Prince Of School

Prince Of School
Episode 91


__ADS_3

"Luh kok bilang ke Ardan sih, Fan" kesal Ririn.


"Habisnya mau sampai kapan luh mendem perasaan terus" ucap Fanny.


"Kalau Ardan tahu, berarti dia ngasih respon baik dong sama luh. Kan tadi dia perhatian sama luh" ucap Bina.


"Tuh, dengerin apa kata Bina" ucap Fanny.


"Aaaa gue malu! pasti tadi ketahuan banget kalau gue baper sama dia" ucap Ririn.


Lalu Ardan pun segera masuk kedalam kelas.


"Rin, tuh Ardan" bisik Bina.


"Na, diem!" ucap Ririn karena malu.


"Ardan" panggil Fanny.


Lalu Ardan pun langsung melihat kearah Fanny.


Saat Ardan melihat kearah mereka bertiga, Ririn pun segera menenggelamkan kepalanya diatas meja.


"Kenapa?" tanya Ardan sambil menghampiri mereka bertiga.


Fanny pun mengarahkan telunjuknya pada Ririn yang sedang menenggelamkan kepalanya diatas meja.


"Rin, luh masih sakit?" tanya Ardan.


Ririn pun langsung tersenyum saat mendengar ucapan Ardan.


Bina yang melihat keduanya pun langsung tersenyum akibat gemas dengan Ardan dan Ririn.


"Na, luh kenapa?" tanya Ardan.


"Gak kenapa-napa kok" ucap Bina sambil tersenyum.


"Kenapa manggil gue, Fan?" tanya Ardan.


"Dan, luh anterin Ririn pulang ya soalnya Ririn lagi sakit" ucap Fanny.


"Emang mau pulang sekarang?" tanya Ardan.


"Nanti sih, cuma gue ngomong dari sekarang aja" ucap Fanny.


"Iya nanti gue anterin kok" ucap Ardan.


Ririn pun langsung mencubit paha Bina karena ia sangat senang mendengar ucapan Ardan.


"Aww!!!" teriak Bina.


"Luh kenapa?" tanya Ardan dan Fanny bersamaan.


"Ini kaki gue kram" ucap Bina berbohong.


"Gue kira kenapa" ucap Fanny.


"Rin, kalau pusing tidur aja di UKS" ucap Ardan.


Ririn pun hanya menggelengkan kepalanya tetapi masih dengan menenggelamkan kepalanya diatas meja.


"Siang anak-anak" teriak pak Rudi yang muncul tiba-tiba.


"Anjir kaget!" ucap Nino yang baru terbangun dari tidurnya.


Semua siswa dan siswi kelas XI MIPA 2 pun segera duduk dikursinya masing-masing.


"Na, maaf ya tadi nyubit luh. Soalnya gue seneng banget" ucap Ririn dengan pelan.


"Iya deh gue maafin" ucap Bina.


Lalu semua siswa dan siswi kelas XI MIPA 2 pun segera memperhatikan materi yang disampaikan oleh pak Rudi.


****


Krining... krining


Bel pulang sekolah pun berbunyi, menandakan bahwa semua siswa dan siswi harus pulang ke rumahnya.


"Rin, ayo pulang" ucap Ardan.

__ADS_1


"Iya" ucap Ririn sambil menahan senyumnya.


"Na, Fan! gue sama Ardan pulang duluan ya" ucap Ririn.


"Iya" ucap Bina dan Fanny bersamaan.


Lalu Ririn dan Ardan pun segera pergi.


"Na, ayo pulang" ucap Arka.


"Bina mau pulang sama gue, Ka" sahut Fanny.


"Kamu mau main ke rumah Fanny?" tanya Arka kepada Bina namun tidak dijawab.


"Enggak, Ka. Bina mau langsung pulang kok" ucap Fanny.


"Yaudah hati-hati ya" ucap Arka kepada Bina.


"Tenang gue bakal hati-hati kok, Ka" ucap Fanny.


"Gue ngomong ke Bina, bukan ke luh" ucap Arka dingin.


Lalu Arka pun segera pergi.


Setelah Arka pergi, Bina pun langsung tertawa karena ucapan tadi.


"Puas luh ketawain gue" ucap Fanny.


"Puas banget" ucap Bina sambil tertawa.


"Tuh lihat kan, Na? pacar luh tuh ngeselin banget" kesal Fanny.


"Iya deh iya. Ya udah ayo ah kita pulang" ucap Bina.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju parkiran. Setelah sampai di parkiran, mereka berdua pun langsung masuk kedalam mobil Fanny. Kemudian Fanny pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Bina.


Setelah sampai di rumah, Bina pun langsung berterima kasih kepada Fanny karena telah mengantarkannya pulang. Lalu setelah itu Bina pun turun dari mobilnya Fanny.


"Hati-hati, Fan" ucap Bina.


"Iya" ucap Fanny sambil melajukan mobilnya.


"Dianter sama siapa luh?" tanya kak Daniel.


"Sama Fanny" ucap Bina.


"Emang ke sekolah boleh bawa mobil?" tanya kak Daniel.


"Boleh" ucap Bina.


"Kenapa gak dianterin Arka?" tanya kak Daniel.


"Kak, udah jangan ngomong terus. Bina cape mau istirahat" ucap Bina sambil pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar, Bina pun langsung mandi lalu berganti pakaian. Setelah itu, ia pun langsung tidur.


****


Malam hari


Tok...tok


Cklek


"Na, bangun! udah malem" ucap mamah.


Bina pun langsung terbangun saat mamahnya membangunkannya.


Bina pun langsung duduk dan terdiam sebentar untuk mengumpulkan nyawanya.


"Makan dulu, cepet!" ucap mamah.


"Iya, mah. Mamah duluan aja, nanti Bina nyusul" ucap Bina.


Mamah Bina pun segera pergi menuju ruang makan.


Setelah selesai mengumpulkan nyawanya, Bina pun langsung turun kebawah untuk makan malam bersama keluarganya.


Setelah sampai di ruang makan, Bina pun melihat ada kak Sarah yang sedang makan disamping kak Daniel.

__ADS_1


"Kak Sarah" ucap Bina terkejut.


"Hai" sapa kak Sarah.


"Cepet makan" ucap papah.


"Iya, pah" ucap Bina.


"Luh kebo banget sih, dek" ucap kak Daniel.


"Soalnya tadi Bina mimpi indah" ucap Bina.


"Emang mimpi apa?" tanya kak Daniel.


"Mimpi ketemu Stray kids" ucap Bina.


"Ketemu geng nya Arka?" tanya kak Daniel memastikan.


"Bukan! itu loh boyband Korea" ucap Bina.


"Apaan sih ngefans sama plastik" ucap kak Daniel.


"Enak aja! mereka tuh gak operasi plastik tahu" kesal Bina.


"Iya, mereka gak operasi plastik kok" bela kak Sarah.


"Kamu suka Korea juga?" tanya kakĀ  Daniel kepada kak Sarah.


"Iya" ucap kak Sarah.


"Kakak fandom mana?" tanya Bina.


"Kakak Army" ucap Sarah.


"Kalian ngomongin apa sih?" bingung kak Daniel.


"Udah dong ngobrolnya, nanti makannya gak beres-beres kalau ngobrol mulu" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Bina dan kak Sarah bersamaan.


Lalu mereka berdua pun segera melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan, Bina, kak Daniel dan kak Sarah pun segera menonton televisi di ruang tamu.


"Kak Sarah mau nginep disini?" tanya Bina.


"Enggak kok, bentar lagi juga pulang" ucap kak Sarah.


"Yah, kenapa gak nginep aja" ucap Bina sedih.


"Kan besok kakak harus kuliah" jelas kak Sarah.


"Oh iya juga" ucap Bina.


Tok...tok...tok


Bina pun segera membuka pintu rumahnya.


"Ngapain kesini?" tanya Bina.


"Nih pake lagi gelang kamu, soalnya gelang aku udah ketemu" ucap Arka.


"Gelang kamu udah ketemu?" ucap Bina.


"Udah, nih" ucap Arka sambil menunjukkan gelang yang baru saja ia beli.


"Ketemu dimana?" tanya Bina.


"Dilapangan basket lah" ucap Arka berbohong.


"Serius dilapang basket?" tanya Bina kecewa karena Arka berbohong kepadanya.


"Iya, serius" ucap Arka berbohong.


"Kamu beli gelang yang baru ya?" tanya Bina.


"Enggak kok, tanya aja Robi sama Kevin. Tadi siang Robi yang nemuin gelangnya" ucap Arka berbohong.


"Aku gak nyangka kamu bakal bohong kayak gini sama aku" ucap Bina.

__ADS_1


"Aku gak bohong kok, Na" ucap Arka berbohong.


__ADS_2