
Keesokan paginya Bina pun melihat ponselnya dan dia pun kaget karena Arka menelponnya hingga beberapa kali.
Bina pun mencoba untuk menghubunginya lagi, tetapi dia tidak mengangkat panggilan telepon dari Bina.
"Oh iya, gue lupa dia kan pasti sekarang udah berangkat ke sekolah Merah Putih" ucap Bina.
Bina pun bersiap-siap dan segera menuju ke sekolahnya.
Skip
Bina pun segera masuk ke kelas. Saat sampai di kelas, Bina ngelihat Salma dan geng nya duduk di meja Bina dan Ririn (karena Bina dan Ririn duduk berdua).
Bina pun meletakan tasnya di kursi. Dan dia berniat untuk keluar kelas karena Bina tahu pasti Salma akan mengajak ribut dengan Bina.
"Eh, mau kemana cantik" kata Dela.
"Guys!!! Kalian semua tahu gak?" kata Salma.
Semua temen sekelas Bina pada melihat kearah Salma dan Bina.
"Tahu apa ma?" tanya teman gengnya yang bernama Dea.
"Disini ada pacarnya prince sekolah ini loh!!!" teriak Salma.
"Wow! siapa tuh?" sarkas Dea.
"Gak tahu diri banget dia. Gak ngaca apa ya dia pacaran sama Arka" kata Dela.
Tiba-tiba Ririn datang.
"Woy ada apaan nih!" teriak Ririn.
Bina pun sontak melihat kearah Ririn.
"Asal kalian tahu ya, terserah Arka kali dia mau nya sama siapa" teriak Ririn sambil menarik tangan Bina untuk menjauh dari mereka.
"Na, luh gak apa-apa kan?" tanya Ririn.
"Gak apa-apa kok" kata gue sambil menahan air mata gue agar tidak keluar.
"Awas aja kalau si Salma sama geng nya itu ngelabrak luh lagi, gue bakal bilang ke Arka" kesal Ririn.
...****...
Skip
Hari berikutnya, Bina pun seperti biasa pergi ke sekolah dan diantar oleh kak Daniel.
Pada saat Bina masuk ke kelasnya, tiba-tiba Ardan teriak-teriak memanggil nama Bina.
"Bina!!!" teriak Ardan sambil berlari kearah Bina.
"Apaan sih luh, baru juga gue datang udah teriak-teriak kayak gitu" ucap Bina.
"Tahu gak luh?" tanya Ardan dengan serius.
"Enggak" kata Bina.
"Kemarin waktu selesai lomba, si Arka berantem sama si Rino" kata Ardan.
"Loh kok bisa berantem?" Bina pun kaget mendengar ucapan Ardan.
"Kayaknya sih gara-gara kemarin malam, bang Fauzi ngirimin foto luh sama Rino" jelas Ardan.
"Foto?" ucap Bina yang sedang kebingungan.
__ADS_1
"Iya, kata bang Fauzi katanya luh abis boncengan sama si Rino" kata Ardan.
"Ardan, gue ke kelasnya Arka dulu ya" ucap Bina sambil melangkahkan kakinya menuju kelas Arka.
* Kelas XI MIPA 3
Bina pun melihat-lihat ke dalam kelas Arka.
Tiba-tiba Robi pun mendekat kearah Bina.
"Na, nyari siapa?" tanya Robi.
"Arka nya ada?" tanya Bina.
"Oh Arka, dia lagi main basket di lapangan bareng Kevin sama Raihan"
"Yaudah, gue pergi dulu ya" kata Bina.
Bina pun buru-buru menuju lapangan basket dan memang benar ternyata Arka ada disitu.
Bina pun diam di pinggir lapangan dan kemudian Arka menghampiri Bina.
"Na, gue mau ngomong sama luh" ucap Arka sambil menarik tangan Bina ke tempat yang sepi.
"Ka" ucap Bina namun terpotong oleh ucapan Arka.
"Na, luh kemarin habis dari mana sama Rino?" tanya Arka seraya menatap tajam Bina.
"Kemarin aku habis dari rumah Ririn" ucap Bina.
"Terus kenapa pulangnya sama Rino?" tanya Arka dengan nada marah.
"Bina ketemu Rino dijalan, terus Bina diajakin pulang naik motornya" jelas Bina.
"Kenapa luh gak telepon gue aja? Bilang kek ke gue biar ngejemput luh" ucap Arka.
"Sekarang Bina mau nanya ke Arka, kenapa Arka berantem sama Rino cuma gara-gara hal itu" ucap Bina.
"KARENA GUE CEMBURU!!!" teriak Arka.
"Udah ah, Bina lebih baik ke kelas dari pada ribut sama Arka" ucap Bina sambil meninggalkan Arka.
"Emang ya cewek itu selalu benar walaupun dia yang salah" gumam Arka sambil menatap Bina yang sedang berjalan meninggalkannya.
...****...
* Kelas XI MIPA 2
"Na, dari mana aja luh" ucap Billy.
"Dari lapangan basket" ucap Bina.
"Pasti luh habis berantem ya sama Arka" tebak Ardan.
"Berisik luh" kesal Bina.
"Na, tadi pak Zaenal ngasih tugas karena dia izin masuk hari ini, luh mau nyontek punya gue gak? Gue udah selesai nih" kata Billy.
"Mau" ucap Bina.
"Ini" kata Billy seraya memberikan bukunya ke gue.
"Oh iya, si Ririn kemana ya?" tanya Bina kepada Ardan.
"Tadi dia nyariin luh" ucap Ardan.
__ADS_1
Kemudian Ririn pun datang.
"Na, habis dari mana? Gue tadi nyariin luh" kata Ririn
"Gue tadi habis dari lapangan basket" ucap Bina.
"Oh lagi pacaran, kirain gue kemana" ucap Ririn.
"Dia habis berantem, Rin" ucap Ardan.
"Berantem kenapa, Na?" tanya Ririn penasaran.
"Apaan sih, Ardan" ucap Bina.
"Udah ah, gue mau ngerjain tugas dulu" ucap Bina.
Setelah mengerjakan tugas, Bina pun ke kantin bersama Ririn. Saat sampai di kantin, Bina melihat geng nya Arka.
"Bina, Ririn sini eat together!" teriak Kevin.
"Na, ke sana yuk" ajak Ririn.
"Gak mau" ucap Bina dengan nada kesal.
"Ayo ah! Luh mah suka malu-malu anjing gitu" ucap Ririn sambil menarik paksa tangan Bina.
Bina pun terpaksa duduk bersama geng nya Arka yaitu Stray Squad.
Saat Bina dan Ririn duduk, semua orang yang ada disitu melihat kearah Bina dan Bina pun langsung mengalihkan pandangannya menuju ponsel miliknya.
"Ekhem! Kok jadi pada canggung gini" ucap Raihan.
"Biasa ada yang lagi berantem" sindir Ardan.
"Kalau lagi berantem lebih baik selesaikan nya disini deh biar tuntas masalahnya" ucap kak Chandra.
"Gue minta maaf ya gara-gara gue ngirim foto Bina sama Rino, luh jadi berantem sama Rino. Gue kira luh sama Bina gak pacaran" ucap kak Fauzi merasa bersalah.
"Luh gak salah kok, bang" ucap Arka.
"Gue juga minta maaf ya, Na! Gue kemarin kirim foto luh sama Rino" ucap kak Fauzi kepada Bina.
"Iya" ucap Bina sambil mengangguk dan sambil memainkan ponselnya.
"Kalau orang lagi bicara lihat mukanya dong!!!" teriak Arka dengan nada marah.
Bina pun menggebrak meja.
"Iya, gue udah maafin!!!" teriak Bina sambil menahan air matanya agar tidak keluar.
Bina pun langsung lari meninggalkan mereka semua.
"Kalau sama cewek itu jangan ngebentak kayak gitu" ucap Chandra.
"Ka, luh kasar banget sih sama dia" ucap Raihan.
"Kalau gue jadi Bina sih gue nangis di tempat, yaudah gue mau nyusul dia dulu ya" ucap Ririn dan segera meninggalkan mereka.
"Luh kalau ngebentak lihat situasi dulu dong, Ka! Lihat nih seblak gue tumpah karena gue kaget" ucap Robi ngegas.
"Iya nih, karena luh teriak gue nyedot es nya jadi pakai hidung" ucap Ardan.
"Gue bingung sekarang harus dipihak siapa" ucap bang Chandra.
"You harusnya jangan gitu sama cewek. Cewek kan hatinya soft jadi pasti dia mudah terluka" kata Kevin.
__ADS_1
"Gue gak tanggung jawab ya, Ka! Kalau Bina tiba-tiba mutusin luh dan lebih milih jadian sama gue" ucap Raihan percaya diri.
"BODO AMAT!!!" ucap semuanya sambil menatap Raihan.