Prince Of School

Prince Of School
Episode 221


__ADS_3

Arka segera turun dari mobilnya.


Kemudian ia segera menekan bel rumah Robi.


Beberapa detik kemudian, Robi segera datang dan ia langsung membukakan pagar rumahnya.


"Eh, Ka! ada apa nih kesini?" tanya Robi.


"Gue mau main aja" ucap Arka.


"Ya udah ayo masuk" ucap Robi.


Lalu mereka berdua segera masuk kedalam rumah.


"Bokap sama nyokap luh kemana? kok sepi banget rumah luh" ucap Arka.


"Mereka ke Bandung" ucap Robi.


"Oh iya! ngomong-ngomong Kevin udah pulang belum dari Bandung nya?" tanya Arka.


"Udah" ucap Robi.


"Keren banget ya Kevin, sampe nyusulin cewek nya kesana" ucap Arka.


"Namanya juga cinta, apapun pasti dilakuin" ucap Robi.


"Oh iya! luh kayaknya kelihatan bahagia banget, Rob" ucap Arka.


"Emang iya?" tanya Robi.


"Iya, dari ekspresi wajah luh kelihatannya kayak luh lagi bahagia" ucap Arka.


"Emang sih, gue lagi bahagia banget sekarang" ucap Robi.


"Gue ramal luh kayaknya udah nembak cewek ya" ucap Arka.


"Kok luh tahu sih" heran Robi.


"Gue kan bisa ngeramal" bohong Arka.


"Serius?" tanya Robi.


"Iya, bahkan Bina juga sering diramal sama gue dan ramalannya terbukti" bohong Arka.


"Kalau gitu coba tebak, siapa yang gue tembak?" tanya Robi.


Lalu Arka menyipitkan matanya.


"Menurut penerawangan gue, luh nembak cewek yang tomboy, dan sifat cewek yang luh tembak tuh agak nyebelin" ucap Arka.


"Kalau tomboy sih iya, tapi kalau nyebelin sih enggak" ucap Robi.


"Kayaknya anak SMA Mutiara juga ya" ucap Arka.


"Kok luh bisa tahu" ucap Robi.


"Udah gue bilang kan kalau gue peramal" ucap Arka.


"Kayaknya dari kelas lain ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Robi.


"Ya udah cepet tebak orangnya" ucap Robi.


"Coba luh pikirin nama orang itu, nanti gue bakal bisa nebak orang nya" ucap Arka.


"Udah gue pikirin" ucap Robi.


"Hah!" Arka pura-pura kaget.


"Anjir kaget gue!" ucap Robi.


"Serius luh sama dia?" tanya Arka.


"Luh tahu orang nya?" tanya Robi.


"Fanny kan?" ucap Arka.


"Wah, tebakan luh bener" ucap Robi sambil mengacungkan jari jempol nya.


"Tuh, kan! udah gue bilang kalau gue bisa ramal orang" ucap Arka.


"Coba luh ramal dong, nanti kedepannya hubungan gue sama dia gimana" ucap Robi.

__ADS_1


Lalu Arka kembali menyipitkan matanya.


"Menurut penerawangan gue, nanti luh yang bakal bucin ke dia deh soalnya yang gue lihat Fanny gak terlalu bucin orangnya" ucap Arka.


"Menurut luh, Fanny beneran suka gak sama gue?" tanya Robi.


"Suka dikit" ucap Arka.


"Soalnya gue lihat ada seseorang yang spesial yang disukai Fanny. Jadinya dia gak sepenuhnya suka sama luh" ucap Arka ngasal.


"Emang orang itu siapa?" tanya Robi.


"Pokoknya dia lebih ganteng dari luh" ucap Robi.


"Kalau dibandingin sama luh, lebih ganteng luh atau orang itu?" tanya Robi.


"Ya jelas gue lah" ucap Arka.


"Terus orang itu siapa?" tanya Robi.


"Gue gak tahu, yang pasti dia lebih ganteng dari luh, tapi kalau dibanding gue sih lebih ganteng gue dari pada orang itu" ucap Arka.


"Luh bisa lihat orangnya kan di penerawangan luh?" tanya Robi.


"Bisa, tapi gue gak kenal orang nya" ucap Arka.


"Anak SMA Mutiara bukan?" tanya Robi.


"Bukan" ucap Arka.


"Rob, luh gak kasih gue minum gitu? gue haus nih" ucap Arka.


"Yaelah biasanya juga langsung ngambil ke dapur" ucap Robi.


"Gue cape, Rob. Soalnya tadi gue dari perjalanan yang sangat jauh" ucap Arka.


"Alasan!" ucap Robi.


Lalu Robi segera pergi menuju dapur.


Setelah sampai dapur, ia segera mengambil air minum untuk Arka.


Setelah itu, Robi segera kembali menghampiri Arka.


Lalu Arka segera mengambil air minum tersebut. Kemudian ia langsung meminumnya.


"Cape banget gue" ucap Arka.


"Cape kenapa?" tanya Robi.


"Kan gue udah bilang kalau gue udah dari perjalanan yang sangat jauh" ucap Arka.


"Emang luh tadi kemana?" tanya Robi.


"Gue tadi sama Bina ke rumah papah gue" ucap Arka.


"Ngapain kesana?" tanya Robi.


"Soalnya papah gue pingin ketemu menantu nya" ucap Arka.


"Emang menantu nya siapa?" tanya Robi.


"Ya Bina lah" ucap Arka.


"Emang luh bakal nikah sama Bina?" tanya Robi.


"Iya, tapi nanti nikah nya kalau gue udah sukses" ucap Arka.


"Kalau luh gak sukses gimana?" tanya Robi sambil tertawa.


"Kampret luh" ucap Arka sambil tertawa.


"Kalau nanti ada yang ngelamar Bina duluan gimana, Ka?" tanya Robi.


"Ya gak gimana-gimana sih, cuma kalau Bina nya nerima lamarannya, gue bakal sedih banget kayaknya" ucap Arka.


"Luh sesuka itu ya sama Bina?" tanya Robi.


"Ya iyalah" ucap Arka.


"Oh iya, luh mau ikut gak nanti ke waterpark?" tanya Arka.


"Sama siapa aja?" tanya Robi.

__ADS_1


"Sama gue, Bina, Ardan dan Ririn" jawab Arka.


"Nanti kalau luh mau, luh ajak Fanny juga. Jadi kita triple date" ucap Arka.


"Ya udah nanti gue ajak Fanny" ucap Robi.


Trining...trining


Lalu Arka segera melihat ke layar ponselnya.


"Siapa, Ka?" tanya Robi.


"Bella" ucap Arka.


"Jangan diangkat" cegah Robi.


"Kenapa emang?" tanya Arka.


"Kalau luh angkat terus panggilan telepon dari dia, nanti dia bakal terus berharap sama luh" ucap Robi.


"Kalau teleponnya penting gimana?" tanya Arka.


"Ya biarin aja, lagian mau penting atau enggak kan itu bukan urusan luh" ucap Robi.


"Ya udah gue gak bakal jawab deh" ucap Arka.


"Bella kayaknya suka banget ya sama luh" ucap Robi.


"Iya" ucap Arka.


"Luh waktu dulu bucin gak ke Bella?" tanya Robi.


"Enggak, dulu pas SMP gue cuek banget orangnya" ucap Arka.


"Oh luh waktu itu cuek banget?" tanya Robi.


"Iya, gue cuek banget" ucap Arka.


"Waktu itu yang suka duluan siapa? luh atau Bella?" tanya Robi.


"Ya Bella lah, orang dia juga yang nyatain cinta duluan" ucap Arka.


"Jadi Bella yang nyatain duluan?" tanya Robi.


"Iya" ucap Arka.


"Tapi luh waktu dulu suka gak sama Bella?" tanya Robi.


"Ya dulu gue emang suka sama dia" ucap Arka.


"Kalau sekarang?" tanya Robi.


"Ya enggak lah, kan sekarang gue sukanya sama Bina" ucap Arka.


"Oh iya, Bina kan mantannya Rino ya" ucap Robi.


"Iya" ucap Arka.


"Mereka putusnya karena apa?" tanya Robi.


"Gue gak tahu dan gue gak mau tahu" ucap Arka.


"Bina sama luh kan bucin banget ya, berarti dia sama Rino juga bucin banget dong" ucap Robi.


"Gue gak tahu" ucap Arka.


"Gue jadi ngebayangin deh, Rino kan cowok yang cuek gitu sedangkan Bina tuh cewek yang agak manja gitu sama pasangan nya. Jadi kayaknya seru banget deh waktu mereka pacaran. Yang satu kelihatan dewasa dan yang satunya kekanak-kanakan" ucap Robi.


"Rob, luh mau ngajak gue baku hantam ya?" tanya Arka.


"Gue kan cuma ngebayangin aja, Ka" ucap Robi sambil menahan tawanya.


"Ya jangan dibayangin lah! lagian ngapain coba ngebayangin percintaan masa lalu orang" ucap Arka.


"Luh cemburu ya?" tanya Robi.


"Cemburu? ngapain juga gue cemburu sama mantannya Bina" ucap Arka.


"Oh iya, yang mutusin Bina atau Rino nya sih?" tanya Robi.


"Mana gue tahu" ucap Arka.


"Luh gak nanya gitu ke Bina?" tanya Robi.

__ADS_1


"Kaga lah anjir! ngapain juga gue nanya hal yang gak penting" ucap Arka.


__ADS_2