Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 78


__ADS_3

[Chapter 78.]


[Restoran ramai.]


[Silahkan Dibaca.]


SMA Kotohana.


Ruang Klub musik.


Perempuan yang berada di pintu tersebut, segera melihat ke arah dalam ruangan. Dia terkejut mendapati Ketua Osis dan seorang Laki-laki.


“Maaf, ketua Osis. Aku sedikit terlambat.” Ucap Perempuan tersebut. Sedangkan, Sayoko menggelengkan kepalanya dan berkata.


“Tidak apa-apa, kami juga baru datang. Kalau begitu, segera gabung ke temanmu.” Ucap Sayoko, Perempuan tersebut mengangguk. Lalu, dia berjalan dan sesekali melirik ke arah Andy.


“Baiklah, kita lanjutkan perkenalannya.” Ucap Sayoko, lalu Laki-laki yang berada di sebelah Akari, memperkenalkan dirinya.


“Namaku Hideo, aku pemain Drum.” Ucap Laki-laki tersebut, yang bernama Hideo. Lalu, Laki-laki sebelahnya memperkenalkan diri.


“Namaku Inari, aku pemain gitar.” Ucap Laki-laki tersebut, yang bernama Inari. Lalu, tersisa Perempuan yang baru hadir tersebut.


“Aku adalah Kaori, pemain Vokal di kelompok ini.” Ucap Perempuan tersebut, yang tak lain adalah Kaori.


Hideo, seorang Laki-laki yang memiliki tubuh besar dan otot yang terllihat. Dia memiliki iris mata berwarna hitam kecoklatan. Wajah yang dimiliki datar, seperti tidak peduli apapun. Dia terlihat hanya suka Drum dan sejenisnya. Hideo memiliki warna rambut hitam pendek.


Inari, seorang Laki-laki yang memiliki tubuh kurus iya besar iya, atau bisa disebut ideal. Memiliki wajah yang terlihat mudah diajak bicara, maupun bercanda. Inari memiliki rambut berwarna kuning keputihan. Iris matanya berwarna biru laut.


Kaori, seorang Perempuan yang memiliki wajah yang terlihat biasa dan ceria. Gunungnya juga terlihat hampir mirip dengan Yuka. Iris matanya berwarna abu-abu dengan hitam di tengahnya. Rambut yang dia miliki berwarna golden.


“Baiklah, perkenalkan namaku Andy, mohon kerjasamanya.” Ucap Andy sambil tersenyum, ke lima orang tersebut mengangguk, lalu Hideo berkata.


“Jadi, kita akan berlatih bagaimana?.” Ucap Hideo penasaran, sementara Andy mulai memegang dagu dan menjawab.


“Aku ingin kalian berlima bermain musik. Nanti, akan kunilai. Namun, ruangan ini apakah kedap suara?.” Ucap Andy. Sementara Sayoko menjawab.


“Iya, ruangan ini kedap suara. Jendela juga, pintu juga sudah ditutup. Bisa, kok kalian mulai.” Ucap Sayoko, lalu kelima orang tersebut mengangguk.


Mereka berlima bersiap-siap di posisi mereka masing-masing. Ria memegang gitarnya dan berada di kiri. Lalu bagian belakang, ada Hideo sang Drummer dan Akari sang Pianis. Inari berada di sebelah kanan dengan membawa sebuah gitar. Di posisi tengah ada Kaori memegang Mic.

__ADS_1


“Baiklah, mulai.” Ucap Sayoko. Kemudian, mereka mulai bermain musik. Andy memantau dan sedikit mengerutkan keningnya saat terdapat nada yang kurang kompak.


Beberapa menit kemudian, mereka selesai memainkan musik. Andy, mengangguk dan berkata dengan serius.


“Permainannya buruk, apalagi nada yang kalian hasilkan tidak pas. Ada yang lambat dan ada yang cepat. Pianis tadi terlalu cepat dalam perpindahan, sedangkan Drummer juga sedikit lambat. Untuk para gitar kalian berdua memiliki nada berbeda, untuk yang bernyanyi sedikit ada yang kurang.” Ucap Andy.


Sedangkan, kelima orang tersebut sedikit terkejut, bahwa mereka salah. Mereka mengangguk, dan menganggap bahwa Andy benar. Karena selama ini banyak yang menjadi pelatih mereka, hanya bilang bagus dan baik saja. Namun, saat ikut Kompetisi pasti akan kalah.


Lalu, mereka melanjutkan kembali pelatihan Klub tersebut. Andy terus mengarahkan dan membenarkan mereka.


Tak lama kemudian, Bel pulang berbunyi. Andy, Sayoko, Akari, Ria, Kaori, Inari, dan Hideo beristirahat, sebelum pulang.


“Baiklah, waktunya kalian berkemas dan pulang. Kesehatan adalah utama.” Ucap Andy, membuat ke limanya mengangguk, lalu mengemas barang-barang mereka.


Lalu, mereka berlima selepas berkemas, pergi keluar dan pulang ke rumah masing-masing.


“Kami pulang dulu, Andy.” Ucap Kelimanya, lalu pergi pulang menuju ke rumah mereka. Sedangkan, Andy menatap ke arah Sayoko.


“Baiklah, ayo kita pulang.” Ucap Andy, sementara Sayoko mengangguk. Lalu mereka berjalan bersama menuju ke ruang Osis terlebih dahulu.


“Aku akan mengambil ranselku. Kamu tunggu saja di depan gerbang.” Ucap Sayoko, sementara Andy mengangguk dan pergi ke kelasnya.


Sesaat kemudian, Andy sudah tiba di kelasnya dan segera mengambil ranselnya, lalu keluar dari kelas. Kemudian, pergi menuju ke gerbang Sekolah.


Disana Andy melihat Yui, Yuka, Sasha, Angel, Silvia, Raul, dan Sera. Andy pun menghampiri mereka. Silvia yang melihat Andy, segera berlari ke arahnya, lalu memeluknya.


“Maaf, telah menamparmu tadi. Aku reflek, karena baru pertama kalinya, ada laki-laki yang melihat tubuhku.” Ucap Silvia, sedangkan Andy membalas pelukan tersebut.


“Aku maafkan.” Ucap Andy, lalu mencium kening Silvia. Sementara, Silvia yang merasa keningnya di cium, segera melepaskan pelukannya dan wajahnya memerah karena malu.


“Andy, ayo kita ke restoran.” Ucap Yui, lalu Andy mengangguk dan berkata sambil tersenyum.


“Sebentar Yui, kita tunggu Sayoko terlebih dahulu.” Ucap Andy, sementara Yui hanya menghela nafas dan menunjuk ke arah belakang Andy.


“Belakangmu itu siapa?.” Ucap Yui, sementara Andy berbalik dan melihat ada Perempuan di depannya, Perempuan tersebut ialah Sayoko.


“Sejak kapan kamu berada disini?.” Ucap Andy, sedikit terkejut saat melihat Sayoko di belakangnya.


“Sejak kamu, berpelukan dengan dia.” Ucap Sayoko menunjuk ke arah Silvia. Sedangkan, Andy mengangguk.

__ADS_1


“Baiklah, ayo ke Restoran.” Ucap Andy, lalu mereka semua berjalan bersama menuju ke Restoran Andy. Mereka di jalan seperti biasa, mengobrol bersama.


Sayoko juga terkejut mendengar bahwa Silvia adalah Tunangan Andy. Ekspresinya mirip dengan Yui, Yuka, Angel, dan Sasha. Lalu, mereka saling berbicara dan langsung akrab.


 Beberapa menit kemudian, mereka sampai di restoran. Andy dan para Perempuan terkejut melihat restoran yang penuh dengan orang.


Andy, segera pergi menuju ke pintu belakang, begitu juga para Perempuan mengikutinya. Sampai di pintu belakang, Andy memasukkan kunci. Lalu, membuka pintu belakang tersebut.


“Ayo masuk.” Ucap Andy kepada para Perempuannya. Lalu, mereka semua masuk dan menutup pintunya kembali.


Andy melihat seluruh Wanita dan Maid sibuk mengurusi pesanan. Lalu, terlihat Lilia yang sedang duduk mengamati para pelanggan.


Namun, para Wanita melihat pintu belakang terbuka. Lalu, melihat ada Andy bersama para Perempuan. Sementara itu, Para Perempuan segera dengan cepat membantu para Wanita untuk menyiapkan pesanan.


Andy juga dengan cepat menuju ke tempat memasak. Dia segera memasak dengan banyak porsi.


Beberapa saat kemudian, para Pelanggan begitu juga Para Wanita dan Perempuan, mencium bau yang sangat enak. Para Wanita dan Perempuan segera menghidangkan di piring maupun kertas untuk di bungkus.


Jam 19.21, pelanggan terakhir sudah dilayani. Andy menutup Restoran, lalu pergi ke dapur kembali. Dia melihat para Perempuan dan Wanita sedang duduk di tempat makan.


“Hari ini, begitu melelahkan. Banyak pengunjung yang datang kesini.” Ucap Amy, yang terlihat kelelahan.


“Beruntung, Andy dan para Perempuan datang, serta Miya juga datang.” Ucap Aoi, sementara Lilia menundukkan kepalanya.


“Maaf semuanya, aku tidak membantu kalian.” Ucap Lilia, terlihat sedih. Sedangkan, semuanya tersenyum, lalu Aoi berkata.


“Tak apa, kamu kan lagi hamil. Jaga kondisimu serta jangan merasa murung. Nanti berdampak buruk bagi bayi.” Ucap Aoi, sementara yang lainnya menjawab


“Itu benar.” Ucap mereka satu per satu. Andy tersenyum melihat interaksi mereka, lalu dia berfikir.


‘Sungguh aku benar-benar beruntung memiliki mereka semua.’


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2