
Hari Selasa
"Guys, katanya guru olahraga nya itu guru baru loh" ucap Fanny.
"Bukan guru olahraga yang ngajar kakak kelas kita?" tanya Bina.
"Bukan, tapi ini guru baru" ucap Fanny.
"Katanya gurunya juga masih muda tahu" ucap Fanny.
"Emang umurnya berapa?" tanya Ririn.
"Enggak tahu, tapi yang pasti lebih muda dibandingkan sama guru-guru yang lain" ucap Fanny.
"Guys, ayo ke lapangan! guru olahraga nya udah nunggu dilapangan" ucap Billy.
Lalu semua anak kelas XII MIPA 2 segera pergi ke lapangan.
Sesampainya di lapangan, semua anak kelas XII MIPA 2 segera berbaris dengan rapi.
"Lumayan ganteng juga ya gurunya" ucap Fanny pelan.
"Enggak ah, biasa aja" ucap Bina.
"Segitu lumayan ganteng tahu. Iya kan, Rin?" tanya Fanny.
"Enggak, biasa aja" ucap Ririn.
"Sebelum kita mulai, alangkah baiknya saya perkenalkan nama saya terlebih dahulu" ucap guru itu.
"Perkenalkan nama saya Radit. Umur saya dua puluh lima tahun" ucap pak Radit.
"Status nya apa, pak?" tanya Anisa.
"Saya masih single" ucap pak Radit sambil tersenyum.
"Luh malu-maluin tahu gak, nanya gitu ke guru" bisik Syara kepada Anisa.
"Gue kan cuma pingin tahu doang" ucap Anisa.
"Ya sudah, sekarang kita pemanasan dulu ya" ucap pak Radit.
Akhirnya mereka segera melakukan pemanasan sebelum olahraga.
...****...
* Kelas XII MIPA 3
"Selamat pagi anak-anak" ucap guru yang baru datang.
"Pagi, Bu" ucap semua murid yang berada didalam kelas.
"Sebelumnya apa ada yang udah kenal dengan ibu?" tanya guru itu.
"Udah kenal, Bu" ucap beberapa orang siswa.
"Karena hanya beberapa orang yang tahu, maka ibu akan perkenalkan diri ibu terlebih dahulu" ucap guru itu.
"Perkenalkan nama saya ibu Zahra, saya disekolah ini mengajar mata pelajaran biologi" ucap Bu Zahra.
"Oh iya, ibu lupa bawa buku paket. Kalian ada yang mau bantu ambilin buku paket diperpustakaan gak?" tanya Bu Zahra.
"Biar saya aja yang ambil, Bu" ucap Arka.
"Makasih ya Arka" ucap Bu Zahra.
"Iya sama-sama, bu" ucap Arka.
Lalu Arka segera pergi menuju perpustakaan melewati lapangan agar ia bisa modus melihat Bina.
* Lapangan
"Na, lihat tuh ada Arka" tunjuk Fanny kearah Arka.
Sontak Bina langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Fanny.
Bina langsung tersenyum saat melambaikan tangannya kearah Arka.
Arka juga ikut tersenyum sambil melambaikan tangannya. Kemudian ia buru-buru pergi ke perpustakaan.
"Dia bolos lagi ya?" tanya Fanny.
"Hmm..gue gak tahu" ucap Bina sambil memainkan bola basket
...****...
* Perpustakaan
Sesampainya di perpustakaan, Arka segera mengambil buku paket biologi.
"Kak Arka" ucap adik kelas.
"Iya, kenapa?" tanya Arka.
"Aku boleh minta tolong gak?" tanya adik kelas.
"Minta tolong apa?" tanya Arka.
"Tolong ambilin buku yang itu, soalnya aku gak nyampe ngambilnya" ucap adik kelas.
Arka segera membantu mengambil buku tersebut.
"Ini" ucap Arka sambil memberikan buku kepada adik kelas.
"Makasih ya, kak" ucap adik kelas tersebut sambil tersenyum.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
"Oh iya, kak! ini buat kakak" ucap adik kelas tersebut sambil memberikan coklat kepada Arka.
"Eh, gak usah" ucap Arka.
"Gak apa-apa, buat kakak aja. Hitung-hitung sebagai tanda terimakasih aku" ucap adik kelas tersebut sambil memberikan coklat.
"Ya udah, makasih ya" ucap Arka karena ia tidak enak menolak pemberian orang didepan orangnya langsung.
Setelah itu, Arka segera kembali menuju ke kelasnya.
* Kelas XII MIPA 3
"Ini, Bu" ucap Arka sambil memberikan buku paket biologi ke Bu Zahra.
"Kamu jajan dulu ke kantin ya?" tanya bu Zahra.
"Enggak, Bu" ucap Arka.
"Terus itu apa?" tunjuk Bu Zahra pada coklat yang dipegang oleh Arka.
"Oh ini dikasih sama adik kelas, Bu" ucap Arka.
"Oh begitu" ucap Bu Zahra.
"Iya, Bu" ucap Arka.
"Ya sudah, cepet duduk" ucap Bu Zahra.
Akhirnya Arka segera duduk di kursinya.
Kemudian Bu Zahra segera menjelaskan materi kepada murid-muridnya.
...****...
Skip
Bel istirahat berbunyi.
"Oke anak-anak, sekarang kalian boleh istirahat" ucap pak Radit.
"Makasih, pak" ucap semuanya.
"Eh kamu, kesini dulu bentar" ucap pak Radit.
Sontak Bina, Fanny dan Ririn langsung melihat kearah pak Radit.
"Ke saya, pak?" tanya Fanny.
"Bukan, ke temen kamu" tunjuk pak Radit kepada Bina.
"Saya, pak?" ucap Bina.
"Iya kamu, sini dulu" ucap pak Radit.
"Guys, kalian ke kantin nya duluan aja. Nanti gue nyusul" ucap Bina.
"Oh ya udah" ucap Fanny dan Ririn bersamaan.
Ririn dan Fanny segera pergi.
Setelah itu, Bina segera menghampiri pak Radit.
"Ada apa, pak?" tanya Bina.
"Tadi saya lihat kamu kurang bisa ya main basketnya" ucap pak Radit.
"Iya, pak. Saya emang gak terlalu bisa di mata pelajaran olahraga" ucap Bina terus terang.
"Oh iya, nama kamu siapa?" tanya pak Radit.
"Bina, pak" ucap Bina.
"Hmm...gimana kalau nanti saya ajarin kamu biar bisa main basket" ucap pak Radit.
"Gak usah, pak" ucap Bina.
"Kamu kenapa gak mau diajarin?" tanya pak Radit.
"Soalnya pacar saya anak basket, jadi saya nanti belajar sama dia aja" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap pak Radit.
__ADS_1
"Oh iya, saya boleh minta nomer kamu gak?" tanya pak Radit.
"Emang buat apa nomer saya, pak?" tanya Bina.
"Ya siapa tahu kan kamu berubah pikiran, terus kamu jadi mau belajar basket" ucap pak Radit.
"Enggak, pak. Saya gak mau, lagian cita-cita saya gak pingin jadi atlet" ucap Bina sedikit tidak nyaman.
"Ya udah, pak! Saya mau ke kantin dulu, soalnya saya haus" ucap Bina sambil buru-buru pergi menuju kantin.
Sesampainya di kantin, Bina segera menghampiri anak-anak Stray Squad dan ia langsung duduk disebelah Arka.
"Udah olahraga nya?" tanya Arka.
"Udah" ucap Bina.
"Nih, minum dulu" ucap Arka.
Bina segera meminum jus mangga milik Arka.
Setelah selesai minum, Bina langsung menghela nafas dengan kasar.
"Kamu cape banget ya?" tanya Arka sambil mengelus rambut Bina.
"Iya" ucap Bina.
"Mau aku beliin makanan atau minuman gak?" tanya Arka.
"Enggak, aku pingin jus kamu aja" ucap Bina.
"Ya udah nih ambil" ucap Arka sambil memberikan jus mangga kepada Bina.
"Buat aku?" tanya Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Kamu enggak mau lagi?" tanya Bina.
"Enggak, soalnya mangga nya terlalu asem" ucap Arka.
"Padahal enak tahu" ucap Bina.
Kemudian Ririn dan Fanny segera menghampiri Bina dan anak-anak Stray Squad. Lalu Ririn dan Fanny segera duduk bareng mereka.
"Na, tadi guru baru itu ngomong apa sama luh?" tanya Fanny.
"Maksud luh guru olahraga?" tanya Kevin.
"Iya guru olahraga" ucap Fanny.
"Ngomongin apa, Na?" tanya Fanny lagi.
"Pak Radit tadi bilang kalau gue gak bisa maen basket, terus dia nawarin gue buat belajar basket bareng dia" ucap Bina.
"Kok cuma kamu doang yang ditawarin?" heran Arka.
"Justru itu aku juga bingung, padahal kan bukan aku aja yang gak bisa" ucap Bina.
"Terus tadi dia juga minta nomer aku, katanya siapa tahu aku mau belajar basket bareng dia" ucap Bina.
"Ih freak banget tuh guru" ucap Kevin.
"Guru itu suka kali sama luh" ucap Raihan.
"Ih enggak...enggak" ucap Bina sambil bergidik.
"Kamu kasih nomer kamu ke guru itu gak?" tanya Arka.
"Enggak, soalnya aneh aja gitu ada guru yang minta nomer telepon murid" ucap Bina.
"Terus tadi juga aku bilang kalau aku gak bakal belajar basket sama guru itu, soalnya kan pacar aku anak basket jadi nanti aku belajar basketnya sama pacar aku aja" ucap Bina.
"Kamu bilang gitu?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Aku salah gak sih nolak tawaran dari guru?" tanya Bina.
"Enggak salah kok, lagian kan kamu enggak mau" ucap Arka.
"Lagian aneh juga ya ada guru yang minta nomer murid, mana muridnya cewek lagi" ucap Robi.
"Iya bener, aneh banget tuh guru" ucap Fanny.
"Na, tadi juga gue lihat kalau guru itu ngelihat kearah luh mulu waktu kita pemanasan" ucap Ririn tiba-tiba.
"Serius, Rin?" tanya Bina.
"Iya, serius" ucap Ririn.
"Ih, gue jadi takut deh" ucap Bina.
"Kita laporin aja ya ke guru lain" ucap Arka.
"Gak usah, Ka! lagian kan siapa tahu dia emang niatnya pingin ngelatih aku" ucap Bina.
"Kalau pingin ngelatih muridnya, ya sekalian aja ngelatih murid yang lainnya juga. Jangan cuma satu murid doang" ucap Arka sedikit kesal.
"Ya iyalah, siapa coba cowok yang gak ngambek kalau tiba-tiba ada guru aneh yang ngedeketin ceweknya. Terus minta nomer telepon segala lagi" ucap Arka.
"Gue bukannya gimana-gimana ya, cuma gue takut aja kalau Bina terima ajakan dia terus ternyata dia gak ngelatih main basket melainkan ngelakuin hal yang enggak-enggak" cemas Arka.
"Yang Arka omongin ada benernya juga sih" ucap Ririn.
"Udah jangan bahas itu, lebih baik kita makan aja" ucap Robi.
"Iya bener, lebih baik kita makan daripada bahas orang freak" ucap Kevin.
"Mau gak?" tanya Arka.
"Mau" ucap Bina.
Arka langsung menyuapi bakso kepada Bina.
"Ih gak enak banget bumbunya" ucap Bina.
"Kurang pedes ya?" tanya Arka.
"Bukan kurang lagi, tapi ini emang gak kerasa pedes" ucap Bina.
"Tapi tadi aku pake saos kok dikit" ucap Arka.
"Ini lebih kayak makan kecap tahu gak" ucap Bina.
"Enggak kok, masih ada rasa asinnya" ucap Arka.
"Mau lagi gak?" tanya Arka.
"Enggak...enggak" ucap Bina.
"Sesuap lagi aja" ucap Arka.
"Gak mau, nanti aku muntah" ucap Bina sambil pergi.
"Mau kemana?" teriak Arka.
"Mau beli makanan" teriak Bina.
"Oh iya, habis istirahat kalian olahraga kan?" tanya Fanny.
"Iya, kita olahraga" ucap Robi.
"Rin, luh gak apa-apa kan?" tanya Raihan karena melihat Ririn yang melamun.
Sontak semua langsung melihat kearah Ririn.
"Gue gak apa-apa kok" ucap Ririn.
"Yang sabar ya, Rin" ucap Kevin.
Ririn hanya mengangguk mengiyakan ucapan Kevin.
...****...
Setelah selesai membeli bakso, Bina segera menghampiri Arka dan teman-temannya.
Namun tiba-tiba ia bertabrakan dengan seseorang.
Prangg
Mangkuk bakso yang Bina pegang langsung terjatuh akibat tangan Bina yang ketumpahan kuah sehingga membuatnya menjatuhkan mangkuk tersebut.
Sontak orang-orang yang berada di kantin langsung melihat kearah Bina dan orang itu.
"Aww panas" ucap Bina sambil meniup-niup tangannya.
"Maaf ya kak" ucap orang yang menabrak Bina.
"Iya gak apa-apa" ucap Bina sambil meniup-niup tangannya.
Arka langsung buru-buru menghampiri Bina.
"Na, gak apa-apa kan?" tanya Arka.
"Panas kak" ucap Bina sambil meniup-niup tangannya.
Lalu Arka langsung membawa Bina menuju wastafel yang berada di kantin.
Kemudian Arka segera mencuci tangan Bina.
"Udah gak panas kan?" tanya Arka.
"Iya udah, makasih ya" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
"Lain kali hati-hati bawa mangkuknya, udah tahu kuahnya panas" ucap Arka.
"Tadi juga aku udah hati-hati kok" ucap Bina.
__ADS_1
"Ya udah aku mau bayar dulu ya, soalnya kan mangkuknya tadi pecah" ucap Bina.
"Gak usah, biar aku aja yang bayar" ucap Arka.
"Kamu ke temen-temen aja sana, nanti biar aku yang beli lagi baksonya" ucap Arka.
"Makasih ya" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
Lalu Bina segera pergi menghampiri teman-temannya.
"Luh gak apa-apa kan, Na?" tanya Ririn.
"Gak apa-apa kok" ucap Bina.
"Gak apa-apa apanya, itu tangan luh melepuh tahu" ucap Fanny.
"Gak apa-apa, lagian cuma melepuh dikit" ucap Bina.
"Aduh gue jadi gak enak ke pedagang baksonya, sampe harus beresin mangkuk yang pecah" ucap Bina merasa bersalah.
"Gak apa-apa, lagian kan dia juga gak keberatan ngebersihin pecahan mangkuknya" ucap Robi.
"Oh iya, Arka mana?" tanya Raihan.
"Dia lagi beliin gue bakso" ucap Bina.
"Luh yakin mau makan? bentar lagi bel masuk loh" ucap Fanny.
"Emang iya?" tanya Bina.
"Iya" ucap Fanny.
"Yah gimana dong" keluh Bina.
"Santai aja, kalau mau makan ya makan aja" ucap Raihan.
"Terus kalau dimarahin guru gimana?" tanya Bina.
"Kalau pas luh masuk, terus guru nanya kenapa telat maka luh jawab aja kalau luh tadi habis dari toilet" ucap Raihan.
Krining... krining
"Yah udah bel lagi" keluh Bina.
"Gue duluan ke kelas ya" ucap Raihan sambil pergi.
"Iya" ucap Bina.
"Na, luh mau ke kelas gak?" tanya Fanny.
"Enggak, nanti aja. Gue mau nunggu Arka soalnya" ucap Bina.
"Nanti gue bilang ya ke guru kalau luh ke toilet" ucap Fanny.
"Iya, makasih ya" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Fanny.
Lalu Fanny dan Ririn segera pergi.
"Na, kita duluan ya" ucap Robi dan Kevin bersamaan.
"Iya" ucap Bina.
Robi dan Kevin segera pergi.
Kemudian Arka segera datang menghampiri Bina.
"Ini" ucap Arka sambil meletakan bakso dan air mineral di meja.
"Makasih" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
Bina langsung buru-buru memakan bakso tersebut.
"Ka, kamu pergi aja. Aku gak apa-apa kok sendirian disini" ucap Bina.
"Enggak, aku tungguin kamu aja sampe selesai makan" ucap Arka.
"Tapi kan sekarang kamu ada mata pelajaran olahraga, pasti sekarang anak-anak kelas kamu udah pada dilapangan" ucap Bina.
"Gak apa-apa, nanti aku bilang aja ke gurunya kalau aku habis dari toilet" ucap Arka.
"Kamu gak usah buru-buru gitu makannya, nanti keselek" kata Arka.
"Habisnya deg-degan" ucap Bina.
"Santai aja, jangan buru-buru" ucap Arka.
Setelah selesai menikmati bakso, akhirnya Bina segera pergi menuju kelasnya. Sedangkan Arka pergi ke kelasnya untuk berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian, Arka segera pergi menuju lapangan.
* Lapangan
"Maaf pak, saya telat datang ke lapangan" ucap Arka.
"Kenapa telat?" tanya pak Radit.
"Tadi saya dari toilet pak, soalnya sakit perut" ucap Arka.
"Ya udah cepet pemanasan dulu" ucap pak Radit.
Arka segera melakukan pemanasan.
Setelah melakukan pemanasan, Arka segera bergabung bersama anak-anak cowok dan mereka langsung bermain basket bersama.
15 menit kemudian...
Kini giliran anak-anak cewek yang bermain basket, sedangkan anak-anak cowok beristirahat di pinggir lapangan.
Arka segera menghampiri guru baru itu.
"Pak" panggil Arka.
"Iya, kenapa?" tanya pak Radit.
"Saya boleh belajar basket sama bapak gak?" tanya Arka.
"Ngapain belajar basket sama saya? bukannya tadi kamu jago main basket nya" ucap pak Radit.
"Soalnya saya denger katanya bapak nawarin pacar saya main basket sama bapak" ucap Arka.
"Bina maksudnya?" tanya pak Radit.
"Iya" ucap Arka.
"Oh dia pacar kamu" ucap pak Radit.
"Iya dia pacar saya" ucap Arka.
"Saya tadi nawarin main basket karena dia gak bisa main basket, makanya saya ajak dia buat latihan basket sama saya supaya dia jadi bisa main basket" ucap pak Radit.
"Alesan! bilang aja suka sama cewek gue" batin Arka.
"Kamu kenapa natap saya kayak gitu?" tanya pak Radit.
"Gak apa-apa" ucap Arka.
"Ya udah sana" ucap pak Radit.
Lalu Arka segera pergi menghampiri teman-temannya.
"Luh ngobrol apa sama guru itu?" tanya Robi.
"Biasa lah soal Bina" ucap Arka.
"Awas luh jangan sampe emosi, nanti bisa-bisa luh dihukum sama guru BK akibat luh gak sopan sama guru baru itu" ucap Kevin.
"Kalau bukan guru, gue mungkin udah baku hantam tuh sama orang itu" ucap Arka.
"Udah jangan emosi" ucap Raihan.
Skip
Setelah bel pulang berbunyi, semua murid-murid kelas XII MIPA 3 segera pergi menuju kelasnya.
"Ka" panggil Bina saat Arka melewati kelasnya.
"Kenapa?" tanya Arka.
"Ayo pulang" ucap Bina.
"Bentar, aku mau ambil tas aku dulu" ucap Arka.
"Ya udah aku ikut ya ke kelas nya" ucap Bina.
"Ya udah ayo" ucap Arka.
Bina segera menghampiri Arka dan ia langsung merangkul Arka.
Sesampainya didalam kelas Arka, Bina langsung melepaskan rangkulannya.
Arka langsung mengambil tas nya.
"Oh iya, ini coklat buat kamu" ucap Arka sambil memberikan coklat kepada Bina.
"Makasih" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
Bina segera membuka coklat tersebut dan langsung memakannya sedikit demi sedikit.
"Ya udah ayo pulang" ucap Arka sambil memegang tangan Bina.
Mereka berdua segera pergi menuju parkiran sekolah.
__ADS_1
Sesampainya di parkiran, Arka dan Bina segera menaiki motor. Kemudian Arka segera melajukan motornya menuju rumah Bina.