
Pagi hari
"Whooamm" Bina terbangun dari tidurnya.
Bina melihat ke sekitar nya dan ternyata Ririn, Fanny dan kak Sarah masih tertidur.
Akhirnya Bina segera mengambil baju, celana dan handuk. Kemudian ia segera pergi menuju kamar mandi.
15 menit kemudian...
Setelah selesai mandi, Bina segera menghampiri kak Sarah yang baru saja bangun.
"Sekarang jam berapa, Na?" tanya kak Sarah.
"Jam enam, kak" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu Bina ke dapur dulu ya, soalnya mau masak" ucap Bina.
"Kakak boleh bantuin masak gak?" tanya kak Sarah.
"Boleh" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu kakak ikut ke kamar mandi dulu ya, soalnya mau cuci muka" ucap kak Sarah.
"Iya" ucap Bina.
Lalu kak Sarah segera pergi menuju kamar mandi. Setelah itu, ia segera kembali menghampiri Bina.
"Ayo" ucap kak Sarah.
Lalu Bina dan kak Sarah segera pergi ke dapur untuk memasak makanan buat semuanya.
...****...
Fanny POV
Trining...trining
Fanny segera meraba ponselnya dengan mata yang sedikit terbuka. Kemudian ia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo" ucap Fanny.
"Fanny, kamu dimana sih?" tanya mamah Fanny.
"Aku nginep di rumah Bina" ucap Fanny.
"Kalau mau nginep ijin dulu dong, biar mamah gak khawatir" ucap mamah Fanny.
"Emangnya mamah khawatir ya sama Fanny?" tanya Fanny.
"Ya mamah khawatir lah, masa sama anak sendiri gak khawatir" ucap mamah Fanny.
"Kayaknya Fanny harus sering-sering ngilang ya biar di khawatirin" sarkas Fanny.
"Kamu kok ngomong gitu" ucap mamah Fanny.
Lalu Fanny segera mematikan panggilan teleponnya.
Setelah itu, Fanny segera pergi menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Setelah mencuci muka, Fanny langsung melihat ke layar ponselnya karena ada pesan dari mamahnya.
Lalu Fanny segera membuka pesan tersebut.
Mamah :
Cepet pulang!
Papah kamu marah loh
Kemudian Fanny segera menghapus pesan tersebut.
"Rin, cepet bangun!" ucap Fanny sambil menggoyangkan tubuh Ririn.
"Gue masih ngantuk, Fan" ucap Ririn dengan mata tertutup.
Lalu Fanny segera keluar dari kamar Bina.
"Na, luh dimana?" teriak Fanny.
"Gue di dapur, Fan" ucap Bina.
Lalu Fanny segera pergi menuju ke dapur.
"Masak apa, Na?" tanya Fanny.
"Ayam goreng" ucap Bina.
__ADS_1
"Oh iya, Fan! Ririn belum bangun ya?" tanya Bina.
"Belum" ucap Fanny.
"Kak Sarah, sini biar Fanny aja yang bawa piring-piringnya" ucap Fanny.
"Ya udah nih" ucap kak Sarah sambil memberikan piring kepada Fanny.
Lalu Fanny segera mengambil piring-piring tersebut, kemudian ia segera membawa piring-piringnya ke meja makan.
Setelah itu, Fanny segera kembali menghampiri Bina dan kak Sarah.
"Sini biar gue bantu bawain gelasnya" ucap Fanny.
"Gelas-gelas nya biar gue aja yang bawa, Fan! luh mending bangunin Ririn sama anak-anak cowok sana" ucap Bina.
"Luh aja yang bangunin, soalnya tadi Ririn udah gue bangunin tapi dia gak mau bangun" ucap Fanny.
"Ya udah gue aja yang bangunin mereka" ucap Bina.
"Ya udah sini gelasnya" ucap Fanny.
Lalu Bina segera memberikan gelas tersebut kepada Fanny. Kemudian Fanny segera mengambil gelas-gelas tersebut.
Setelah itu, Fanny segera menuju meja makan untuk menyimpan gelas-gelas.
...****...
Bina segera masuk kedalam kamarnya dan ia melihat Ririn yang sedang tertidur dengan mulut yang sedikit terbuka.
"Rin, bangun!" ucap Bina sambil menggoyangkan tubuh Ririn.
"Gue masih ngantuk, Na" ucap Ririn.
"Ayo sarapan! itu semua orang udah ada di ruang makan loh" bohong Bina.
Lalu Ririn segera membuka matanya dan ia segera duduk sambil mengumpulkan nyawanya.
Kemudian Ririn segera berdiri dan ia langsung pergi menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Setelah selesai mencuci muka, Ririn segera kembali menghampiri Bina.
"Ayo" ucap Bina.
Lalu Bina dan Ririn segera keluar dari kamar.
"Katanya semuanya udah pada di meja makan" ucap Ririn.
"Gue bohong tadi, supaya luh cepet bangun" ucap Bina.
Lalu Bina segera pergi menuju kamar kak Daniel.
Tok...tok...tok
Cklek
Bina langsung saja membuka pintu kamar kak Daniel.
"Bangun!!" teriak Bina.
"Kak Daniel, bangun!"
"Rob, bangun!"
"Han, bangun!"
"Dan, bangun!"
"Arka, bangun!"
Lalu Robi dan kak Daniel langsung terbangun karena mendengar teriakan Bina.
"Cepet sarapan" ucap Bina.
"Bentar" ucap kak Daniel sambil mengumpulkan nyawanya.
"Kak Daniel, gue ikut ke kamar mandi ya" ucap Robi.
"Iya" ucap Robi.
Lalu Robi segera berjalan menuju kamar mandi dan pada saat ia berjalan, Robi tidak sengaja menginjak kaki Ardan.
"Aww" ringis Ardan.
Sontak Ardan langsung bangun dan ia segera duduk.
"Sakit anjir!" ringis Ardan.
__ADS_1
"Sorry" ucap Robi.
Lalu Robi segera pergi menuju kamar mandi.
"Luh udah masak, dek?" tanya kak Daniel.
"Udah dari tadi, dibantuin sama kak Sarah" jelas Bina.
"Ya udah gue duluan kesana ya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
Lalu kak Daniel segera pergi menuju ruang makan.
"Dan, bantuin bangunin Arka sama Raihan dong" ucap Bina.
"Tutup lubang hidungnya, nanti pasti mereka bakal bangun gara-gara gak bisa nafas" ucap Ardan.
"Gak ada akhlak banget sarannya" ucap Bina.
"Gempa bumi woy!!!" teriak Ardan sambil mengguncangkan tubuh Arka dan Raihan secara bergantian.
Sontak Arka dan Raihan langsung terbangun karena mendengar teriakan dari Ardan.
"Ada gempa?" tanya Arka yang baru saja bangun.
"Gak ada" ucap Ardan sambil nyengir.
"Ya ampun, gue kira ada gempa beneran?"
"Arka, Raihan ayo sarapan" ucap Bina.
"Bentar, aku mau cuci muka dulu" ucap Arka sambil pergi menuju kamar mandi.
"Didalem ada siapa?" tanya Arka.
"Ada Robi" ucap Bina.
"Rob, buruan! gue mau buang air kecil" teriak Arka.
"Ke kamar mandi yang lain aja! gue lagi sakit perut" teriak Robi.
"Kamu ke kamar mandi yang di Deket dapur aja, Ka" ucap Bina.
"Oh ya udah" ucap Arka.
Lalu Arka segera pergi menuju kamar mandi yang berada di dapur.
"Dan, Han! ayo ke ruang makan" ucap Bina.
"Ya udah ayo" ucap Ardan.
Lalu Bina, Ardan dan Raihan segera pergi menuju ruang makan.
Setelah sampai di ruang makan, Bina, Ardan dan Raihan segera duduk di kursi. Kemudian mereka segera memakan makanan yang ada di meja.
"Arka sama Robi mana?" tanya Ririn.
"Mereka lagi di kamar mandi" ucap Bina.
"Di kamar mandi nya berdua?" tanya Fanny.
"Enggak lah" ucap Bina.
Kemudian Arka dan Robi segera menghampiri semuanya di meja makan. Lalu mereka berdua segera duduk di kursi dan mereka berdua segera sarapan pagi.
"Baru aja diomongin, eh orang nya muncul" ucap Ririn.
"Luh ngomongin gue?" tanya Robi.
"Iya, tadi gue nanyain luh sama Arka mana, eh tiba-tiba luh berdua nya muncul" jelas Ririn.
"Luh kangen gue sama Arka ya?" ucap Robi.
"Idih, gue kan cuma nanya. Lagian ngapain juga gue kangen sama luh berdua" ucap Ririn.
"Kan siapa tahu luh kangen sama kita" ucap Robi.
"Uhuk...uhuk" Ardan tiba-tiba batuk.
"Wah pawangnya ngambek nih" ucap Raihan.
"Siapa juga yang ngambek, orang gue cuma batuk" ucap Ardan.
"Ini minum dulu, Dan!" ucap Ririn sambil memberikan minum kepada Ardan.
Lalu Ardan segera mengambil air minum dan ia langsung meminum air minum tersebut.
__ADS_1