Prince Of School

Prince Of School
Episode 224


__ADS_3

Jam 9


Tingtong...tingtong


"Kak, Bina pergi dulu!!" teriak Bina sambil pergi keluar.


Setelah itu, Bina segera pergi menghampiri Arka.


"Ayo naik" ucap Arka.


Lalu Bina segera menaiki motor Arka.


Setelah Bina naik, Arka langsung melajukan motornya.


(Diperjalanan)


"Na, aku mau beli makanan dulu ya soalnya aku belum sarapan" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


Arka segera memberhentikan motornya dipinggir jalan.


"Kamu tunggu dulu ya disini" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


Arka segera berjalan menuju orang yang berjualan nasi uduk.


Trining...trining


Bina segera mengambil ponselnya yang berada didalam tas. Lalu ia segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Fanny.


Lalu Bina segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Fan" ucap Bina.


"Na, luh jadi kan main basket nya?" tanya Fanny memastikan.


"Iya, jadi" ucap Bina.


"Udah sampe di rumah Arka belum?" tanya Fanny.


"Belum, tapi ini lagi diperjalanan mau ke rumah Arka" jelas Bina.


"Oh iya, luh ke rumah Arka nya sendiri atau dianter sama Robi?" tanya Bina.


"Dianter sama Robi" ucap Fanny.


"Cie" ucap Bina.


"Apaan sih" ucap Fanny.


"Akhirnya luh udah gak jomblo" ucap Bina.


"Berisik luh" ucap Fanny.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Fanny.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Arka segera menghampiri Bina.


"Ayo" ucap Arka.


Lalu mereka berdua segera kembali menaiki motor. Kemudian Arka segera melajukan motornya.


Skip


Setelah sampai di lapangan, akhirnya mereka berdua segera turun dari motor.


"Na, kamu tunggu disini ya. Aku mau simpen motor dulu ke rumah, sekalian mau ambil bola basket" ucap Arka.


"Oh iya" ucap Bina.


"Ini titip dulu ya" ucap Arka sambil memberikan nasi uduk kepada Bina.


"Iya" ucap Bina.


"Tunggu bentar ya, nanti aku kesini lagi" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Arka segera pergi menuju rumahnya.


Setelah Arka pergi, Bina segera duduk dipinggir lapangan sambil menunggu Arka dan yang lainnya.


Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Bina.


"Kak, mau beli gak?" tanya anak kecil.


"Kamu jualan apa, dek?" tanya Bina.

__ADS_1


"Aku jualan gorengan, kak" ucap anak kecil tersebut.


"Ya udah kakak beli ya" ucap Bina sebab ia kasihan karena sepertinya dagangan anak kecil tersebut belum ada yang beli.


"Mau berapa, kak?" tanya anak kecil tersebut.


"Kakak beli lima ribu aja, dicampur ya" ucap Bina.


"Iya, kak" ucap anak kecil tersebut.


Lalu anak kecil tersebut segera membungkus gorengan tersebut kedalam beberapa plastik.


"Ini, kak" ucap anak kecil tersebut sambil memberikan beberapa plastik berisi gorengan.


Lalu Bina segera mengambil gorengan-gorengan tersebut.


"Ini uangnya" ucap Bina sambil memberikan uang kepada anak kecil tersebut.


"Makasih, kak" ucap anak kecil tersebut sambil mengambil uang yang diberikan Bina.


"Iya sama-sama" ucap Bina sambil tersenyum.


"Kamu masih sekolah, dek?" tanya Bina.


"Enggak, kak. Aku gak sekolah, soalnya aku gak punya uang buat sekolah" ucap anak kecil tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.


Bina langsung merasa bersalah karena telah berbicara seperti itu.


"Orang tua kamu kerja gak?" tanya Bina.


"Kedua orang tua aku udah meninggal, kak" ucap anak kecil tersebut.


"Berarti sama dong, orang tua kakak juga udah meninggal" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Terus kamu tinggal sama siapa?" tanya Bina.


"Aku tinggal sama nenek, kak" ucap anak kecil tersebut.


"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya, kak" ucap anak kecil tersebut.


"Iya" ucap Bina.


"Makasih ya udah beli gorengan aku" ucap anak kecil tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Bina sambil tersenyum.


Lalu anak kecil tersebut segera pergi.


Lalu Arka segera datang menghampiri Bina.


"Belum pada datang ya?" tanya Arka.


"Belum" ucap Bina sambil mengusap air matanya.


"Kamu kenapa, Na?" tanya Arka karena ia baru tersadar bahwa Bina tadi menangis.


"Aku kasihan sama anak kecil yang tadi jual gorengan" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Emang dia kenapa?" tanya Arka.


"Kedua orang tuanya udah meninggal, jadinya dia harus kerja. Padahal dia masih kecil, kan harusnya anak seumuran dia belajar bukan malah kerja " ucap Bina sambil meneteskan air matanya.


"Udah jangan nangis" ucap Arka.sambil duduk disebelah Bina.


"Oh iya, nasi uduk aku mana?" tanya Arka.


"Ini" ucap Bina sambil memberikan nasi uduk kepada Arka.


Lalu Arka segera mengambil nasi uduk tersebut.


"Aku makan dulu ya" ucap Arka.


Bina hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.


"Kamu mau gak?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Ka, ini pake gorengan makannya biar kenyang" ucap Bina sambil memberikan plastik berisi gorengan.


"Makasih" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina sambil memakan gorengan.


Lalu Arka segera memakan nasi uduk dan gorengan tersebut.


"Oh iya, Na! aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu" ucap Arka dengan serius.


"Mau tanya apa?" tanya Bina sambil menatap Arka.


"Pokoknya ini mengenai hal serius" ucap Arka.

__ADS_1


"Apaan?" tanya Bina semakin penasaran.


"Gak jadi deh, nanti aja ngomongnya" ucap Arka.


"Ih kok gak jadi sih" ucap Bina.


"Soalnya aku mau makan dulu" ucap Arka.


"Disini ada warung gak, Ka?" tanya Bina.


"Ada" ucap Arka.


"Disebelah mana?" tanya Bina.


"Kamu jalan aja ke sebelah kanan nanti ketemu warung kok" ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu aku ke warung dulu ya" ucap Bina.


"Oh iya, Na! aku nitip minum ya" ucap Arka.


"Ya kan aku ke warung karena mau beliin kamu minum" ucap Bina.


"Oh gitu" ucap Arka sambil tersenyum.


"Peka banget pacar aku" ucap Arka.


"Ya udah aku pergi dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka sambil tersenyum.


Kemudian Bina segera pergi.


Tin...tin


Lalu Robi dan Fanny segera turun dari motor dan ia segera menghampiri Arka.


"Bina mana?" tanya Fanny.


"Dia lagi beli minum" ucap Arka.


"Beli minum dimana?" tanya Fanny.


"Di warung lah, masa di toko emas" ucap Arka.


"Warung nya disebelah mana?" tanya Fanny.


"Luh jalan aja terus kesebelah kanan, nanti ketemu kok warung nya" ucap Arka.


Lalu Fanny segera pergi menyusul Bina.


"Gorengan siapa nih? banyak banget" ucap Robi.


"Itu punya Bina" ucap Arka.


"Gue mau ya" ucap Robi.


Lalu Robi berniat mengambil gorengan tersebut namun dicegah oleh Arka.


"Bilang dulu lah, jangan main ambil kayak gitu" ucap Arka.


"Kan gue udah bilang ke luh" ucap Robi.


"Tapi kan ini punya Bina bukan punya gue" ucap Arka.


Tiga menit kemudian, Bina dan Fanny datang menghampiri Arka dan Robi.


"Nih" ucap Bina sambil memberikan air mineral kepada Arka.


"Makasih" ucap Arka sambil mengambil air mineral tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Bina.


"Na" panggil Robi.


"Apa?" tanya Bina.


"Gue minta gorengan ya" ucap Robi.


"Ambil aja, gue sengaja kok beli banyak supaya dimakan rame-rame" ucap Bina.


"Gue mau ya, Na" ucap Fanny.


"Iya ambil aja kali gak usah bilang" ucap Bina.


Lalu Robi dan Fanny segera mengambil gorengan. Kemudian mereka berdua segera memakan gorengan tersebut.


"Ririn kesini gak, Na?" tanya Fanny.


"Tadi sih katanya mau kesini" ucap Bina.


"Sama Ardan?" tanya Robi.

__ADS_1


"Iya" ucap Bina.


__ADS_2