Prince Of School

Prince Of School
Episode 200


__ADS_3

Setelah itu, Arka segera kembali menghampiri Bina.


"Ayo main" ajak Arka.


"Bentar, belum selesai didownload" ucap Bina.


Setelah selesai mendownload game, mereka berdua langsung bermain game tersebut.


"Ka, cara nembaknya gimana?" tanya Bina.


"Ya tinggal ungkapin aja" canda Arka.


"Ih bukan nembak itu" ucap Bina.


"Itu kamu belum punya senjata, jadi gak bisa nembak" ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu aku minta senjata kamu" ucap Bina.


"Ya udah nih ambil" ucap Arka.


"Makasih" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap Arka.


"Ka, kamu dimana?" tanya Bina.


"Aku dibelakang kamu" ucap Arka.


"Kamu yang mana sih orangnya?" tanya Bina.


"Yang ini" tunjuk Arka ke layar ponsel Bina.


"Oh yang itu" ucap Bina.


"Ya udah ayo keluar, jangan disini" ucap Arka.


"Tunggu, jangan ninggalin" ucap Bina.


"Ka, naik mobil yuk" ajak Bina.


"Jangan, nanti kalau naik mobil ketahuan musuh" ucap Arka.


"Tapi aku pingin cobain naik mobil" ucap Bina.


"Ya udah ayo naik" ucap Arka.


"Ka, kamu turun dulu! aku aja yang nyetir" ucap Bina.


"Ya udah" ucap Arka sambil menuruti perintah Bina.


"Wihhh" ucap Bina saat mobil yang dikendarainya melaju kencang.


Lalu Arka langsung tersenyum saat melihat Bina.


Tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh Bina dan Arka ditembak musuh.


"Na, turun cepet ada musuh" ucap Arka.


"Ini gimana cara turunnya?" tanya Bina.


"Teken ini" ucap Arka sambil membantu Bina agar turun dari mobil.


"Ka, tolongin! aku ditembak" ucap Bina heboh.


"Kamu sembunyi dulu, nanti aku tolongin" ucap Arka.


"Yah, mati" keluh Bina.


"Kamu mati?" tanya Arka sambil fokus bermain game tersebut.


"Iya" ucap Bina.


"Gara-gara kamu sih" ucap Bina.


"Kok jadi nyalahin aku sih" ucap Arka.


"Habisnya kamu bukannya nolongin aku, ini malah pergi" ucap Bina.


"Aku tadi mau nolongin kamu, cuma gak keburu" ucap Arka.


"Lagian kan aku udah bilang, jangan naik mobil" ucap Arka.


Lalu Bina segera mendekat ke Arka, kemudian ia menyenderkan kepalanya pada pundak Arka.


"Wah kamu banyak banget nge-kill nya" ucap Bina.


"Iya dong, kan aku pro player" ucap Arka.


"Sombong banget" ucap Bina.


"Gak apa-apa sombong yang penting masih hidup" ucap Arka.

__ADS_1


"Semoga kamu ditembak musuh" ucap Bina.


Lalu Arka langsung tersenyum saat mendengar ucapan Bina.


"Itu ada musuh" bohong Bina.


"Mana?" tanya Arka.


"Itu" ucap Bina.


"Enggak ada ah" ucap Arka.


"Musuhnya tinggal berapa lagi?" tanya Bina.


"Satu" ucap Arka.


"Ka, itu kayaknya ada orang deh di rumah" ucap Bina.


"Rumah yang mana?" tanya Arka.


"Yang ini" tunjuk Bina ke layar ponsel Arka.


"Oh iya ada musuh" ucap Arka.


"Yeayyy!!" teriak Bina saat Arka berhasil menembak musuh terakhir.


"Ayo main lagi" ucap Arka.


"Kamu aja yang main, soalnya aku gak jago mainnya" ucap Bina.


"Ya gak apa-apa gak jago juga" ucap Arka.


"Enggak ah! kamu aja yang main" ucap Bina.


Akhirnya Arka bermain sendirian.


10 menit kemudian...


Arka segera menyudahi permainannya. Lalu ia langsung melihat kearah Bina yang sedang tertidur di bahunya.


"Pantes aja diem, eh ternyata lagi tidur" ucap Arka sambil tersenyum.


Tiba-tiba Bina memeluk pinggang Arka.


Arka hanya bisa diam mematung. Karena kalau ia bergerak, ia takut membuat Bina terbangun.


Lalu Arka segera merangkul pinggang Bina dengan tangan kanannya. Kemudian ia segera tidur.


...****...


Saat Arka membuka matanya, ia melihat ada anak-anak Stray Squad yang sedang duduk disofa sambil menatapnya.


"Wah pangeran udah bangun" ucap Robi.


"Berarti tinggal nunggu princess nya bangun" ucap Kevin.


Arka langsung melepaskan rangkulannya dari pinggang Bina.


"Luh semua ngapain kesini?" tanya Arka.


"Ya kita mau ngejenguk luh lah, kan katanya luh kecelakaan" ucap Raihan.


"Padahal tadinya kita udah khawatir sama luh, eh pas datang kesini kayaknya gue lihat luh malah bahagia banget. Sampe-sampe tidurnya nyenyak gitu" ucap Ardan.


"Ya iyalah nyenyak, orang tidurnya sambil pelukan gitu" ucap Robi.


"Oh iya, luh janji ya nanti traktir gue" ucap Raihan.


"Iya...iya" ucap Arka.


"Traktir apaan nih?" tanya Robi.


"Kan mereka balikan lagi. Jadi Arka janji ke gue, kalau nanti dia balikan lagi, dia bakal traktir gue" ucap Raihan.


"Kok cuma Raihan doang sih yang ditraktir" ucap Kevin.


"Kan gue udah bantuin dia" ucap Raihan.


"Bantuin apa?" tanya Ardan.


"Bantuin nyari cewek, buat pura-pura jadi pacar Arka" ucap Raihan.


"Oh cewek yang di story Arka?" tanya Robi.


"Iya" ucap Raihan.


"Kirain gue, itu cewek baru luh" ucap Ardan kepada Arka.


"Bukan lah" ucap Arka.


"Ceweknya cantik juga, Ka" ucap Robi.

__ADS_1


"Ya iyalah cantik, masa ganteng" ucap Arka.


"Tapi serius cewek yang di story luh cantik" ucap Robi


"Iya, tapi lebih cantik cewek gue" ucap Arka sambil menatap Bina.


"Oh iya, kakak gue udah pulang belum sih?" tanya Arka.


"Belum kayaknya, soalnya tadi gue lihat mobil kak Putra digarasi gak ada" ucap Robi.


"Emang kakak luh kemana?" tanya Ardan.


"Ke rumah pacar nya" ucap Arka.


"Whoam" Bina terbangun dari tidurnya.


Lalu Bina langsung melepaskan pelukannya dari Arka karena ia malu dilihat oleh teman-temannya.


"Akhirnya tuan putri nya udah bangun" ucap Robi.


Bina hanya terdiam karena ia sedang mengumpulkan nyawanya.


"Pasti enak ya tidurnya sambil pelukan" ucap Raihan.


"Ka, aku ikut ke kamar mandi ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


Lalu Bina segera pergi menuju kamar mandi.


"Bukannya katanya dia gak mau pacaran karena pingin fokus belajar ya" ucap Robi.


"Kok bisa sih pacaran lagi sama luh" heran Robi.


"Ya bisa lah" ucap Arka.


"Cara gimana? kok bisa dia nerima luh lagi" ucap Kevin.


"Sebenernya karena gue kecelakaan, jadi Bina nerima gue lagi karena katanya gue kasihan" ucap Arka.


Setelah selesai dari kamar mandi, Bina segera menghampiri Arka dan ia langsung duduk disebelah Arka.


"Oh jadi Bina nerima luh karena kasihan" ucap Robi.


"Bisa dibilang gitu. Iya gak, Na?" tanya Arka.


"Apa?" ucap Bina.


"Kamu nerima aku lagi karena kasihan kan?" tanya Arka.


"Bukan kok" ucap Bina.


"Terus kamu nerima aku karena apa?" tanya Arka.


"Sebenernya aku tuh nerima kamu ya karena aku masih suka sama kamu. Terus aku lihat perjuangan kamu yang sampe bela-belain ke pantai buat nemuin aku. Nah disitu aku mulai merasa bersalah sama kamu dan akhirnya aku mutusin buat nerima kamu lagi" ucap Bina.


"Ka, aku pulang dulu ya. Soalnya kan hujannya udah berhenti" ucap Bina.


"Dari siang juga udah berhenti kali hujannya" ucap Ardan.


"Emang iya?" tanya Bina.


"Iya" ucap Ardan.


"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


"Semoga cepet sembuh ya" ucap Bina.


"Iya, kalau kamu sering jengukin aku pasti sembuh kok" ucap Arka.


"Besok aku kesini lagi" ucap Bina.


"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu" ucap Bina.


"Na" panggil Arka.


"Apa?" tanya Bina.


"Aku anter keluar nya" ucap Arka.


Lalu mereka berdua segera pergi keluar.


"Aku pulang dulu ya, Ka" ucap Bina.


Lalu Bina langsung memeluk Arka.


Kemudian Arka segera membalas pelukan Bina.


"Hati-hati ya dijalannya" ucap Arka.

__ADS_1


"Iya" ucap Bina sambil melepaskan pelukannya.


Kemudian Bina segera pergi dengan mengendarai motornya.


__ADS_2