
Tok...tok
Bina pun segera mengetuk pintu kamar Arka.
Kemudian Arka pun langsung membuka pintu kamarnya.
"Kenapa?" tanya Arka sambil membawa bola basket.
"Temen kamu udah datang" ucap Bina.
"Oh ya udah ayo kesana" ajak Arka.
Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju ruang tamu.
"Oh ternyata luh, Di" ucap Arka.
"Kirain Ardan duluan yang datang" ucap Arka.
"Oh iya, kalian udah saling kenal belum?" tanya Arka kepada Bina dan Ardi.
"Udah kok" ucap Bina dan Ardi bersamaan.
"Hai guys" teriak Ardan yang tiba-tiba masuk kedalam rumah Arka.
"Panjang umur banget luh, baru juga gue omongin tadi" ucap Arka.
"Dan, kok luh langsung masuk aja ke rumah orang" ucap Ardi.
"Emang gitu dia mah, kan dia gak punya akhlak" ucap Arka.
"Enak aja luh" ucap Ardan tak terima.
"Luh ngapain ada disini?" tanya Ardan kepada Bina.
"Soalnya rumah dia dikunci, makanya dia di rumah gue dulu" ucap Arka.
"Oh gitu" ucap Ardan.
"Si Kevin sama si Raihan belum datang?" tanya Ardan.
"Luh bisa lihat sendiri kan kalau mereka belum datang?" sinis Arka.
"Ya gue bisa lihat" ucap Ardan.
"Terus ngapain nanya" ucap Arka.
"Ya siapa tahu luh umpetin mereka dikulkas" ucap Ardan.
"Gak ada kerjaan amat gue umpetin mereka" ucap Arka.
"Sensi banget luh, lagi dapet ya" ucap Ardan.
"Sialan luh" ucap Arka.
"Ardi, maaf ya mereka berdua emang suka kayak gitu" ucap Bina.
"Apaan sih, Na" ucap Arka.
"Cie cemburu" teriak Ardan.
"Siapa juga yang cemburu" ucap Arka.
"Arka!!" teriak seseorang dari luar.
Kemudian orang itu pun masuk kedalam rumah Arka.
"Berisik tahu gak!" ucap Arka kepada Kevin.
"Eh ada Bina" ucap Kevin.
"Kalau ada gue emang kenapa?" tanya Bina.
"Ya gak apa-apa, cuma nanti kita kayaknya bakal semangat latihannya kalau ada luh" ucap Kevin.
"Bukan kita kali, tapi Arka" sahut Ardan.
"Udah gue duga pasti si Raihan belum datang" ucap Kevin.
"Ya udah lebih baik kita langsung aja ke lapangan basket" ucap Arka.
"Oke" ucap Kevin.
"Ayo, Na" ucap Arka sambil memegang tangan Bina.
"Ini mau main basket atau mau nyebrang sih?" sindir Ardan.
__ADS_1
"Iri aja luh" ucap Arka sambil tersenyum.
Lalu mereka semua pun segera pergi ke lapangan basket yang ada didekat rumah Arka.
Setelah sampai Arka, Ardan, Kevin dan Ardi pun segera pemanasan. Sedangkan Bina, ia hanya duduk dipinggir lapangan sambil melihat yang sedang pemanasan.
"Tuh si Raihan" ucap Ardan.
Lalu Raihan pun segera menghampiri teman-temannya yang sedang pemanasan.
Kemudian Raihan pun ikut melakukan pemanasan.
"Itu siapa sih, guys?" canda Raihan sambil melihat kearah Bina.
"Gue juga gak tahu" canda Ardan.
"Mereka ngapain sih lihatin gue" batin Bina.
"Itu anak hilang deh kayaknya" ucap Kevin.
"Itu kayaknya jodoh gue deh" ucap Arka.
Ardi pun hanya tersenyum karena melihat tingkah teman setimnya itu.
Setelah selesai pemanasan, mereka pun segera memulai latihan basketnya.
Trining...trining
"Hallo, kak" ucap Bina.
"Luh udah pulang, Na?" tanya kak Daniel.
"Udah" ucap Bina.
"Terus luh nya kemana?" tanya kak Daniel.
"Bina lagi lihat yang main basket, kak" ucap Bina.
"Oh iya, koper luh udah gue masukin ke kamar luh" ucap kak Daniel.
"Makasih" ucap Bina.
"Luh nonton yang main basket dimana?" tanya kak Daniel.
"Dideket rumahnya Arka" ucap Bina.
"Bentar lagi" ucap Bina.
"Mau gue jemput gak?" tanya kak Daniel.
"Boleh" ucap Bina.
"Sekarang gue otw kesana" ucap kak Daniel.
"Oke" ucap Bina.
Lalu kak Daniel pun segera mematikan panggilan teleponnya.
Bina pun segera pergi menuju warung terdekat untuk membelikan mereka minum.
Setelah membeli minum, Bina pun segera kembali lagi menuju lapangan basket.
"Dari mana, Na?" teriak Arka.
"Dari warung" teriak Bina sambil membawa kantong plastik yang berisi beberapa botol air mineral.
"Ka, fokus dong" ucap Kevin.
"Sorry sorry" ucap Arka.
Trining...trining
Bina pun langsung melihat ke layar ponselnya, dan ternyata ada panggilan video call dari grup lovely girls.
"Hai girls" ucap Fanny.
"Hai" ucap Bina.
"Na, luh dimana?" tanya Ririn.
"Gue lagi nonton yang main basket" ucap Bina.
"Dimana?" tanya Fanny.
"Dideket rumah Arka" ucap Bina.
__ADS_1
"Arka yang main basket?" tanya Ririn.
"Iya" ucap Bina.
"Ada Ardan gak?" tanya Ririn.
"Ada" ucap Bina.
"Coba arahin dong kameranya ke Ardan" kata Ririn.
Lalu Bina pun segera mengarahkan kamera ponselnya kepada cowok-cowok yang sedang bermain basket.
"Gue pingin kesana" ucap Ririn.
"Ya udah kesini aja" ucap Bina.
"Tapi rumah Arka jauh" ucap Ririn.
"Ya udah gak usah jadi kesininya" kata Bina.
"Itu Ardi kan, Na?" tanya Fanny.
"Iya" ucap Bina.
"Ardi siapa?" tanya Ririn.
"Temennya Arka, dia anak basket" ucap Bina.
"Oh, kirain siapa" ucap Ririn.
"Luh gak capek apa langsung nonton yang main basket?" tanya Fanny.
"Sebenernya gue capek sih. Tapi ya gimana lagi, tadi pintu rumah gue dikunci makanya gue nelpon Arka biar gue gak bosen nunggu di rumah. Terus gue ke rumah Arka deh, sambil nunggu kak Daniel sama orang tua gue pulang" jelas Bina.
"Berarti dari siang luh nonton basketnya?" tanya Fanny.
"Enggak sih, soalnya latihan basket nya baru dimulai beberapa menit yang lalu" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap Fanny.
Kemudian Arka dan teman-temannya segera menghampiri Bina.
"Udah latihannya?" tanya Bina.
"Belum, kita mau istirahat dulu sebentar" ucap Arka.
"Lagi video call ya, Na?" tanya Kevin sambil melihat kearah layar ponsel Bina.
"Iya, ini si Fanny sama si Ririn tiba-tiba nge-video call" ucap Bina.
"Oh iya, nih minum buat kalian" ucap Bina.
"Makasih" ucap semuanya.
"Iya sama-sama" ucap Bina.
"Guys" ucap Arka kepada teman-temannya.
"Why?" tanya Kevin.
"Gue kayaknya tepat deh milih cewek" ucap Arka.
"Apaan sih, Ka" ucap Bina tersipu malu.
"Bucin terusss" ucap Ardan.
"Kayak yang gak bucin aja luh" ucap Arka kepada Ardan.
"Guys udah dulu ya video call nya" ucap Bina kepada Fanny dan Ririn.
"Eh bentar, Na! gue pingin ngomong sama Ardan" ucap Ririn.
"Gue matiin dulu ya video call nya, dadah" ucap Fanny sambil mematikan video call.
"Dan, Ririn mau ngomong katanya" ucap Bina sambil memberikan ponselnya kepada Ardan.
Lalu Ardan pun segera mengambil ponsel milik Bina.
"Mau ngomong apa, Rin?" ucap Ardan.
"Kalian mau lomba ya?" tanya Ririn.
"Iya, seminggu lagi" ucap Ardan.
"Semangat ya" ucap Ririn.
__ADS_1
"Iya, makasih" ucap Ardan.