Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 101


__ADS_3

[Chapter 101.]


[Alice.]


[Silahkan Dibaca.]


“Berhenti kakak / Ryuto.” Ucap dua perempuan / istri Ryuto, di belakang mereka masing-masing. Sementara Ryuto dan perempuan tersebut berhenti.


Wushhh.


Mereka berhenti tepat, Ryuto akan memukul perut perempuan tersebut, sementara perempuan tersebut tepat mengarahkan pedangnya di leher Ryuto.


Mereka berdua memiliki wajah terkejut. Karena suara tersebut, keduanya mundur tepat di depan yang menghentikan mereka.


“Kamu....” Ucap keduanya saat melihat wajah mereka masing-masing, lalu keduanya mengucapkan kata bersama.


“Orang mesum / Perempuan Beruang.” Ucap perempuan tersebut / Ryuto, lalu perempuan tersebut berkata dengan nada tinggi.


“Siapa yang kamu panggil beruang, sialan.” Teriak perempuan tersebut, sementara Ryuto hanya diam saja, lalu Ryuto melihat ke belakang perempuan tersebut.


“Oh, Rina Nina akhirnya aku bertemu denganmu.” Ucap Ryuto, sementara kedua perempuan yang tak lain Rina dan Nina menjawab dengan senang.


“Andy.” Ucap keduanya, mereka benar-benar senang dengan kedatangan Ryuto. Sementara perempuan yang tak lain kakak keduanya, yang bernama Alice. Dia mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan dari adiknya.


“Kalian mengenal dia?.” Ucap Alice, lalu Rina dan Nina mengangguk. Kemudian mereka menjelaskan bahwa Ryuto yang menyelamatkan mereka berdua.


“Jadi begitu, terimakasih telah menyelamatkan Adikku. Serta, mari masuk.” Ucap Alice berbalik masuk meninggalkan mereka ber lima.


“Apakah kau tidak apa-apa, Ryuto?.” Ucap Lilia, sementara Ryuto menjawab dengan santai dan tenang.


“Begitulah, sebenarnya pukulannya gak terlalu menyakitkan, hanya saja dia di atas rata-rata.” Ucap Ryuto, lalu Nina dan Rina memiringkan kepalanya dan berkata dengan bingung.


“Ryuto?.” Ucap mereka berdua bersama, sementara Amy mendekati mereka dan menjawab kebingungan mereka berdua.


“Itu benar, nama Andy itu hanya nama samaran. Nama dia asli adalah Ryuto Kurokami.” Ucap Amy, sementara Nina melihat ke arah Amy.


“Jadi begitu, aku baru tahu hal itu.” Ucap mereka satu persatu. Lalu, Ryuto mengajak mereka untuk masuk.


“Baiklah, ayo kita masuk. Tidak nyaman membuat kakakmu menunggu lama di dalam.” Ucap Ryuto, berjalan menuju ke arah rumah Yakuza.


Lilia dan Amy tidak bisa tidak berdaya dengan tingkah dari Ryuto, namun mereka berdua tetap mengikuti Ryuto, begitupun dengan Rina dan Nina.


Saat mereka masuk ke rumah, Ryuto benar-benar terpana dengan luasnya aula utama Yakuza Itoka tersebut, lalu Ryuto melihat di depan ada meja dan tempat duduk melingkar.

__ADS_1


Terlihat disana, ada Alice yang sedang duduk. Ryuto berjalan ke arah tempat tersebut, diikuti ke empat perempuan dan istri Ryuto.


“Perempuan beruang, kenapa tempat ini sepi? Kemana yang lainnya?.” Ucap Ryuto, dia tidak melihat satupun orang lewat.


Sementara itu, Alice yang dipanggil perempuan beruang tidak bisa tidak mengedutkan bibirnya. Lalu, dia menatap tajam ke arah Ryuto.


“Apa kau bilang tadi, siapa yang kamu sebut perempuan beruang?.” Ucap Alice dengan senyuman. Sementara Ryuto, yang ingin membalas berhenti, dia seketika berkeringat dingin melihat senyuman Alice.


‘Kenapa senyuman perempuan selalu seperti iblis.’ Batin Ryuto, dia benar-benar melihat iblis keluar dari Alice. Kemudian, Nina berkata.


“Kakak, berhentilah sebentar. Serta Ryuto jangan selalu mengejek Kakak. Nama dia Alice, mengerti?.” Ucap Nina, menenangkan Kakaknya serta memberitahu Ryuto dengan tegas.


Ryuto menganggukkan kepalanya. Sementara Lilia dan Amy tertawa pelan, Rina pun juga ikut tertawa pelan.


“Huff, untuk pertanyaanmu itu Ryuto, di tempat ini memang sepi sebab sudah pindah di tempat yang baru.” Ucap Nina, lalu Ryuto berkata.


“Hmmm, begitu kah. Baiklah, jadi bagaimana keadaan kalian berdua?.” Ucap Ryuto dengan senyumnya. Lilia juga berkata.


“Itu benar, bagaimana keadaan kalian berdua?.” Ucap Lilia, sementara Rina dan Nina menjawab dengan senang.


“Kami berdua baik-baik saja, Ryuto dan Tante.” Ucap Rina, sementara Nina mengangguk setuju dengan ucapan Rina.


“Baguslah, aku kesini ingin berkunjung karena khawatir. Apalagi besok aku sudah mulai sibuk.” Ucap Ryuto, sementara Nina berkata.


“Dia akan pergi ke Osaka, dia mengikuti kompetisi musik serta mau berperang dengan Yakuza disana.” Ucap Amy, membuat Alice, Rina, dan Nina terkejut.


“Apaa?. Apakah kamu yakin?.” Ucap Alice, karena dia merasa bahwa Ryuto tersebut terlalu gegabah. Sementara yang dibicarakan dia dengan tenang menjawab.


“Iya, aku yakin.” Ucap Ryuto, sementara Nina dan Rina menghela nafas. Namun mereka tahu, bahwa Ryuto bisa mengatasinya.


“Kau akan kalah. Yakuza disana berbeda dengan Yakuza disini.” Ucap Alice sambil menggelengkan kepalanya, sementara Ryuto mengerutkan keningnya.


“Oh, jika aku menang bagaimana? Mau bertaruh?.” Ucap Ryuto, dengan senyumnya. Sementara, Alice menyipitkan matanya, dia merasa bahwa Ryuto terlalu percaya diri.


“Baik, kalau kamu kalah melawan Yakuza tersebut, kau harus mengabulkan permintaan ku.” Ucap Alice, lalu Ryuto yang ingin membalas ucapan tersebut, di dahului oleh Lilia.


“Tapi, kalau Ryuto menang kamu harus jadi salah satu istri Ryuto.” Ucap Lilia, semua orang di tempat tersebut tertegun, namun Amy tersenyum.


“Tung-“ ucap Ryuto, namun dia merasakan ada orang banyak di luar. Dia langsung berteriak dan menarik Lilia dan Amy.


“Tiarap.” Teriak Ryuto, sementara Alice dia langsung menarik Rina dan Nina. Ke enam orang tersebut segera jatuh ke bawah, lalu terdengar suara.


Drrtt Drrtt Drrtt Drrtt Drrtt.

__ADS_1


Dor Dor Dor Dor Dor Dor.


Ctarrrr Pranggg Ctarrrr.


Ribuan tembakan memasuki lokasi tersebut, peluru mengenai tembok, kaca, dan berbagai hal. Sementara keenam orang tersebut berhasil berlindung dari serbuan peluru.


“Sial, disaat begini ada serangan datang.” Ucap Ryuto, lalu mereka terus berlindung sampai tembakan peluru mereka berhenti.


Tak lama kemudian, tembakan berhenti. Kemudian terdengar suara langkah kaki masuk ke dalam rumah tersebut, langkah kaki tersebut bukan hanya satu melainkan banyak.


“Sepertinya, pertempuran tidak bisa dihindari.” Ucap Ryuto, lalu terdengar suara dari tempat langkah kaki tersebut.


“Apakah mereka mati. Sepertinya tidak, serta lihat ada 5 perempuan cantik disini.” Ucap pria dengan pakaian seperti mafia.


“Hehehehe, kita bunuh laki-laki itu. Lalu, bermain bersama dengan 5 perempuan tersebut.” Ucap pria dengan pakaian Yakuza.


Ryuto yang mendengar itu, seketika maju dengan senyuman tenangnya. Lalu, senyuman tersebut berubah ke ekspresi datar dan dinginnya.


“Oh, hanya sisa-sisa cecunguk Mafia Kura-kura dan Yakuza Setsu kah.” Ucap Ryuto dengan santai, sementara para laki-laki yang berasal dari mafia dan Yakuza muram dan terprovokasi.


“Baj*ngan, hanya seorang bocah saja. Mau jadi pahlawan, kau.” Teriak Yakuza Setsu, lalu mereka mengeluarkan pedang panjang dan pendek mereka.


Ryuto hanya menatap datar, kemudian menatap ke arah Alice. Sedangkan, Alice yang di tatap mengerti, lalu melempar pisau ke Ryuto.


“Kalian tetaplah di belakang.” Ucap Ryuto, diam-diam memasang barrier untuk kelima orang tersebut, Ryuto maju sendiri, sementara Alice melindungi 4 orang.


Lalu, aura membunuh Ryuto keluar dengan hebat. Banyak dari mereka yang terkejut dan takut, lalu muncul sebuah Notifikasi System.


[Misi dipicu.]


[Bunuh sisa-sisa dari Mafia Kura-kura dan Yakuza Setsu (0/2000.)]


[Hadiah : Seluruh point status akan naik 200.]


[Hukuman : Kelima perempuan digilir.]


[To be Continued.]


Info : Kukukuku, waktunya perang-perang.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2