Prince Of School

Prince Of School
Episode 238


__ADS_3

Keesokan harinya


Setelah selesai sarapan, Bina dan Ririn segera pergi menuju kamar Bina.


"Na, beli bukanya mau kapan?" tanya Ririn.


"Nanti aja jam satu siang" ucap Bina.


"Nanti Arka juga mau ikut katanya" ucap Bina.


"Luh ngajak Arka?" tanya Ririn.


"Iya" ucap Bina.


"Luh mah ngapain ngajak dia" ucap Ririn sedikit kesal.


"Emang Arka gak boleh diajak ya?" ucap Bina.


"Ya gak boleh lah, soalnya kalau ada Arka pasti gue dikacangin" kata Ririn.


"Gue gak bakal kacangin luh kok" ucap Bina.


"Bener ya?" ucap Ririn.


"Iya bener" ucap Bina.


"Awas aja kalau ngacangin gue" ucap Ririn.


"Iya gak bakal" ucap Bina.


"Na, nanti gue pinjem uang dulu ya soalnya mau beli buku. Nanti gue ganti kok uangnya" ucap Ririn.


"Iya, nanti gue pinjemin" ucap Bina.


"Luh udah mandi belum, Na?" tanya Ririn.


"Belum lah, luh kan lihat sendiri kalau gue masih pake baju tidur yang semalam" ucap Bina.


"Kan siapa tahu pagi tadi luh udah mandi" ucap Ririn.


"Luh mau mandi kapan?" tanya Ririn.


"Nanti aja jam dua belas" ucap Bina.


"Kalau luh mau mandi kapan?" tanya Bina.


"Ya sesudah luh aja" ucap Ririn.


"Oh iya, Arka kesini nya kapan?" tanya Ririn.


"Jam setengah satu" ucap Bina.


"Nanti kesananya kita naik apa?" tanya Ririn.


"Gak tahu" ucap Bina.


"Luh telepon Arka sana! nanti bilangin datang kesini nya pake mobil gitu" ucap Ririn.


"Udah pake motor aja" ucap Bina.


"Kan kita bertiga, masa iya pake motor" ucap Ririn.


"Kan bisa boti" ucap Bina.


"Boti apaan?" tanya Ririn.


"Bonceng tiga" ucap Bina.


"Gak mau, nanti ditilang sama polisi" ucap Ririn.


"Ya udah iya, sekarang gue telepon Arka deh" ucap Bina.


Bina mengambil ponselnya dan. ia langsung menelepon Arka.


Tidak menunggu lama, Arka langsung mengangkat panggilan telepon dari Bina.


"Hallo, Na" kata Arka.


"Ka, nanti kamu kesininya naik mobil ya soalnya kan ada Ririn" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


"


Skip


Jam 12.30


Bina pergi menuju teras rumahnya untuk menunggu Arka.


Beberapa menit kemudian, seseorang menekan bel rumah Bina.


Akhirnya Bina segera menghampiri orang tersebut.


"Ayo masuk, Ka" suruh Bina.


Mereka berdua segera masuk kedalam rumah.


"Ririn nya mana?" tanya Arka.


"Lagi mandi" ucap Bina.


"Oh iya, Ka! kamu udah sembuh kan?" tanya Bina memastikan.


"Iya, udah kok" ucap Arka.


"Syukur deh, takutnya kamu masih sakit" ucap Bina.


"Enggak kok, aku udah sembuh" ucap Arka.


"Ka, nanti kamu kuliah dimana?" tanya Bina.


"Aku mau kuliah di Jakarta" ucap Arka.

__ADS_1


"Mau ambil jurusan apa?" tanya Bina.


"Teknik informatika" ucap Arka.


"Na" panggil Arka.


"Kenapa?" tanya Bina.


"Kamu gak apa-apa kan kalau nanti aku tinggal?" tanya Arka.


"Gak apa-apa kok, tapi paling nanti aku bakal kangen sama kamu" ucap Bina.


"Kalau kangen nanti kamu telepon atau video call aja ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Nanti kalau disana, kamu jangan genit sama cewek lain ya" ucap Bina.


"Iya, gak bakal" ucap Arka.


"Kamu juga jangan cari cowok lain ya" ucap Arka.


"Iya, aku gak bakal cari cowok lain kok" ucap Bina.


"Guys! ayo berangkat!" ucap Ririn yang baru datang.


"Bentar, mau ambil tas dulu" ucap Bina.


Bina segera pergi menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Bina mengambil tas dan dompetnya. Setelah itu, ia segera kembali menemui Arka dan Ririn.


"Ayo berangkat" ucap Bina.


Mereka bertiga segera keluar dari rumah.


Kemudian mereka segera menaiki mobil Arka.


Lalu Arka segera melajukan mobilnya menuju toko buku.


"Rin, nanti luh kuliah dimana?" tanya Arka.


"Disini, bareng Bina" ucap Ririn.


"Nanti jagain Bina ya, soalnya gue nanti gak bakal kuliah disini" ucap Arka.


"Emang luh mau kuliah dimana?" tanya Ririn.


"Gue mau kuliah di Jakarta" ucap Arka.


"Nanti luh LDR dong sama Bina" ucap Ririn.


"Iya" ucap Arka.


"Tapi nanti luh bakal kesini kan?" tanya Ririn.


"Kalau libur ya gue kesini" ucap Arka.


"Kebetulan papah gue punya rumah di Jakarta, jadi gue bakal tinggal di rumah itu" ucap Arka.


"Awas aja ya kalau luh disana nyari cewek lain" ucap Ririn.


"Gue gak bakal nyari cewek lain kok" ucap Arka.


"Luh sama Bina kenapa sih mikirnya gue bakal cari cewek lain?" heran Arka.


"Soalnya kan kamu ganteng, pasti nanti disana banyak cewek yang suka" ucap Bina.


"Walaupun mereka suka, tapi kan aku tetep sukanya sama kamu" ucap Arka.


"Ya siapa tau aja kamu kepincut sama cewek yang ada disana" ucap Bina.


"Enggak lah" ucap Arka.


"Na, jangan terlalu percaya sama cowok. Biasanya dia cuma baik didepan doang eh tahunya dibelakang chat sama cewek lain" ucap Ririn.


"Jangan suudzon jadi orang" ucap Arka.


"Bukan suudzon, tapi ini fakta. Buktinya Ardan juga sering bales chat cewek lain" ucap Ririn.


"Itu kan Ardan bukan gue" ucap Arka.


"Tapi sama aja, luh berdua kan cowok pasti ngelakuin hal yang sama. Apalagi luh berdua kan sahabatan dan pastinya sifat nya gak jauh beda" ucap Ririn.


"Gue gak gitu kok, Rin" ucap Arka.


"Na, kamu percaya kan sama aku?" tanya Arka.


"Iya, aku percaya kok" ucap Bina.


"Udah lah, susah kalau udah bucin" ucap Ririn.


Ketika sampai di toko buku, mereka bertiga turun dari mobil.


Lalu mereka segera masuk kedalam toko buku dan membeli alat tulis.


Setelah selesai, mereka bertiga langsung membayar alat tulis tersebut.


Setelah membayar, mereka bertiga segera kembali menuju mobil Arka dan langsung masuk kedalamnya.


"Rin, tolong simpen dibelakang" ucap Bina sambil memberikan kantong plastik berisi alat tulis.


Ririn segera mengambil kantong plastik tersebut.


"Kita mau kemana lagi nih?" tanya Arka.


"Aku pingin ke toko eskrim" ucap Bina.


"Oke" ucap Arka sambil melajukan mobilnya menuju toko eskrim.


Skip


Sesampainya di toko eskrim, Arka dan Bina segera turun dari mobil.

__ADS_1


"Rin, ayo turun" ucap Bina.


"Gue disini aja" ucap Ririn.


"Ayo cepet turun! nanti gue traktir" ucap Arka.


"Beneran?" tanya Ririn memastikan.


"Iya" ucap Arka.


Ririn segera turun dari mobil Arka.


Akhirnya mereka bertiga segera masuk kedalam toko eskrim tersebut.


"Na, kamu mau eskrim rasa apa?" tanya Arka.


"Aku mau rasa coklat" ucap Bina.


"Rin, luh mau rasa apa?" tanya Arka.


"Mint choco" ucap Ririn.


"Mau pake cone atau pake cup?" tanya Arka.


"Cup" ucap Bina dan Ririn bersamaan.


"Ya udah kalian berdua duduk dulu aja disana, nanti biar aku yang pesenin" ucap Arka.


Lalu Bina dan Ririn segera duduk di tempat yang telah disediakan. Sedangkan Arka, ia segera memesan eskrim untuk dirinya, Bina dan juga Ririn.


"Rin" panggil Bina.


"Apa?" tanya Ririn.


"Luh berantem lagi ya sama Ardan?" tanya Bina.


"Iya" ucap Ririn.


"Ardan ngebales chat Clara lagi ya?" tanya Bina.


"Enggak" ucap Ririn.


"Terus luh berdua berantem kenapa?" tanya Bina.


"Kita berantem karena gue waktu malem chat Ardan terus gue bilang sama Ardan kalau gue kesel sama dia soalnya dia sekarang jarang banget ngabarin gue, terus dia malah marah balik ke gue, katanya emang harus banget ya ngabarin terus-terusan. Kan gue jadi makin kesel gara-gara Ardan ngomong kayak gitu" jelas Ririn.


"Terus dia juga ngebanding-bandingin gue sama mantannya. Katanya dia, Jihan juga gak pernah marah kalau Ardan gak ngabarin" ucap Ririn.


"Ardan kok gitu sih" ucap Bina sedikit kesal.


"Nih eskrim nya" ucap Arka sambil memberikan eskrim kepada Bina dan Ririn.


"Kalian lagi ngomongin apa?" tanya Arka sambil duduk.


"Jangan dikasih tahu, Na" ucap Ririn karena ia takut Arka bakal bilang ke Ardan.


"Gak ngomongin apa-apa kok" ucap Bina.


"Pasti kalian berdua ngomongin aku ya?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Bukan ngomongin luh kok, Ka" ucap Ririn.


"Terus ngomongin siapa?" tanya Arka.


"Ngomongin orang yang tadi ngelewat" bohong Ririn.


"Emang orang itu kenapa?" tanya Arka.


"Tadi dia jutek banget mukanya, makanya kita gibahin dia" bohong Bina.


"Gak boleh ngomongin orang, nanti dosa" ucap Arka.


"Ya maaf, habisnya dia jutek banget" ucap Bina.


"Ya udah makan eskrim nya, nanti keburu meleleh kayak hati aku pas lihat senyum kamu" ucap Arka kepada Bina.


"Ih jadi mual gue" ucap Ririn.


"Luh hamil ya, Rin?" tanya Arka.


"Enak aja, luh!" ucap Ririn sedikit kesal.


"Katanya luh mual" ucap Arka.


"Gue mual gara-gara denger luh ngomong kayak tadi" ucap Ririn.


"Kirain luh hamil" ucap Arka.


"Ya enggak lah" kata Ririn.


"Ya udah ayo makan! ngobrol mulu kalian" ucap Bina.


Akhirnya mereka bertiga segera memakan eskrim yang telah dibeli oleh Arka.


"Ka" panggil Ririn sambil memakan eskrim.


"Apa?" ucap Arka.


"Kalau menurut luh, cowok yang sering ngomongin mantannya berarti dia masih ada rasa gak sama mantannya?" tanya Arka.


"Menurut gue sih bisa iya, bisa juga enggak. Itu tergantung sama apa yang diomongin cowok itu, kalau dimuji berarti dia masih suka sedangkan kalau ngejelekin berarti dia gak suka" ucap Arka.


"Oh gitu" ucap Ririn.


"Luh ngomong kayak gini karena Ardan yang sering ngomongin Jihan ya, Rin?" tebak Arka.


Ririn hanya mengangguk mengiyakan perkataan Arka.


"Jujur sih ya, Ardan sebenernya emang belum move on sama Jihan. Tapi luh gak usah cemas, soalnya kan Jihan udah gak ada. Jadi mungkin kalau Ardan ngomongin Jihan ke luh, luh harus banyak sabar aja soalnya kan Jihan itu first love nya Ardan jadi susah buat Ardan ngelupain Jihan" ucap Arka.


"Tapi untuk sekarang lebih baik luh sabar aja sama Ardan, lagian gue lihat Ardan nyaman kok sama luh dan pastinya nanti juga Ardan bakal sadar kalau luh bener-bener cinta sama Ardan" ucap Arka lagi.

__ADS_1


__ADS_2