
Sesampainya di rumah Bina, Putra pun segera menekan bel rumah Bina.
Krining...krining
Pintu pun dibuka oleh Daniel.
"Eh Put, ada apa datang kesini?" tanya Daniel.
"Ponsel Bina ketinggalan di rumah gue" ucap Putra sambil memberikan ponsel milik Bina.
"Oh iya makasih" ucap Daniel sambil mengambil ponsel milik adiknya.
"Mau masuk dulu gak? Ada Sarah didalam" ucap Daniel.
"Enggak, gue langsung pulang aja" ucap Putra.
"Oh yaudah deh" ucap Daniel
"Gue pulang dulu ya" ucap Putra.
"Iya, hati-hati dijalan" kata Daniel.
Putra pun segera pulang ke rumahnya.
"Bina!!!" teriak Daniel dari ruang tamu.
Karena tidak mendapat sahutan dari Bina, Daniel pun segera menghampiri Bina di kamarnya.
Cklek
Daniel pun membuka pintu kamar Bina.
"Pantas aja gak nyaut, ternyata dia lagi tidur" gumam Daniel.
Daniel pun segera meletakkan ponsel Bina di meja dekat kasur. Setelah itu, Daniel pun kembali ke ruang tamu.
"Tadi siapa Niel?" tanya Sarah.
"Putra" ucap Daniel.
"Mau ngapain kesini?" tanya Sarah.
"Dia nganterin ponsel Bina, soalnya tadi ketinggalan waktu ngejenguk Arka" ucap Daniel.
"Oh gitu" ucap Sarah.
"Niel, aku mau pulang sekarang aja" ucap Sarah.
"Oh iya, bentar aku ambil kunci mobil dulu ya" ucap Daniel.
"Iya" ucap Sarah.
...****...
Bina pun terbangun dari tidurnya. Lalu Bina pun mencari ponsel miliknya, dan ternyata ada di meja dekat kasur.
Bina pun segera mengecek ponselnya, siapa tahu ada chat dari Arka.
"Hah? Kok wallpaper nya berubah jadi foto Arka" ucap Bina kebingungan.
Bina pun segera menelepon Arka.
"Hallo, Na" ucap Arka.
"Ka, kamu lagi apa?" tanya Bina.
"Tadi aku lagi tidur, tapi kebangun karena kamu telepon" ucap Arka.
"Maaf, aku ganggu kamu tidur" ucap Bina.
"Gak apa-apa" ucap Arka.
"Ka, foto wallpaper aku kok berubah jadi foto kamu. Kamu yang ganti ya?" tanya Bina.
"Iya, tadi ponsel kamu ketinggalan terus aku ganti deh foto wallpaper nya" ucap Arka.
"Diantar ke rumah aku nya sama siapa?" tanya Bina.
__ADS_1
"Sama kak Putra. Emang tadi kamu gak ketemu sama kak Putra?" tanya Arka.
"Enggak, soalnya tadi aku tidur. Waktu aku bangun tiba-tiba handphone nya udah ada di meja" ucap Bina.
"Oh iya, kalau foto wallpaper kamu pakai foto siapa?" tanya Bina penasaran.
"Hmm...rahasia" ucap Arka.
"Kok rahasia sih, apa jangan-jangan kamu pakai foto cewek ya" tebak Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Foto Artis?" tanya Bina.
"Bukan, tapi cantik banget orangnya" ucap Arka.
"Cantikan aku atau dia?" tanya Bina dengan nada kesal.
"Hmm...dua-duanya cantik" ucap Arka.
"Kamu harus pilih salah satu" ucap Bina.
"Gak bisa, soalnya sama-sama cantik" ucap Arka.
"Oh berarti cantik dia dari pada aku" ucap Bina dengan nada kesal.
Arka pun menahan tawanya karena mendengar ucapan Bina yang menurutnya sangat lucu.
"Tuh kan diam, berarti lebih cantik dia dari pada aku" ucap Bina.
"Lebih cantik kamu kok" ucap Arka.
"Bohong banget" ucap Bina.
"Beneran" ucap Arka.
"Udah dulu, aku mau mandi" ucap Bina sambil mematikan teleponnya.
Bina pun segera mandi, lalu setelah mandi, Bina pun berganti pakaian.
Karena merasa cukup bosan, akhirnya Bina pun segera pergi ke ruang tamu untuk menonton televisi.
Cklek
"Eh papah sama mamah, kirain Bina yang buka pintu itu kak Daniel" ucap Bina.
"Emang kakak kamu kemana?" tanya papah.
"Kayaknya sih jalan-jalan sama kak Sarah" ucap Bina
Papah dan mamah pun segera duduk di kursi ruang tamu.
"Nih" ucap mamah sambil memberikan beberapa Snack.
"Wah snack favorit Bina" ucap Bina sambil membuka bungkus Snack tersebut.
"Na, Arka kok tumben gak main kesini" ucap mamah.
"Kaki dia lagi keseleo mah" ucap Bina.
"Keseleo gara-gara apa?" tanya mamah.
"Gara-gara kesandung kaki Ardan waktu tanding futsal" ucap Bina.
"Terus sekarang keadaannya gimana?" tanya mamah.
"Udah mah, jangan bahas dia mulu. Aku lagi kesal sama dia" ucap Bina.
"Kesel kenapa? Perasaan kamu sama Arka berantem mulu deh" ucap papah.
"Habisnya Arka nya, pah! Dia pakai foto wallpaper cewek lain di handphone nya" ucap Bina.
"Mamah juga pakai foto cowok lain kok, tapi papah gak ngambek tuh" ucap mamah.
"Emang mamah pakai foto siapa?" tanya Bina.
"Foto Lee Min Ho" ucap mamah.
__ADS_1
"Kan itu pakai foto artis mah, tapi kalau Arka bukan foto artis" ucap Bina.
"Terus foto cewek itu siapa?" tanya mamah.
"Gak tahu" ucap Bina.
"Mungkin foto mamahnya" sahut papah.
Bina pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan papah.
"Iya juga ya, kenapa gue gak kepikiran kesitu" batin Bina.
"Kenapa diam, Na?" tanya papah.
"Kayaknya papah benar deh, dia pakai foto mendiang mamahnya" ucap Bina yang merasa bersalah.
"Mamahnya Arka udah meninggal, Na?" tanya mamah.
"Iya mah" ucap Bina.
"Makanya jangan dulu ngambek, minta maaf sana sama Arka" suruh papah.
"Iya, nanti aku minta maaf sama Arka" ucap Bina.
"Sekarang aja minta maaf nya" ucap papah.
Akhirnya Bina pun menuruti perintah papah.
Bina pun segera menelepon Arka lagi.
"Kenapa lagi sayang?" ucap Arka.
"Aku mau minta maaf sama kamu" ucap Bina.
"Minta maaf soal apa?" tanya Arka.
"Soal tadi, harusnya aku gak berhak marah. Kan itu handphone kamu jadi terserah kamu mau pakai wallpaper siapa aja" ucap Bina.
"Oh masih soal wallpaper" ucap Arka sambil menahan tawanya.
Lalu mamah pun merebut ponsel Bina.
"Hallo Arka" ucap mamah Bina.
"Hallo tan, eh mamah maksudnya" ucap Arka.
"Keadaan kamu gimana, Ka?" tanya mamah Bina.
"Masih sedikit sakit mah" ucap Arka.
"Udah ke rumah sakit?" tanya mamah Bina.
"Belum, besok paling ke rumah sakitnya" ucap Arka.
"Oh ya udah, mamah kasih lagi ya teleponnya ke Bina" ucap mamah sambil memberikan ponselnya ke Bina.
"Hallo, Ka" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Udah dulu ya, aku takut ganggu istirahat kamu" ucap Bina.
"Enggak kok, malah aku seneng kalau kamu telepon" ucap Arka.
"Jangan dimatiin ya teleponnya, aku masih mau denger suara kamu" ucap Arka lagi.
"Yaudah bentar ya, aku mau ke kamar dulu. Soalnya disini ada mamah sama papah" ucap Bina.
"Emang kenapa kalau ada mamah sama papah?" sahut mamah.
"Nanti gak kedengeran mah suara Arka nya" ucap Bina.
"Kan bisa di loud speaker" ucap mamah.
"Nanti kan jadi berisik, terus jadi ganggu mamah sama papah yang lagi nonton" ucap Bina sambil tertawa.
"Yaudah sana ke kamar. Papah jadi gak fokus nonton acara televisinya" ucap papah.
__ADS_1
"Siap pah" ucap Bina.
Bina pun segera pergi ke kamar, lalu melanjutkan teleponan bersama Arka.