
Robi segera pergi memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan juga teman-temannya.
"Fan, kok luh bisa jadian sih sama Robi" heran Ardan.
"Ya emang kalau jadian kenapa?" tanya Fanny.
"Ya aneh aja, biasanya kan luh sama Robi suka berantem, eh tahu-tahunya jadian" ucap Ardan.
"Ngomongin gue ya luh?" ucap Robi sambil duduk disebelah Fanny.
"Ih percaya diri banget luh" ucap Ardan.
"Bukan percaya diri, tapi tadi gue emang denger luh sebut nama gue" ucap Robi
"Guys, jangan berisik! pacar gue lagi tidur" ucap Arka.
"Iya berisik banget, kasihan tahu dia lagi tidur" ucap Ririn.
Lalu Bina segera membuka kedua matanya.
"Gara-gara luh berdua sih, jadi Bina bangun" ucap Arka.
"Ka, disini ada toilet gak?" tanya Bina.
"Ada, Na" sahut Fanny.
"Dimana?" tanya Bina.
"Disebelah sana" tunjuk Fanny.
Lalu Bina buru-buru pergi kearah yang ditunjuk Fanny.
"Eh iya, habis ini mau kemana lagi?" tanya Ririn.
"Ya pulang lah, kan jalan-jalan nya udah" ucap Ardan.
"Tapi aku masih pingin main" ucap Ririn.
"Nanti lagi aja mainnya" ucap Ardan.
"Ya udah deh" ucap Ririn.
Ting
Ririn segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Bina.
Lalu ia segera melihat pesan tersebut.
Bina :
Rin, tolong beliin pembalut dong
Gue lagi dapet nih
"Ka" panggil Ririn.
"Apa?" ucap Arka.
"Bina lagi dapet katanya" ucap Ririn.
"Kalau lagi dapet emang kenapa?" tanya Arka.
"Ya beliin pembalut dong" ucap Ririn.
"Luh gimana sih, Ka! gak peka banget jadi cowok" sahut Fanny.
"Kirain gue dia bawa pembalut" ucap Arka.
"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu" ucap Arka.
Lalu Arka segera pergi ke mini market terdekat untuk membeli pembalut.
Trining...trining
Ririn segera mengangkat panggilan telepon dari Bina.
"Rin" ucap Bina.
"Apa" ucap Ririn.
"Udah dibeliin belum?" tanya Bina.
"Lagi dibeliin sama Arka" ucap Ririn.
"Lama gak belinya?" tanya Bina.
"Ya gue gak tahu" ucap Ririn.
"Rin" ucap Bina lagi.
"Kenapa lagi?" tanya Ririn.
"Jangan dulu dimatiin ya teleponnya, soalnya gue takut" ucap Bina.
"Takut?" bingung Ririn.
"Iya, soalnya sepi banget toilet nya" ucap Bina.
__ADS_1
"Namanya juga toilet, ya pasti sepi lah" ucap Ririn.
"Pokoknya jangan dulu dimatiin ya" ucap Bina.
"Iya, gue gak bakal matiin teleponnya kok" ucap Ririn.
...****...
Sesampainya di mini market, Arka langsung turun dari mobil dan ia segera masuk kedalam mini market tersebut.
Saat masuk Arka segera mengambil pembalut, minuman dan beberapa Snack untuk Bina.
Kemudian Arka segera ke kasir untuk membayar.
"Pembalutnya bukan punya saya, mbak. Tapi itu punya pacar saya" jelas Arka karena melihat pramuniaga yang menahan tawanya karena Arka membeli pembalut.
"Oh buat pacarnya ya mas" ucap pramuniaga.
"Iya" ucap Arka.
"Mau sekalian beli coklat nya gak, mas? soalnya kalau beli satu gratis satu" ucap pramuniaga.
"Ya udah boleh" ucap Arka.
"Jadi total semuanya seratus dua puluh ribu" ucap pramuniaga.
Arka segera membayar belanjaannya.
Setelah itu, ia segera keluar dari mini market tersebut dan ia langsung masuk kedalam mobilnya.
Kemudian ia segera melajukan mobilnya ke rumah makan.
Sesampainya di rumah makan, Arka segera turun dari mobil dan ia buru-buru pergi ke toilet.
Tok...tok
Arka mengetuk pintu toilet
"Na, ini aku" ucap Arka.
Lalu Bina segera membuka pintu toilet sedikit.
"Mana?" tanya Bina sambil mengeluarkan tangannya.
Lalu Arka segera memberikan pembalut tersebut.
Bina segera mengambil pembalut tersebut. Lalu ia kembali menutup dan mengunci pintu toilet tersebut.
Karena pembalut nya sudah diberikan, akhirnya Arka segera kembali menghampiri teman-temannya.
"Udah dikasih?" tanya Ririn memastikan.
"Itu luh belanja apa?" tanya Fanny.
"Ini Snack, coklat sama minuman" ucap Arka.
"Buat Bina?" tanya Fanny.
"Iya lah, kan biasanya cewek kalau PMS suka banyak makan" ucap Arka.
"Emang iya?" tanya Robi.
"Iya" ucap Arka.
Pelayan rumah makan segera menghampiri mereka.
Kemudian pelayan tersebut segera meletakkan makanan dan minuman yang telah mereka pesan.
"Terima kasih" ucap Ririn.
"Iya" ucap pelayan tersebut.
Lalu pelayan tersebut segera pergi.
Bina segera kembali menghampiri Arka dan teman-temannya dan ia langsung duduk disebelah Arka.
"Makasih ya, Ka" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Oh iya ini aku beliin buat kamu" ucap Arka sambil memberikan kantong belanjaan kepada Bina.
"Ini semuanya buat aku?" tanya Bina sambil melihat kantong belanjaan tersebut.
"Iya" ucap Arka.
"Makasih" ucap Bina lagi.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
Bina langsung mengambil coklat yang diberikan Arka.
"Jangan dulu dimakan" ucap Arka sambil menyimpan coklat tersebut kedalam kantong belanjaan.
"Makan dulu nasi gorengnya" ucap Arka.
"Ya udah deh" ucap Bina.
__ADS_1
Akhirnya Bina segera memakan nasi goreng.
"Guys, udah dari sini mau kemana lagi?" tanya Bina.
"Pulang ke rumah masing-masing" ucap Ardan.
"Kok pulang sih" ucap Bina.
"Kan kita cape habis renang, jadi kita lebih baik pulang aja" ucap Ardan.
"Luh capek, Rin?" tanya Bina kepada Ririn.
"Enggak" ucap Ririn.
"Tuh, Ririn juga gak cape kok" ucap Bina.
"Tapi gue nya yang cape" ucap Ardan.
"Ya udah deh kalau gitu nanti biar gue sama Arka aja jalan-jalannya" ucap Bina.
Arka langsung melihat kearah Bina.
"Kamu pingin jalan-jalan kan, Ka?" tanya Bina.
Arka terdiam sejenak.
"Ya udah deh kalau gak mau" ucap Bina sedikit kesal.
"Iya, aku mau kok" pasrah Arka.
"Bener?" tanya Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Na, luh gak kasihan apa ke Arka? dari tadi kan dia nyetir, jadi dia pasti cape" ucap Robi.
"Ya udah gak jadi aja" ucap Bina.
"Aku gak cape kok" bohong Arka.
"Kalau kamu mau jalan-jalan, ya udah ayo" ujar Arka.
"Enggak jadi, lagian aku pingin bobo di rumah" ucap Bina.
"Kamu gak marah kan?" tanya Arka memastikan.
"Enggak" ucap Bina.
"Beneran?" tanya Arka memastikan.
"Iya, aku gak marah kok" ucap Bina.
"Serius?" tanya Arka.
"Iya, serius" ucap Bina.
"Nanti lagi aja ya mainnya" kata Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Na" panggil Ardan.
"Apaan?" tanya Bina.
"Nanti waktu masuk sekolah, Ririn duduknya bareng gue ya" ucap Ardan.
"Kalau Ririn bareng luh, terus gue sama siapa?" tanya Bina.
"Ya sama Fanny" ucap Ardan.
"Kan Fanny sama Rizky" ucap Bina.
"Iya bener kata Ardan, lebih baik luh sama Fanny aja" ucap Robi.
"Luh nyuruh gue duduk sama Fanny gara-gara luh cemburu kan sama Rizky?" tuduh Bina.
"Mana ada gue cemburu, lagian kan Rizky sahabatnya Fanny" ucap Robi.
"Pokoknya jangan pindah ya, Rin" ucap Bina.
"Iya, gue gak bakal pindah kok. Lagian gue gak mau duduk bareng Ardan, soalnya nanti malah gak fokus belajarnya" ujar Ririn.
"Ya udah deh kalau gitu aku duduk sama Putri aja" ucap Ardan.
"Kok sama Putri sih" kesal Ririn.
"Kan kamunya gak mau duduk bareng aku" ucap Ardan.
"Jangan sama cewek duduknya" ucap Ririn.
"Terus aku harus duduk sama siapa?" tanya Ardan.
"Sama Billy aja, biar nular pinter nya" ucap Ririn.
"Gak mau ah! dia terlalu serius orangnya" ucap Ardan.
"Ya gak apa-apa dong! malah bagus kalau serius" ucap Ririn.
__ADS_1
"Bagus dari mananya coba" kata Ardan.