
[Chapter 278.]
[Perang puncak 3.]
[Silahkan Dibaca.]
Portal.
“Boom..Boom..Boom..” ledakan kecil terus terdengar, hal itu di sebabkan oleh kedua orang yang tengah beradu senjata mereka masing-masing. Kedua orang itu ialah Ryuto dan An Shi.
“Kau kuat, Kurokami. Namun, aku jauh lebih kuat darimu.” An Shi melemparkan tombak ke atas, kemudian dengan hentakan kakinya, ia melompat dan kedua tangannya terlapisi oleh Qi.
Ryuto tidak peduli, dia mengibaskan pedangnya ke belakang. Energi Qi miliknya keluar dan melapisi pedang tersebut. “Majulah, sampah!”
“Rasakan ini, Bajngn!” An Shi dengan marah memegang tombaknya, lalu siluet Naga terlihat. Kemudian, dia lempar dengan keras ke arah Ryuto.
“Jalur Naga...” tombak melesat dengan cepat, siluet Naga seolah-olah mengaum keras. Tatapan mirip binatang buas yang menakutkan.
Ryuto tidak merasakan takut sama sekali, justru perasaannya sekarang senang. Pedang miliknya bercahaya dengan terang, ia tersenyum sambil memandang ke arah tombak tersebut.
“Jalan Malaikat Hitam...” Ryuto mengayunkan pedangnya dengan cepat. Proyektil hitam yang menghancurkan sekitar melesat ke arah naga tersebut.
“Wush..Booommmmm.” keduanya saling bertemu dan ledakan yang mengguncang portal terjadi. Langit-langit mulai berubah menjadi merah, tanda bahaya.
***
Keempat pemimpin pasukan selesai membunuh musuhnya. Mereka menatap ke arah Zero yang tengah berhadapan dengan manusia yang memiliki wujud mengerikan.
“Jangan ganggu dia! Kita bantu para Nyonya dan yang lainnya mengatasi monster yang tersisa.” Lion menghentikan ketiga pemimpin lain untuk membantu Zero.
Ketiganya mengangguk dan mulai bergerak menuju ke arah monster. Akan tetapi, sebuah gelombang menerpa mereka dengan keras.
“Boommmmm.” Keempat orang itu melihat langit mulai memerah, mereka diterbangkan menuju ke arah para pasukan dan monster bertarung.
***
Zero mendengar ledakan besar tersebut, dia tahu bahwa tuannya benar-benar melawan orang kuat. Namun, ia sekarang juga melawan manusia aneh yang kuat.
“Boom..Boom..” ledakan pertempuran keduanya benar-benar intens, setiap mereka berpindah akan menghasilkan sebuah kawah kembali.
“Kau, matilah pengikut Kurokami!” Zero mengerutkan keningnya, tetapi dia tidak peduli dan terus-menerus menyerang makhluk tersebut.
__ADS_1
“Terlalu membuang waktu, aku harus menyelesaikan dengan cepat.” Zero berpikir sambil mengayunkan pukulan miliknya. Dia tanpa sadar membangkitkan sesuatu dalam dirinya.
“Pakailah kekuatanku.” Sebuah suara muncul dalam pikiran Zero. Hal itu membuatnya terkejut, ia langsung lengah dan merasakan pukulan dari musuh di depannya, yaitu Yu He.
“Boomm..” Zero terpental ke belakang, tetapi dia segera menstabilkan pendaratan. Ia melakukan backflip dan sedikit terdorong ke belakang.
“Siapa kau!” Zero berkata dalam hati, ia benar-benar merasa ada sesuatu di dalam tubuhnya sekarang. Lalu, dirinya mendengar suara itu kembali.
“Aku adalah kamu dan kamu adalah aku.” Zero mendengar hal itu, tanpa sadar mengikuti ucapan tersebut.
“Aku adalah kamu dan kamu adalah aku.” Zero sedikit mengerutkan keningnya, dia merasakan energi baru memasuki tubuhnya. Energi itu menghapus energi spiritual miliknya.
Menelan dan mengubah menjadi hal baru, itulah yang dirasakan Zero sekarang. Ia mengingat perkataan tuannya tentang Qi, seketika matanya melebar namun segera sadar dan seringai di mulutnya terlihat.
“Jadi inikah Qi. Benar-benar menarik, energiku meluap, seakan gunung berapi yang siap memuntahkan laharnya.”
Zero memandang Yu He yang tiba di depannya. Sebuah pukulan diluncurkan tepat ke arah wajahnya.
Namun, Zero tersenyum dan mengulurkan telapak tangannya ke depan. Menahan pukulan kuat tersebut.
“Boom..” Yu He melebarkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Terlihat Zero sama sekali tidak bergerak, seolah-olah ia bagaikan gunung yang tidak bisa dipindahkan.
Yu He dengan cepat sadar, dia ingin berkata sesuatu. Namun, Zero tidak peduli akan hal itu. Dirinya mengumpulkan Qi di tangan satunya dan memukul tepat perut Yu He.
Zero memandang hal itu dan paham sekarang. “Jadi begitu, tapi aku perlu konfirmasi lebih lanjut.”
“Wushh...” Zero melesat dengan cepat. Dia benar-benar sangat cepat sekarang karena menggunakan Qi pada kakinya.
Zero tiba tepat di atas Yu He. Dia tidak diam saja, dengan cepat tangannya terkepal dengan erat. Energi Qi terlepas, ia kemudian mengayunkan pukulan tersebut ke arah perut Yu He.
“Booommmm...” Yu He melebarkan matanya, seluruh tubuhnya bergetar. Darah memompa dengan keras, seketika ia ikut meledak.
Zero menatap darah Yu He yang berwarna hijau. Ia sedikit mengerutkan keningnya, tetapi dia tahu bahwa musuhnya bukan manusia sepenuhnya.
“Sepertinya ras berbeda benar-benar ada..” Zero memandang ke arah para monster, kemudian dia mengalihkan pandangan ke arah langit yang sudah berwarna merah.
“Lupakan... Menangkan pertarungan terlebih dahulu.” Zero dengan cepat membantu para istri Ryuto dan para temannya.
***
“Boommmm...” Ledakan besar terjadi, ketika dua pukulan kuat saling beradu satu sama lain. Cohza dan Min Huo terdorong ke belakang, akibat tabrakan pukulan mereka masing-masing.
__ADS_1
Cohza menatap ke arah depannya. Dirinya menyeringai dengan hebat tanda ia senang akan pertarungannya kali ini.
“Seorang manusia melawanku dengan imbang. Sungguh lelucon yang nyata.” Min Huo berkata dengan nada menghina.
Cohza mengerutkan keningnya, ia tidak peduli akan ucapan orang di depannya. “Bukankah kau manusia juga?”
Min Huo mendengar itu, tertawa mengejek. “Syahahaha, makhluk tinggi sepertiku kamu setarakan dengan semut sepertimu.”
Cohza sekarang merunduk sedikit, matanya tertutup. Aura mengerikan keluar dari tubuhnya. Min Huo yang tertawa berhenti seketika, ia merasakan hal berbahaya di depannya.
“Wushhhh...” Aura kuat menerpa tempat di sekitarnya, pasir yang berada di dekatnya terbang ke atas dan membentuk sebuah badai pasir yang sangat kuat.
**
Para istri Ryuto dan pemimpin pasukan berhenti seketika melihat badai pasir tersebut. Mereka tidak terkena dampaknya karena energi melapisi tubuh mereka.
“Cohza... Dia marah?” Tifa bertanya sambil memiringkan kepalanya. Ia benar-benar sedikit terkejut akan kekuatan Cohza tersebut, tetapi baginya kekuatan suaminya lebih kuat dari itu.
“Sepertinya begitu, saudari Tifa.” Evelyn menjawab sambil mengangkat bahunya. Dia tidak tahu apa yang membuat Cohza marah. Ia juga tidak peduli, dirinya hanya peduli kepada Ryuto.
***
“Semut... Hahahaha, kau berkata aku adalah Semut.” Cohza tertawa liar sekarang, tatapannya melebar dengan iris mata merah yang menyala. Tubuhnya perlahan-lahan membengkak, otot-otot baru mulai terlihat.
Min Huo terkejut akan hal itu, ia mendadak gemetar dan menggertakkan giginya. Bagaimana bisa dirinya orang yang berkasta tinggi digertak oleh makhluk rendahan.
Min Huo mengeluarkan aura miliknya, tetapi aura itu sangat rendah dibandingkan aura Cohza tersebut.
“Bagaimana bi---“ belum sempat Min Huo menyelesaikan kata-katanya, aura Cohza semakin membesar dengan kuat.
“Ayo, katakan sekali lagi... Siapa yang semut?” Cohza bertanya dengan pancaran tajam. Seringai dimulutnya menjadi lebih liar dari biasanya.
Min Huo benar-benar ketakutan sekarang. Ia tidak menyangka musuh yang dihadapinya sangat kuat. Namun, harga dirinya tinggi. Dia memandang Cohza dengan iri dan dengki.
“Si*lan, beraninya makhluk rendahan menggertakku.” Min Huo meraung dalam hatinya. Kemudian, ia di selimuti oleh kabut hitam seketika. Matanya menyala merah, dua tanduk muncul di kepalanya.
Cohza melihat hal itu, ia menyeringai. Lalu, berkata, “Menarik, ayo kita bertarung habis-habisan.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.