banget, kok malah bilang gak gimana-gimana sih" ucap Arka.


"Iya seneng banget" ucap Bina.


"Telat!" kesal Arka.


"Kok ngambek sih" ucap Bina.


"Tahu ah" ucap Arka.


"Udahan aja deh nontonnya, aku gak mood nonton" ucap Arka.


"Kalau udahan ya udah aja" ucap Bina.


Lalu Arka segera mematikan laptop nya.


"Ya udah kalau gitu aku pulang" ucap Bina.


Lalu Bina berniat beranjak berdiri namun tangannya dipegang oleh Arka.


"Mau kemana?" tanya Arka.


"Mau pulang" ucap Bina.


"Ngapain pulang?" tanya Arka.


"Habisnya kamunya marah sama aku, jadi aku mau pulang aja" ucap Bina.


"Udah disini aja, aku gak marah kok" ucap Arka.


"Gak marah tapi kok kayak kesel gitu" ucap Bina.


"Aku gak kesel kok, kata siapa aku kesel" ucap Arka.


"Tadi ekspresi wajah kamu kayak yang kesel" ucap Bina.

__ADS_1


Lalu Arka langsung tersenyum.


"Lihat kan! aku gak kesel" ucap Arka.


Lalu Bina langsung tertawa kecil karena melihat Arka yang seperti sedang terpaksa tersenyum.


"Kenapa ketawa?" tanya Arka.


"Soalnya kamu lucu" ucap Bina.


"Makasih, aku dari embrio emang udah lucu" ucap Arka.


"Iya aja deh, biar kamu seneng" ucap Bina.


"Ya udah cepet duduk lagi" suruh Arka.


Lalu Bina segera duduk disebelah Arka.


"Terus kita mau ngapain?" tanya Bina.


"Curhat aja" ucap Arka.


"Kamu mau curhat?" tanya Bina.


"Enggak" ucap Arka.


"Maksud aku tuh kamu yang curhat" ucap Arka.


"Aku gak mau curhat" ucap Bina.


"Terus mau nya apa?" tanya Arka.


"Aku maunya kamu aja yang cerita, nanti aku yang dengerin" ucap Bina.


"Mau cerita tentang apa?" tanya Arka.


"Ya cerita apa aja" ucap Bina.


"Oh iya, kamu tahu gak kapan pertama kali aku suka ke kamu?" tanya Arka.


"Pasti waktu pas aku nonton basket ya" tebak Bina.


"Bukan" ucap Arka.


"Terus waktu kapan?" tanya Bina.


"Sejujurnya aku suka kamu dari kelas sepuluh, tapi waktu itu aku gak tahu nama kamu" ucap Arka.


"Dari kelas sepuluh?" tanya Bina memastikan.


"Iya" ucap Arka.


"Kenapa suka sama aku?" tanya Arka.


"Karena kamu waktu dulu pernah bantuin aku" ucap Arka.


"Bantuin apa?" bingung Bina.


"Kamu inget gak waktu dulu di belakang kantin ada kakak kelas yang lagi malak aku, terus kamu teriak dan bilang kalau ada guru" ucap Arka.


Bina mencoba mengingat kembali kejadian waktu kelas sepuluh.


"Oh jadi cowok itu kamu?" tanya Bina.


"Iya" ucap Arka.


"Masa kamu gak inget sih sama muka aku" ucap Arka.


"Bentar deh, kok kamu bisa jadi tinggi sih? perasaan waktu itu tinggi kamu sama deh kayak aku" heran Bina.


"Iya kan waktu kelas sepuluh aku ikut ekskul basket. Jadi waktu naik ke kelas sebelas, aku jadi tinggi banget gara-gara sering main basket" ucap Arka.


"Emang kalau main basket bisa jadi tinggi ya?" tanya Bina.


"Ya bisa lah" ucap Arka.


"Oh iya, kok kamu gak tahu nama aku sih waktu itu. Bukannya kamu temenan sama Ardan ya? kok gak ada inisiatif nanya nama aku ke Ardan sih" ucap Bina.


"Kalau aku nanya ke dia, bisa-bisa nanti dia tahu kalau aku suka sama kamu" ucap Arka.


"Ya kan kamu emang suka" ucap Bina.


"Aku gak nanya ke Ardan karena aku takut diledekin aja sama dia" ucap Arka.


"Katanya suka, tapi kok takut diledek" ucap Bina.

__ADS_1


"Soalnya kan kalau aku bilang ke Ardan nanti yang ada Ardan ngasih tahu ke anak-anak Stray Squad. Terus nanti pasti semua anak-anak Stray Squad pada nge cie-cie in aku" ucap Arka.


__ADS_2