Prince Of School

Prince Of School
Episode 251


__ADS_3

"Ini kenapa meja nya dibawa ke kamar" ucap Daniel.


"Soalnya kan dekorasi nya dipasang dikamar luh" ucap Wildan.


"Ya udah cepet bawa lagi kesana" ucap Daniel.


"Udah disini aja, berat soalnya" ucap Rizal.


"Masalahnya kamar gue jadi sempit" ucap Daniel.


"Ya udah bawa keluar lagi aja, Dan" ucap Sarah.


"Ya udah deh" ucap Wildan.


"Zal, Put, Yud! ayo bantuin angkat mejanya" ucap Wildan.


Akhirnya Wildan, Rizal, Putra, Yuda dan Arka segera mengangkat meja tersebut dan membawanya ke ruang tamu.


"Awas makanannya jatuh" ucap Sarah.


"Siapa yang pesen makanannya?" tanya Daniel.


"Aku yang pesen" ucap Sarah.


"Makasih ya, aku gak enak udah ngerepotin kamu" ucap Daniel.


"Gak ngerepotin kok" ucap Sarah.


"Kak" panggil Bina.


"Kenapa, dek?" tanya kak Daniel.


"Selamat ulang tahun ya" ucap Bina.


"Iya, makasih ya" ucap kak Daniel.


Bina langsung memeluk erat kakaknya.


"Tumben luh meluk gue" ucap kak Daniel sambil tersenyum.


Lalu Bina segera melepaskan pelukannya.


"Oh iya, kak! itu kado-kadonya disimpen dimeja" ucap Bina.


"Oh iya" ucap kak Daniel.


"Kak Daniel, selamat ulang tahun ya" ucap Ririn.


"Makasih ya, Rin" ucap kak Daniel.


"Iya sama-sama, kak" ucap Ririn.


"Ya udah ayo kesana, nanti keburu makanan sama minumannya dihabisin sama mereka" ucap kak Sarah.


Akhirnya mereka segera menuju ruang tamu.


Sesampainya di ruang tamu, mereka langsung duduk di lantai sambil menikmati makanan dan minuman yang telah disediakan.


"Makasih ya semuanya, gue jadi terharu" ucap Daniel.


"Iya sama-sama" ucap semuanya.


"Berarti surprise nya berhasil dong" ucap Bina.


"Sebenernya gue udah tahu sih bakal ada kalian disini" ucap Daniel.


"Yud, luh kasih tahu Daniel ya?" tanya Sarah.


"Enggak kok" ucap Yuda.


"Terus kok dia bisa tahu" ucap Sarah.


"Aku tahu karena ada motor dan mobil didepan rumah" ucap Daniel.


"Siapa yang bawa mobil?" tanya Sarah.


"Gue" ucap Putra.


"Oh iya, itu siapa yang ngehias kamar?" tanya Daniel.


"Bina sama Arka" ucap Bina.


"Pasti yang milih balonnya luh kan?" tebak Daniel.


"Iya" ucap Bina sambil nyengir.


"Emang balonnya kenapa?" tanya Sarah.


"Soalnya balonnya warna pink dan pastinya Bina yang beli balon itu" ucap Daniel.


"Oh iya, kak! tadi waktu di kamar ada tragedi segala" ucap Bina.


Sontak Arka dan Ririn langsung melihat kearah Bina.


"Tragedi apaan nih?" tanya kak Putra.


"Bukan apa-apa kok, kak" sahut Arka.


"Tadi Bina jatuh pas mau turun dari kursi, terus Bina jatuhnya nindih Arka" ucap Bina.


"Oh kirain tragedi itu" ucap Ririn.


Sontak Bina dan Arka langsung menatap tajam kearah Ririn.


"Tragedi apaan, Rin?" tanya kak Daniel.


"Itu tadi Bina gak sengaja dudukin balon sampe meletus" bohong Ririn.


Skip


Setelah acara makan-makan nya selesai, kini Daniel segera membagikan kue ulang tahun kepada semua orang yang hadir di acara ulang tahunnya.


"Na, itu diwajah kamu ada cream kue" ucap Arka.


"Disebelah mana?" tanya Bina.


"Disini" ucap Arka sambil menempelkan cream kue pada hidung Bina.


"Ih jahil banget sih" ucap Bina sambil mengelap cream kue dihidung nya.


"Na, gue pulang dulu ya soalnya udah malem" ucap Ririn.


"Oh ya udah, Rin. Tapi hati-hati ya dijalan nya" ucap Bina.


"Iya" ucap Ririn.


"Semuanya, Ririn pamit dulu ya" ucap Ririn.


"Iya, hati-hati ya" ucap yang lainnya.


"Iya" ucap Ririn sambil pergi.


"Itu temennya Bina ya?" tanya kak Yuda.


"Bukan temen, tapi sahabat" ucap Bina.


"Dia udah punya pacar belum?" tanya kak Yuda.


Bina hanya terdiam.


"Luh kepo banget sih, Yud" sahut Wildan.


"Oh iya, Sar! kamu mau pulang kapan? nanti biar aku yang anter" tanya Daniel.


"Sarah pulang nya bareng gue dan Arka aja, lagian kan rumahnya searah" ucap Putra.


"Tapi anterin sampe rumah nya ya, Put" ucap Daniel.


"Iya, siap" ucap Putra.


"Oh iya, Sar! luh pulang nya mau kapan?" tanya Putra.


"Terserah luh aja, kan gue ikut bareng luh" kata Sarah.


"Ka, luh pulang nya mau kapan?" tanya kak Putra.


"Nanti aja" ucap Arka.


"Berarti nanti luh jalan kaki aja ya pulang nya" ucap kak Putra.


"Tega banget nyuruh adik sendiri jalan kaki" ucap Arka.


"Soalnya gue mau pulang sekarang" ucap kak Putra.


"Luh mau pulang sekarang, Put?" tanya Rizal.


"Iya, soalnya gue udah ngantuk" ucap Putra.


"Ya udah berarti gue juga pulang aja deh" ucap Rizal.


"Ya udah yuk pulang" ucap Wildan.


"Kalian mau pada pulang sekarang?" tanya Daniel.


"Iya" ucap teman-temannya Daniel.


"Ya udah hati-hati ya" ucap Daniel.


"Iya" ucap teman-temannya.


"Put, anterin Sarah" suruh Daniel.


"Iya" ucap Putra.


"Na, aku pulang dulu ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Sampai ketemu besok" ucap Arka.


Bina hanya tersenyum karena mendengar ucapan Arka.


Lalu mereka segera pergi.


Daniel segera pergi keluar untuk mengunci pagar rumahnya. Sedangkan Bina, ia sibuk membersihkan sampah-sampah bekas makanan dan minuman.


Setelah selesai membuang sampah, Bina segera menuju kamarnya.


Saat berada di kamar, Bina langsung tidur dikasurnya.


...****...


Pagi hari


* Sekolah


Setelah sampai di sekolah, Bina dan Arka segera pergi menuju kelasnya masing-masing.


Ketika sampai, Bina segera masuk kedalam kelas dan ia berpapasan dengan Syara.


"Na" panggil Syara.

__ADS_1


"Iya, kenapa?" tanya Bina.


"Emang bener ya kalau yang nabrak orang tua luh itu papahnya Arka?" tanya Syara.


Bina terdiam sejenak.


"Bukan kok" bohong Bina.


"Tapi gue denger-denger katanya yang nabrak itu papahnya Arka" ucap Syara.


"Bukan, Ra" ucap Bina.


Bina segera pergi ke kursinya.


****


* Kelas XII MIPA 3


"Kenapa luh lihatin gue?" tanya Arka kepada teman sekelasnya.


"Gue denger katanya papah luh yang nabrak orang tuanya Bina ya?" tanya temen sekelas Arka yang bernama Iqbal.


Arka hanya terdiam.


"Heh! omongan luh dijaga ya!" sahut Raihan.


"Bener kok, Han. Papah gue emang yang nabrak orang tuanya Bina" ucap Arka.


"Serius luh?" tanya Raihan.


Arka hanya mengangguk.


Kemudian Arka segera pergi keluar.


...****...


Skip


Krining...Krining


Bel istirahat berbunyi.


Bina, Ririn dan Fanny segera pergi menuju kantin.


Sesampainya di kantin, mereka segera membeli makanan dan minuman. Sesudah itu, mereka segera duduk sambil menikmati makanan dan minuman yang telah mereka beli.


"Guys, gue ikut eat disini ya" ucap Kevin.


"Iya silahkan" ucap Bina.


"Yang lainnya mana?" tanya Fanny.


"Lagi beli makanan lah" ucap Kevin.


Kemudian Robi dan Raihan segera menghampiri mereka.


"Arka, mana?" tanya Bina.


"Tadi dia bilang mau ke rooftop katanya" ucap Robi.


"Mau ngapain?" tanya Bina.


"Kangen Ardan kali, makanya dia kesana" ucap Robi.


"Na" panggil Raihan.


"Kenapa, Han?" tanya Bina.


Raihan berbisik kepada Bina.


Sontak Bina langsung terdiam setelah mendengar ucapan Raihan.


"Kenapa sih? kok main bisik-bisik segala" tanya Fanny penasaran.


"Guys, gue samperin Arka dulu ya" ucap Bina sambil berdiri.


"Na, makanan luh belum habis loh" ucap Ririn.


"Iya gak apa-apa" ucap Bina.


Bina segera pergi membeli roti dan susu vanilla untuk Arka.


Setelah itu, Bina segera pergi ke rooftop untuk menemui Arka.


* Rooftop


Sesampainya di rooftop, Bina langsung menghampiri Arka yang sedang duduk dikursi.


"Kamu mau ngapain kesini?" tanya Arka.


"Mau temenin kamu" jawab Bina.


"Kamu udah istirahat belum?" tanya Arka.


"Udah kok, tadi aku udah jajan" ucap Bina.


"Oh iya, ini aku beliin kamu roti sama susu vanilla" ucap Bina lagi.


"Kamu sekarang lagi suka vanilla kan?" tanya Bina.


"Iya" ucap Arka.


"Ya udah nih" ucap Bina sambil memberikan susu dan roti kepada Arka.


"Makasih ya" ucap Arka.


"Iya sama-sama" ucap Bina.


"Kok gak dimakan sih?" tanya Bina.


"Atau mau aku suapin?" tanya Bina lagi.


"Gak usah, aku bisa sendiri kok" ucap Arka.


"Ya udah ayo makan, nanti takutnya keburu bel masuk" ucap Bina.


Arka segera memakan roti tersebut.


Bina hanya bisa tersenyum sambil melihat Arka yang sedang memakan roti.


"Kamu mau?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina padahal sebenarnya ia sangat lapar karena tadi makanan yang ia beli tidak sempat ia habiskan.


"Na" ucap Arka.


"Iya, kenapa?" tanya Bina.


"Orang-orang udah pada tahu" ucap Arka.


"Udah jangan diomongin" ucap Bina karena ia tahu maksud ucapan Arka barusan.


"Temen-temen sekelas kamu juga udah tahu?" tanya Arka.


"Ka, udah jangan dibahas" ucap Bina.


"Aku malu, Na" ucap Arka tiba-tiba.


"Malu kenapa?" tanya Bina.


"Soalnya kan papah aku yang udah nabrak orang tua kamu. Tapi aku malah masih pacaran sama kamu" ucap Arka.


"Gak tahu diri banget ya aku" ucap Arka lagi.


"Kamu jangan ngomong kayak gitu, lagian papah kamu juga gak ada niatan buat nabrak orang tua aku" ucap Bina.


"Itu semua udah takdir, Ka" ucap Bina lagi.


"Kamu jangan ngomong kayak gitu lagi ya" ucap Bina sambil memegang kedua pipi Arka.


Trining...trining


"Ini siapa lagi yang nelpon" ucap Bina sambil mengambil ponsel.


Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Raihan.


Lalu Bina segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Kenapa, Han?" tanya Bina.


"Ini makanan sama minuman luh mau dimakan lagi gak?" tanya Raihan.


"Enggak, buat luh aja" ucap Bina.


"Beneran?" tanya Raihan.


"Iya, buat luh aja" ucap Bina.


"Thank you" ucap Raihan.


"Iya" ucap Bina.


Raihan segera mematikan panggilan teleponnya.


"Kenapa, Na?" tanya Arka.


"Gak apa-apa" ucap Bina.


"Ya udah cepet habisin rotinya" ucap Bina.


"Nih, gigit! aku tahu kok kalau kamu tadi gak jajan" ucap Arka sambil mendekatkan roti pada mulut Bina.


"Udah buat kamu aja" ucap Bina.


"Makannya berdua aja" ucap Arka.


"Cepet makan!" ucap Arka.


Akhirnya Bina segera memakan roti tersebut.


"Sekarang kamu yang makan" ucap Bina.


Arka segera memakan roti tersebut.


"Nih minum dulu" ucap Arka sambil mengarahkan sedotan pada mulut Bina.


"Bentar! aku belum selesai makan rotinya" ucap Bina.


"Ya udah cepet habisin" ucap Arka.


"Iya bentar" ucap Bina sambil mengunyah roti tersebut.


"Udah habis belum?" tanya Arka.


"Udah" kata Bina.


"Ya udah nih minum" ucap Arka sambil mengarahkan sedotan pada mulut Bina.


Bina segera meminum susu tersebut.


"Sekarang gantian" ucap Bina sambil menyuapi roti kepada Arka.

__ADS_1


Klotak


Terdengar suara benda jatuh dari arah belakang, hingga membuat Bina dan Arka langsung melihat kearah belakang mereka.


"Suara apa tuh?" tanya Arka.


"Gak tahu" ucap Bina.


"Ka, pergi yuk! aku takut" ucap Bina.


"Jangan takut, kan ada aku" ucap Arka.


"Ayo pergi" mohon Bina.


"Ya udah ayo" ucap Arka.


Mereka berdua segera pergi.


"Ka" panggil Bina.


"Apa?" ucap Arka.


"Gak jadi" ucap Bina sambil nyengir.


"Ka" panggil Bina lagi.


"Apa sih, Na?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina sambil tersenyum.


"Arka" ucap Bina.


"Iya kenapa, sayang?" tanya Arka.


"Miaw...miaw" Bina meniru suara kucing.


Arka langsung tersenyum saat mendengar Bina meniru suara kucing.


"Oh ternyata kamu ngasih kode" ucap Arka.


"Kok tahu sih kalau aku ngasih kode" ucap Bina.


"Tahu lah" ucap Arka.


"Terus kucing nya udah dibeli belum?" tanya Bina.


"Udah" ucap Arka.


"Serius?" tanya Bina.


"Iya udah, kemarin aku nyuruh kak Putra buat beliin kucingnya" ucap Arka.


"Beneran?" tanya Bina.


"Enggak, bohongan" ucap Arka.


Ekspresi wajah Bina seketika berubah.


"Ya beneran lah" ucap Arka.


"Serius gak nih?" tanya Bina.


"Serius" ucap Arka.


"Mana coba aku pingin lihat buktinya" ucap Bina.


Arka segera menunjukan foto kucing yang baru ia beli.


"Makasih" ucap Bina sambil memeluk Arka.


"Iya sama-sama" ucap Arka sambil membalas pelukan Bina.


"Arka! Bina!" ucap Bu Jeni.


Sontak Bina dan Arka langsung melepaskan pelukannya.


"Eh Bu Jeni" ucap Bina sambil cengengesan.


"Bukannya masuk kelas, ini malah peluk-pelukan disini" kata Bu Jeni.


"Habisnya Bina seneng banget Bu, soalnya Arka beliin Bina kucing" ucap Bina terus terang.


"Ibu gak nanya!" ucap Bu Jeni.


Bina langsung terdiam.


"Cepet ke kelas!" perintah Bu Jeni.


"Iya, bu" ucap Arka dan Bina bersamaan.


Arka dan Bina segera salam ke Bu Jeni. Setelah itu, mereka berdua segera pergi menuju kelas masing-masing.


* Kelas XII MIPA 2


"Luh dari mana aja, Na?" tanya Fanny.


"Dari rooftop" ucap Bina.


"Lama banget di rooftop nya" ucap Fanny.


"Iya, soalnya disana kita curhat sambil makan" ucap Bina.


"Rin, Fan! gue seneng banget tahu" ucap Bina.


"Seneng kenapa?" tanya Ririn.


"Arka beliin gue kucing" ucap Bina heboh.


"Emang luh bisa rawatnya, Na?" tanya Ririn.


"Ya bisa lah" ucap Bina.


"Awas nanti kucingnya mati" ucap Ririn.


"Ya gak bakal lah, gue bakal rawat kucingnya dengan penuh rasa kasih sayang" ucap Bina.


"Kaya ke anak aja luh" ucap Fanny.


"Kan emang harus ngerawat seperti anak sendiri" ucap Bina.


"Luh kenapa gak piara kelinci aja sih" ucap Ririn.


"Ya terserah gue dong, kan gue pinginnya kucing" ucap Bina.


"Kucing bau tau tahi nya" ucap Ririn.


"Namanya juga tahi, ya pasti bau lah" ucap Bina.


"Tapi lebih mending tahi kelinci daripada tahi kucing" ucap Ririn.


"Ini kenapa jadi bahas tahi sih" heran Fanny.


"Tuh dia yang bahas duluan" ucap Bina.


"Guys, kalian pernah lihat tahi gajah gak?" tanya Ririn.


"Enggak pernah" ucap Bina.


"Pernah" ucap Fanny.


"Luh lihat tahi gajah dimana?" tanya Bina.


"Di taman safari lah, masa iya lihat tahi gajah di rumah gue" ucap Fanny.


"Kan siapa tahu di rumah luh ada gajah" ucap Bina.


"Emangnya rumah gue itu kebun binatang apa" ucap Fanny.


"Oh iya, Na! Julian kapan masuk sekolah nya?" tanya Ririn.


"Gue gak tahu" ucap Bina.


"Kita jenguk aja yuk! kasihan dia" ucap Ririn.


"Ya udah kalau gitu kita kumpulin duit dulu buat beli makanan" ucap Fanny.


"Ambil dari uang kas aja" ucap Bina.


"Oh iya juga ya" ucap Fanny.


"Guys!!!" ucap Fanny.


Semua yang berada dikelas langsung melihat kearah Fanny.


"Kenapa?" tanya semuanya.


"Kita jenguk Julian yuk! kasihan dia" ucap Fanny.


"Ya udah ayo" ucap semuanya.


"Bendahara kelas kita siapa sih?" tanya Fanny.


"Gue" teriak Kholiana.


"Luh gimana sih, Fan! masa lupa sama bendahara kelas sendiri" ucap Billy.


"Bukan lupa sih sebenernya, cuma gue lupa nama dia soalnya namanya susah dihapal" ucap Fanny.


"Oh iya, uang kas nya masih ada gak?" tanya Fanny.


"Masih ada sih, tapi cuma dikit" ucap Kholiana.


"Kok dikit sih" ucap Fanny.


"Ya iyalah dikit, orang ditagih aja gak mau pada bayar" ucap Kholiana.


"Siapa yang gak bayar?" tanya Fanny.


"Biasa lah anak-anak cowok" ucap Kholiana.


"Ya udah sekarang patungan lagi aja buat beli makanan sama minuman" ucap Fanny.


"Ya udah tagih aja sama luh" ucap Kholiana.


"Kok sama gue? kan luh bendahara nya" ucap Fanny.


"Kalau sama gue, nanti mereka pada gak bayar soalnya kan mereka gak ada takut-takut nya sama gue" jelas Kholiana.


"Ya udah deh kalau gitu biar gue aja yang tagihin uang kas nya" ucap Fanny.


Lalu Fanny segera berkeliling untuk menagih uang kas.


Setelah semuanya sudah membayar, Fanny segera memberikan uang tersebut kepada Kholiana.


"Nanti tolong belanja makanan sama minuman ya" ucap Fanny.


"Masa gue sendirian sih belinya" ucap Kholiana.


"Bil, luh nanti anterin Kholiana buat beli makanan sama minuman ya" ucap Fanny.


"Ya udah iya" ucap Billy.

__ADS_1


__ADS_2