
[Chapter 109.]
[Sebelum Kompetisi.]
[Silahkan Dibaca.]
“Hai, cantik. Bagaimana kalau bermalam dengan kami?.” Ucap seseorang di belakang Ryuto dan Yuli, mereka berdua melihat ke belakang.
Apa yang dilihat oleh Ryuto dan Yuli, ialah 5 pria dengan pakaian khas Yakuza, ke 5 orang tersebut menyeringai mesum melihat Yuli.
“Maaf, kalian bukan levelku.” Ucap Yuli sambil tersenyum mengejek. Sementara Ryuto, dia tertawa pelan mendengar jawaban dari Yuli.
Ke 5 Yakuza tersebut semula menyeringai berubah menjadi datar, wajah mereka menghitam. Mereka benar-benar tersinggung dengan ucapan Yuli, lalu salah satu Yakuza berkata.
“Heh, kau hanya seorang Wanita, kegunaan Wanita itu untuk menghangatkan ranjang.” Ucap Yakuza1 tersebut, sementara Yuli menggelengkan kepalanya.
“Kau bukan levelku, kau tahu Wanita itu memiliki harga diri juga.” Ucap Yuli menatap dengan tajam ke arah 5 Yakuza tersebut.
Ke 5 Yakuza tersebut, merasakan keringat dingin di punggung mereka, tanpa sadar mereka mundur selangkah. Ryuto yang melihat itu, dia tertawa keras.
“Hahahahaha, Yakuza takut dengan Wanita.” Ucap Ryuto keras sambil tertawa, sementara ke 5 Yakuza tersebut sadar, lalu memandang ke arah Ryuto, kemudian Yakuza2 teriak.
“Oi bocah, jangan tertawa. Kau kira kau siapa, Hah.” Teriak Yakuza2, sementara Yakuza1 mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke Yuli, Yakuza3 mengarahkan pistol ke Ryuto.
“Oi Wanita, kau tahu kan ini apa? Lebih baik menyerahlah, kemudian aku akan menundukkanmu di bawah kakiku.” Ucap Yakuza1, sementara Yuli dia akan membalas, namun Ryuto mendahului.
“Kalian, benar-benar seorang pengecut. 5 orang mengancam 1 Wanita.” Ucap Ryuto, mengeluarkan niat membunuh ke arah 5 Yakuza tersebut.
Ke 5 Yakuza merasa keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, mereka merasa berhadapan dengan seekor Binatang Buas.
Ryuto melangkah maju, langkah demi langkah membuat ke 5 Yakuza tersebut mundur dan gemetar ketakutan. Tanpa sadar, mereka menembak Ryuto.
Dor Dor Dor.
Para pejalan kaki, segera berlari dan berlindung. Ryuto menangkap seluruh peluru yang 5 Yakuza tembakkan. Yuli menatap hal tersebut dengan senyum penuh arti.
Ke 5 Yakuza menekan pelatuk, namun peluru tidak muncul. Ternyata, mereka kehabisan peluru, mereka berlima membuang pistol mereka, kemudian mereka berbalik dan berlari.
Namun, Ryuto apakah akan membiarkan mereka lari. Jawabannya pasti tidak, Ryuto tiba tepat di belakang mereka, dengan cepat dia mematahkan kaki mereka.
Krak krak krak krak krak.
__ADS_1
“Arhhhh.” Teriak 5 Yakuza tersebut, mereka terjatuh dan tidak bisa merasakan kaki mereka, hanya rasa sakit yang mereka rasakan.
“Jangan bunuh kami, atau kau akan menerima amarah dari Ketua kami.” Ucap Yakuza1, lalu dia tersenyum menyeringai, saat melihat Ryuto berhenti.
Namun, mereka bingung saat melihat Ryuto mengangkat tangannya, lalu menurunkan tangan. Seketika 5 tembakan mengenai tepat leher mereka.
“Mengancamku, maaf ketuamu mungkin akan mati di tanganku.” Ucap Ryuto, lalu melihat bahwa tidak ada pejalan kaki sama sekali.
Ryuto mengisyaratkan seseorang di balik pohon untuk keluar. Lalu, terlihat 5 orang muncul dari balik pohon, mereka berlima tak lain tak bukan, Zero, Lion, Gin, Eleven, dan Alpha.
“Kalian, berlima uruss mereka. Serta, bersiaplah untuk besok malam.” Ucap Ryuto, sementara ke 5 bawahan Ryuto tersebut tersenyum dan menjawab.
“Siap, Tuan muda.” Ucap mereka bersama, lalu membawa ke 5 mayat Yakuza tersebut. Sementara Ryuto dia berbalik dan berjalan ke arah Yuli.
“Kau baik-baik saja?.” Ucap Ryuto, walaupun Ryuto bisa melihat bahwa Yuli tidak apa-apa, namun cara membuat seorang perempuan senang adalah menanyakan keadaannya, itu akan meningkatkan rasa sukanya ke kalian para laki-laki, karena mereka merasa diperhatikan.
“Aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat.” Ucap Yuli, dia tersenyum senang saat mendengar Ryuto bertanya keadaannya. Lalu, Ryuto berkata.
“Baiklah, ayo kita masuk.” Ucap Ryuto, lalu Yuli melingkarkan tangannya ke tangan Ryuto, sedangkan Ryuto tersenyum dan mereka berdua berjalan masuk bersama.
Saat mereka masuk, Sayoko dan Sasha berada di tempat duduk area makan Penginapan tersebut, mereka berdua melihat Ryuto dan Yuli masuk.
“Ryuto, kesini kesini.” Ucap Sayoko, sedangkan Ryuto yang mendengar suara Sayoko segera menoleh dan melihat Sayoko dan Sasha duduk bersama.
“Bagaimana kencan kalian?.” Ucap Sayoko, sementara Yuli memerah karena kegiatan hari ini ditanyakan oleh muridnya.
“Itu menyenangkan, tapi saat masuk ke penginapan, selalu saja ada yang menghentikan.” Ucap Ryuto, sementara Sayoko mengangguk dan berkata.
“Oh, seperti dugaanku, itu pasti kalian.” Ucap Sayoko, walaupun ada sedikit rasa khawatir namun dia tahu bahwa Ryuto baik-baik saja.
“Sayoko, kemana para anggota Klub musik?.” Ucap Ryuto, sambil memakan kentang goreng di meja tersebut, sementara Sayoko menjawab.
“Mereka jalan-jalan di sekitar penginapan. Aku menyuruh mereka untuk bersantai terlebih dahulu, setelah mereka latihan.” Ucap Sayoko, sedangkan Ryuto mengangguk.
“Kau benar.” Ucap Ryuto, lalu mereka berempat makan kentang goreng yang berada di meja tersebut, Yuli mengambil makanan ringan dan memakannya.
Mereka berempat makan, ditemani dengan pemandangan tenggelamnya matahari di sebelah barat, mereka benar-benar menyukai pemandangan tersebut.
Setelah matahari benar-benar tenggelam, mereka berdiri dan berjalan pergi menuju ke Onsen pribadi mereka.
“Yuli-sensei, apakah kamu akan ikut ke pemandian air panas bersama kami?.” Ucap Sasha, dia menawarkan Yuli. Sementara Yuli, dia bertanya.
__ADS_1
“Pemandian air panas pribadi, apakah disana ada Ryuto dan Sayoko?.” Ucap Yuli dengan malu-malu, sementara Sasha menjawab.
“Itu benar.” Ucap Sasha, sedangkan Yuli benar-benar memikirkan hal tersebut, kemudian mengangguk setuju.
Mereka pun sampai di kamar VIP mereka, dengan tempat tidur King size. Mereka segera membawa pakaian yang ingin mereka kenakan.
Lalu, mereka berempat pergi menuju ke kamar mandi Onsen, yang berada di kamar mereka tersebut. Ryuto pertama masuk terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh Sayoko dan Sasha.
Yuli sendiri bingung, namun dia tetap masuk. Yuli menanggalkan pakaiannya dan membungkus tubuhnya dengan lilitan handuk.
Lalu, saat di tempat mandi tersebut, Yuli sedikit terkejut dan tersenyum tak berdaya melihat ke tiga orang di depannya tidak memakai apapun.
‘Kenapa kamu bisa kalah dengan muridmu sendiri, Yuli. Huff Ryuto benar-benar sudah melampaui dewasa.’ Batin Yuli, sementara Ryuto yang melihat Yuli masuk, dia berkata.
“Kenapa kamu berdiam disana, Sensei. Mari kita berendam bersama.” Ucap Ryuto sambil tersenyum, sementara Yuli memerah dan berendam sedikit jauh dari ketiganya.
Sayoko dan Sasha melihat Yuli sedikit jauh, mereka berdua menarik Yuli mendekat. Sementara Yuli yang ditarik, dia benar-benar terkejut dan tak berdaya menghadapi kedua perempuan tersebut.
“Kau duduklah di tengah-tengah Ryuto, Sensei. Biar kami di samping kanan dan kiri.” Ucap Sayoko, sementara Sasha mengangguk setuju.
Ryuto benar-benar sedikit terkejut dengan sifat Sayoko dan Sasha, namun dia hanya tersenyum dengan sifat mereka tersebut.
Selesai berendam, mereka berempat memakai pakaian santai mereka. Lalu, mereka keluar dari tempat pemandian air panas tersebut.
Mereka melakukan kegiatan mereka masing-masing terlebih dahulu. Sayoko, Sasha, dan Yuli, mereka memakan makanan ringan sambil bercanda, sementara Ryuto bersiap untuk besok.
Waktu tidur pun tiba, Sayoko dan Sasha pergi keluar kamar sebentar, mereka meninggalkan Ryuto dan Yuli. Sayoko berbisik kepada Yuli.
“Sekarang waktunya, kamu beraksi, Sensei. Aku dan Sasha akan tidur di sebelah.” Ucap Sayoko, sedangkan Ryuto yang menajamkan indranya bisa mendengar hal tersebut.
“Sayang, aku akan keluar. Serta, aku mungkin tidur di sebelah, Semangat oke.” Ucap Sayoko, dia bingung harus beralasan apa, ucapannya tersebut sangat jelas maksud darinya.
Sayoko dan Sasha keluar, sementara Yuli memerah dan berperang dengan fikirannya sendiri, namun seluruh fikirannya tergantikan oleh sebuah usapan hangat di kepalanya.
“Tenanglah, Sensei. Jika kamu tidak ingin, tak apa. Kita hanya tidur saja.” Ucap Ryuto santai, namun perasaan seorang Wanita entah kenapa berbeda.
Yuli merasa bahwa ucapan Ryuto mengandung kesedihan. Tanpa sadar, Yuli mencium bibir Ryuto dengan ganas, mereka pun akhirnya melakukan permainan dan hal tersebut adalah hari kehilangan segel milik Yuli sepenuhnya.
[To be continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.