
Bel pulang pun berbunyi.
Semua siswa dan siswi pun diperbolehkan untuk pulang.
"Na, belajar bareng yuk!" ucap Fanny.
"Sekarang?" tanya Bina.
"Iya sekarang" ucap Fanny.
"Ya udah, mau di mana belajar nya?" tanya Bina.
"Dicafe aja" ucap Fanny.
"Luh mau belajar atau mau makan?" tanya Bina sambil tersenyum.
"Ya kan sekalian makan, lagian kan kalau belajar dengan perut kosong tuh nanti otaknya gak encer" ucap Fanny.
"Gue ikut dong" ucap Ririn.
"Boleh" ucap Bina.
"Terus Ardan gimana? bukannya tadi katanya luh mau jalan-jalan sama dia?" ucap Fanny.
"Gak jadi, soalnya dia mau kumpul bareng anak basket. Katanya mau makan-makan kan anak basket kemarin juara satu" ucap Ririn.
"Oh gitu" ucap Fanny.
"Ya udah kalau gitu, kita berangkat sekarang yuk" ucap Fanny lagi.
"Ayo" ucap Bina dan Ririn bersamaan.
Lalu Bina, Ririn dan Fanny pun segera pergi menuju parkiran.
Setelah sampai, mereka bertiga pun segera menaiki mobil milik Fanny.
Setelah duduk di mobil, Bina pun segera mengirim pesan kepada kak Daniel.
^^^Bina :^^^
^^^Kak, Bina mau belajar ya bareng Ririn sama Fanny^^^
Kak Daniel :
Iya boleh
Dimana emang belajar nya?
^^^Bina :^^^
^^^Di cafe^^^
Kak Daniel :
Oh oke
^^^Bina :^^^
^^^Maaf ya kak, Bina gak masak buat kakak^^^
Kak Daniel :
Iya gak apa-apa
Lagian gue kan mau beres-beres cafe bareng temen-temen, jadi gue pasti bakal makan di luar.
Trining...trining
Tiba-tiba dering telepon Bina pun berbunyi.
Lalu Bina pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo" ucap Adzril.
"Iya kenapa?" tanya Bina.
"Luh jadi kan besok?" tanya Adzril.
"Iya jadi" ucap Bina.
"Besok jam sepuluh gue ke rumah luh" ucap Adzril.
"Nanti luh gak usah make up ya, soalnya nanti make up nya disana" ucap Adzril.
"Iya" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu tutup dulu ya teleponnya" ucap Adzril.
__ADS_1
"Iya" ucap Bina.
Lalu Adzril pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Teleponan sama siapa, Na?" tanya Fanny sambil menyetir.
"Sama temen" ucap Bina.
"Pasti anak SMA Doa Bangsa itu kan?" tebak Ririn.
"Iya" ucap Bina.
"Na, luh digosipin tahu sama anak-anak cewek" ucap Fanny.
"Iya gue tahu" ucap Bina.
"Ngomong-ngomong luh kemarin beneran pulang sama anak Doa Bangsa itu?" tanya Fanny.
"Iya" ucap Bina.
"Mau ngapain dia jemput luh?" tanya Fanny penasaran.
"Dia minta bantuan sama gue" ucap Bina.
"Bantuan apa?" tanya Fanny.
"Jadi gue disuruh ngepromosiin baju kakaknya Adzril" jelas Bina.
"Luh diendors?" tanya Fanny.
"Ya semacam itu kali" ucap Bina.
"Oh iya, kita mau ke cafe mana?" tanya Fanny.
"Cafe yang deket aja" ucap Bina.
"Oke" ucap Fanny.
"Nanti kita mau belajar apa dulu?" tanya Bina.
"Matematika dulu, soalnya kan gue gobl*k banget di pelajaran matematika" ucap Fanny.
Lalu Bina dan Ririn pun langsung tertawa karena mendengar ucapan Fanny.
"Rin, gue baru tahu loh kalau luh bisa matematika" ucap Fanny.
"Gue juga sebenernya gak bisa, Fan" ucap Ririn.
"Itu dikerjain sama Bina" ucap Ririn sambil nyengir.
"Anjir! gue kira luh emang pinter matematika, eh ternyata dikerjain Bina" ucap Fanny.
Lalu Fanny pun segera memberhentikan mobilnya disebuah cafe.
Setelah itu, mereka bertiga pun segera turun dari mobil.
Kemudian Bina, Ririn dan Fanny pun segera masuk kedalam cafe.
Saat masuk kedalam cafe, Bina pun melihat Arka dan teman-temannya yang sedang makan sambil mengobrol.
"Ardan" panggil Ririn.
"Eh kalian ngapain kesini?" tanya Ardan.
"Kita mau belajar" ucap Ririn.
"Kenapa belajar nya disini?" tanya Ardan.
"Soalnya kan kita lapar, makanya kita mutusin buat belajar di cafe" ucap Ririn.
"Oh gitu" ucap Ardan.
"Na, ayo duduk" ajak Fanny.
Lalu Bina dan Fanny pun segera duduk.
Setelah itu, Ririn pun segera duduk bersama Bina dan Fanny.
"Eh Robi, luh kenapa ngikut? bukannya mereka lagi ngerayain kemenangan tim basket ya?" heran Fanny.
"Ya gak apa-apa dong, mereka juga gak masalah kalau gue ikut" ucap Robi.
"Mas, saya mau pesen" panggil Fanny kepada pelayan cafe tersebut.
"Mau pesen apa, kak?" tanya pelayan tersebut.
"Saya mau pesan cappucino sama cookies" ucap Fanny.
__ADS_1
"Saya mau pesen eskrim sama cheese cake" ucap Bina.
"Saya juga mau pesen eskrim tapi sama strawberry cake ya" ucap Ririn.
"Oke, tunggu ya" ucap pelayan tersebut.
Lalu pelayan tersebut pun segera pergi.
"Ganteng banget gak sih pelayannya?" tanya Fanny pelan.
"Iya bener" ucap Ririn.
"Ardan!!" panggil Bina.
"Kenapa, Na?" tanya Arka dan Ardan bersamaan.
"Ardan, Ka! bukan luh" ucap Robi sambil tertawa kecil.
"Oh sorry, gue gak fokus" ucap Arka.
Teman-teman Arka pun langsung menertawakan Arka.
"Kenapa, Na?" tanya Ardan.
"Kata si Ririn katanya pelayannya ganteng" ucap Bina.
"Bohong, Dan! aku gak ngomong gitu kok" ucap Ririn.
"Iya, Dan! bener kok apa kata Bina, tadi Ririn ngomong gitu" ucap Fanny.
"Ih luh berdua rese banget" ucap Ririn.
"Oh gitu ya" ucap Ardan.
"Ya maaf, itu kan gara-gara tadi dipancing Fanny" ucap Ririn.
"Ih kenapa jadi nyalahin gue" ucap Fanny.
"Guys! ya udah ayo belajar" ucap Bina.
"Oh iya, Na" ucap Fanny.
"Ya udah ayo jelasin" ucap Fanny.
Lalu Bina pun segera menjelaskan materi tersebut kepada Ririn dan Fanny. Sedangkan Ririn dan Fanny hanya mengangguk-angguk saja padahal ia tidak paham dengan yang dijelaskan oleh Bina.
"Paham gak?" tanya Bina.
"Enggak" ucap Ririn dan Fanny bersamaan.
"Ya ampun, gue kira luh berdua ngangguk tuh karena emang paham eh tahunya gak ngerti" ucap Bina frustasi.
"Gue lagi lapar, Na! makanya jadi kurang ngerti tentang apa yang dijelasin luh" ucap Fanny.
Lalu pelayan cafe tersebut pun segera datang menghampiri Bina, Ririn dan Fanny.
Kemudian pelayan tersebut segera meletakkan pesanan mereka bertiga.
"Makasih" ucap Bina.
"Iya" ucap pelayan tersebut.
Lalu pelayan tersebut pun segera pergi.
"Modus luh" ucap Fanny.
"Maksudnya?" bingung Bina.
"Tadi luh bilang makasih sama pelayan itu" ucap Fanny.
"Gue bukan modus, tapi gue berterima kasih karena udah dianterin pesanannya" ucap Bina.
Disisi lain
Trining...trining
Lalu Arka pun segera mengangkat panggilan teleponnya.
"Hallo, kak" ucap Arka.
"Ka, luh dimana?" tanya kak Putra.
"Gue lagi di cafe sama temen-temen" ucap Arka.
"Luh bisa ke rumah sakit gak sekarang?" tanya kak Putra.
"Bisa, ya udah Arka kesana sekarang" ucap Arka.
__ADS_1
"Guys! nanti tolong bayarin ya" ucap Arka sambil meletakkan uang diatas meja.
"Mau kemana, Ka?" tanya Raihan namun tidak dijawab oleh Arka karena Arka buru-buru pergi.