
"Nih" ucap Arka sambil memberikan jus jeruk kepada Bina.
"Makasih" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
Lalu Bina segera meminum jus kemasan tersebut.
"Ka, surat yang dibuat Adzril udah kamu baca belum?" tanya Bina.
"Udah" ucap Arka.
"Isi suratnya apa?" tanya Bina.
"Jadi inti surat itu tentang kamu yang pingin balikan sama aku" ucap Arka.
"Oh gitu" ucap Bina.
"Kamu kenapa nyuruh dia bikin surat buat aku?" tanya Arka.
"Sebenernya aku gak nyuruh Adzril buat bikin surat itu kok. Dia nya aja yang pingin bikin surat buat kamu, eh tahunya isi surat nya malah surat cinta" ucap Bina.
"Tapi kenapa dia mau bikin kita balikan lagi? bukannya dia suka ya sama kamu?" tanya Arka.
"Adzril gak suka sama aku kok" ucap Bina.
"Oh kirain dia suka sama kamu, soalnya dia kan pernah ngejemput kamu waktu pulang sekolah" ucap Arka.
"Sebenernya waktu itu, Adzril ngejemput aku karena dia pingin ngomong sesuatu ke aku" jelas Bina.
"Dia mau ngomong apa?" tanya Arka.
"Jadi dia minta aku buat jadi model buat promosi pakaian yang dibuat kakaknya" jawab Bina.
"Oh gitu" ucap Arka.
"Ka" ucap Bina.
"Hmm?" ucap Arka.
"Nanti kita double date ya sama Ririn dan Ardan" ucap Bina.
"Oke, tapi kalau luka aku udah sembuh ya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Cepet sembuh ya" ucap Bina.
"Kamu pingin aku cepet sembuh?" tanya Arka.
"Ya iyalah" kata Bina.
"Kalau gitu kamu harus sering main kesini biar aku cepet sembuh" ucap Arka.
"Enggak ah! aku kan sibuk" canda Bina.
"Sibuk ngapain?" tanya Arka.
"Hmm" ucap Bina sambil mikir.
"Sibuk belajar" ucap Bina dan Arka bersamaan.
"Kok barengan sih" heran Bina.
"Soalnya udah ketebak, pasti alasannya sibuk belajar" ucap Arka.
"Oh iya, kata Ririn katanya kamu cemburu ya sama Karina?" tanya Arka.
"Enggak" bohong Bina.
"Berarti Ririn bohong dong sama aku" ucap Arka.
"Iya lah, kan aku gak cemburu" ucap Bina berbohong.
Arka hanya bisa menahan tawanya karena ia tahu bahwa Bina berbohong.
"Oh iya, aku belum bilang ke Raihan" ucap Arka.
"Bilang apa?" tanya Bina.
"Bilang kalau aku sama kamu udah balikan lagi" ucap Arka.
__ADS_1
"Ngapain bilang ke Raihan?" tanya Bina.
"Soalnya dia bilang ke aku, kalau aku sama kamu balikan lagi, nanti aku harus bilang ke dia dan traktir dia soalnya kan dia udah bantuin aku" ucap Arka.
"Bantuin buat nyari cewek untuk jadi pacar pura-pura kamu?" tanya Bina.
"Iya, tapi pura-pura ya bukan niat untuk pacaran" jelas Arka.
"Tapi cewek yang kemarin cantik loh, Ka" ucap Bina.
"Enggak ah, biasa aja. Lebih cantik kamu" ucap Arka.
"Oh iya, waktu di cafe kamu so sweet banget deh. Sampe-sampe ngelap noda dibibir cewek itu" ucap Bina sedikit cemburu.
"Aku kayak gitu karena agar dilihat kamu, biar kamu cemburu" ucap Arka.
"Kamu cemburu ya waktu aku lap bibir Karina?" tanya Arka sambil tersenyum.
"Sedikit cemburu" jujur Bina.
"Katanya gak cemburu" ucap Arka.
"Aku cuma dikit kok cemburu nya" ucap Bina.
Lalu Arka langsung menatap Ana sambil mengelus-elus rambut Bina karena ia sangat gemas kepada Bina.
"Ka, katanya kamu mau telepon Raihan" ucap Bina yang salah tingkah karena ditatap Arka.
"Oh iya, aku lupa" ucap Arka.
"Boleh pinjem handphone kamu gak? soalnya handphone aku ada di kamar" ucap Arka.
"Boleh, nih" ucap Bina sambil memberikan ponselnya kepada Arka.
Lalu Arka segera mengambil handphone tersebut, kemudian ia segera menelepon Arka.
Tidak butuh waktu lama, Raihan langsung menjawab panggilan teleponnya.
"Hallo, Na. Ada apa?" tanya Raihan.
"Han, ini gue" ucap Arka.
"Arka?" tanya Raihan memastikan.
"Iya" ucap Arka.
"Kan gue pacarnya, jadi gak apa-apa dong kalau gue pinjem handphone pacar gue" ucap Arka.
"Luh berdua balikan lagi?" tanya Raihan.
"Iya" ucap Arka.
"Tuh kan rencana gue berhasil" ucap Raihan.
"Kita balikan lagi bukan karena rencana luh" ucap Arka.
"Terus karena apa?" tanya Raihan.
"Karena gue kecelakaan, jadi Bina nerima gue lagi karena katanya gue kasihan. Jadi dia terpaksa nerima gue" ucap Arka.
"Luh kecelakaan?" tanya Raihan terkejut.
"Iya, waktu malam minggu" ucap Arka.
"Luh ketabrak?" tanya Raihan.
"Bukan, tapi gue jatuh dari motor karena gue bawa motornya ngebut" jelas Arka.
"Emang luh mau kemana sampe ngebut kayak gitu?" tanya Raihan.
"Gue tadinya mau ke pantai, mau nyamperin Bina, Ririn sama Fanny" ucap Arka.
"Oh iya, luh gak kenapa-napa kan?" tanya Raihan.
"Enggak, cuma luka-luka doang" ucap Arka.
"Syukur deh kalau gak parah" ucap Raihan.
"Iya sih gue gak parah, tapi motor gue yang rusak parah" ucap Arka.
"Terus motor luh udah dibawa ke bengkel belum?" tanya Raihan.
__ADS_1
"Udah" ucap Arka.
"Kasihan banget ya motor luh, harusnya luh tuh hati-hati jangan ngebut" ucap Raihan.
"Kok kasihan sama motor gue sih" ucap Arka.
"Ya iyalah, motor luh lebih mahal dari pada luh" ucap Raihan sambil tertawa.
"Sialan luh" ucap Arka.
"Luh sama Bina lagi dimana?" tanya Raihan.
"Di rumah gue lah" ucap Arka.
"Eh loud speaker dong, biar Bina bisa ngedenger gue" suruh Arka.
Lalu Arka segera mengaktifkan loud speaker.
"Bina" ucap Raihan.
"Apa?" ucap Bina.
"Luh lihat sendiri kan perjuangan Arka! Arka sampe-sampe kecelakaan loh karena pingin ketemu luh" ucap Raihan.
"Dia waktu itu frustasi banget karena luh" ucap Raihan.
"Sampe-sampe dia minta gue buat cariin pacar pura-pura untuk dia" ucap Raihan berbohong.
"Bohong, Na! dia yang kasih saran, bukan aku yang minta" ucap Arka.
"Iya aku percaya kok sama kamu" ucap Bina.
"Udah ah! gue matiin aja teleponnya, soalnya gue males mendengar kebucinan seseorang" ucap Raihan.
Lalu Raihan segera mematikan panggilan teleponnya.
"Lah malah dimatiin lagi, padahal kan gue niat mau traktir dia" ucap Arka.
"Ya udah nih, Na! makasih" ucap Arka sambil memberikan ponsel kepada Bina.
"Iya sama-sama" ucap Bina.
"Aww"
"Kenapa, Ka?" tanya Bina.
"Mata aku kelilipan" ucap Arka.
"Ya udah sini aku tiup" ucap Bina.
Lalu Arka segera mendekatkan wajahnya.
Kemudian Bina segera meniup-niup mata Arka.
Chup
Tiba-tiba Arka langsung mencium pipi Bina.
Bina hanya diam mematung karena Arka mencium pipi nya.
"Kenapa bengong?" tanya Arka.
"Kaget aja tiba-tiba dicium" ucap Bina terus terang.
Lalu Arka hanya tertawa kecil setelah mendengar ucapan Bina.
"Jadi kamu pura-pura kelilipan ya?" tanya Bina.
"Enggak, tadi mata aku emang kelilipan" ucap Arka.
"Tapi kok mata kamu gak merah sih? kan biasanya kalau kelilipan, matanya suka merah" ucap Bina.
"Ini merah kok" ucap Arka.
"Mana? orang matanya gak kenapa-napa" ucap Bina.
"Lihat lebih deket deh sama kamu, pasti matanya warna merah" ucap Arka.
"Emang kamu tahu dari mana kalau mata kamu merah? kan kamu gak bisa lihat mata kamu sendiri" ucap Bina.
"Kan aku punya feeling, jadi aku tahu bahwa mata aku merah" ucap Arka.
__ADS_1
"Iya-in aja deh, biar seneng" ucap Bina.
Arka hanya tersenyum karena mendengar ucapan Bina.